You are on page 1of 3

ANTAR AREA

PENGELUARAN
Alur pelayanan pengeluaran domestik diawali dengan pengguna jasa diwajibkan untuk
melengkapi dokumen karantina yang dipersyaratkan oleh area tujuan. Pengguna jasa selanjutnya
mengisi formulir-1 (Form-1) yaitu laporan rencana pengeluaran media pembawa hama dan
penyakit hewan karantina sebagai permohonan kepada petugas karantina atau pengguna jasa
dapat permohonan pemeriksa karantina (PPK) secara online. Permohonan oleh pengguna jasa
tersebut kemudian diproses oleh petugas karantina dengan menerbitkan KH-1 (berita acara serah
terima media pembawa hama penyakit hewan karantina dan dokumen karantina kepada petugas
karantina di tempat pengeluaran) sebagai bukti bahwa media pembawa sudah diserahkan kepada
petugas karantina untuk dilakukan tindakan sesuai peraturan yang berlaku. Kepala unit pelaksana
teknik karantina pertanian atau pejabat yang ditunjuk selanjutnya akan mengeluarkan surat
penugasan kepada medik veteriner dan paramedik untuk melakukan tindakan karantina hewan
(KH-2). Medik veteriner dan paramedik yang ditunjuk melakukan serangkaian tindakan
karantina (8P). Diawali dengan melakukan pemeriksaan dokumen. Dokumen harus diperiksa
kelengkapannya, kebenarannya dan keabsahannya (tanda pengenal pengguna jasa, surat
rekomendasi keluar, surat keterangan sehat, buku vaksin, dan dokumen lain yang
dipersyaratkan). Dokumen harus menerangkan bahwa media pembawa bukan berasal dari area
yang dilarang pengeluarannya dan/ area dimana sedang terjangkit HPHK yang dapat ditularkan
oleh media pembawa. Apabila persyaratan administrasi telah dipenuhi, maka selanjutnya
dilakukan pemeriksaan fisik pada media pembawa. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk
mengetahui kondisi kesehatan dan kelayakan media pembawa serta kesesuaian jumlah dan jenis
media pembawa yang dilalulintaskan. Pemeriksaan fisik yang telah dilakukan selanjutnya dapat
diikuti dengan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan laboratorium. Petugas karantina
selanjutnya menerbitkan KH-3 sebagai laporan atas hasil pelaksanaan tindakan karantina yang
telah dilakukan baik pemeriksaan dokumen, fisik, maupun pemeriksaan laboratorium. Apabila
setelah pemeriksaan dokumen dinyatakan lengkap, media pembawa dinyatakan sehat /bebas dari
HPHK, aman dan layak untuk dikonsumsi, serta telah dipisahkan antara yang halal dan tidak
halal maka dilakukan pembebasan terhadap media pembawa dan diberi KH-11 (sertifikat
kesehatan hewan) / KH-12 (sertifikat sanitasi produk hewan) / KH-13 (surat keterangan untuk
benda lain). Media pembawa selanjutnya dapat dilalulintaskan. Apabila dokumen tidak lengkap,
maka dilakukan penahanan dan pemilik diberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen
paling lama tiga hari. Apabila dokumen telah lengkap selanjutnya dapat dilakukan tindakan
karantina hingga keputusan akhir dapat berupa penolakan, pemusnahan atau pembebasan.
Apabila dalam waktu tiga hari pemilik tidak mampu melengkapi dokumen, maka dilanjutkan
dengan tindakan penolakan atau pemusnahan. Hal lainnya yaitu apabila saat pemeriksaan media
pembawa berasal dari area yang dilarang pemasukannya atau saat pemeriksaan ditemukan
HPHK, busuk, rusak, tidak layak, dan tidak aman dikonsumsi, serta pemasukannya tidak melalui
tempat yang telah ditetapkan maka dilakukan penolakan. Apabila media pembawa tersebut
selanjutnya tidak segera dibawa keluar dari area tujuan maka dilakukan pemusnahan.

PEMASUKAN
Pengguna jasa wajib melaporkan adanya pemasukan domestik sebelum media pembawa
tersebut memasuki area yang dituju. Diawali dengan mengajukan permohonan pemeriksaan
karantina (PPK) secara online atau secara manual yaitu dengan mengisi formulir-1 (Form-1).
Permohonan oleh pengguna jasa tersebut kemudian diproses oleh petugas karantina dengan
menerbitkan KH-1 (berita acara serah terima media pembawa hama penyakit hewan karantina
dan dokumen karantina kepada petugas karantina di tempat pemasukan) sebagai bukti bahwa
media pembawa sudah diserahkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan sesuai
peraturan yang berlaku. Kepala unit pelaksana teknik karantina pertanian atau pejabat yang
ditunjuk selanjutnya akan mengeluarkan surat penugasan kepada medik veteriner dan paramedik
untuk melakukan tindakan karantina hewan (KH-2). Medik veteriner dan paramedik yang
ditunjuk melakukan serangkaian tindakan karantina (8P). Diawali dengan melakukan
pemeriksaan dokumen. Media pembawa yang dimasukkan harus disertai dengan sertifikat
kesehatan/sertifikat sanitasi/surat keterangan untuk benda lain serta harus berasal dari area yang
tidak sedang terjangkit HPHK atau berasal dari area yang dilarang pemasukannya. Dokumen
harus diperiksa kelengkapannya, kebenarannya dan keabsahannya. Apabila pemasukan media
pembawa tersebut tidak disertai dengan sertifikat kesehatan/sertifikat sanitasi/surat keterangan
untuk benda lain maka pemilik diberi kesempatan untuk melengkapi dokumen yang
dipersyaratkan tersebut paling lama tiga hari. Apabila dokumen telah lengkap selanjutnya dapat
dilakukan tindakan karantina hingga diperoleh keputusan akhir berupa penolakan, pemusnahan
atau pembebasan. Apabila dalam waktu tiga hari pemilik tidak mampu melengkapi dokumen,
maka tindakan selanjutnya dapat berupa penolakan atau pemusnahan. Apabila persyaratan
administrasi telah dipenuhi, maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik pada media
pembawa. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kelayakan
media pembawa serta kesesuaian jumlah dan jenis media pembawa yang dilalulintaskan. Petugas
karantina selanjutnya menerbitkan KH-3 sebagai laporan atas hasil pelaksanaan tindakan
karantina yang telah dilakukan. Media pembawa kemudian diberi sertifikat pelepasan karantina
hewan (KH-14).