You are on page 1of 5

SINOPSIS

NINGRIM KUSUMA
Tumenggung wngsa kusuma taruna atawa dipati ukur gugur dalam perang betawi oleh VOC
sekitar tahun 1623. Keadaan tatar ukur atau tatar bandung meliputi
Karawang,Sumedang,Ciamis,Garut sampai ke ci buni.Pada saat itu kosong (tidak ada yang
memerintah).kekosongan itu di sebabkanoleh kesalahn Amangkurat II cucunya sultyan agung
mataram.Sebelum Amangkuray II yang memerintah di daerah tatar ukur adalah amangkurat I ,Pada
saat memerintah Raden Amangkurat I ini sangat berbanding terbalik dengan sultan Agung.Pada
masa pemerintahan sultan agung dia sangat benci sekali terhadap kompeni.Lalu Raden trunojoyo dan
kraeng glesong sepakat untuk menggempur amangkerat I dan akhirnya amangkurat I terbunuh di
Brebes(Tegal).Memerintahkan para prajurit(termasuk kompeni di dalamnya),untuk menangkap
trunojoyo dan kraeng glesong dengan imbalan apabila dapat menangkap trunojoyo dan kraeng
glesong maka akan di beri tanah priangan sebelah selatan.
Akhirnya trunojoyo dan kraeng glesong pun tertangkap oleh kompeni langsung di
penggal.akhirnya daerah tatar ukur sebelah selatan kosong sebab daerah tersebut sudah di jadikan
upah untuk kompeni raden trunojoyo berasal dari karawang sedangkan kraeng glesong dari Madura
karena tanah priangan sudah menjadi milik kompeni (VOC) maka anak anak trunojoyo dan kraeng
glesong pun mendirikan sebuah perkumpulan besar di daerah karawang tepatnya di gunung silalawi
yangt tujuannya untuk mengambil mengambil kembali tanh priangan dari VOC ,perkumpulan itu di
beri nama Badog-Badog Silalawi.Badg-badog silalawi ini mulai menyerang daerah purwakarta
sampai ke daerah priangan barat (daerah kita),daerah ini di sebut bandung rungsit(*(kacau).Disebut
rungsit karena di daerah ini terjadi kekacauan yang di sebabkan oleh badog-badog silalawi .Meraka
menangkap setiap rakyat di daerah yang meraka datangi ,mulai dari kakek kakek,nenek nenek dan
anak anak untuk di jadikan tahanan,dan para mojang untuk di jadikan istri badog badog
silalawi.Asalnya badog badog silalawi hanya menyerang sampai daerah cikalong akan tetapi karana
ada sangiang tikoro akhinya mereka dapat naik kedaerah prianagan barat.
Berita tersebut akhirnya terdengar oleh bupati parakan muncang (waktu itu daerah tatar ukur
terbagi 2 yaitu parakan muncang dan cangkuang).Bupati parakan muncang yaitu Raden Arya
jayadiraga,mempunyai seorang putri yang pemberani dan gagah yang bernama Ningrum kusuma
adknya bernama Linja jaya diraga.Ningrum kusuma dengan raden Zena namuyn mereka tidak
mempunyai kerturunan.akhirnya Raden Arya jayadiraga(bupati parakan muncang)memerintahkan
Ningrum kusuma dan raden Zena untuk membendung sangiang tikoro yang ada di daerah bandung
rungsit supaya badog badog silalawitidak bias naik dan tidak merusak daerah bandung rungsit .para
prajurut di pimpin oleh ningrum kusuma dan Raden Zena meraka membawa beberapa ahli di
antaranya :
 Ngabui/Ngabhi ,ahli hokum
 Dpayuna,ahli pertanian
 Jalamaha,ngecrik
 Sarageni,ahli membuat api
 Juru telik,ahli membaca peta(Radaen Zena
Dan akhirnya merak berhasil membendung sangiang tikoro tersebut(sekarang adalah
saguling),para badog badog silalawi pun tidak bisa naik semua prajurit berangkat ke bandung
rungsit lewat sungai karena pada saat itu sungai adalah jalan utama ,sembari membawa
peta.merekapun sampai ke sebuah tikungan lalu mereka naik dan sampailah di desa daur
rongga,yang pada awal kedatangannya tidak di terima tapi lama kelamaan mereka di
terima.mereka mendirikan sebuah padepokan rangga yang pertama kali mereka tanam di sana
adalah pohon manggu.di sana para para prajurit ningrum kusuma perang dengn badog badog
silalawi selama 40 hari,banyak badog badog silalawi yang gugur antara lain :
 Kaum yang gugur di daerah ciminyak,Cihampelas(pasar kambing sekarang)
 Kaum yang sekarang desa yaitu Bunder
 Kaum yang sekarang juga di jadikan nam tempat yaitu Cihamirung
Setelah para badog badog silalawi tersebut banyak yang gugur,mereka terus saja mengirim
pasukan yang lebih besar dari daerah jati luhur ,akhirnya Raden Zena dan ningrum kusuma
celakan,lalu gugur dan di makamkan di dekat pohon manggu (desa daur Rongga)setelah para
pemimpin mereka gugur maka para prajurit ningrum kusuma piundah(SAR),sdampai kedaerah
saar sekarang.
Senjata senjata yang di gunakan oleh ningrum kusuma :
 Tapas kelapa(sebagai kamuplase)
 Badik
 Gobang
SINOPSIS DIPATI UKUR
Sekitar abad 16 terdapat sebuah kerajaan islam yang terdapat di sekitar Yogyakarta.jawa
tengah sekarang kerajaan islam mataram.mempunyai keinginan untuk menyatukan kerajaan kerajan
yang ada di pulau jawa.terutama kerajaan yang masih memeluk agama Hindu dan Budha.sedangkan
tujuan utamanya adalah ingin mengusir penjajah yang berasal dari dataran Eropa yang tergabung
dalam serikat yang lebih dikenal dengan nama VOC yang paling besar pengaruhnya terhadap
penjajahan Batavia atau Jakarta pada saat ini.
Kemudian Sultan Agung mengutus panglima besar tentara kerajaan yakni Tumenggung
bahurekso dan Tumenggung Wangsa Taruna. Setelah memanggil dua panglima tersebut Sultan
Agung memerintahkan mereka berdua untuk menyerang VOC di Batavia atau Jakarta.
Setelah mendapat perintah, kedua panglima tersebut melakukan pertemuan untuk membahas strategi
perang dengan hasil.
1. Pasukan bala tentara yang dipimpin Tumenggung Bahu Rekso menyerang melalui jalur laut
2. Pasukan bala tentara yang dipimpin Tumenggung Wangsa Taruna menyerang melalui jalur
darat.
3. Dan titik pertemuan untuk melakukan penyerangan adalah didaerah Karawang saat ini.
Lalu kedua bala prajurit berangkat dengan pimpinan masing-masing yang bergerak dengan
sesuai kesepakatan. Ternyata yang pertama kali sampai di karawang adalah bala tentara yang
dipimpin oleh Tumenggung Wangsa Taruna kemudian bala tentara yang melalui jalur darat
menunggu bala tentara Tumenggung Bahu Rekso yang tidak muncul juga. Setelah beberapa waktu,
akhirnya karena terlalu lama menunggu bala tentara yang dipimpin oleh Tumenggung Wangsa
Taruna, mengambil inisiatif untuk melakukan penyerangan terlebih dahulu dan akhirnya berhasil.
Kemudian bala tentara kembali ke Karawang, untuk menunggu pasukan Tumenggung Bahu Rekso.
Ternyata masih tetap belum dating juga, akhirnya bala tentara Tumenggung wangsa taruna
memutuskan untuk kembali ke Mataram.
Setelah beberapa waktu dari berangkatnya kembali ke Mataram akhirnya pasukan laut
merapat atau tiba di Karawang.Kejadian hamper mirip dengan kejadian pertama dengan hasil yang
berbeda. Penyerangan yang diterima oleh Tumenggung Bahu Rekso bmengalami kegagalan atau
kalah dalam perang.
Setelah kekalahan tersebut Tumenggung bahu rekso melaporkan kerajaan tersebut kepada
kerajaan mataram Sultan Agung akan tetapi pasukan Wangsa taruna belum tiba dikerajaan Mataram,
sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang diantaranya kekalahan tersebut diakibatkan karena
pasukan Tumenggung Wangsa Taruna tidak ada dititik pertemuan (berkhianat).
Akhirnya Kerajaan Sultan Agung memutuskan bahwa pasukan Tumenggung Wangsa Taruna
telah berkhianat, dan Sultan Agung memutuskan untuk mencari dan menangkap, baik hidup maupun
mati. Dan Sultan Agung memerintahkan Tumenggung Bahu Rekso memimpin pasukan tersebut.
Ada dua persi dalam meninggalnya Tumenggung Wangsa Taruna yaitu persi meninggal dan Versi
tilem.
1. Versi Meninggal
Pasukan Bahu Rekso mencari pasukan Wangsa Taruna. Hingga kedaerahan TATAR
SUNDA (Tatar Pasundan/Tatar Ukur). Tumenggung Wangsa Taruna berada di daerah tatar
pasundan dengan perangnya yang cakap, Agamais, Bijaksana, dan dapat sebagai panutan
dimasyarakat sekitarnya. Akhirnya masyarakat menganggap beliau sebagai pemimpin mereka
dengan jabatan Adipati (pada saat ini setingkat dengan BUPATI).
Tumenggung Bahu Rekso tiba disuatu daerah dan menanyakan kepada rakyat wangsa
taruna dimana pemimpin mereka dimana? Karena harus diserahkan kepada kerajaan Mataram
untuk diadili, akan tetapi masyarakat tidak menunjukan sehingga daerah tersebut seluruhnya
rakyatnya ditangkap dan dibawa ke Mataram. Untuk yang tidak bersedia ke Mtaram maka
dibunuh ditempat itu juga sementara hukuman bagi masyarakat yang melindungi Wangsa
Taruna dijatuhi hukuman penggal dan tubuhnya dicincang, sementara kepalanya ditumbuk
dan diletakkan dilumbung-lumbung padi daerah kekuasaan Wangsa Taruna, sedangkan
perempuan ditelanjangi dan dibunuh. Kejadian tersebut berulang diberbagai daerah Wangsa
Taruna dan kejadian tersebut terdengar ditelinga Wangsa Taruna akhirnya Wangsa Taruna
menyerahkan diri dan dibawa oleh Tumenggung Bahu Rekso ke Mataram dan Raja Mataram
menjatuhi hukuman yang sama antara Wangsa Taruna dan Rakyatnya. Pada saat sebelum
dipenggal Wangsa Taruna meneteskan air mata kesedihan karena rasa sayangnya terhadap
rakyatnya karena telah melindunginya.
2. Versi Tilem
Pengerjaan tumenggung wangsa taruna sampai di daerah Padalarang,Cililin,Lembang
dan sekitarnya.pada saat pengejaran tersebut,tidak sedikit rakyat wangsa taruna yang
melindungi beliau.setiap daerah yang dilalui Bahu rekso tidak satupun yang memberitahu
beliau berada.Akan tetapi banyak orang yang mengaku bahwa dirinya wangsa taruna
sehingga sampai sekarang tidak ada yang mengetahui di mana makam wangsa taruna yang
asli dan keberadaan wangsa tarunapun belum di ketahui apakah sudah meninggal atau belum
dan sering di katakana tilem(menghilang).

Penamaan wangsa taruna berubah menjadi Dipati ukur disebabkan masyarakat pasundan
mengangkat beliau sebagai Adipati tatar sunda atau Adipati Tatar Ukur (Dipati Ukur).
`Patilasan Patilasan Dipati Ukur antara lain (yang diketahui) :
1. Penanaman Padalarang
2. Batu karut (Batu yang di teliti oleh akarpohon)yang berfungsi sebagai jebagakan pasundan bahu
Rekso dan terdapat berbagai tempat.
3. Batu pasarean terdapat didaerah perbatasan Cililin dan Soreang batu pasarean adalah batu
patilasan tempat beristirahatnya Dipatri Ukur.
4. Sebuah tugu petilasan Dipati Ukur yang terletak di daerah Lembang Cililin.
5. Makam yang di yakini sebagai makam Dipati Ukur ysng terletakn dihulu sungai tersebar di Jawa
Barat dan tatar Sunda yaitu Sungai Citarum tepatnya digunung wayang tepatnya di Padalarang.
Penyebab kalahnya pasukan Materam dari VOC
1. Jarak yang harus ditempuh terlalu jauh antara Mataram dan Batavia.
2. Persediaan bahan makanan yang menipis
3. Wabah penyakit
4. Persenjataan yang tidak seimbang
5. Pembakaran Lumbung-lumbung padi oleh pihak VOC.