You are on page 1of 2

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN PUSAT

LABA SEBAGAI ALAT UKUR PRESTASI MANAJER PADA PT. TELKOM


DIVISI REGIONAL II JAKARTA
Oleh: DINNA KAMALIYA ( 02620174 )
Email: akuntansi pertanggungjawaban, prestasi manajer, PT. Telkom Divisi Regioanal II
Jakarta
Accounting
Dibuat: 2008-03-26 , dengan 3 file(s).

Keywords: akuntansi pertanggungjawaban, prestasi manajer, PT. Telkom Divisi Regioanal II


Jakarta

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat studi kasus dengan judul “Analisis Penerapan
Akuntansi Pertanggungjawaban Pusat Laba Sebagai Alat Ukur Prestasi Manajer Pada PT.
Telkom Divisi Regional II Jakarta”.Alasannya bahwa PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
(TELKOM) merupakan penyelenggara informasi dan telekomunikasi serta penyedia jasa dan
jaringan telekomunikasi secara lengkap dan terbesar di Indonesia. Dalam perkembangan
usahanya, PT. Telkom menentukan luas atau daerah pertanggungjawaban menjadi 7 (tujuh)
divisi regional atau unit bisnis, dimana setiap divisi regional bertanggungjawab atas seluruh
kegiatan bisnis PT. Telkom di wilayah masing-masing. Divisi Regioanal II Jakarta merupakan
salah satu pusat laba dari PT. Telkom, karena memiliki struktur organisasi sendiri yang
memberikan peluang otonomi atau desentralisasi sehingga manajer pusat-pusat
pertanggungjawaban dapat bertindak dan bertanggungjawab atas tindakannya sendiri.
Desentralisasi merupaka syarat mutlak pelaksanaan akuntansi pertanggungjawaban sebagai
realisasi adanya pusat-pusat pertanggungjawaban.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan akuntansi pertanggungjawaban, dengan proses
pengukurannya dan kinerja manajer pusat pertanggungjawaban laba PT. Telkom divisi Regional
II Jakarta.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur organisasi yang ada pada PT TELKOM
Divisi Regional II Jakarta telah mencerminkan konsep akuntansi pertanggungjawaban yang
mencerminkan aliran kewenangan manajer atas ke tingkat manajer bawah serta aliran tanggung
jawab dari tingkat manajer bawah ke manajer atas. Proses penyusunan anggaran PT TELKOM
Divisi Regional II Jakarta menggunakan metode bottom up dan laporan pertanggungjawaban
yang dibuat oleh PT TELKOM Divisi Regional II Jakarta berbentuk sederhana, tepat waktu,
konsisten, dan digunakan sebagai salah satu sarana penilaian kinerja secara baik dengan
mengikutsertakan analisis persentase antara realisasi dengan anggarannya sehingga dapat
diketahui penyebab dari penyimpangan tersebut. Kinerja manajer pusat laba pada PT TELKOM
Divisi Regional II Jakarta periode 2004-2006 cukup baik, karena realisasi laba pada tahun-tahun
tersebut sebesar sebesar Rp 7,768 miliar, Rp 10,064 miliar, dan Rp 13,134 miliar lebih besar
daripada anggarannya sebesar Rp 7,237 miliar, Rp 8,922 miliar, dan Rp 11,490 miliar.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan kepada PT TELKOM Divisi Regional II
Jakarta perlu menciptakan pengukuran kinerja yang tidak hanya berpedoman pada anggaran saja
dan perusahaan perlu menetapkan batas varians dan ukuran kinerja tiap pusat
pertanggungjawaban agar pengukuran kinerja manajemen dapat lebih objektif dan akurat serta
dapat menciptakan kondisi insentif yang mendorong prestasi tiap manajer dan pekerja untuk
bekerja lebih baik lagi.
This study is case study with the title “An Accounting Analysis of Profit Center Responsibility
as Measurement tool of Manager Achievement in PT. Telkom Divisi Regional II Jakarta. The
reason for it is that PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) is the biggest information
and telecommunication provider in Indonesia that also provides the most complete service and
telecommunocation network. In the business expansion, PT. Telkom determines responsibility
field into 7 regional division or business unit, in which every regional division is responsible to
the whole business avtivity of PT. Telkom in each field. Divisi Regioanal II Jakarta is one of the
profit center of PT. Telkom, since it has its own organizational structure that gives autonomy
chance or decentralization until the managers of responsibility centers can act and be responsible
with their own steps. Decentralization is an absolute requirement for implementation of
accounting responsibility as the realization of responsibility centers.
This study aims to watch the accounting application of responsibility with measuring process and
the work performance of manager in profit responsibility canter PT. Telkom Divisi Regional II
Jakarta.
The result ot this study show that the organizational structure in PT. Telkom Divisi Regional II
Jakarta has reflected accounting concept of responsibility to see the authorithy trends from the
upper manager to the lowerones as well as the responsibility flow from the lower manager to the
upperones. The process of arranging the calculation of PT. Telkom Divisi Regional II Jakarta
uses bottom up method ang thr responsibility statement made for PT. Telkom Divisi Regional II
Jakarta is simple, on time, consistent and used as one of the good assessment media for work
performance by including percentage analysis between realization and calculation/estimation
until the cause of deviation is discorerd. The work performance of profit center manager in PT.
Telkom Divisi Regional II Jakarta from 2004 to 2006 is good because the profit ralization
through those years is Rp 7,768 billion, Rp 10,064 billion ang Rp 13, 134 billion more than the
calculation, that is Rp 7,237 billion, Rp 8,922 billion and Rp 11,490 billion.
Based on the research, it is suggested to PT. Telkom Divisi Regional II Jakarta to create
measurement for work performance that is not only based on the estimation and selling needs to
decide the limit of variation and work performance measurement for every responsibility center
in order that the measuring at the management work performance can be more objective and
accurate. Then it can create incentive condition that motivate every manager and employee to
work better and reach the achievement..