You are on page 1of 3

PROSEDUR PROYEK IKAN ALAMI

A. Prosedur Pengukuran Faktor Abiotik.


1.

B. Prosedur Penangkapan Ikan di Alam


1.

C. Prosedur Pembuatan Larutan


a. Larutan A
1. Disiapkan 20 mg serbuk AgNO3 dan Aquades 40 mL (perbandingan 1:2)
2. Semua bahan dicampur dan dihomogenkan di botol selai.
3. Botol selai ditutup rapat dengan plastik dan karet gelang.
b. Larutan B
1. Disiapkan serbuk Gelatin 22 gram ke dalam botol selai.
2. Ditambahkan 50 mL larutan Gliserin jenuh.
3. Disiapkan 50 mL Aquades dan dipanaskan hingga bersuhu 600C-700 C.
4. Larutan Gliserin jenuh dimasukkan ke dalam botol selai berisi gelatin.
5. Kemudian ditambahkan Aquades hangat bersuhu 600C-700 C, lalu segera
dihomogenkan.
6. Botol selai ditutup rapat dengan plastik dan karet gelang.
c. Larutan C
1. Disiapkan 50 mL larutan Asam Asetat Glasial, 50 mL Alkohol Absolut
(96%), dan 50 mL larutan Kloroform (perbandingan 1:1:1).
2. Semua bahan dimasukkan menjadi satu ke dalam botol selai, lalu
dihomogenkan.
3. Botol selai ditutup rapat dengan plastik dan karet gelang.
d. Larutan asam asetat 50% (D)
1. Disiapkan 50 mL Asam Asetat Glasial, kemudian dimasukkan ke dalam
gelas ukur 100mL.
2. Dimasukkan Aquades ke dalam gelas ukur tersebut sampai 100 mL,
kemudian dihomogenkan.
3. Hasil larutan dimasukkan ke dalam botol selai.
4. Botol selai ditutup rapat dengan plastik dan karet gelang.

D. Prosedur Pembuatan Preparat Sirip Kaudal Ikan Cyprinus carpio L.


1 Disiapkan ikan Cyprinus carpio L. yang siap dipotong sirip kaudal.
2 Sirip kaudal ikan Cyprinus carpio L. dipotong dan difiksasi menggunakan 1mL
Larutan C di botol vial selama 30 menit, setelah 30 menit Larutan C yang lama
diganti dengan yang baru, dan direndam selama 24 jam.
3 Selain itu, disiapkan kaca benda steril yang telah direndam dalam Alkohol 70%
selama 24 menit.
4 Setelah fiksasi, sirip kaudal ikan Cyprinus carpio L. diletakkan di atas kaca
benda steril, dan ditunggu hingga kering.
5 Kemudian sirip kaudal dicacah menggunakan silet tajam tidak berkarat
sambil ditetesi dengan Larutan D sampai terbentuk suspensi selama 1 jam
(selama pencacahan dijaga agar suspensi tidak kering dengan ditambah Larutan
D).
6 Hasil cacahan kemudian dibagi menjadi 2 range menggunakan tusuk gigi,
dipastikan hasil cacahan diratakan dan tidak bertumpuk-tumpuk.

R1 R2

7 Kemudian hasil cacahan segera ditetesi dengan 1 tetes Larutan A dan diratakan
dengan tusuk gigi.
8 Lalu segera ditetesi dengan 1 tetes Larutan B dan diratakan dengan tusuk gigi.
9 Sambil menetesi larutan tersebut, disiapkan air panas menggunakan Heater
bersuhu 40°C-50°C.
10 Kemudian preparat dipanaskan selama 30 menit di atas Heater dengan
disanggah menggunakan penyangga, suhu perlu tetap dijaga 40°C-50°C
menggunakan termometer.
11 Setelah dipanaskan, hasil preparat ditutup dengan kaca penutup dan didiamkan
hingga membentuk gel padat.
12 Setelah dingin, preparat diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran
1000 kali, tidak boleh menggunakan minyak emersi, cukup dibersikan
menggunakan kertas lensa.
13 Dihitung jumlah nukleolus; 1) diploid, 2) triploid, dan 3) tetraploid yang
tampak pada bidang pandang di mikroskop.
14 Pengamatan dilakukan dengan 3 kali bidang pandang pada setiap range
sebanyak 9 ulangan.
15 Data kemudian ditabulasi pada tabel data, tabel data perlu diperiksa oleh
asisten setiap pengambilan data.