You are on page 1of 3

 Muh.

Akbar Tanjung

“FESTIVAL SUNGAI MANDAR”

Sungai merupakan suatu penghidupan bagi manusia, leluhur orang-orang mandar


percaya bahwa sungai mengandung daya tarik tersendiri khususnya di daerah mandar. Kita
ketahui bahwa manusia hidup di muka bumi ini tak dapat dipisahkan yang namanya air
sehingga orang-orang mandar dahulu, sangat menjaga sungai mereka khususnya di daerah
mandar ini bahkan menurut mereka sungai merupakan suatu falsah kehidupan bagi orang-
orang mandar tersendiri dan memiliki sejarah panjang jika kita ingin membahas sejarah
sungai mandar.

Awal mula sebutan “mandar” berawal dari kata “manda” yang artinya sungai,
sehingga orang-orang mandar sangatlah menghargai yang namanya sungai khususnya sungai
yang terletak di daerah tersebut. Sungai merupakan suatu indentitas atau ibu bagi orang-
orang mandar dahulu sehingga mereka sangat menjaga alamnya dan kebersihan sungai
tersebut. bahkan jika ada pendatang dari luar dan menginjakkan kaki di tanah mandar maka
menurut mereka belum termasuk orang mandar jika belum meminum air sungai mandar. Hal
ini menandakan bahwa orang-orang mandar sangatlah muda menerima orang-orang luar
hanya dengan meminum air dari mandar sudah bisa dikategorikan sebagai orang mandar.
Namun, jika meminum air saja itu taklah cukup. Mungkin saja dari segi sebutan sudah
termauk orang-orang mandar tetapi kita perlu memahami juga mengapa orang-oreang mandar
sangatlah percaya bahwa air sungai mandar merupakan suatu kehidupan, identitas, ibu dll.
Apa yang istimewah dari sungai mandar ini ?

Sungai mandar memiliki makna yang sangat berkaitan dengan sifat orang mandar itu
sendiri yaitu air sungai mengalir di dataran rendah merupakan sifa bagi manusia, bahwa kita
seharusnya merendahkan diri, air berarti membersihkan atau suci jadi orang mandar
seharusnya selalu berfikiran bersih seperti air sungai dan ketika ada kekeruhan dalam diri
manusia seharusnya di buang dalam artian orang mandar tidak boleh bersifat pendendam dan
iri hati sesama manusia. Dan jika air sungai keruh, bertanda bahwa alam sangatlah marah
kepada tingkah laku manusia yang sering membuang sampah sembarangan, menebang pohon
semabarangan dll.
Melihat dari makna dan filosofis kehidupan orang-orang mandar dahulu mengenai
sungai mandar tentunya sangat membuka mata kita dizaman ini. di era yang serba modern ini
tentunya menjadi sebuah pengaruh besar terhadap budaya dan kebiasaan orang-orang mandar
dahulu. Pilihanya ada dua, Apakah ingin mengikuti zaman dan menggunakan kebiasaan
orang-orang luar ataukah tetap mengikuti zaman modrn namun kebiasaan-kebiasaan leluhur
orang mandar tetap dijalankan seperti etika, kebiasaan, menjaga sungai mandar dll.

Pemuda sangatlah berperan penting dalam hal ini, tentunya pemuda yang milenial
namun peduli terhadap lingkungan, budaya dan masyarakat. Jika kita lihat hanya segelintir
pemuda yang sadar hal ini. Padahal di zaman inilah momen yang sangat pas untuk
menyebarkan virus-virus kebudayaan yang masih sangat tradisional yaitu melalui parawisata.
Dengan maraknya pengguna media seosial seperti facebook, twiter, istagram, wassapp hingga
media-media percetakan. Tinggal bagaimana cara kita untuk mengelolah wadah parawisata
tersebut sehingga dapat mengandung daya tarik para wisatawan lain.

Salah satu cara untuk melestarikan kebiasaan atau budaya tradisonal orang-orang
mandar yaitu melalui “Festival sungai mandar” Festival sungai mandar telah dilaksakan yang
ke-6 kalinya pada tanggal 20 sampai 24 maret 2019 Bertempatan di Hutan bambu desa Alu,
Kec. Alu, Kabupaten Polewali mandar. Pada tahun ini kegiatan festival sungai mandar telah
melakukan suatu gerakan yang sangat milineal namun berisi tentang kebudayaan suku
mandar dengan melakukan jenis-jenis keiatan seperti pertunjukkan seni, perkemahan,
seminar, wisata buku, pasar rakyat, lomba lukis, lomba fotografi, lomba poster,film
dokumenter, pameran kreatif, dan diskusi antar komunitas.

Selain itu ada acara yang ramah lingkungan, seperti Penanaman pohon, sekolah
sungai, dan lomba rakit. Juga ada lomba yang memberdayakan kembali budaya setempat
seperti lomba maqjekka atau enggrang, ziarah situs sejarah dan budaya, Mandar Mangoling,
dan mendaki ke bukit Saragiang. Disisi lain nilai potitif kegiatan ini sangat didukung oleh
pemerintah setempat dan juga masyarakat pedesaan itu sendri. Ini merupakan suatu gerakan
pemuda untuk mengingatkan kepada kaum-kaum kota bahwa ibu dan intentitas suku mandar
ada di sungai dan pedesaan sehingga kita sebagai manusia seharusnya faham terhadap
lingkungan kita dan kebiasaan leluhur kita yaitu melestarikan kebiasaan-kebiasaan suku
mandar itu sendiri.
Festival ini dilaksanakan untuk mengenang peran penting Sungai Mandar bagi
masyarakat suku Mandar dalam menjalin hubungan antara kerajaan-kerajaan di hulu sungai
dengan kerajaan-kerajaan di hilir sungai. Festival Sungai Mandar adalah kegiatan budaya
hasil inisiatif warga Polewali Mandar melalui komunitas Uwake’ Culture Foundation.