You are on page 1of 6

Survei Tingkat Kemajuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan

SURVEI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN


KESEHATAN ( studi pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon
Nganjuk)

Yuli Purbatin
S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan,
Universitas Negeri Surabaya, yulipurbatin9@gmail.com

Suroto
S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan,
Universitas Negeri Surabaya

Abstrak
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas
jasmani yang bertujuan untuk melatih mental individu serta dapat mengembangkan aspek emosional, penalaran
dan tindakan moral. Kemajuan PJOK di sekolah sangatlah penting untuk menunjang kinerja fisik serta mental
siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-
Kecamatan Prambon Nganjuk dengan menggunakan instrument Pangkalan Data Pendidikan Jasmani Olahraga
Indonesia (PDPJOI). Dalam instrument tersebut terdapat 4 aspek yaitu: ketersediaan sarana dan prasarana,
ketersediaan tenaga pelaksana, hasil kerja kurun 1 tahun lalu dan prestasi penghargaan kurun 1 tahun lalu. Hasil
rekapitulasi data tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk
yaitu: ketersediaan sarana dan prasarana mendapatkan nilai 135 masuk dalam kategori “C” cukup, ketersediaan
tenaga pelaksana mendapatkan nilai 320 masuk dalam kategori “C” cukup, hasil kerja kurun 1 tahun lalu
mendapatkan nilai 197 masuk dalam kategori “B” baik, dan prestasi penghargaan kurun 1 tahun lalu
mendapatkan nilai 77 masuk dalam kategori “D” kurang. Kesimpulannya adalah hasil yang diperoleh untuk
tingkat kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk mendapat total nilai
547 masuk dalam kategori “C” cukup.
Kata Kunci: Kemajuan PJOK PDPJOI

Abstract
Physical education, sport, and health (PJOK) is an educational process that utilizes physical activity that aims
to train individual mental and can develop emotional aspects, reasoning and moral action. Progress of PJOK in
schools is very important to support the physical and mental performance of students. This research was
conducted to know the level of PJOK progress in elementary, junior and senior high schools in Prambon Nganjuk
sub-district by using instrument database of Physical Education Sport Indonesia (PDPJOI). In the instrument
there are 4 aspects: the availability of facilities and infrastructure, the availability of executive staff, the work of
the period 1 year ago and achievement awards the period of 1 year ago. Result of recapitulation of data of
education level of physical, sport and health education at elementary, junior and senior high school in Prambon
Nganjuk sub-district that is: availability of facility and infrastructure get value 135 enter in category "C" enough,
availability of executor get value 320 inside category "C" is enough, the work of the period 1 year ago get the
value of 197 entered in the category "B" good, and achievement awards last year 1 get 77 scores into the category
"D" less. The conclusion is that the results obtained for the level of PJOK progress in Primary, Junior and Senior
High Schools in Prambon Nganjuk sub-district received a total of 547 points in the "C" category is sufficient.
Keywords: Progress of PJOK PDPJOI

PENDAHULUAN sehingga dengan demikian melatih mental individu. Menurut


Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Hartono, (iii: 2013) “secara fisik pendidikan jasmani
(PJOK) merupakan bagian integral dari suatu proses bertujuan mengembangkan sistem organ yang prima,
pendidikan secara keseluruhan. Berhasil atau tidaknya suatu terutama sistem otot, sistem neomuskuler, system jantung
bangsa terletak pada seberapa besar kualitas pendidikannya. paru maupun postur tubuh yang lebih baik.”
Menurut Kristiyandaru, (2012: 33) “Pendidikan Jasmani,
Olahraga, dan Kesehatan adalah bagian dari pendidikan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan (PJOK) pada hakikatnya adalah poses pendidikan yang
pembiasaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan memanfaatkan fisik untuk menghasilkan perubahan holistik
perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta
serasi, selaras, dan seimbang.” Pendidikan Jasmani, emosional. PJOK memperlakukan anak sebagai sebuah
Olahraga, dan Kesehatan juga mengajarkan konsentrasi, kesatuan utuh, lahir dan batin. PJOK adalah suatu kajian yang
pengambilan keputusan gerak dalam waktu yang singkat, berkaitan dengan gerak manusia, perkembangan fisik dan

http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive 897
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017, 897 - 902

psikis dengan pendidikan jasmani, maka anak-anak belum sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Seperti
melakukan aktifitas fisik sekaligus mendapatkan pendidikan halnya bermain sepakbola di lapangan bola basket
yang dapat mengembangkan potensis fisik, tanpa menggunakan alas kaki maupun sepatu. Latihan
mengoptimalisasikan gerak dasar dan juga mengembangkan yang seperti ini tidak akan mempunyai nilai daya
karakter. Menurut (Kristyandaru 2012: 33) “PJOK adalah guna. Karena sebenarnya latihan sepak bola yang
bagian dari pendidikan keseluruhan yang mengutamakan benar adalah di lapangan berumput dengan memakai
aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk sepatu sepak bola. Sehingga jika dimanfaatkan secara
pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, social, dan benar maka manfaat yang diperoleh sangat banyak.
emosional yang serasi selaras dan seimbang.” Tidak lain manfaat sarana prasarana adalah dapat
Pangkalan Data Pendidikan Jasmani Olahraga meningkatkan kualitas kesehatan serta mendukung
Indonesia (PDPJOI) yang didirikan oleh Asisten Deputi berlangsungnya perlombaan dan pertandingan.
Olahraga Pendidikan (Asdep Ordik) Deputi pemberdayaan Sarana olahraga merupakan terjemahan
olahraga, Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga dari facilities, yaitu sesuatu yang dapat digunakan dan
(Kemenpora) Republik Indonesia. Tujuan pembentukan ini dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan olahraga
adalah untuk mengukur kemajuan bidang pendidikan atau pendidikan jasmani’ (Soepartono, 2000: 6).
jasmani, olahraga dan kesehatan yang meliputi empat aspek Sarana olahraga dapat dibedakan menjadi dua
sebagai berikut: kelompok yaitu:
1) Peralatan (apparatus) ialah sesuatu yang
1. Ketersediaan sarana dan prasarana digunakan, contoh: peti lonct, palang tunggal,
Sarana dan prasarana olahraga merupakan satu- palang sejajar, gelang-gelang, kuda-kuda, dan
kesatuan, dimana antara sarana dan prasarana saling lain-lain.
berkaitan dan berhubungan. Sarana adalah sesuatu yang 2) Perlengkapan (device) yaitu sesuatu yang
dapat digunakan dan dimanfatkan dalam pelaksanaan melengkapi kebutuhan prasarana, misalnya: net,
kegiatan olahraga atau PJOK. Sedangkan prasarana bendera untuk tanda, garois batas dan lain-lain.
adalah sesuatu yang mempermudah atau memperlancar
tugas dan memiliki sifat yang relatif permanen Dari penjelasan di atas dapat disimpulakan
(Soepartono, 2000: 5-6). Dalam suatu proses diperlukan bahwa prasarana adalah penunjang dari sebuah
adanya sarana serta prasarana demi tercapainya suatu kegiatan dan sifatnya sulit dipindahkan. Contoh
tujuan. Paling tidak dapat menunjang peningkatan prasarana olahraga adalah lapangan sepakbola,
kualitas individu dalam beraktifitas. Untuk itu beberapa lapangan basket, lapangan voli, dan gedung olahraga.
hal yang diperhatikan ialah melengkapi sarana dan
prasarana dan infrastruktur yang ada. Adapun tujuan, 2. Ketersediaan Tenaga Pelaksana
fungsi, dan manfaat sarana dan prasarana sebagai berikut: Tenaga pelaksana disebut juga guru atau
a. Tujuan pengajar maupun staf pengajar lainnya seperti tata
Kegiatan olahraga memerlukan ruang untuk usaha, pada pendidikan jalur pendidikan formal
bergerak. Kebutuhan ruang untuk bergerak itu maupun non formal. Guru atau tenaga pendidik harus
ditentukan dengan standart kebutuhan orang mempunyai macam kulifikasi formal, deskripsi
perorangan. Sehingga disini kunci dan tujuan sarpras pendidik dan tenaga kependidikan dalam Undang-
adalah sebagai media olahraga yang diharapkan undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
dengan adanya sarana penunjang kegiatan olahraga tentang pendidik dan tenaga kependidikan pasal 39
bisa berjalan dengan baik. yang menyebutkan bahwa:
b. Fungsi a. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan
Fungsi prasarana beserta sarananya adalah administrasi pengelolaan, pengembangan,
sebagai lokasi atau tempat dalam bisnis maupun pengawasan, dan pelayanan teknis untuk
aktifitas olahraga. Sehingga akan saling mendukung menjunjung proses pendidikan pada satuan
dengan adanya tempat dan juga perlengkapan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi
beraktivitas. Dalam kegiatan olahraga banyak pengelola satuan pendidik, penilik, pamong
ditemukan adanya kecelakan yang mengakibatkan belajar, pengawas, pengembangan,
cidera ringan maupun parah. Disinilah sarana pustakawan, lanoran, dan teknisi sumber
memiliki banyak fungsi sebagai pendukung adanya belajar.
prasarana. Salah satunya sebagai protector atau b. Pendidik merupakan tenaga professional yang
pelindung demi meminimalisasikan terjadinya bertugas merencanakan dan melaksanakan
kecelakaan. proses pembelajaran, menilai hasil
c. Manfaat pembelajaran, melakukan pembimbingan dan
Banyak fasilitas olahraga yang pemakaiannya pelatihan, serta melakukan penelitian dan

898 ISSN : 2338-798X


Survei Tingkat Kemajuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan

pengabdian kepada masyarakat terutama kemajuan PJOK. Misalnya melalui aspek ketersediaan sarana
pendidik pada perguruan tinggi. dan prasarana olahraga, ketersediaan tenaga pelaksana, hasil
3. Hasil kinerja kurun 1 tahun lalu kerja satuan pendidikan, dan prestasi dan penghargaan yang
Pengertian hasil kerja adalah objek yang diperoleh selama 1 tahun lalu. Oleh karena itu, Pangkalan
berwujud atau tak berwujud yang merupakan hasil Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI)
pelaksanaan proyek, sebagai bagian dari suatu sangat diperlukan untuk mengukur kemajuan PJOK.
kewajiban atau obligasi. Istilah yang biasa dikaitkan Dari penjelasan masalah di atas maka perlu
secara spesifik dengan objek ini, dapat berupa suatu diadakannya sebuah penelitian serupa untuk meneliti tingkat
kata benda: barang, produk, atau artefak yang harus kemajuan PJOK di wilayah Kecamatan Prambon Kabupaten
dibuat dan diberikan sebagai suatu kewajiban, atau Nganjuk. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemajuan
suatu kata keterangan: menjelaskan sesuatu yang PJOK di daerah tersebut. Keterlaksanaan tingkat kemajuan
harus diberikan sebagai bagian dari kewajiban. PJOK yang ada pada daerah yang akan diteliti pada penelitian
(Wikipedia: 2017) ini memungkinkan untuk diteliti karena masih belum adanya
4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun pelaksanaan pendataan tingkat kemajuan PJOK. Pelaksanaan
Pengertian prestasi, prestasi berasal dari penelitian ini juga sebagai acuan bagi sekolah-sekolah yang
bahasa Belanda yang artinya hasil usaha. Prestasi diteliti agar mengerti betapa pentingnya tingkat kemajuan
diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan, dari PJOK, karena untuk memajukan sebuah proses pembelajaran
pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi PJOK di sekolah harus diawali dengan proses pengukuran
diri adalah hasil atau usaha yang dilakukan seseorang. terlebih dahulu untuk mengetahui kategori yang didapat
Prestasi dapat dicapai dengan mengandalakan sekolah tersebut dalam melaksanakan pembelajaran PJOK
kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta apakah sudah dikatakan maju atau belum. Selain itu
ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek penelitian ini perlu dilaksanakan dikarenakan letak geografis
kehidupan (Wikipedia: 2017). Kecamatan Prambon yang teletak jauh dari pusat
Penghargaan adalah hasil yang didapat setelah pemerintahan Kabupaten Nganjuk dan berada pada
kita melakukan usaha yang maksimal. Pengertian perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Kediri sehingga kurang
penghargaan ialah sesuatu yang diberikan kepada adanya perhatian dari petugas terkait. Sehingga akan dapat
perorangan atau kelompok jika mereka melakukan bermanfaat bagi proses Kemajuan PJOK pada sekolah di
suatu keunggulan di bidang tertentu. Penghargaan Kecamatan Prambon.
biasanya di berikan dalam bentuk medali, piala, gelar,
sertifikat, plaket atau pita (Wikipedia: 2017). METODE
Berdasarkan penjelasan di atas maka Penelitian ini merupakan penelitian populasi dimana
seharusnya seorang tenaga pengajar/pendidik harus populasi dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu SD,
mampu mengembangkan potensi yang ada pada diri SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk.
sendiri serta pada siswa dalam usaha mewujudkan Pada tiga kelompok tersebut terdapat 22 sekolah yang akan
mutu pendidikan yang bermartabat dan berstandar diteliti dengan rincian 19 SD, 2 SMP, dan 1 SMA.
tinggi. Dengan demikian maka akan terbentuk suatu Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian
prestasi pendidikan pada sebuah negara yang survei. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil
membanggakan. sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner
sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Maksum, 2012:
Pada tahun 2010 Kementerian Pemuda dan Olahraga 70). Serta menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen
melakukan pendataan fasilitas PJOK di sejumlah sekolah dimana penulis sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk
yang tersebar di 20 kabupaten/kota di Indonesia. Pendataan memberikan perlakuan atau melakukan manipulasi terhadap
ini dimulai dengan arahan dari Asisten Deputi Olahraga variabel yang mungkin berperan dalam munculnya suatu
Pendidikan Kemenpora, kepada perwakilan Pokja Pangkalan gejala, karena gejala yang diamati telah terjadi (ex-postfacto)
Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI) (Maksum, 2012: 13) Data diperoleh dengan menggunakan
di Kantor Kemenpora. "Pendataan ini nantinya akan menjadi kuesioner kemajuan PJOK kepada guru PJOK.
potret diri kabupaten/kota secara menyeluruh. Misalnya, dari Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan
pendataan akan kita ketahui adanya kebutuhan peningkatan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Dalam
mutu dan kualitas guru. Itu yang akan menjadi program utama penelitian ini instrumen yang digunakan adalah PDPJOI
kita," ungkap Marheni. Di samping itu, pendataan yang 2011. Instrumen ini sudah valid karena sudah divalidasi oleh
dilakukan untuk tahun anggaran 2010 ini juga untuk menjadi para ahli PDPJOI. Ini merupakan gagasan Asisten Deputi
rujukan bagi daerah mengembangkan olahraga pendidikan di Olahraga Pendidikan (Asdep Ordik) Deputi Pemberdayaan
wilayah masing-masing, serta memberikan informasi kepada Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik
yang berwenang. Di dalam perangkat PDPJOI tersebut sudah Indonesia, yang kegiatannya dilaksanakan mulai tahun 2006.
terdapat aspek-aspek yang diperlukan untuk mengetahui Data dasar yang dihimpun dari masing-masing satuan

899
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017, 897 - 902

pendidikan meliputi 4 aspek yaitu: Nganjuk yang dipotret melalui PDPJOI menggambarkan
1. Ketersediaan sarana prasarana olahraga. kondisi keterlaksanaan PJOK di Kecamatan Prambon
2. Ketersediaan tenaga pelaksana. Nganjuk. Mengetahui nilai yang ditunjukkan dari instrumen
3. Hasil kerja kurun 1 tahun lalu. PDPJOI ini merupakan salah satu langkah dalam
4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun. memperbaiki mutu pembelajaran PJOK di sekolah. Sehingga
jalan untuk membenahi aspek yang dirasa kurang segera
HASIL PENELITIAN dapat dirumuskan dan direalisasikan.
Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian tingkat Dari seluruh data yang dianalisis menunjukkan bahwa
kemajuan PJOK pada SD, SMP, dan SMA Negeri se- tingkat kemajuan PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-
Kecamatan Prambon Nganjuk dan memperoleh data-data Kecamatan Prambon Nganjuk berada pada kategori cukup
yang diperlukan untuk menjawab semua rumusan masalah dengan nilai 547. Walaupun belum mencapai kategori yang
yang terkait dengan instumen Pangkalan Data Pendidikan baik, kondisi ini mengalami peningkatan dari penelitian
Jasmani Olahraga Indonesia (PDPJOI) yang memiliki empat terdahulu yang dilakukan oleh Novita (2012: 34) penelitian
aspek, yaitu: ini mengungkap bahwa kondisi kemajuan PJOK di SD/MI,
1. Ketersedian sarana prasarana olahraga SMP/MTS, SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta se-
2. Ketersedian tenaga pelaksana Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro memperoleh
3. Hasil kerja kurun 1 tahun lalu nilai rata-rata 478 yang termasuk dalam kategori cukup atau
4. Prestasi dan penghargaan 1 tahun lalu hanya sekitar 47.8% dari keadaan ideal. Sedangkan hasil
penelitian tahun 2017 ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata
Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, akan kemajuan PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan
dinilai dan dimasukkan pada kategori yang telah ditetapkan Prambon Nganjuk 547. Nilai ini termasuk dalam kategori
pada instrumen Pangkalan Data Pendidikan Jasmnai cukup dengan persentase sekitar 54,7% dari keadaan ideal.
Olahraga Indonesia (PDPJOI). Rekap hasil data yang Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka kondisi kemajuan
diperoleh dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut : PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon
Tabel 1 Rekapitulasi Data Kemajuan Pendidikan Nganjuk lebih baik dari kondisi kemajuan PJOK pada SD/MI,
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada SD, SMP, dan SMP/MTS, SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta se-
SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro.
No Nama Sekolah
Sarana Prasaran
Ketersediaan
Tenaga
Hasil Kerja Kurun 1
Tahun
Prestasi dan
Penghargaan
Upaya peningkatan kualitas PJOK juga dilakukan
1 SDN Baleturi 1
Nilai
130
Kategori
C
Nilai Kategori Nilai Kategori
70 D 190 B
Nilai Kategori
40 D
oleh pemerintah melalui pendekatan-pendekatan peneltian.
2 SDN Baleturi 2 190 B 150 B 200 B 20 E Penelitian yang dilakukan oleh Asdep Ordik Kemenpora RI,
3 SDN Kurungrejo 1 90 D 150 B 200 B 40 D
4 SDN Kurungrejo 2 190 B 70 D 200 B 40 D menerangkan bahwa “Keterlaksanaan PJOK di Indonesia
5 SDN Kurungrejo 3 100 C 150 B 200 B 0 E
6 SDN Rowoharjo 1 170 B 150 B 200 B 40 D tahun 2006 yang berjumlah 2.382 satuan pendidikan di 13
7 SDN Rowoharjo 2 140 C 70 D 190 B 0 D
8 SDN Sanggrahan 2 210 A 90 D 200 B 0 E Kabupaten/Kota, rata-rata mendapatkan nilai 520” (Modul
9
10
SDN Sonoageng 2
SDN Sonoageng 3
120
100
C
C
150
150
B
B
220
210
B
B
160
0
A
E
Guru Pembelajar, 2016:16). Nilai ini termasuk dalam kategori
11 SDN Sonoageng 4 190 B 150 B 200 B 100 C cukup atau sekitar 52% dari angka ideal, yaitu 1000. Nilai 520
12 SDN Sonoageng 6 110 C 100 C 190 B 40 D
13 SDN Sugihwaras 1 170 B 150 B 190 B 100 C ini lebih rendah dibandingkan dengan nilai keterlaksanaan
14 SDN Sugihwaras 2 130 C 70 D 200 B 140 B
15 SDN Sugihwaras 6 110 C 70 D 100 B 0 E PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon
16 SDN Sugihwaras 7 130 C 70 D 240 A 180 A
17 SDN Tanjungtani 1 190 B 150 B 230 B 100 C Nganjuk. Jika nilai nasional tersebut dianggap berlaku di
18 SDN Watudandang 1 90 D 140 C 170 C 100 C
19 SDN Watudandang 2 100 C 150 B 200 B 140 B
wilayah kecamatan Prambon Nganjuk maka dalam kurun
20
21
SMPN 1 Prambon
SMPN 2 Prambon
100
80
C
D
210
230
A
A
230
180
B
B
200
160
A
A
waktu 10 tahun kecamatan Prambon Nganjuk mampu
22 SMAN 1 Prambon 140 C 230 A 200 B 100 C meningkatkan mutu dalam keterlaksanaan pembelajaran
Jumlah 2980 2920 4340 1700
Rata-rata 135 C 132 C 197 B 77 D PJOK, yaitu dari kategori cukup berubah menjadi kategori
baik.
PEMBAHASAN
Setelah mengetahui seluruh data tingkat kemajuan PENUTUP
PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Simpulan
Nganjuk, kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Lalu Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
dilakukan pembahasan pada setiap indikator kemajuan PJOK tingkat kemajuan PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-
yaitu: (1) ketersediaan sarana dan prasarana; (2) ketersediaan Kecamatan Prambon Nganjuk dengan menggunakan
tenaga pelaksana; (3) hasil kerja 1 tahun lalu; dan (4) prestasi instrumenPDPJOI ini dilihat dari aspek keadaan sarana
dan penghargaan 1 tahun lalu. Pengukuran pada 4 indikator dan prasarana, ketersediaan tenaga pelaksana, hasil kerja
ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemajuan selama kurun 1 tahun, prestasi dan penghargaan guru dan
PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon siswa selama 1 tahun. Kemudian dapat ditarik simpulan
Nganjuk. bahwa termasuk kedalam katagori cukup dengan nilai 547.
Kegiatan pembelajaran PJOK di Kecamatan Prambon
Untuk lebih jelas dapat diuraikan per-aspek sebagai

900 ISSN : 2338-798X


Survei Tingkat Kemajuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan

berikut: baik dalam mengajar maupun dalam kegiatan


1. Keadaan sarana dan prasarana PJOK di SD, SMP, dan pengembangan guru. Guru tidak hanya bertugas untuk
SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk masuk memberikan sebuah pembelajaran kepada siswa, namun
dalam kategori cukup. Hal ini terlihat dari data yang guru juga dapat mengembangkan potensi diri untuk
terkumpul menunjukkan bahwa nilai rata-rata keadaan memperoleh sebuah penghargaan yang dapat
sarana dan prasarana sebesar 135 atau 54% dari keadaan menambah kepercayaan diri guru dalam bekerja.
ideal dengan nilai 250. 3. Dari proses pengukuran data ini diharapkan agar
2. Ketersediaan tenaga pelaksana PJOK di SD, SMP, dan menjadi langkah awal bagi pemerintah Kabupaten
SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk masuk Nganjuk khususnya bagi sekolah-sekolah di Kecamatan
dalam kategori cukup. Hal ini terlihat dari data yang Prambon yang diteliti untuk mengevaluasi hasil kinerja
terkumpul menunjukkan bahwa nilai rata-rata serta kekurangan yang dimiliki untuk lebih
ketersediaan tenaga pelaksana sebesar 132 atau 52% dari meningkatkan lagi mutu pembelajaran sesuai dengan
keadaan ideal dengan nilai 250. yang di harapkan oleh pemerintah.
3. Hasil kerja satuan pendidikan di bidang PJOK selama 4. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk
kurun 1 tahun lalu di SD, SMP, dan SMA Negeri se- mengambil data tingkat satuan pendidikan yang
Kecamatan Prambon Nganjuk masuk dalam kategori berbeda. Sehingga nantinya hasil survei tingkat
baik. Hal ini terlihat dari data yang terkumpul kemajuan PJOK di Kabupaten Nganjuk dapat diketahui
menunjukkan bahwa nilai rata-rata keadaan hasil kerja secara keseluruhan agar diketahui kondisi tingkat
kurun 1 tahun lalu sebesar 197 atau 65% dari keadaan kemajuan PJOK di sekolah sebagai langkah
ideal yaitu dengan nilai 300. pengembangan mutu pembelajaran PJOK secara
4. Terdapat prestasi dan penghargaan yang diperoleh guru menyeluruh.
dan siswa selama 1 tahun lalu di SD, SMP, dan SMA
Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk masuk dalam Daftar Pustaka
kategori kurang. Hal ini terlihat dari data yang terkumpul
menunjukkan bahwa nilai rata-rata keadaan prestasi dan Amri, Sofan. 2013. Pengembangan dan Model
penghargaan sebesar 77 atau 38% dari keadaan ideal yaitu Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Jakarta: PT
Prestasi Pustakarya
200.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian (suatu
5. Terdapat kemajuan PJOK di SD, SMP, dan SMA Negeri pendekatan praktik) Jakarta: PT Rineka Cipta
se-Kecamatan Prambon Nganjuk berada pada kategori DataSekolah,(Online)http:/referensi.data.kemendikbud.go.i
cukup dengan nilai 547. d/index11.php. diakses pada 7 Juni 2017

Saran Djati, Wahyu. 2015. “Survei Tingkat Kemajuan Pendidikan


Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SDN se-
Berdasarkan hasil penelitian peneliti memberikan
Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo”. Skripsi
saran merujuk dari 4 aspek sarana dan prasarana, ketersediaan tidak diterbitkan. Surabaya: JPO FIK Unesa.
tenaga pelaksana, hasil kerja selama kurun 1 tahun, prestasi
dan penghargaan guru dan siswa selama 1 tahun di SD, SMP, Hadi, Sofyan. 2013. “Survei Pendidikan Jasmani, Olahraga,
dan SMA Negeri se-Kecamatan Prambon Nganjuk. Berikut dan Kesehatan pada Satuan Pendidikan SD, SMP,
saran yang dapat diberikan: SMA Negeri se-Kecamatan Karangan Kabupaten
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Trenggalek”, (Online). Jurnal Pendidikan Olahraga
dan Kesehatan Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013, 64
ini, peneliti memberikan saran yang merujuk pada empat
– 69, diakses diunduh pada 22 Februari 2017
aspek di atas. Yaitu sebagai berikut:
1. Bagi sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana Hartono, Sotanto. 2013. Pendidikan Jasmani (Sebuah
pembelajaran yang memadai diharapkan untuk Pengantar). Surabaya: Unesa University Press
mengupayakan adanya pemenuhan sarana dan
prasarana yang sesuai dengan standart yang ditetapkan Junaedi, Anas. 2015. “Survei Tingkat Kemajuan Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada SMA, SMK,
oleh pemerintah. Hal ini tentunya beguna untuk
dan MA Negeri se-Kabupaten Gresik”,
menunjang adanya peningkatan efektifitas (Online).http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/article/
pembelajaran dengan adanya sarana dan prasarana 18348/68/article.pdf, diakses diunduh pada 26
PJOK yang memenuhi standart. Dengan adanya sarana Agustus 2017
dan prasarana yang berstandart tentunya akan sangat
memudahkan bagi siswa dan guru dalam melaksanakan Khomsin, 2009. Paradigma Penjas. (Online)
pembelajaran PJOK yang optimal sesuai dengan yang https://goeroendeso.files.wordpress.com/2009/01/p
ragdigma-penjas.pdf .diakses pada 15 April 2017
di harapkan oleh pemerintah.
2. Bagi tenaga pelaksana atau tenaga pendidik hendaknya Kristyandaru, Advendi. 2011. Manajemen Pendidikan
lebih mengembangkan lagi kompetensi yang dimiliki Jasmani dan Olahraga. Surabaya: Unesa University

901
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017, 897 - 902

Press
Wikipedia, Sekolah Menengah Atas (Online).
Maksum, Ali. 2012. Statistik dalam olahraga. Fakultas Ilmu https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_at
Keolahragaan UNESA Surabaya. tidak diterbitkan as, diakses pada 7 Juni 2017

Modul Guru Pembelajar, 2016. Mata Pelajaran Pendidikan


Jasmani Olah aga Dan Kesehatan Sekolah
Menengah Pertama (SMP)

Novita, Silvia Mega. 2012. “Tingkat Kemajuan Pendidikan


Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Kecamatan
Bojonegoro pada tingkat satuan pendidikan dasar
dan menengah”. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya:
JPO FIK Unesa
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun
2007 Tentang Standart Sarana dan Prasarana untuk
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI),
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
(SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah (SMA/MA)

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2015 tentang Standart


Nasional Pendidikan tentang standart sarana dan
prsarana pendidikan nasional pada BAB VII Pasal
42

Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia


Nomor 46 tahun 2009 Tentang Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia Yang disempurnakan

Rukmana, Anin. 2008. Pembelajaran Pendidikan Jasmani


di sekolah
dasar.(Online).http://file.upi.edu/Direktori/JURNA
L/PENDIDIKAN DASAR/Nomor 9April
2008/Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah
Dasar.pdf. diakses pada 15 April 2017

Soepartono, 2000. Sarana dan Prasarana Olahraga.


Departemen Pendidikan Nasional Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian
Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III

Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005


Tentang Guru dan Dosen pada Bab 1 Pasal 1

Undang-undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2005


tahun Tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal
27 Ayat 4

Wikipedia, Hasil Kinerja Kurun 1 Tahun Lalu,


(Online).id.m.wikipedia.org/wiki/hasil_kerja,
diakses unduh pada 22 Februari 2017

Wikipedia, Prestasi 1 Tahun Lalu,


(Online).id.m.wikipedia.org/wiki/prestasi, diakses
diunduh pada 22 Februari 2017

Wikipedia, Sekolah Dasar, (Online).


https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_dasar,
diakses pada 7 Juni 2017

Wikipedia, Sekolah Menengah Pertama, (Online).


https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_pe
rtama, diakses pada 7 Juni 2017

902 ISSN : 2338-798X