You are on page 1of 20

Asuhan Keperawatan

Pada Pasien Katarak Tn. Kh

Tanggal masuk : 10-06-2013 Diagnosa Medis : Katarak


(Hipermatur)

No Register : 05 45 96 Ruangan : Mawar

Tanggal Pengkajian : 11-06-2013

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. Kh

Jenis Kelamin : Laki-laki

Ttl : 70 Tahun

Agama : Islam

Suku Bangsa : Jawa

Pendidikan : SD/sedrajat

Pekerjaan : Petani

Alamat : Desa wonosari Kec. Mesuji Timur ; Kab. Mesuji

Jaminan : Jamkesmas

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB

Nama : Tn. T

Jenis Kelamin : laki-laki

Satatus : Saudra Klien

Pendidikan : SMA

Alamat : Desa Wonosari Kec. Mesuji Timur ; Kab.Mesuji


RIWAYAT PEKERJAAN

1. Riwayat Kesehatan Sekarang

a. Keluhan Utama : Pandangan kabur

b. Kronologis keluhan :

Klien datang ke rumah sakit DKT pada tanggal 10 juni 2013 ke poli mata, klien
mengeluh ± 4 tahun pandangan kabur, pandangan seperti pecah terbagi-bagi
menjadi beberapa bagian. Setelah ½ tahun belakangan ini pandangan makin kabur
sampai tidak bisa melihat lagi kiri dan kanan. Klien juga mengeluh nyeri pada
mata kanan sampai kepala ( Skala nyeri 4). Klien juga mempunyai teakanan darah
tinggi, untuk menghilangkan keluhannya klien berobat alternative dan membeli
obat sendiri di apotik terdekat. Kemudian periksa diapotik dan mendapat kaca
mata bantu pengelihatan. Lalu dokter menyarankan klien untuk melakukan rawat
inap diruang mawar untuk persiapan operasi.

2. Riwayat kesehatan masa lalu

a. Riwayat alergi (obat, makanan, binatang dan lingkungan)

Klien mengatakan tidak ada riwayat alergi terhadap obat, makanan, binatang dan
lingkungan.

b. Riwayat kecelakaan

Klien mengatakan tidak ada riwayat kecelakaan apapun.

c. Riwayat dirawat di rumah sakit

Klien mengatakan belum pernah di rawat di rumah sakit, ini adalah kali
pertamanya klien di rawat di rumah sakit.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga

Klien mengatakan bahwa keluarga klien tidak ada yang mempunyai penyakit yang
sama dengannya.
4. Riwayat psikososial dan spiritual

a. Orang terdekat dengan pasien

Klien mengatakan orang terdekat dengan nya adalah anak laki-laki dan istrinya.

b. Interaksi dalam keluarga

- Pola komunikasi

Klien mengatakan komunikasi dalam keluarga nya terjalin dengan baik dan bahsa
yang serng digunakan adalah bahsa jawa.

- Pembuat keputusan

Klien mengatakan dalam keluarganya pengambil keputusan adalah dirinya dan


bermusawarah dengan keluarga nya.

- Kegiatan kemasyarakat

Klien mengatakan kegiatan kemasyarakatan yang sering ia ikuti adalah gotong


royong dan kumpul pengajian dengan bapak-bapak disekitar lingkungan nya.

c. Dampak penyakit klien terhadapat keluarganya

Klien dan keluarganya mengatakan cemas terhadapa penyakit yang diderita klien.

d. Masalah yang mempengaruhi klien

Klien mengatakan akibat dari pandangan yang kabur dia tidak bisa beraktifitas
sepertinya seperti biasanya sewakti sebelum pengelihatannya terganggu.

e. Mekanisme koping dalam mengahdapi setres

Klien mengatakan dalam menghadpi setres karna penyakit ia bisanya diam di


rumah, zikir dan tidur.

f. Persepsi klien terhadap penyakitnya

- Hal yang difikirkan saat ini

Klien mengatakan hal yang difikirkan saat ini adalah pengobatan yang baik untuk
penyembuhan penyakitnya.
- Harapan setelah menjalani perawatan

Harapan klien setelah menjalani perawatan kondisi nya membaik seperti dari
sebelumnya dan aktifitas nya tidak perlu di bantu lagi oleh keluarganya.

- Perubahan yang dirasakan setelah sakit

Klien mengatakan setelah sakit klien tidak dapat melakukan aktifitas seperti
bisanya dan aktifitasnya selalu dibantu oleh keluarganya.

g. System nilai kepercayaan

Sebelum sakit keluarganya mengatakan ibadah klien rutin hingga sudah sakitpun
klien masih beribadah dengan rutin.

5. Kondisi lingkungan rumah

Keluarga klien mengatakan kondisi lingkungan rumah bersih dan rapih, tinggal
dilingkungan banyak pendududk namun masih banyak tanah yang kosong dan
jauh dari jalan raya, namun tidak ada yang mempengaruhi penyakit yang
dideritanya.

6. Pola kebiasaan sehari-hari sebelum masuk dan saat di rumah sakit

A. Pola nutrisi

- Sebelum sakit

• Frekuensi makan : sebelum sakit makan 3x sehari

• Nafsu makan ; sebelum sakit nafsu makan baik dan manghabiskan porsi
makan yang dibreikan

• Jenis makanan : jenis makanan yang dikonsumsinya saat dirumah atau saat
sebelum sakit seperti nasi lauk pauk sayuran dan buah-buahan bila ada.

• Makanan yang tidak disukai atau alergi : klien tidak mempunyai alergi atau
pantangan terhadap makanan.

• Kebiasaan sebelum makan : klien mengatakan sebelum makan ialah


mencuci tangan dan berdoa.

• Berat badan : 70kg

• Tinggi badan : 163 cm


- Saat dirawat

• Frekuensi makan : saat sakit makan 3x sehari

• Nafsu makan ; saat sakit nafsu makan klien kurang baik, dikarenakan tidak
nafsu makan hingga ½ porsi yang disediakan di rumah sakit.

• Jenis makanan : saat dirawat klien hanya memakan makanan yang


disediakan oleh rumah sakit seperti bubur sayuran dan lain-lain.

• Makanan yang tidak disukai atau alergi : klien mengatakan tidak ada alergi
atau pantangan yang disediakan di rumah sakit. NGT tidak terpasang.

• Kebiasaan sebelum makan : klien mengatakan sebelum makan klien


berdoa, karna klien mkan dengan disuapin kleuarga.

• Berat badan ; 65 kg

• Tinggi badan ; 163 cm

B. Pola eliminasi

- Sebelum sakit

• A. BAK :

Frekuensi ; klien mengatakan BAK sebelum sakit 4-5 x / hari dan setiap BAK
± 150 cc.

Warna ; klien mengatakan BAK warna agak jernih

Waktu ; klien mengatakan sebelum sakit BAK pagi-siang-sore-malam.

Keluahan yang berhubungan dengan BAK ; klien mengatakan tidak ada


keluhan .

• B. BAB :

Frekuensi : klien mengatakan BAB sebelum sakit 1x / hari dan bentuk feses
padat.

Waktu : klien mengatakan sebelum sakit biasanya di pagi hari.


Warna dan bau : klien mengatakan sebelum sakit warna kuning kecoklatan dan
berbau khas.

- Saat dirawat

• A. BAK :

Frekuensi : klien mengatakan saat sakit hanya 2x/hari dalam setiap BAK ± 100
cc

Warna : klien mengatakan BAK warna kuning.

Waktu : klien mengatakan BAK pagi-saiang-sore-malam.

Keluhan yang berhungan dengan BAK : klien mengatakan tidak ada keluhan
dalam BAK.

• B. BAB :

Frekuensi : klien mengatakan BAB saat sakit 2 hari sekali, dan bentuk feses
sedikit lunak.

Waktu : klien mengatakan BAB tidak tentu waktunya.

Warna dan bau : klien mengatakan saat sakit warna kuning keruh dan berbau
khas.

C. Pola personal hygine

- Sebelum sakit

• Mandi

Frekuensi dan sabun : klien mengatakan sebelum sakit mandi 2 xsehari dan
menggunakan sabun.

• Oral hygine

Frekuensi dan waktu : klien mengatakan sebelum sakit menggosok gigi 2x


sehari dengan pasta gigi setiap pagi dan sore hari.

• Cuci rambut

Frekuensi dan shampo: klien mengatakan sebelum sakit mandi pasti memcuci
rambutnya dan terkadang menggunakan shampoo.

- Saat dirawat
• Mandi

Frekuensi dan sabun : klien mengtaakan saat sakit tetap mandi 2x sehari
namun terkadang menggunakan air hangat dan sabun mandi.

• Oral hygine

Frekuensi dan waktu : klien mengatakan saat sakit hanya menggosok gigi 1x
sehari pada waktu pagi.

• Cuci rambut

Frekuensi dan shampoo : klien mengtakan saat sakit masih selalu mencuci
rambut dan jarang menggunakan shampo.

D. Pola istrirahat

- Sebelum sakit

Klien mengatakan sebelum sakit tidur 8-9 jam per hari dengan 8 jam tidur di
malam hari dan 1 jam tidur di saing hari.

- Saat dirawat

Klien mengatakan saat klien hanya tidur 6-7 jam dikarenakan lingkungan yang
tidak nyaman (berisik).

E. Pola aktifitas dan latihan

- Sebelum sakit

Klien mengatakan sebelum sakit tidak ada kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan
nya kurang lebih 2,5 tahun di karenakan pandangan kabur.

- Saat sakit

Klien mengatakan saat sakit aktifitas di bantu dengan kleuarga seperti ke kamar
mandi.

7. System hematologi ( LAB Tn.Kh/70 tahun/ 11 juni 2013)

No Reg : 05 45 96

Pemeriksaan Hasil Nilai normal Satuan

F. Hb 11,9 12-16 Gr/%


G. leukosit 5,100 5-10 Ribu/ul

H. LED 18 1-10 %

I. Basophil 0 0-1 %

J. Iosinofil 1 1-3 %

K. Batang 0 1-5 %

L. Segmen 66 50-70 %

M. Limfosit 27 20-40 %

N. Monosit 6 2-8 %

O. Trombosit 22.000 150-400 Ribu/ul

P. Hematocrit 33 37-48 %

Q. Chanting date 7 1-10 g/dl

R. Blooding time 2 1-3 Menit


8. Kimia darah

Pemeriksaa Hasil Nilai normal : Pria

· Fungsi hati

S. SGOT 17 6-30

T. SGPT 18 6-45

· Fungsi Ginjal

U. Ureum 21 10-40

V. Keratin 0.7 0.9-1.5

· Kadar glukosa

W. Sewatu 157 <200


9. Sytem syaraf

Tingkat kesadaran GCS : 15 (E : 4, V : 5, M : 6) Compos Metis

Peningkatan intracranial : tidak ada nyeri tekanan.

10. Pemeriksaan Penunjang


Klien Operasi tanggal 12 juni 2013, klien keluar O.K dengan anastesi local, awasi
TTV dan tanda pendarahan.

Jaringan yang di ekresi/ insisi : lensa mata klien.

Nama/ macam OP: S,CS + lo los Dr.Rosdiayanti. Sp.M

POLA KEBIASAAN YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN

• Meroko : klien mengatakan ia merokok namun tidak sering atau berlebihan.


Namun ½ tahun belakangan sudah tidak lagi merokok.

• Minuman keras : klien mengatakan tidak mengkonsumsi minum-minuman


keras jenis apapun.

• Ketergantungan dengan obat : klien mengatakan ada ketergantungan


dengan obat herbal, yaitu Asyfa.

Namun obat-obatan yang terlarang tidak ada.

11. Penatalaksanaan Medis

X. Diet : tidak ada diet makanan untuk klien.

Y. Terapi :

• Captropil 3x 12.5 mg

• Lab Pre Op

• Konsul Dr. Sp. M, Sp. PD, An, >P.

12. Pengakajian nervus

Pada klien Tn.KH untuk pengkajian 12 nervus yang mengalami gangguan adalah
pada nervus ke 2 yaitu :

Z. Nervus optikus yang fungsinya untuk mengetahui ketajaman pengelihatan


klien baik pada jarak jauh maupun dekat. Dan pada Tn. KH nervus ini sangat
mengalami gangguan, namun pada nervus lainnya Tn. KH tidak mengalami
gangguan.

DATA FOKUS
- Data Subjektif

1. Klien mengatakan pengelihatan kabur

2. Klien mengatakan tidak bisa melihat benda yang jaraknya lebih dari 1 m.

3. Klien mengatakan sakit kepala.

4. Klien mengatakan susah tidur.

5. Klien mengatakan selama dirawat di RS DKT klien hanya dapat tidur ± 2


jam.

6. Klien mengatakan tidak dapat beraktifitas seperti biasanya, aktifitasnya pun


selalu dibantu oleh keleluarganya karena pandangan kabur.

- Data Objektif

1. Klien mengatakan tidak bisa melihat benda yang jarang > 1 m.

2. Mata klien tampat merah

3. Tampak selaput yang menutupi lensa mata klien.

4. Klien tyampak menahan nyeri.

TD : 190/100 mmHg S : 36.3 c̊

N : 90 x/ menit RR : 22x/ menit

5. Konjungtiva klien anemis.

6. Aktifitas klien tamapak selalu dibantu oleh keluarga.

7. VOD : 1/20

VOS : 1/300

8. Klien tampak cemas

9. Tampak ada bayangan lingkaran gelap dibawah mata klien.

ANALISA DATA
No. Data Fokus Masalah Etiologi

1. DS : - klien mengatakan tidak dapat Gangguan pola Pandangan


beraktifitas seperti biasa karena aktifitas kabur
pandangan kabur
-klien mengatakan tidak bisa
melihat lebih dari satu 1 m
DO : -aktifitas klien tampak di
bantu oleh keluarganya.
-selaput mata tampak menutupi
lensa mata
-mata klien tampak merah
-klien tidak dapat melihat benda
yang jaraknya > 1m

2. DS : -klien mengatakan sakit kepala Gangguan ras Peningkatan


nyaman nyeri tekanan darah
DO : -klien tampak menahan nyeri
kepala
(Skala 4)
-TD : 190/100 mmHg
RR : 22x/menit
N : 90x/menit
S : 36.3 ̊C

3. DS : -klien mengatakan sulit tidur Gangguan pola Cemas pre-Op


tidur
-klien mengatakan saat dirawat di
RS DKT hanya tidur ± 2 jam
DO : -konjungtiva tamapak anemis
-klien tampak cemas
-tamapak ada bayangan gelap d
mata klien
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan pola aktifitas berhubungan dengan pandangan kabur.


2. Gangguan rasa nyaman nyeri, sakit kepala berhubungan dengan
peningkatan tekanan darah.

3. Gangguan pola tidur berhubunghan dengan cemas pre-Op.

RECANA ASUHAN KEPERAWATAN

N Dx. Kep. / Tujuan / KH Intervensi Rasional


o DS & DO

1. gg. pola Setelah 1. orientasikan 1. memberikan


aktifitas b.d dilakukan klien terhadapa peningkatan kenyamanan
pandangan tindakan askep lingkungan dan kekeluargaan
kabur 2x24 jam disekitarnya 2. menurunkan resiko
diharapkan
DS: -klien 2. obs. Tanda- jatuh bila klien bingung
gg.pola
mengataka tanda dan gejala
aktifitas pada 3. memberikan rangsangan
n tidak disorentasi
klien dapat sensori tepat terhadap
dapat 3. pendekatan
diatasi dengan isolasi dan menurunkan
melakukan dari sisi bicara
kreteria hasil : bingung
aktifitas
dan menyentuh, 4. memungkinkan kiln
seperti - dorong orang
biasa meningkatakan terdekat klien melihat objek lebih mudah
karena ketajaman tinggal dengan
pandangan pengelihatan klien
kabur dalam batasa
situasi individu 4. letakan
DO: -dalam barang yang
melakukan -klien dapat dibutuhkan
aktifitas beraktifitas dalam
klien seperti biasa jangkauan klien
dibantu tanpa dibantu
kleuargany dengan
a keluarga lagi
-klien tidak
bisa meliht
benda yang
jaraknya
>1 m

2. gg. rasa Setelah 1. monitor TTV 1. mengetahui keadaan


nyaman, dilakukan umum
2. pertahankan
nyeri tindakan askep tirah baring 2. meningkatkan relaksi
kepala b.d diharapakan
peninglatan gangguan ras 3. berikan 3. efektif dalam
tekanan nyaman,nyeri tindakan non menghilangkan/meringank
darah kepala dapat farmakologi an rasa nyeri dan
teratasi dengan untuk komplikasinya
DS: klien
kreteria hasil : meringankan
mengataka 4.
nyeri kepala
n sakit -TD : dalam menurunkan/mengontrol
kepala batas normal 4. kolaborasi nyeri dan tekanan darah
(130/80 dengan tim
DO: -klien
mmHg) medis yang lain
tampak dalam
menahan pemberian obat
nyeri sesuai indikasi
(Skala
nyeri 4)
-TD:
190/100
mmHg
N:
90x/menit
RR:
22x/menit
S: 36.3 ̊ C

3. gg. pola Setelah 1. beri 1. aktifitas fisik dan


tidur b.d dilakaukan kesempatan mental yang berlebihan
cemas pre- tindakan askep klien untuk mengakibatkan kelelahan
diharapkan istriraha,turunka
op masalah gg. n aktifitas fisik dan kebingungan
Pola tidur disore hari
DS: -klien 2. peningkatan kebingunan
dapat teratasi
mengataka 2. evaluasi dapat mengganggu pola
dengan
n sulit tidur tingglat setres tidur
kreteria hasil ;
-klien klien 3. anjurkan 3. meningkatkan relaksasi
-Klien
mengtakan makan- dengan perasaan kantuk
mengungkapka
hanya bisa makanan kecil
n tidur 8 4.
tidur ± disore hari,susu
jam/hari meringankan/mengurangi
2jam hangat dan pola tidur yang tidak
-Klien tidak mandi
DO: - teratur
cemas lagi
konjuntiva 4. kolaborasi
klien dengan tim
tampak medis yang lain
anemis dalam
pemberian obat
-Klien
sesuai indikasi
tampak
cemas
-tampak
adanya
bayangan
pengelihata
n

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tanggal pengkajian : 11 juni 2013 Nama Pasien : Tn. KH


Nama mahasiswa : STIKes Umitra Umur : 70 Tahun
Ruangan : Mawar Jenis Kelamin : laki-laki
Dx Medis : Katarak

No Hari/waktu Dx. Kep Implementasi Evaluasi Paraf


(SOAP)
1. Selasa, 11-
gg. pola 1.Mengorientasikan S : klien
06-2013 aktifitas b.d klien terhadap mengtakan
17.00 WIB pandangan lingkungan sekitar dalam
kabur melakukan
2. Mengobservasi
aktifitas
tanda-tanda dan
dibantu oleh
gejala-gejala
kleuarga
disorientasi
O : dalam
3.pendekatan dari
aktifitas klien
sisi bicara dan
di bantu
menyentuh, dorong
keluarganya
orang terdekat klien
yang tinggal dengan A : gg. Pola
klien aktifitas belum
4. Meletakan brang- teratasi
brang yang P: lanjutkan
dibutuhkan klien intervensi
dalam jangkauan
klien.

2. Selasa, 11-
gg. rasa 1.Monitoring TTV S : klien
06-2013 nyaman, nyeri mengatakan
2. Mempertahan
17.00 WIB kepala sakit kepala
kan tirah baring
b.dpeningkatan O: -klien
tekanan darah 3. Memberikan
tampak
tindakan non
menahan nyari
farmakologi untuk
(Skala nyeri 4)
mengurangi rasa
sakit kepala -TD :
190/100mmHG
4. Berkolaborasi
dengan tim medis -N: 90x/menit
lainya untuk -RR: 22x/menit
pemberian obat
sesuai indikasi -S: 36.3 ̊ C
A: gg. Rasa
nyaman,nyeri
kepala belum
teratasi
P: lanjutkan
intervensi

3. Selasa, 11-
gg. pola tidur 1.Memberikan S: klien
06-2013 b.d cemas pre- kesempatan klien mengatakan
17.00 WIB op untuk istrirahat sulit tidur
turunkan aktifitas O: -konjungtiva
disore hari klien tampak
2. Mengevaluasi anemis
tinggkat setres
-tampak ada
3. Menganjurkan bayangan
makan-makanan lingkarang
ringan pada sore gelap di bawah
hari, susu hangat mata
dan mandi -klien tamapk
4. Berkolaborasi lemas
dengan Tim medis A: gg. Pola
lainnya ( dokter) tidur belum
dalam pemberian terasi
obat sesuai indikasi
P: lanjutkan
intervensi

1. Rabu, 12 gg. pola 1.Mengorientasikan S : klien


juni 2013 aktifitas b.d klien terhadap mengtakan
09.00 WIB pandangan lingkungan sekitar dalam
kabur melakukan
2. Mengobservasi
aktifitas
tanda-tanda dan
dibantu oleh
gejala-gejala
kleuarga
disorientasi
O : dalam
3.pendekatan dari
aktifitas klien
sisi bicara dan
menyentuh, dorong di bantu
orang terdekat klien keluarganya
yang tinggal dengan A : gg. Pola
klien aktifitas belum
4. Meletakan brang- teratasi
brang yang P: lanjutkan
dibutuhkan klien intervensi
dalam jangkauan
klien.

2. Rabu, 12 gg. rasa 1.Monitoring TTV S : klien


juni 2013 nyaman, nyeri mengatakan
2. Mempertahan
09.00 WIB kepala sakit kepala
kan tirah baring
b.dpeningkatan O: -klien
tekanan darah 3. Memberikan
tampak
tindakan non
menahan nyari
farmakologi untuk
(Skala nyeri 4)
mengurangi rasa
sakit kepala -TD :
150/90mmHG
4. Berkolaborasi
dengan tim medis -N: 80x/menit
lainya untuk -RR: 20x/menit
pemberian obat
sesuai indikasi -S: 36.3 ̊ C
A: gg. Rasa
nyaman,nyeri
kepala belum
teratasi
P: lanjutkan
intervensi

3. Rabu, 12 gg. pola tidur 1.Memberikan S: klien


juni 2013 b.d cemas pre- kesempatan klien mengatakan
09.00 WIB op untuk istrirahat sulit tidur
turunkan aktifitas O: -konjungtiva
disore hari klien tampak
2. Mengevaluasi
tinggkat setres anemis
3. Menganjurkan -tampak ada
makan-makanan bayangan
ringan pada sore lingkarang
hari, susu hangat gelap di bawah
dan mandi mata
4. Berkolaborasi -klien tamapk
dengan Tim medis lemas
lainnya ( dokter) A: gg. Pola
dalam pemberian tidur belum
obat sesuai indikasi terasi
P: lanjutkan
intervensi

1. Kamis, 13 gg. pola 1.Mengorientasikan S : klien


juni 2013 aktifitas b.d klien terhadap mengtakan
10.00 WIB pandangan lingkungan sekitar dalam
kabur melakukan
2. Mengobservasi
aktifitas
tanda-tanda dan
dibantu oleh
gejala-gejala
kleuarga
disorientasi
O : dalam
3.pendekatan dari
aktifitas klien
sisi bicara dan
di bantu
menyentuh, dorong
keluarganya
orang terdekat klien
yang tinggal dengan A : gg. Pola
klien aktifitas belum
4. Meletakan brang- teratasi
brang yang P: lanjutkan
dibutuhkan klien intervensi
dalam jangkauan
klien.

2. Kamis, 13 gg. rasa 1.Monitoring TTV S : klien


juni 2013 nyaman, nyeri 2. Mempertahan mengatakan
10.00 WIB kepala kan tirah baring sakit kepala
b.dpeningkatan 3. Memberikan O: -klien
tekanan darah tindakan non tampak
farmakologi untuk menahan nyari
mengurangi rasa (Skala nyeri 4)
sakit kepala -TD : 140/40
4. Berkolaborasi mmHG
dengan tim medis -N: 80x/menit
lainya untuk
pemberian obat -RR: 20x/menit
sesuai indikasi -S: 36 ̊ C
A: gg. Rasa
nyaman,nyeri
kepala belum
teratasi
P: lanjutkan
intervensi

3. Kamis, 13 gg. pola tidur 1.Memberikan S: klien


juni 2013 b.d cemas pre- kesempatan klien mengatakan
10.00 WIB op untuk istrirahat sudah tidur
turunkan aktifitas dengan baik
disore hari O: -keadaan
2. Mengevaluasi umum
tinggkat setres sedang/rileks
3. Menganjurkan -klien tampak
makan-makanan tenang karena
ringan pada sore suadah oerasi
hari, susu hangat -klien
dan mandi berencana
4. Berkolaborasi pulang
dengan Tim medis A: gg. Pola
lainnya ( dokter)
dalam pemberian tidur terasi
obat sesuai indikasi P: -pertahankan
keadaan
-lanjutkan
intervensi