You are on page 1of 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP) WAHAM

Pokok Bahasan : Skizofrenia

Sub Pokok Bahasan : Waham

Sasaran : Keluarga klien

Tempat : Posyandu Perigi Dasan Agung Mataram

Waktu : 60 menit

I. Latar Belakang
Modernisasi dan kemajuan tehnologi membawa perubahan dalam cara berfikir
dam dalam pola hidup masyarakat luas. Sejalan dengan modernisasi dan kemajuan
tekhnologi, manusia dihadapkan pada perubahan-perubahan yang akan membawa
konsekwensi di bidang kesehatan fisik dan jiwa. Perubahan-perubahan dalam
kehidupan seseorang, baik perubahan nilai budaya, perubahan system
kemasyarakatan, perkerjaan serta adanya ketegangan antara idealisme dan realitas,
mengakibatkan timbulnya stress. Bertambahnya stress dalam kehidupan tidak
menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan tersebut
menganggu produktivitas hidup seseorang dan dapat menghambat pembangunan.
Adannya perubahan dalam kehidupan seseorang, membuat orang tersebut harus
mengadakan adaptasi dan menanggulangi stressor tersebut. Tetapi tidak semua
orang mampu untuk menghadapi dan menanggulangi stressor tersebut hal ini dapat
menjadi sumber tekanan, frustasi dan konflik yang akhirnya dapat menjadi stress
baik fisik maupun mental. Kemampuan dalam mengatasi masalah tersebut sangat
tergantung pada kemampuan dan ketahanan individu tersebut, sehingga tidak
jarang pada beberapa individu akan timbul stress yang memuncak bahkan
mengarah pada gangguan jiwa. Salah satu penyakit gangguan jiwa yang
menyebabkan klien mengalami gangguan isi pikir : waham. Penyembuhan klien
tidak saja dengan pemberian obat, tetapi lebih penting adalah bagaimana perawatan
yang diberikan dalam suasana lingkungan yang therapiutik.
Untuk itu perawat di tuntut memiliki ketrampilan yang khusus agar dapat
memberikan asuhan keperawatan secara optimal dengan menitik beratkan pada
keadaan psikososial tanpa mengabaikan fisiknya. Peran perawat dalam perawatan
klien dengan gangguan jiwa sangat penting terutama dalam memenuhi dan berupaya
seoptimal mungkin mengorentasikan klien ke dalam realita, dengan cara menciptakan
lingkungan yang terapiutik, melibatkan keluarga, menjelaskan pola prilaku klien
(untuk diskusi membagi pengalaman, mengatasi masalah klien), menganjurkan
kunjungan keluarga secara teratur.

II. TUJUAN
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan tentang kesehatan jiwa selama 1 x 30 menit
diharapkan keluarga mampu memahami tentang gangguan persepsi (halusinasi)
dan gangguan proses pikir.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS(TIK)


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan jiwa selama 1 X 30 menit diharapkan
keluarga klien mampu :
1. Menjelaskan pengertian waham
2. Menyebutkan penyebab waham
3. Menyebutkan macam-macam waham
4. Menyebutkan tanda-tanda waham
5. Menjelaskan penanganan/perawatan klien dengan waham dirumah

III. WAKTU DAN TEMPAT


A. Hari/ Tanggal : Sabtu, 16 Maret 2019
B. Pukul : 08:30-Selesai
C. Tempat : Posyandu Perigi Dasan Agung Mataram

IV. MEDIA DAN PERLENGKAPAN


A. Media : Lembar Balik, PPT
B. Perlengkapan : LCD, Layar, Lactop, Cok Roll, Soundsistem

V. MATERI
Terlampir
VI. METODE
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah, diskusi dan
tanya jawab.
VII. RENCANA PENYULUHAN
No. Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Audiens
1. Pembukaan
 Salam
3 menit
 Memperkenalkan diri
Menjawab salam
 Menjelaskan tujuan

Penyajian materi
2.
 Menjelaskan materi tentang:
a. Definisi waham
b. Penyebab waham
c. Macam-macam waham 14 menit Mendengarkan dan
d. Tanda dan gejala waham Memperhatikan
e. Penanganan dan
perawatan waham
 Memberikan kesempatan
kepada keluarga untuk
bertanya
 Menjawab pertanyaan yang
5 menit Menanyakan hal-
terkait dengan pertanyaan hal yang belum
dimengerti
keluarga klien
5 menit

Penutup
 Memberikan umpan balik
 Salam
3.

3 menit Merespon
Menjawab salam

VIII. RENCANA EVALUASI


Evaluasi penyuluhan akan dilakukan dengan memberikan 5 pertanyaan
tentang materi yang telah disampaikan ke keluarga.

IX. PENILAIAN KEBERHASILAN


Penilaian keberhasilan dari penyuluhan adalah dengan memberikan 5 pertanyaan
dengan kriteria penyuluhan berhasil apabila keluarga mampu menjawab 4 atau 5 dari
pertanyaan dengan benar, Penyuluhan dikatakan kurang berhasil apabila keluarga
hanya mampu menjawab 2 atau 3 pertanyaan dengan benar, Sedangkan penyuluhan
tidak berhasil apabila keluarga hanya mampu menjawab 1 pertanyaan dengan benar.
Soal-soal pertanyaan esai
1. Sebutkan pengertian waham
2. Sebutkan penyebab waham
3. Sebutkan macam-macam waham
4. Sebutkan tanda dan gejala waham
5. Bagaimana cara penangan dan perawatan pasien dengan waham.

X. STRUKTUR ORGANISASIAN

FASILITATOR : HARI SUPANDI

PEMATERI : BAIQ FATHAYANI O

DOKUMENTASI : NURSAHABUDIN

PERLENGKAPAN : ZULFAHNURRAHMAN

KONSUMSI : HEMA MAULINA

ANGGOTA :

1. NUR INDAH LESTARI


2. SITI HARDIANTI
3. BAIQ HABILA
MATERI PENYULUHAN
“WAHAM”

A. Pengertian
Waham adalah keyakinan palsu yang timbul tanpa stimulus dari luar dan
mempunyai ciri-ciri tidak realistic/tidak logis, menetap,egosentrik, yang diyakini
kebenarannya oleh pasien sebagai hal yang nyata.
B. Penyebab Waham
1. Keturunan
2. Mal adaptasi
3. Stress pada kondisi lingkungan

C. Macam-macam Waham
1. Waham kebesaran : Suatu kepercayaan bahwa penderita adalah orang yang
penting dan berpengaruh dan mungkin mempunyai kekuatan yang terpendam
atau merupakan orang terkuat sepanjang sejarah. Misalnya mengaku sebagai
nabi, kyai, tentara, dokter, kaya.
2. Waham curiga : Penderita mempunyai keyakinan bahwa seseorang atau
kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan
berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya penderita menolak makan
makanan yang disaji karena merasa ada racunnya.
3. Waham nihilistik : pasien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada lagi didunia atau
sudah meninggal yang dinyatakan secara berulang yang tidak sesuai dengan
kenyataan.misalnya mengatakan dirinya adalah mayat dan sudah meninggal.
4. Magic mistik : Keyakinan penderita tentang kemampuannya melakukan hal-hal
yang mustahil diluar kemammpuannya. Misalnya bisa menghidupkan orang
yang mati, bisa mengguna-guna orang.
5. Waham bizar :
a. Sisip pikir : Penderita yakin ada ide pikir orang lain yang disisipkan dalam
pikirannya yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai dengan
kenyataan.
b. Siar pikir : Penderita yakin bahwa orang lain mengetahui apa yang dia
pikirkan yang dinyatakan secara berulangdan tidak sesuai dengan kenyataan.
c. Kontrol pikir : Penderita yakin pikirannya dikontrol dari luar. Misalnya
melakukan percobaan bunuh diri atau ingin membunuh orang lain karena ada
yang menyuruh.

D. Tanda dan gejala waham


1. Merasa ada orang yang mengganggunya
2. Merasa ada gangguan dalam tubuhnya
3. Merasa hidup sendiri
4. Merasa dia adalah orang lain
5. Merasa mempunyai kekuatan (pendidikan, kepandaian, kekayaan yang luar
biasa)
6. Merasa orang-orang tidak memperhatikanKeyakinan kepada agama yang
berlebihan.

E. Cara penanganan dan perawatan pasien dengan waham


1) Hindari mendebat pasien dengan wahamnya
2) Hindari mendukung waham
3) Jika waham timbul, kontak dengan pasien singkat tapi sering
4) Membantu aktivitas menjadi mandiri
5) Terapi obat
DAFTAR PUSTAKA

Keliat,B.A, (1998). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Jakarta, EGC.

Stuart,G.W. Dan Sundeen,S.J. (1998), Buku Saku Keperawatan Jiwa, Jakarta, EGC.

Lismidar,H, (1990) Gangguan isi pikiri, Jakarta, EGC.

Townsend,M.C, (1998) Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan


Psikiatri, Edisi 3, Jakarta, EGC.