You are on page 1of 13

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

”TERAPI OKUPASI”

PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN EMOSI DAN


GANGGUAN PSIKOMOTOR

Di susun oleh :

Kelas A

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI KENCANA


BANDUNG

2018
TERAPI OKUPASI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN
EMOSI/ALAM PERASAAN (DEPRESI, EUFORIA) DAN PADA
PASIEN DENGAN GANGGUAN PSIKOMOTOR (TIC, TREMOR)

SESI (I) : Perkenalan antara terapis dan klien


SESI (II) : Membuat kerajinan tangan dari kertas
Topik : Membuat anyaman seperti tikar dengan menggunakan kertas.

A. LATAR BELAKANG :

Terapi okupasi adalah usaha penyembuhan melalui kesibukan atau pekerjaan


tertentu. Terapi okupasi adalah salah satu jenis terapi kesehatan yang
merupakan bagian dari rehabilitas medis. Penekanan terapi ini adalah pada
sensomotorik dan proses neurologi dengan cara memanipulasi, memfasilitasi
dan menginhibisi lingkungan, sehingga tercapai peningkatan, perbaikan, dan
pemeliharaan kamampuan klien, dengan memperhatikan asset (kemampuan)
dan emitasi (keterbatasan) yang dimiliki klien, terapi ini bertujuan untuk
membantu meningkatkan kemandirian klien dalam melakukan aktifitas serta
pertumbuhan dan perkembangan psikososial klien.

B. WAKTU PELAKSANAAN :
Hari, tanggal : Senin, 19 November 2012
Jam : 13.00-14.40 WIB
Durasi : 40 menit
Tempat : Ruang Terapi Kelompok Okupasi
Sasaran : Klien dengan Depresi, Euforia, Tic, dan Tremor

1
C. TUJUAN :

Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi mental.

a) Menciptakan kondisi tertentu sehingga klien dapat mengembangkan


kemampuannya untuk dapat berhubungan dengan orang lain dan
masyarakat sekitarnya.

b) Membantu melepaskan dorongan emosi secara wajar.

c) Membantu menemukan kegiatan sesuai bakat dan kondisinya.

d) Membantu dalam pengumpulan data untuk menegakkan diagnosa dan


terapi.

Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan gerak, sendi,


otot dan koordinasi gerakan.

1. Mengajarkan ADL seperti makan, berpakaian, BAK, BAB dan


sebagainya.
2. Membantu klien menyesuaikan diri dengan tugas rutin di rumah.
3. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara dan meningkatkan kemampuan
yang dimiliki.
4. Menyediakan berbagai macam kegiatan agar dicoba klien untuk
mengetahui kemampuan mental dan fisik, kebiasaan, kemampuan
bersosialisasi, bakat, minat dan potensinya.
5. Mengarahkan minat dan hobi untuk dapat digunakan setelah klien kembali
di lingkungan masyarakat.

Tujuan umum
1. Untuk memudahkan belajar fungsi dan keahlian yang dibutuhkan untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2. Meningkatkan produktifitas.

2
3. Menurunkan atau memperbaiki ketidaknormalan dan memelihara atau
meningkatkan kesehatan.
4. Dapat mengidentifikasi kemampuan yang ada pada klien.
5. Memelihara dan meningkatkan kemapuan klien

D. PENGORGANISASIAN KELOMPOK :
1. Leader :
Tugas :
a. Memimpin jalannya terapi kognitif
b. Menyusun rencana aktivitas kelompok
c. Memberikan penjelasan tentang peraturan
d. Mengatasi masalah dalam terapi kognitif
e. Menyampaikan tujuan kontrak waktu dan peraturan.

2. Co Leader :
Tugas :
a. Membantu pelaksanaan terapi kognitif
b. Memotivasi peserta agar lebih aktif dalam terapi kognitif.

3. Observer :
Tugas :
a. Mengamati dan mencatat proses terapi kognitif
b. Mengidentifikasi isu penting dalam proses terapi kognitif
c. Mengidentifikasi strategi kritis yang digunakan Leader
d. Memprediksi respon anggota kelompok pada sesi berikutnya
e. Menyampaikan hasil observasi selama proses terapi kognitif.

3
4. Fasilitator :

Tugas :

a. Mengutuhkan kehadiran klien dalam kelompok terapi kognitif


b. Memfasilitasi dan membantu dalam proses terapi kognitif
c. Menyediakan alat yang dibutuhkan dalam proses terapi kognitif.

5. Klien :
a. Pasien Depresi
b. Pasien perilaku kekerasan
c. Pasien waham kebesaran
d. Pasien euphoria
e. Pasien depresi

6. Narator dan Notulen :


a. Membacakan jalannya cerita Terapi Okupasi
b. Mencatat hasil pelaksanaan Terapi Okupasi

E. SASARAN
Peserta terapi Okupasi adalah klien di ruang terapi okupasi Rumah Sakit
Jiwa yang telah dipilih dengan pertimbangan tertentu,yaitu sebagai berikut
:

No. Nama Peserta Umur Dx. Keperawatan

1. Depresi

4
2. Euphoria

3. Waham kebesaran

4. Euphoria

5 Depresi

F . SETTING TEMPAT

1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran.

2. Ruangan nyaman dan tenang

3. Setting tempat

Keterangan :

: Leader

: Co Leader

5
: Fasilitator

: Observer

: Klien

I. ALAT PERAGA:
1. Toples
2. Bola berwarna
3. Gelas
4. Kertas kecil
5. Ballpoint

J. METODE

1. Dinamika kelompok

2. Diskusi dan Tanya jawab

3. Bermain peran/stimulasi

K . SUSUNAN KEGIATAN

No. Kegiatan Waktu

1. Persiapan : 5 menit
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi,
yaitu klien dengan gangguan depresi,
Euforia, Tic, dan Tremor
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat
pertemuan

6
2. Orientasi : 8 menit
a. Salam terapeutik
b. Perkenalan terapis
c. Evaluasi atau validasi
d. Menanyakan perasaan klien saat ini
e. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan
a. Jangka pendek : memperkenalkan
diri dan berkenalan dengan orang
lain.
b. Jangka panjang : mampu
berinteraksi dengan orang lain

2) Menjelaskan aturan main berikut :


a. Jika ada klien yang akan
meninggalkan kelompok harus
meminta ijin kepada terapis
b. Lama kegiatan 40 menit
c. Setiap klien mengikuti kegiatan
dari awal sampai selesai

3. Tahap kerja : 22 menit


SESSI (I):
a. Jelaskan kegiatan yaitu dengan
memperkenalkan nama terapis dan nama
klien. Apabila klien belum begitu paham,
ulangi sampai klien mengenali dirinya

7
sendiri.
b. Beri pujian untuk tiap keberhasilan klien

SESSI (II) :
a. Diawali dengan menanyakan pada klien
kesiapan klien untuk terapi
b. Memberi kesempatan klien untuk
bertanya / menyampaikan sesuatu.
c. Tanyakan keluhan utama klien
d. Tanggapi secukupnya
e. Jelaskan, bagaimana kaitannya antara
pikiran – perasaan dg perilaku ( perilaku
yang ingin dihilangkan )
f. Minta respon klien akan penjelasan
tersebut khususnya kaitan antara denagn
dirinya.

g. Bantu klien mengenali distorsi


kognitifnya. Catat pada lembar/ form
h. Sepakati distorsi yang akan di intervensi
4. Tahap terminasi : 5 menit
a. Minta respon klien
b. Kesimpulan dan support
c. Memberikan follow up untuk mengikuti
tahap II
d. Kontrak waktu yang akan datang untuk
tahap II
5. Salam terapeutik

8
L. ANTISIPASI

1. Jika ada keluarga yang menunggui dipersilahkan menunggu sampai acara


selesai.
2. Jika ada klien lain yang ingin mengikuti kegiatan dipersilahkan menonton dan
tidak mengganggu co leader mengajak klien tersebut keluar dan diantar ke
kamarnya.
3. Jika klien tidak mau mengikuti kegiatan atau bosan, tugas co leader
memotivasi klien untuk mengikuti kegiatan sampai dengan selesai, jika klien
memaksa klien diantar ke kamar dan tempatnya diisi oleh co leader.
4. Jika klien ingin ke kamar mandi, diantar dan ditunggui sampai kembali ke
tempat semula.

M . EVALUASI DAN DOKUMENTASI

Evaluasi dilakukan pada saat proses Terapi Kognitif berlangsung, khususnya pada
tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan Terapi Kognitif. Aspek
yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan Terapi Kognitif. Untuk
Terapi Kognitif Sesi 1 dan 2, dievaluasi kemampuan klien memperkenalkan diri
secara verbal dan non verbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut.

9
Sesi 1 : Memperkenalkan Diri

Kemampuan memperkenalkan diri

a. Kemampuan Verbal
Nama Klien
NO Aspek yang dinilai

1. Menyebutkan nama lengkap

2. Menyebutkan nama panggilan

3. Menyebutkan asal

4. Menyebutkan hobi

Jumlah

Keterangan:

0= Tidak dapat melakukan

1= Dapat Melakukan

10
b. Kemampuan Non Verbal

Nama Klien

NO Aspek yang dinilai

1. Kontak mata

2. Duduk tegak

3. Mengungkapkan keluhan
utamanya.
4. Mengenali distorsi yang
dialaminya.
Jumlah

Keterangan:

0= Tidak dapat melakukan

1= Dapat Melakukan

11
Sesi 2 : Terapi Okupasi

Kemampuan Membuat kerajinan ayaman tikar dari kertas

Nama Klien
NO Aspek yang dinilai

1. Kemampuan mengunakan
bahan dan alat dengan benar
2. Kerapian dalam menyusun
anyaman.
3. Keefisienan waktu untuk
menyelesaaikan anyaman
Jumlah

Keterangan:

0= Tidak dapat melakukan


1= Dapat Melakukan
2= Dapat melakukan dengan rapi
3= Dapat melakukan dengan rapi dan tepat waktu

Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika melakukan Terapi


Okupasi pada catatan proses keperawatan tiap masing-masing klien.

12