You are on page 1of 56

Peningkatan dan perlindungan

dalam perawatan kesehatan lansia

Oleh:
Tantut Susanto
Tim Keperawatan Keluarga, Komunitas, dan Gerontik
Fakultas Keperawatan
Universitas Jember
Tujuan pembelajaran
• Promosi kesehatan melalui kebijakan publik dan
standar keperawatan
• Teori penuaan
• Strategi pencapaian kesehatan mental untuk masa tua
yang sukses
• Dimensi budaya dalam keperawatan gerontologis
• Masalah legal yang berpengaruh pada lansia
• Masalah etis yang mempengaruhi lansia
• Pendidikan kesehatan dan kepatuhan
• Farmakologi dan lansia: masalah polifarmasi
• Sarana perawatan
Populations are getting older

2015 2050
Populasi Lansia
Umur Harapan Hidup (UUH)

• 2004 – 2015 UUH


meningkat dari 68.5
tahun menjadi 70.8
tahun
• Proyeksi tahun 2030 –
2035 UHH mencapai
72.2 tahun
Persentase estimasi penduduk
lansia di Indonesia tahun 2015
There is no “typical” older
person
Definisi (1)
• Aging (Senescence)
• Process of growing old
• Gerontology
• Study of all aspects of the aging process including:
• Clinical, psychological, economical, and sociological issues
encountered by older persons and the consequences for both the
individual and society
• Geriatrics
• Branch of medicine that deals with the physiological
characteristics of aging and the diagnosis and treatment of
diseases affecting elderly adults
• Geriatrician
• Physician who has specialized postgraduate education and
experience in the medical care of the older person
Definisi (2)
• Geriatric Nurse Practitioner
• Registered nurse with additional education obtained
through a master’s degree program that prepares the
nurse to deliver primary health care to elderly adults
• Gerontic nursing
• Nursing care of the elderly
• A compromise between caring for the elderly who are ill and a
more holistic view of the nursing care of the elderly
• Gerontologist
• One who specializes in the study of gerontology
Publikasi
Aging: A Natural Process
• Aging begins at conception
• Aging of all cells is constant and continuous
• Aging is not a pathological process; is not a crippling
disease
• Aging brings opportunity for usefulness, fulfillment,
and joy
• Accurate understanding of aging process encourages
positive attitude toward aging
The Aging Process

• Factors include heredity, nutrition, health status, life


experiences, environment, activity, and stress
• Aging is individualized and unique to each person
• Nurses need to understand multitude of factors
influencing aging process
Menjadi usia lanjut yang sehat merupakan hak setiap manusia.
Batasan Usia Lansia

•Usia lanjut 60 ~ 74 tahun


WHO •Usia tua 75 ~ 89 tahun
•Usia sangat lanjut > 90 tahun

• Virilitas (45 – 54 tahun)


Depkes • Presenium (55 – 64 tahun)
• Senium (lebih dari 65 tahun)

UU • Lebih dari 60
Kesejahteraan tahun
lansia
Proses Menua
• Batasan usia tua? • Apa saja pendekatan
• Apa itu menua? teori dalam penuaan?
• Apa yang terjadi pada • Jelaskan setiap
menua? pendekatan teori dari
• Bagiamana proses penuaan?
penuaan itu?

Konsep Menua Teori Menua


Teori Penuaan

Teori Wear and Riwayat


Teori Biologis Teori Genetika
Tear Lingkungan

Teori Teori
Teori Imunitas Teori Psikologis
Neuroendokrin kepribadian

Teori tugas Teori Teori


Teori aktivitas
perkembangan disengagement kontinuitas
MYTHS
• Elderly people are incompetent and incapable of
making decisions or handling their own affairs.
• Most elderly live in nursing homes
• All elderly people live in poverty
• Older people are lonely and unhappy
• Elderly do not want to work
• “Old Age” begins a 65
• Retirement ends your active life
Normal Effects of Aging on the Body
Perubahan Fisik

Perubahan Psikologisl

Perubahan Sosial

Perubahan Kultural

Perubahan Spiritual
RISK OF GERIATRICS

• PRONE FOR INFECTIONS


• PRONE FOR INJURIES
• NEED SPECIAL ASSISTANCE
• PRONE FOR PSYCHOLOGICAL PROBLEMS
• PRONE FOR DEGENERATIVE DISORDERS
• INCREASED RISK FOR DISEASE
• INCREASED RISK OF DISABILITY
• INCRASED RISK OF DEATH
Strategi pencapaian kesehatan
mental untuk masa tua yang sukses

Aktivitas Aktivitas Aktivitas


fisik mental sosial
Angka kesakitan lansia di Indonesia
Keluhan kesehatan lansia
Masalah Kesehatan Lansia
Successful Aging
• Avoid serious, debilitating diseases and disability.
• Engage independently in most normal activities of daily
living.
• Maintain cognitive function.
• Able to cope with physical, social, and emotional changes
• Sense of control of their lives
Competencies

• Competencies specific to gerontological


nursing promote highest quality of care
• Basic competencies:
• Normal from abnormal findings-risks
• Assessment-empowerment
• Engage older adults in all care-preferences
identified
• Education-assist older adults in care needs
• Individualized care-facilitate advanced
directives
Optimal Health and Wholeness
• View aging as the process of realizing one’s humanness,
wholeness, and unique identity
• Achieve sense of personhood directed to self-
actualization
• Strengthen self-care capacity, eliminate or minimize self-
care limitations, and provide direct services by acting for,
doing for, or assisting the individual when demands
cannot be met independently
• Promote maximum independence for positive outcomes
Gerontological Nursing Roles

• Nurses function in various roles


• Healer: practice holistic nursing
• Caregiver: meet unique needs
• Educator: share knowledge and skills
• Advocate: speak up for older adults
• Innovator: “think outside the box”
Advanced Practice Nursing Roles

• Preparation in unique principles and best practices for


the older adult
• Broad knowledge base
• Capacity for independent practice
• Leadership
• Complex clinical problem-solving abilities
Program Kesehatan Lansia
Prosentase Santun Lansia
Lansia sehat, Lansia aktif, Lansia produktif
Lansia potensial Vs. tidak potensial (UU
No. 13 tahun 1998)
Lansia potensial Lansia tidak potensial
• Lansia masih mampu melakukan • Lansia yang tidak berdaya
pekerjaan dan atau kegiatan yang mencari nafkah sehingga
dapat menghasilkan barang dan/atau hidupnya bergantung pada
jasa bantuan orang lain
• Upaya peningkatan kesejahteraan • Upaya peningkatan
sosial bagi lansia potensial: kesejahteraan sosial bagi
• Pelayanan keagamaan dan mental lansia potensial:
spiritual
• Pelayanan kesehatan • Pelayanan keagamaan dan
• Pelayanan kesempatan kerja mental spiritual
• Pelayanan pendidikan dan pelatihan • Pelayanan kesehatan
• Pelayanan untuk mendapatkan • Pelayanan untuk
kemudahan dalam penggunaan mendapatkan kemudahan
fasilitas, sarana, dan prasarana umum dalam penggunaan fasilitas,
• Pemberian kemudahan dalam layanan sarana, dan prasarana umum
dan bantuan hukum • Pemberian kemudahan dalam
• Bantuan sosial layanan dan bantuan hukum
• Perlindungan sosial
Program Pelayanan Lansia (UU No. 13
Tahun 1998)

Pelayanan kesempatan
Pelayanan keagamaan Pelayanan kesehatan
kerja

Pelayanan untuk
mendapatkan
Pemberian kemudahan
Pelayanan pendidikan kemudahan dalam
layanan dan bantuan
dan pelatihan penggunaan fasilitas,
hukum
sarana, dan prasarana
umum

Pemberian perlindungan
Bantuan sosial
sosial
Pandangan terhadap lansia
• Aspek etis
• Aspek sosial
• Aspek ekonomi
• Aspek budaya
KOMPETENSI AFEKTIF
uP = PEMBERI ASUHAN
uNurturen
uGenerative
uProtective
uE = EMPATHI & BUKAN SIMPATI
uR = RESPONSIBLE - REAKTIF / ROLE MODEL
uA = AKONTABEL (Tanggung gugat)
uW = WASPADA / HATI-HATI
uA = ALTRUISTIK
uT = TRAMPIL
TAHU DIRI
uN : Nurture (Pemberi asuhan)
uU : Understand (Mengerti tentang perannya)
uR : Review (dasar tindakan nilai etik; standar; dan
hukum)
uS : Serve (membantu kebutuhan klien)
uE : Educate
WONG TUA IKU MALATI
uC = Communication
C = Complete
A = Accurate
R = Rapid
E = Enjoy

uA = Activity C = Cooperative
A = Applicable
R = Responsive
E = Empathy

uR = Review C = Considered
A = Appropriate
R = Reasoned
E = Evaluated

u E = Education C = Committed
A = Academic
R = Research
E = Extended
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP
KEPERAWATAN
uEtis
• Sikap kepada lanjut usia harus mempunyai aturan / tatakrama
• Menunjukkan tingkah laku yang menghargai martabat lansia
uDedikatif
• Inovatif dalam pelayanan lansia
• Banyak ide untuk kreasi yang dapat diterima lanjut usia
uSantun
• Ramah dan berpikiran positif
• Senyum yang berarti
• Sapa & Sentuhan penuh belas kasih pada lanjut usia
PERAWATAN LANSIA
MANAGERIAL ERROR

uLakukan pengaturan jadwal secara tepat


uKoordinasikan semua yang terlibat.
uLansia sering lamban dalam bertindak, perbuatlah sesuai
dengan aturan dengan penuh kesabaran
uBerikan waktu untuk lansia memutuskan pendapat.
uJangan memberikan perintah pada lansia secara
bersamaan denga tindakan yang berbeda.
uIngat emosional lansia labil
uBerikan penjelasan secara asertif
KOMPETENSI SKILL/TEKNIS
uBerikan layanan secara altruistik
uJaga privasi klien walaupun lanjut usia
uIngat lansia juga punya martabat
uJangan lupa dengan protap
uBerikan kebebasan untuk memilih
uJangan ceroboh
uSuasana dalam keadaan tenang
uPergunakan scientific problem solving methode
uPikirkan tingkat energi lanjut usia
uPerlu dipertimbangkan kemampuan indera klien
uKerjakan dengan penuh ketenangan
TEKNIK DALAM KOMUNIKASI
uMenggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh klien
lansia
uGunakan verbal yang jelas dan tepat.
uGunakan dengan body language
uMimik wajah harus memancarkan penuh kesabaran
uMenghadap secara tepat agar gerakan bibir membantu
penerimaan.
MANULA BERMARTABAT

uKlien lanjut usia bukanlah robot, walaupun kemampuan untuk


mengungkapkan ide tidak layak
uGunakan komunikasi secara langsung
uMinimalkan menggunakan peralatan atau mesin, bila memang
tidak sangat diperlukan
uLakukan kegiatan dengan penuh kesabaran
uSelalu memberikan pujian dan penghargaan walaupun hanya
sedikit prestasi
ADVOKASI KLIEN LANSIA
PENDIDIKAN KESEHATAN LANSIA

• Menghargai privasi klien


• Memperlihatkan otonomi keilmuan Ners
• Membantu program kesembuhan
• Memperlihatkan profesionalisme
• Mencegah terjadi konflik
• Gunakan bahasa yang mudah dan bisa diterima
PROFIL LANSIA VETERAN
uRiwayat / histori akan membawa perawat dalam
menentukan tindakan.
uUmumnya mempunyai kepribadian spesifik
uMasalah kesehatan umumnya tidak tunggal
uPerlu penyadaran diri
uDiperlukan pendeketan yang lebih
KESABARAN ADALAH KUNCI
KEBERHASILAN DALAM PERAWATAN
LANJUT USIA

uKompleksitas permasalahan lanjut usia


uPerlu dukungan moril yang kuat
uPendekatan secara religi umumnya lebih baik
uBerikan penghargaan sepantasnya.
uPenjelasan dengan penuh kesabaran
PENDIDIKAN LANJUT USIA
uPerlu ada keseriusan
uKaitkan unsur keyakinan dan keagamaan.
uHumor
uTopik yang sesuai dengan permasalahan
uPendidik harus lebih dinamis dan tidak seperti
menggurui
uUmumnya tidak suka di evaluasi
PELATIHAN PADA LANSIA

uKaji kemampuan klien


uBerikan ketrampilan yang lebih sederhana dan mudah
dulu.
uUlangi beberapa kali
uLakukan justifikasi
uBerikan penghargaan
uPesankan untuk bisa melakukan sendiri masing-
masing dirumah
Gaya Hidup Sehat
Lansia
uTidak merokok
uDiet rendah garam, lemak dan pedas
uTidak minum alkohol
uKontrol tekanan darah
uAktivitas – Istirahat – Tidur
uLatihan fisik
uMekanisme koping yang kondosif
Herbal Treatment
uBawang putih
uMahkota dewa
uKumis kucing
uDaun salam
uBlimbing buah
uMadu asli
Pengkondisian Diri
uMeditasi
uTeknik Relaksasi Benson's
uJacobson's progressive muscle relaxation,
uRhythmic breathing,
uImagery,
uLamaze,
uAutogenic training,
uHypnosis,
uTranscendental meditation,
uYoga,
uPsychoeducational care
Kolaborasi dan
Polifarmasi
uObat antihipertensi
uKontrol efek obat dan hipertensi
uCek Laboratorium (BUN, Kreatinin, SGOT)
uFisioterapi gejala sisa
uSpiritual support
uDukungan social worker
Future of Gerontological Nursing

• Lessons from the past: protect care of older adults and


specialty of gerontology
• Challenges for the future: research by nurses, add
gerontological nursing courses to nursing programs, and
teach continuing education for nurse in geriatrics
• Advance research: no room for trial and error; network
with other nurse researchers
Challenges for the Future

• Utilize evidence-based practices


• Advance research
• Promote integrative care
• Educate caregivers
• Develop new roles
• Balance quality care and health care costs