You are on page 1of 7

Pudjiastuti, Sri Surini & Utomo, Budi. 2003. Fisioterapi pada Lansia. Jakarta: EGC.

Tamher & Noorkasiani. 2009. Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Hartono, R. I. W. 2012. Akupresur Untuk Berbagai Penyakit. Yogyakarta: Rapha Publishing.
Fengge, A. 2012. Terapi Akupresur Manfaat dan Teknik Pengobatan. Yogyakarta: Crop
Circle Corp.
Sukanta, P. O. 2009. Terapi Pijat Tangan Cara Penyembuhan Aman, Mudah dan Bermanfaat.
Jakarta: Penebar Plus.
Depkes. 2017. Sebagian Besar Penderita Hipertensi tidak Menyadarinya.
http://www.depkes.go.id/article/view/17051800002/sebagian-besar-penderita-hipertensi-
tidak-menyadarinya.html. [Diakses 22 Maret 2019].

A. Definisi
Akupresur merupakan terapi tusuk jari dengan memberikan penekanan dan pemijatan
pada titik tertentu pada tubuh yang didasarkan pada prinsip ilmu akupunktur (Fengge, 2012).
Penekanan ujung-ujung jari tangan pada daerah tertentu dipermukaan kulit yang berdampak
positif terhadap kondisi fisik, mental dan sosial (Hartono, 2012). Terapi akupresur merupakan
pengembangan dari ilmu akupuntur, sehingga pada prinsipnya metode terapi akupresur sama
dengan akupuntur yang membedakannya terapi akupresur tidak menggunakan jarum dalam
proses pengobatannya. Akupresur berguna untuk mengurangi ataupun mengobati berbagai
jenis penyakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan dan kelelahan.
Proses pengobatan dengan tehnik akupresur menitikberatkan pada titik–titik saraf di
tubuh. Titik–titik akupresur terletak pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki. Di
kedua telapak tangan dan kaki kita terdapat titik akupresur untuk jantung, paru–paru, ginjal,
mata, hati, kelenjar tiroid, pankreas, sinus dan otak (Fengge, 2012).
B. Tujuan dan Manfaat
Manfaat akupresur antara lain membantu dalam pengelolaan stres, menenangkan
ketegangan syaraf, dan meningkatkan relaksasi tubuh. Teknik terapi ini menggunakan jari
tangan yang dilakukan pada titik yang berhubungan dengan penyakit hipertensi. Pijatan-
pijatan pada titik tertentu dalam terapi akupresur dapat merangsang gelombang saraf
sehingga mampu melancarkan aliran darah, merelaksasikan spasme, dan menurunkan tekanan
darah (Hartono, 2012).
Teknik pengobatan akupresur bertujuan untuk membangun kembali sel- sel dalam tubuh
yang melemah serta mampu membuat sistem pertahanan dan meregenerasi sel tubuh (Fengge,
2012). Umumnya penyakit berasal dari tubuh yang teracuni, sehingga pengobatan akupresur
memberikan jalan keluar meregenerasikan sel-sel agar daya tahan tubuh kuat untuk
mengurangi sel-sel abnormal.
Dalam pengobatan akupresur tidak perlu makan obat-obatan, jamu dan ramuan sebab
dengan terapi akupresur tubuh kita sudah lengkap kandungan obat dalam tubuh jadi tinggal
diaktifkan oleh sel-sel syaraf dalam tubuh. Tubuh manusia memiliki kemampuan
memproduksi zat–zat tertentu yang berguna untuk ketahanan tubuh. Jika ditambah obat-
obatan, yang terjadi adalah kelebihan dosis yang justru akan mengakibatkan kerusakan organ
tubuh terutama ginjal (Fengge, 2012).
Akupresur terbukti bermanfaat untuk pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit,
rehabilitasi (pemulihan) dan meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk pencegahan penyakit,
akupresur dipraktikan pada saat–saat tertentu secara teratur sebelum sakit, tujuannya untuk
mencegah masuknya penyebab penyakit dan mempertahankan kondisi tubuh. Melalui terapi
akupresur penyakit pasien dapat disembuhkan karena akupresur dapat digunakan untuk
menyembuhkan keluhan sakit dan dipraktikan ketika dalam keadaan sakit. Akupresur juga
dapat bermanfaat sebagai rehabilitasi (pemulihan) dengan cara meningkatkan kondisi
kesehatan sesudah sakit. Selain itu, akupresur juga bermanfaat untuk meningkatkan daya
tahan tubuh (promotif) walaupun tidak sedang dalam keadaan sakit (Fengge,2012).
C. Cara Pemijatan
Pemijatan akupresur sebaiknya dilakukan jangan terlalu keras dan membuat pasien
kesakitan. Pemijatan yang benar harus dapat menciptakan sensasi rasa (nyaman, pegal, panas,
gatal, perih, kesemutan dan lain sebagainya). Apabila sensasi rasa dapat tercapai maka
disamping sirkulasi chi (energi) dan xue (darah) lancar, juga dapat merangsang keluarnya
hormon endorphin yaitu hormone sejenis morfin yang dihasilkan dari dalam tubuh untuk
memberikan rasa tenang (Hartono, 2012).
Penekanan dilakukan dengan ujung jari , pada saat awal harus dilakukan dengan lembut
kemudian secara bertahap kekuatan penekanan ditambah sampai terasa sensasi yang ringan
tetapi tidak sakit. Penekanan dapat dilakukan 30 detik sampai 2 menit (Turana, 2004).
Menurut NIC (2004) penekanan pada acupoint dapat dilakukan 15 sampai 20 detik.
D. Hal-Hal yang diperhatikan dalam Melakukan Tindakan Akupresur
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tindakan akupresur yaitu:
1. Hindari melakukan pemijatan pada daerah kulit yang luka, bengkak, atau trauma
lainnya.
2. Setiap titik yang dipijat, perawat harus mengkaji respon klien, apabila klien merasa
terlalu sakit maka kurangi penekanan
3. Mempertahankan komunikasi terapeutik kepada pasien
4. Pada kasus pasien-pasien yang mempunyai riwayat penyakit tertentu lakukan
observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital.
E. Komponen Dasar Akupresur
Ada tiga komponen dasar akupresur yaitu Ci Sie atau energi vital, sistem meridian dan
titik akupresur.
1. Ci Sie (EnergiVital)
Ci sering diartikan sebagai zat sari–sari makanan dan Sie adalah darah sehingga
secara singkat Ci Sie sering disebut sebagai energi vital. Ada dua sumber asal energi
vital yaitu energi vital bawaan dan energi vital didapat. Energi vital bawaan berasal dari
orang tua, maka sifat, watak, bakat, rupa, kesehatan fisik dan mental dari kedua atau
salah satu orang tua sering muncul pada anaknya. Sementara itu, energi vital yang
didapat bisa berasal dari sari makanan yang diperoleh dari ibu (selama dalam
kandungan) maupun yang diperoleh sendiri sesudah lahir. Oleh karena itu, kondisi janin
sangat tergantung pada jenis makanan, air dan suhu udara yang diperoleh ibu serta
dukungan sosial dari lingkungannya. Kondisi Janin tidak terlepas dari kondisi fisik,
mental/psikis sang ibu. Energi vital inilah yang kemudian memberikan kehidupan pada
manusia (Fengge, 2012).
2. Sistem Meridian
Sistem meridian adalah saluran energi vital yang melintasi seluruh bagian tubuh
seperti jaring laba–laba yang membujur dan melintang untuk menghubungkan seluruh
bagian tubuh. Meridian merupakan bagian dari sistem saraf, pembuluh darah dan
saluran limpa. Fungsi meridian menurut Fengge (2012) :
a) Menghubungkan bagian tubuh yang satu dengan yang lainnya (muka-belakang,
atas-bawah, samping kiri-kanan, bagian luar- bagian dalam).
b) Menghubungkan organ tubuh yang satu dengan organ tubuh lainnya,
menghubungkan organ dengan panca indra dan jaringan tubuh yang lain. Sifat
hubungan ini bolak balik.
c) Menghubungkan titik–titik akupunktur/akupresur yang satu dengan yang
lainnya, menghubungkan titik akupunktur/akupresur dengan organ dan
menghubungkan jaringan tubuh dengan panca indra.
d) Merupakan saluran untuk menyampaikan kelainan fungsi organ ke permukaan
tubuh yang dapat diketahui melalui kelainan keadaan titik pijat, panca indra atau
jaringan tubuh lainnya.
e) Merupakan saluran bagi penyebab penyakit masuk ke dalam organ baik
penyebab dari luar tubuh maupun penyebab penyakit dari dalam tubuh.
3. Titik akupresur
Titik akupresur ialah bagian atau lokasi di tubuh sebagai tempat berakumulasinya
energi vital. Pada titik akupresur inilah akan dilakukan pemijatan terapi akupresur. Di
dalam tubuh kita terdapat banyak titik akupresur, kurang lebih berjumlah 360 titik
akupresur yang terletak di permukaan tubuh dibawah kulit. Pertama kali yang harus
diperhatikan sebelum melakukan pijat akupresur adalah kondisi umum si penderita.
Pijat akupresur tidak boleh dilakukan terhadap orang yang sedang dalam keadaan yang
terlalu lapar atau pun terlalu kenyang; dalam keadaan terlalu emosional dan pada
perempuan yang sedang dalam kondisi hamil (Fengge, 2011).
Pijatan bisa dilakukan setelah menemukan titik meridian yang tepat yaitu timbulnya
reaksi pada titik pijat berupa rasa nyeri, linu atau pegal. Dalam terapi akupresur pijatan
bisa dilakukan dengan menggunakan jari tangan (jempol dan jari telunjuk). Semua titik
pijat berpasangan kecuali untuk jalur meridian Ren dan Tu. Lama dan banyaknya
tekanan (pemijatan) tergantung pada jenis pijatan. Pijatan untuk menguatkan (Yang)
dapat dilakukan dengan maksimal 30 kali tekanan, untuk masing masing titik- titik dan
pemutaran pemijatannya secara jarum jam sedangkan pemijatan yang berfungsi
melemahkan (Yin) dapat dilakukan dengan minimal 50 kali tekanan dan cara
pemijatannya berlawanan jarum jam (Fengge, 2011).
Menurut Fengge (2012), terdapat tiga macam titik akupresur yaitu :
a) Titik akupresur umum
Titik akupresur umum ini terdapat di sepanjang saluran meridian. Setiap titik
umum diberi nama oleh penemunya dalam bahasa Tionghoa yang memiliki arti
tersendiri dan diberi nomor yang bersifat universal.
b) Titik akupresur istimewa
Titik akupresur istimewa adalah titik yang berserakan (tidak menentu), ada yang
dijalur meridian dan ada pula yang di luar jalur meridian. Tiap-tiap titik umum
mempunyai nama dan fungsi masing– masing. Misalnya, Lamwei, berfungsi sebagai
titik untuk mengobati penyakit ususbuntu.
c) Titik nyeri (Yes Point)
Titik nyeri berada di daerah keluhan (daerah yang mengalami masalah) misalnya
sakit perut, sakit kepala, dan lain–lain. Untuk menemukan titik nyeri ini adalah dengan
meraba keluhan kemudian cari titik yang paling sensitif atau nyeri. Titik ini hanya
berfungsi sebagai penghilang rasa sakit setempat saja, tetapi sering juga berpengaruh
pada jaringan tubuhlainnya.
F. Kontra indikasi
Menurut Hartono (2012) dan Sukanta (2008), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam pemijatan akupresur, antara lain :
a. Kebersihan terapis
Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun antiseptic
sebelum melakukan dan setelah melakukan terapi sangatlah penting. Hal tersebut
dilakukan untuk mencegah penularan penyakit antara terapis dengan pasien.
b. Bagian-bagian yang tidak dapat dipijat
Pemijatan yang dapat dilakukan pada kondisi kulit terkelupas/luka, tepat pada
bagian tulang yang patah, dan tepat bagian yang bengkak, tulang retak atau patah dan
kulit yang terbakar.
c. Pasien dalam kondisi gawat
Penyakit-penyakit yang tidak boleh dipijat adalah tiga penyakit yang dapat
menyebabkan kematian tiba-tiba, yaitu ketika terjadi serangan jantung,
gagal napas oleh paru-paru dan penyakit pada saraf otak (misalnya stroke, pecah
pembuluh darah, dan cidera otak). Apabila terapis menemukan gejala-gejala diatas
segera rujuk ke rumah sakit karena penanganan yang keliru dapat menyebabkan pasien
terlambat mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

G. Titik Akupresur
1. Titik akupresur utama untuk hipertensi sebagai berikut:
a) SP 6 Sanyinjiao (sedate): Terletak 3 cun di atas malleolus internus.
b) LR 3 Taichong (sedate): Terletak proximal pertemuan tulang-tulang metatarsal I dan
metatarsal II.

Gambar 2 SP 6 Sanyinjiao (Hartono 2012)

Gambar 3 LR 3 Taichong (Hartono 2012)


c) PC 6 Neiguan (sedate): Terletak 2 cun diatas pergelangan tangan.

Gambar 4 PC 6 Neiguan (Hartono 2012)


d) Ll 11 Quchi (sedate): Terletak pada lipat siku

Gambar 5 Ll 11 Quchi (Hartono 2012)


e) Lr 2 Xingjian (sedate): Terletak 0,5 cun batas distal lekukan antara ibu
jari dan jari kedua kaki.

Gambar
f) Li 6 Lr(sedate):
4 Hegu 2 Xingjian (Hartono
Terletak pada2012)
pertengahan sisi radial os metacarpal II pada
dorsum manus.

Gambar 7 Li 4 Hegu (Hartono 2012)


g) Gb 20 Fengchi (sedate): Terletak satu cun dari batas rambut belakang pada sebuah
lekukan.

Gambar 8 Gb 20 Fengchi (Hartono 2012)


a. St 9 Renying (sedate)

h) St 9 Renying (sedate): Terletak 1,5 cun dibelakang prominensia Ilaryngeus dan di


depan
arteri carotis.

Gambar 9 St 9 Renying (Hartono 2012)

i) M Ki 3 Taixi (tonic): Terletak di antara malleolus internus dan tendon achiles


setinggi bagian tertinggi malleolus internus.

Gambar 10 Ki 3 Taixi (Hartono 2012)


j) St 40 Fenglong (sedate): Terletak satu jari lateral dari titik St 38.

Gambar 11 St 40 Fenglong (Hartono 2012)


2. Hipertensi dengan palpitasi (jantung berdebar), tambahkan titik PC 6
neiguan. Terletak 2 cun dari pergelangan tangan
3. Hipertensi dengan keluhan tambahan rasa lemah pada kaki, tambahkan titik Ki 3
Taixi, St 36 Zusanli, SP 6 Sanyinjiao.
a. Ki 3 Taixi (tonic): Terletak diantara malleolus internus dan tendon achiles
setinggi bagian tertinggi malleolus internus.
b. St 36 Zusanli (tonic): Terletak 3 cun dibawah patela, lateral m. Tibialis
anterior.
c. Sp 6 Sanyinjiao (sedate): Terletak 3 cun di atas malleolus internus.
4. Hipertensi dengan keluhan tambahan pinggang pegal, tambahan titik BL
23 Shenshu, BL 18 Ganshu.
a. BL 23 Shenshu (tonic): Terletak 2 jari kiri dan kanan meridian GV,
setinggi batas bawah lumbal dua.
b. BL 18 Ganshu (sedate): Terletak 2 jari kiri dan kanan meridian GV, setinggi
batas bawah thorakal kedepan (Hartono 2012).