You are on page 1of 8

Kajian

Peranan Pharmaceutical Care dalam Meningkatkan Hasil Klinis


dan Kualitas Hidup Pasien Penderita Diabetes Melitus
Muhamad Syaripuddin
Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes, Kemenkes RI
email: madsyar@litbang.depkes.go.id
Diterima: 15 Januari 2013 Direvisi: 20 Februari 2013 Disetujui: 20 Agustus 2013
Abstract
Pharmaceutical care is patient oriented pharmacy practice that required other healthcare to
optimize drug therapy. In the management of diabetes mellitus indicators was established as
a target in pharmaceutical care. The purpose of this paper is to evaluate pharmaceutical
care program, in order to optimize clinical result and quality of life of the patient diabetes
mellitus, and to identify indicators in pharmaceutical care program for patient diabetes
mellitus as well. Research of the impact of pharmaceutical care program for diabetes
mellitus patient have been done in other countries. The results showed that diabetes mellitus
indicators in patients managed with pharmaceutical care program were better than those
without that program applied. All patients with intervention of pharmaceutical care program
can control clinical result such as blood glucose, blood presure, level of HbA1C, HDL, LDL
and total cholesterol. The patient’s quality of life with intervention had improved compare to
those without intervention. Indicators to evaluate pharmaceutical care program have
changed from clinical indicators only to clinical plus quality of life indicators.
Pharmaceutical care program was useful to improve clinical result and quality of life of
diabetic patient. Quality of life indicators could be added to evaluate pharmaceutical care
program. Pharmaceutical care program brings about positif impact for patient, provider,
pharmacist and economic aspect as well.
Keywords : Pharmaceutical care, Clinical result, Quality of life, Diabetes mellitus.
Abstrak
Pharmaceutical care (PC) adalah program yang berorientasi kepada pasien dengan
melibatkan tenaga kesehatan lainnya dalam mengoptimalkan hasil terapi. Dalam
penatalaksanaan diabetes melitus (DM) beberapa parameter sudah ditentukan sebagai target
keberhasilan PC. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan PC dalam meningkatkan
hasil klinis dan kualitas hidup pasien penderita DM, serta untuk mengidentifikasi parameter-
parameter lainnya yang berhubungan dengan program PC untuk pasien DM. Penelitian
tentang dampak PC terhadap pasien penderita DM sudah banyak dilakukan di berbagai
negara. Hasilnya menunjukkan bahwa parameter DM yang diukur pada pasien dengan
program PC lebih baik dibandingkan pasien tanpa program. Kebanyakan pasien yang
diintervensi dapat mengontrol hasil klinis dengan baik, seperti kadar glukosa darah, tekanan
darah, HbA1C, HDL, LDL dan kolesterol total. Kualitas hidup pasien yang diintervensi
dengan program PC juga meningkat dibandingkan dengan pasien tanpa program PC.
Parameter yang dipakai dalam mengevaluasi keberhasilan program PC berubah dari hanya
parameter klinik menjadi parameter klinik plus parameter kualitas hidup. Program PC sangat
bermanfaat dalam meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup pasien penderita DM. Perlu
penambahan parameter kualitas hidup dalam menilai keberhasilan program PC. Program PC
memberikan dampak positif terhadap pasien, penyedia layanan kesehatan, apoteker dan
ekonomi.
Kata kunci : Pharmaceutical care, Hasil klinis, Kualitas hidup, Diabetes melitus

52
Pendahuluan ini.3,4 Berdasarkan etiologinya DM dibagi
menjadi lima kelompok, yakni DM tipe 1,
Pharmaceutical care (PC) adalah DM tipe 2, DM lain, DM gestasional dan
program yang berorientasi kepada pasien Pra-diabetes.3,5
yang bekerja sama dengan tenaga
kesehatan lainnya dalam promosi Prevalensi DM tipe 1 sebesar 5-10%
kesehatan, mencegah penyakit, menilai, dari semua kasus diabetes. Hal ini terjadi
memonitor, merencanakan dan pada anak-anak atau pada awal usia
memodifikasi pengobatan untuk menjamin dewasa karena kerusakan sel beta pankreas
rejimen terapi yang aman dan efektif. yang berakibat pada berkurangnya sekresi
Tujuan dari PC adalah mengoptimalkan insulin. Prevalensi DM tipe 2 sebesar 90%
kualitas hidup pasien dan nilai positif hasil dari kasus diabetes. Hal ini biasanya
klinik yang ingin dicapai dengan cara ditandai oleh resistensi terhadap kerja
mengatasi masalah yang berkaitan dengan insulin dan defisiensi insulin dalam darah.
pengobatan sebaik mungkin.1,2 Beberapa Diabetes melitus tipe lain sebesar 1-2%
hambatan yang mungkin dihadapi dalam dari kasus meliputi gangguan endokrin,
melakukan PC diantaranya kurangnya diabetes pada kehamilan, pankreatitis, dan
waktu dan jumlah tenaga apoteker, akibat pengobatan. Gangguan toleransi
kurang terlatihnya apoteker dalam glukosa menggambarkan kadar plasma
melakukan pelayanan PC, kurangnya glukosa yang tinggi tapi belum didiagnosis
dukungan administrasi, kurangnya sebagai DM.4
penerimaan tenaga kesehatan lainnya Penatalaksanaan DM mempunyai
tentang pelayanan PC dan kurangnya tujuan akhir untuk mengurangi mortalitas
sistem dokumentasi yang memadai.1 dan morbiditas DM. Tujuan utama
Diabetes melitus (DM) merupakan
penatalaksanaan DM yaitu menjaga agar
kumpulan gangguan metabolik dengan kadar gula darah dalam keadaan normal
karakteristik hiperglikemi dan terjadinya dan mencegah atau meminimalisasi
abnormalitas metabolisme lemak dan komplikasi DM. Berdasarkan buku
karbohidrat. Kejadian ini merupakan pharmaceutical care untuk penyakit
dampak dari berkurangnya sekresi insulin, diabetes melitus beberapa paremater sudah
kerja insulin atau keduanya. Kelainan ditentukan sebagai target penatalaksanaan
mikrovaskular, makrovaskular dan kompli DM. Target penatalaksanaan tersebut
kasi neuropatik sering menyertai penyakit dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut:5

Tabel 1. Parameter penatalaksanaan pasien diabetes melitus


No Parameter Kadar ideal yang diharapkan
1 Kadar glukosa darah puasa 80 - 120 mg / dl
2 Kadar glukosa plasma puasa 90 - 13 mg / dl
3 Kadar glukosa darah saat tidur 100 - 140 mg /dl
4 Kadar glukosa plasma saat tidur 110 - 150 mg /dl
5 Kadar insulin <7%
6 Kadar HbA1C < 7 mg / dl
7 Kadar kolesterol HDL (high-density > 45 mg / dl (Pria)
lipoprotein) > 55 mg / dl (Wanita)
8 Kadar trigliserida < 200 mg /dl
9 Tekanan darah < 130/80 mmHg

53 Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.2.2013: 52 -59


Peranan Pharmaceutical Care … (Muhamad Syaripuddin)

Beberapa paremeter dalam menilai bagi penderita diabetes.6 Tenaga farmasi


dampak PC terhadap pasien DM berbeda komunitas dapat meningkatkan pencapaian
satu sama lain tergantung dari tujuan indikator klinik pasien DM dengan
penelitian. Dari berbagai penelitian melakukan intervensi antara lain:
beberapa parameter yang digunakan dalam konsultasi terjadwal, menetapkan tujuan
menilai keberhasilan program PC di klinik, melakukan monitoring,
berbagai negara disampaikan dalam Tabel berkolaborasi dengan dokter dan
2. menyarankan rujukan ke ahli. Indikator-
indikator tersebut dapat dicapai dengan
Penelitian yang dilakukan oleh
baik secara signifikan dan sekaligus dapat
Mertkan T. dkk di Turki menyimpulkan
menurunkan biaya langsung pengobatan.7
bahwa apoteker merupakan komponen
Selain itu, PC juga merupakan komponen
kunci dalam pelayanan yang terintegrasi
yang penting dalam perawatan pasien
bagi pasien DM. Hasil yang baik dari
diabetes berbasis masyarakat.2
penelitian ini merupakan motivasi bagi
apoteker komunitas untuk melakukan PC

Tabel 2. Parameter penatalaksanaan pasien Diabetes Melitus di berbagai negara


No Tahun Penelitian Lokasi Parameter
1 2005 Rhonda M.C. Australia A1C hemoglobin (HbA1C), tekanan darah
sistolik, tekanan darah diastolik.
2 2008 K.P. Arun India Body mass index (BMI), kadar glukosa
darah, health-related quality of life
(HRQoL).
3 2009 Mertkan T. Turki Kadar gula darah, tekanan darah, berat
badan, monitoring kadar gula darah mandiri,
kepatuhan, kontrol dengan dokter.
4 2011 Paulo R.O. Brazil Kepatuhan farmakoterapi, tekanan darah,
glukosa sewaktu, HbA1C trigliserida dan
kolesterol total.
5 2011 Paulo R.O. Brazil Tekanan darah sistolik, tekanan darah
diastolik, glukosa sewaktu, HbA1C,
trigliserida, kolesterol Low-density
lipoprotein (LDL), high-density lipoprotein
(HDL), kolesterol total, BMI dan lingkar
perut.
6 2012 Aline O.M. Brazil HbA1C, glukosa sewaktu, kolesterol total,
HDL, LDL, trigliserida, tekanan darah
sistolik.
7 2012 Anan S.J. Jordania HbA1C, tekanan darah, nilai lemak,
kepatuhan pengobatan, aktifitas pasien.

Dalam menjalankan program PC Dengan berkolaborasi isu-isu PC dapat


seorang apoteker tidak dapat bekerja diidentifikasi dan dengan cepat direspon
sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan untuk dapat mengoptimalkan perawatan
tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, kepada pasien terutama untuk penyakit
perawat dan ahli gizi. Kolaborasi ini kronis. Masalah utama yang dihadapi
penting untuk meningkatkan hasil adalah ketidakpatuhan pasien dalam
perawatan yang diberikan kepada pasien. mengkonsumsi obat terutama pada pasien

54
dengan penyakit kronis.8 Model PC yang berperan penting dalam penatalaksanaan
terintegrasi dalam kegiatan apoteker program PC.
komunitas sudah dilakukan dan hasilnya Arun K.P. dkk pernah melakukan
menunjukan bahwa kinerja apoteker penelitian di India tentang peran PC
menjadi efektif dan dapat diterima baik, terhadap manajemen pasien DM. Hasilnya
oleh dokter maupun dan pasien.9 menunjukkan bahwa program PC dapat
Intervensi yang dilakukan oleh meningkatkan kualitas hidup penderita
seorang farmasi klinis terbukti dapat DM berdasarkan hasil klinik dan kualitas
meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup. Hal ini didukung oleh data
hidup pasien DM. Selain itu penelitian ini penelitian tentang nilai Body Mass Index
juga menunjukkan bahwa ada hubungan (BMI) dari penderita DM. Penderita DM
antara beberapa faktor klinis dan kualitas yang diintervensi dengan program PC
hidup pasien DM.10 Linda M.S. dalam memiliki BMI yang tetap terkontrol
penelitiannya menyatakan bahwa 61% dari dibandingkan dengan penderita yang tidak
pasien memiliki satu atau lebih masalah diintervensi. Selain itu, kadar gula darah
terapi obat dan dapat diatasi dengan pasien yang diintervensi dengan program
menerapkan PC. Penanganan kasus ini PC turun sebanyak 25 unit dibandingkan
dapat meningkatkan dan mempertahankan dengan pasien yang tidak diintervensi.
status klinik pasien sebanyak 83% serta Secara keseluruhan nilai kualitas hidup
biaya yang dapat disimpan dengan pasien yang diintervensi naik 45%
program PC sebesar U$ 1,134,162.11 dibandingkan dengan pasien tanpa
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji intervensi program PC.13 Hasil ini
peranan PC dalam meningkatkan hasil menunjukkan bahwa peranan PC dalam
klinis dan kualitas hidup pasien penderita meningkatkan kualitas hidup penderita
DM. Selain itu untuk mengidentifikasi DM sangat penting.
parameter-parameter yang berhubungan Penelitian yang dilakukan oleh
dengan program PC untuk pasien DM. Mertkan T. dkk di Turki menyimpulkan
Hasil Kajian Literatur bahwa program pendek PC dapat
meningkatkan indikator klinik pasien DM
Beberapa penelitian tentang peran
dan dapat mengendalikan komorbiditas
PC terhadap manajemen pasien penderita
DM sudah banyak dilakukan baik di yang akan ditimbulkan. Selama 3 bulan
pasien mendapat intervensi oleh farmasis,
negara maju ataupun negara berkembang.
selanjutnya diukur indikator klinisnya
Parameter dan hasil dari beberapa
untuk mengetahui keberhasilan program.
penelitian akan disampaikan dalam
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
paragraf selanjutnya dalam tulisan ini.
setelah 3 bulan kadar glukosa darah pasien
Data dari Fremantle Diabetes Study turun sebesar 23% dari kadar glukosa
yang ditulis oleh Rhonda M.C. dkk darah awal sebesar 167 mg/dL. Jumlah
menyebutkan bahwa penerapan program pasien yang mencapai tekanan darah yang
PC selama 12 bulan dapat menurunkan diinginkan baik sistolik maupun diastolik,
kadar glukosa darah dan tekanan darah naik dari 16,3% menjadi 39,5%.6
pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini Penelitian ini juga menyebutkan bahwa
juga menyebutkan bahwa apoteker yang hasil ini merupakan motivasi bagi apoteker
terlibat dalam program memberikan komunitas untuk melakukan program PC
kontribusi dalam perbaikan kadar HbA1C bagi penderita DM. Hasil ini menunjukan
melalui perubahan farmakoterapi. Program bahwa apoteker sangat berperan dalam
PC merupakan bukti yang bernilai bagi tim melakukan program PC dan dapat
multidisplin dalam penanganan diabetes.12 ditularkan kepada apoteker lain yang
Hal ini membuktikan bahwa apoteker bekerja di komunitas. Penelitian yang

55 Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.2.2013: 52 -59


Peranan Pharmaceutical Care … (Muhamad Syaripuddin)

dilakukan oleh Paulo Roque dkk di Brazil BMI ( 26,2 kg/m2 menjadi 26,1 kg.m2) dan
selama 36 bulan menunjukkan bahwa penurunan lingkar perut (103,2 cm
terjadi peningkatan kepatuhan menjadi 102,5 cm). Sementara itu pada
farmakoterapi dan hasil klinik yang baik pasien tanpa intervensi tidak terlihat
setelah diintervensi program PC. Selama perubahan yang signifikan.16 Hasil ini
36 bulan pasien menjalani intervensi memperkuat peranan program PC dalam
program PC dan diukur parameter- meningkatkan kualitas hidup penderita
parameter keberhasilan terapi. Hasil DM.
intervensi menunjukkan bahwa kepatuhan Penelitian lain yang dilakukan di
farmakoterapi pasien yang diintervensi Brazil oleh Aline Oliveira dkk
meningkat berdasarkan Morisky-Green menunjukkan bahwa program PC dapat
Test dari 50,5% menjadi 80,5% mereduksi kadar A1C hemoglobin pada
dibandingkan dengan pasien tanpa
pasien diabetes selama 6 bulan. Penelitian
intervensi. Peningkatan yang signifikan ini juga menyarankan program PC sebagai
juga terjadi dalam menjaga tekanan darah, strategi yang penting dalam
jumlah pasien yang tekanan darahnya mengidentifikasi dan menjawab masalah
terkontrol naik dari 26,8% menjadi 86,6% terapi obat pada pelayanan primer. Selain
pada pasien yang diintervensi. Demikian itu program PC memberikan efek positif
halnya dalam menjaga kadar glukosa terhadap penyedia layanan kesehatan.16
jumlah pasien yang dapat mengontrol Hal ini menunjukkan bahwa program PC
kadar glukosa darah naik dari 29,9% bukan hanya berdampak kepada pasien
menjadi 70,1%. Selain itu kadar A1C tetapi juga berdampak pada sistem layanan
hemoglobin, trigliserida, dan kadar kesehatan.
kolesterol total juga dapat terkontrol.14
Hasil ini menunjukan pentingnya peranan Penelitian di Jordania oleh Anan S.J.
program PC dalam meningkatkan menyimpulkan bahwa pasien dengan DM
kepatuhan farmakoterapi dan tipe 2 yang diintervensi dengan program
mempertahankan hasil klinik dari PC berhasil menurunkan kadar HbA1C
penderita diabetes. selama 6 bulan. Enam dari 8 parameter
yang diukur pada kelompok intervensi
Pada penelitian yang sama, Paulo mengalami perubahan dibandingkan
Roque dkk melihat peran positif lain dari dengan kelompok tanpa intervensi. Enam
program PC. Paulo melihat program PC parameter tersebut adalah kadar glukosa
dapat menurunkan risiko penyakit darah, tekanan darah sistolik dan diastolik,
kardiovaskular pada pasien usia lanjut kolesterol total, kadar LDL, Kadar
penderita diabetes yang dilakukan trigliserida, kepatuhan pengobatan dan
intervensi selama 36 bulan. Hasil aktifitas fisik. Sedangkan dua parameter
penelitian menunjukkan terjadinya yang tidak berubah secara signifikan
penurunan tekanan darah sistolik dari adalah kadar HDL dan BMI.17 Hasil yang
156,7 mmHg menjadi 133,7 mmHg dan tidak signifikan pada dua parameter yang
tekanan darah diastolik dari 106,6 mmHg diteliti perlu diketahui penyebab
menjadi 91,6 mmHg. Selain itu kadar utamanya, dengan demikian intervensi
glukosa darah sewaktu turun dari 135,1 yang dilakukan akan memberikan hasil
mg/dL menjadi 107,9 mg/dL dan kadar yang lebih baik.
A1C hemoglobin turun dari 7,7% menjadi
7%. Hasil penelitian juga menunjukan Pembahasan
penurunan kadar LDL (112,4 mg/dL
menjadi 102,0 mg/dL), peningkatan kadar Parameter-parameter DM yang diukur
HDL (55,5 mg/dL menjadi 65,5 mg/dL), dalam program PC berubah dari waktu ke
penurunan kadar kolesterol total (202,5 waktu. Perubahan parameter dalam
mg/dL menjadi 185,9 mg/dL), penurunan pengukuruan PC yaitu dari parameter

56
klinis menjadi kualitas hidup. Walaupun tepat dan rasional. Tanpa apoteker akan
demikian, parameter klinis DM tetap sulit untuk melakukan program PC yang
menjadi tolok ukur keberhasilan program tepat bagi pasien. Penting karena apoteker
PC, seperti kadar glukosa darah, tekanan dapat berkomunikasi dengan pasien,
darah, HbA1C, HDL, LDL dan total perawat, dokter dan tenaga kesehatan
kolesterol. Sedangkan parameter kualitas lainnya untuk mengoptimalkan terapi
hidup yang diukur antara lain BMI, kepada pasien. Fungsi ini harus dijalankan
HRQoL, monitoring kadar gula darah dengan baik dan terpadu (dalam satu tim)
mandiri, kepatuhan pasien, kontrol dengan untuk memberikan yang terbaik bagi
dokter, kepatuhan farmakoterapi, lingkar pasien. Apoteker di rumah sakit atau
perut dan aktifitas pasien. apoteker komunitas yang tersebar di
berbagai apotek dapat berperan sebagai
Perubahan-perubahan parameter ini
konsulen dalam melakukan program PC.
memang sudah tepat dan perlu terus
Pengetahuan dan keterampilan
disosialisasikan, karena pada hakikatnya
berkomunikasi yang baik merupakan
tujuan pengobatan bukan hanya
syarat mutlak yang harus dimiliki seorang
menyembuhkan pasien tetapi juga
apoteker untuk dapat berperan secara
mengembalikan pasien menjadi orang
optimal dalam melakukan program PC.
normal seperti sebelum menderita suatu
penyakit. Parameter kualitas hidup diukur Program PC yang dimotori oleh
dengan mengunakan kuesioner terstruktur apoteker sangat penting dalam
untuk menilai kemampuan pasien untuk meningkatkan hasil klinis pasien DM.
bisa melakukan kembali aktifitas seperti Beberapa literatur yang disampaikan
biasa. Sebaiknya kuesioner ini disusun sebelumnya membuktikan bahwa dengan
berdasarkan standar yang sudah ada dan program PC indikator klinis pasien DM,
disesuaikan dengan bahasa dan budaya seperti kadar glukosa darah, tekanan darah,
yang berlaku di lingkungan setempat. HbA1C, HDL, LDL dan total kolesterol
Dengan demikian parameter kualitas hidup menjadi lebih baik. Program jangka
yang diukur dapat dimengerti dan diterima pendek (3-12 bulan) atau jangka panjang
oleh pasien, serta mencerminkan kualitas (36 bulan) dari PC menunjukan hasil yang
hidup pasien yang sesungguhnya. baik dalam penatalaksanaan pasien DM.
Disamping itu parameter kualitas hidup
Buku pedoman PC yang ada di
pasien DM juga mengalami peningkatan
Indonesia masih mengukur keberhasilan
setelah pasien diintervensi dengan program
program PC berdasarkan hasil klinis. Oleh
PC. Hal ini tentunya sangat
karena itu, perlu dilakukan revisi dengan
menguntungkan bagi pasien karena dengan
menambahkan parameter kualitas hidup.
intervensi ini waktu untuk mencapai target
Parameter kualitas hidup perlu
ditambahkan untuk melengkapi parameter penatalaksanaan DM menjadi lebih singkat
dan pasien dapat mengontrol penyakitnya
yang sudah ada dan pada akhirnya akan
sendiri.
memberikan manfaat yang lebih bagi
pasien penderita DM. Dengan program PC Program PC juga berdampak kepada
yang memasukan parameter kualitas penyedia layanan kesehatan (provider).
hidup, pasien tidak hanya sembuh tetapi Dengan adanya program PC pasien merasa
diharapkan dapat melakukan aktifitas diperhatikan oleh pihak provider.
sehari-hari dengan baik. Keterlibatan tim yang solid yang terdiri
dari berbagai disiplin ilmu akan
Peranan apoteker sebagai pengelola
memberikan kesan bahwa provider
program PC adalah mutlak dan penting.
memberikan layanan maksimal dan
Mutlak karena apoteker mengerti seluk
menyeluruh kepada pasien yang dirawat.
beluk tentang obat, mulai dari pembuatan,
Hal ini juga akan menimbulkan kesan yang
pendistribusian hingga penggunaan yang

57 Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.2.2013: 52- 59


Peranan Pharmaceutical Care … (Muhamad Syaripuddin)

baik pada penyedia layanan kesehatan, 1. Program PC sangat bermanfaat dalam


terlebih bila dilakukan secara terus meningkatkan hasil klinis dan kualitas
menerus dan konsisten. Saat ini belum hidup pasien penderita DM.
banyak provider yang memberikan 2. Parameter yang sering dipakai dalam
layanan menyeluruh dengan melibatkan mengevaluasi keberhasilan program
tim dari berbagai disiplin ilmu untuk PC berubah dari hanya berupa
melayani pasien yang dirawat. Peluang ini parameter klinik saja menjadi
harus segera dimanfaatkan oleh provider parameter klinik yang ditambah
sebagai senjata dalam bersaing dengan parameter kualitas hidup.
provider lainnya. 3. Parameter yang ditambahkan untuk
Bagi apoteker, program PC sangat mengevaluasi program PC perlu
penting dalam meningkatkan kualitas dan disesuaikan, yakni dengan
peran serta apoteker dalam merawat menambahkan parameter BMI,
pasien. Dengan program PC apoteker HRQoL, monitoring kadar gula darah
diharuskan ikut serta dalam suatu tim, hal mandiri, kepatuhan pasien, kontrol
ini akan merangsang apoteker untuk dengan dokter, kepatuhan
belajar lebih banyak tentang obat dan hal- farmakoterapi, lingkar perut dan
hal lain yang berhubungan dengan aktifitas pasien.
pengobatan. Pengetahuan apoteker tentang 4. Program PC dapat meningkatkan
farmakodinamik, farmakokinetik obat, kualitas hidup pasien penderita DM
kombinasi obat, patologi penyakit, tata disamping dapat mengurangi risiko
laksana penyakit harus selalu diperbaharui penyakit lain seperti hipertensi,
dengan pengetahuan yang terkini. Tanpa dislipidemia dan jantung.
hal ini apoteker tidak dapat optimal 5. Program PC memberikan dampak
berdiskusi dengan tenaga kesehatan positif bagi pasien, penyedia layanan
lainnya. Keberadaan apoteker sebagai kesehatan, apoteker dan ekonomi.
salah satu tenaga kesehatan akan semakin
diakui di hadapan pasien dan diantara Daftar Rujukan
tenaga kesehatan lainnya. 1. Sreelalitha NEV, Narayana G, Padmanabha
Program PC juga berdampak Y, Reddy RM. Review of Pharmaceutical
Care Services Provided by The Pharmacist.
terhadap ekonomi. Dengan program PC IRJP 2012;3(4):78-79.
biaya perawatan akan lebih dapat dihemat 2. Timothy MDR, Wendy AD, Kevin TB. The
karena tata laksana pengobatan sudah jelas Role of Pharmaceutical Care in Diabetes
dan sudah terstruktur rapi dengan pilihan Management. The British Journal of Diabetes
obat yang paling efektif. Dengan aand Vascular Disease 2005;5:352-6.
3. Curtis LP, Charles AR, William LI. Section 8,
demikian, pemakaian alat dan obat yang Endocrinology Disorder, Diabetes Mellitus. In
tidak perlu dapat dihindari dan pasien akan Joseph T. Dipiro, Robert L. Talbert, Gary C.
sembuh dengan biaya yang relatif hemat. Yee, Gary R. Matzke, Barbara G. Wells, L.
Hal ini tentunya akan memberikan dampak Michael Posey, editor. Pharmacotherapy A
sosial yang lebih baik bagi pasien dan Pathophysiologic Approach. Seventh ed;
2008.
keluarganya dalam menghadapi penyakit 4. Barbara GB, Dipiro JT, Terry L.
yang dideritanya. Schwinghammer L. Pharmacotherapy
Handbook; 2009.
5. Dirjen Binfar dan Alkes. Departemen
Kesimpulan Kesehatan Republik Indonesia.
Dari hasil analisis literatur dan Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes
pembahasan sebelumnya, maka beberapa melitus; 2005.
kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan 6. Mertkan T, Mesut S, Sule AR, Mehmet H,
Fikret VI. Improvement of Diabetes Indices of
ini antara lain:
Care by a Short Pharmaceutical Care
program. Pharm World Sci 2009;31:689-95.

58
7. Daniel G, Benjamin MB. Patient Self- Program on Vaskular Risk factors in Type 2
Management Program for Diabetes: First- Diabetes. Diabetes Care 2005;28(4):771-6.
Year Clinical, humanistic, and Economic 13. Arun KP, Murugan M, Rajesh K,
Outcomes. J Am Pharm Assoc 2005;45:130-7. Rajalakshmi SR, Komathi V. The Impact of
8. Siew SC et.al. Pharmaceutical Care Issues Pharmaceutical Care on The Clinical
Identified by Pharmacist in Patients with Outcome of Diabetes Mellitus among a Rural
Diabetes, Hypertension or Hyperlipidaemia in Patient Population. Int J Dev Cities
Primary care Setting. BMC Health Services 2008;28(1):15-8.
Research 2012;12:388. 14. Paulo RON, et.al. Effect of a 36-month
9. Joel W, Marion B, Brown I, McKnight J. pharmaceutical care program on
Pharmaceutical Care Model for Patient With pharmacotherapy adherence in elderly
Type 2 Diabetes; Integration of The diabetic and hypertensive patients. Int J clin
Community Pharmacist into The Diabetes Pharm 2011;33:642-9.
team- a pilot Study. Pharm World Sci 15. Paulo RON, et.al. Effect of a 36-month
2004;26:18-25. Pharmaceutical Care Program on Coronary
10. Douglas LJ, Kelly RR, Elinor CG, Andrea Heart Disease Risk in Elderly Diabetec and
MW. Impact of Clinical Pharmacist Hypertensive Patients. J Pharm Pharmaceut
Intervention on Diabetes Related Quality-of- Sci 2011;14(2):249-263.
life in an Ambulatory Care Clinic. Pharmacy 16. Aline OMM, et.al. Pharmaceutical Care
Practice;5(4):169-73. Program for Type 2 Diabetes Patients in
11. Strand LM, Cipolle RJ, Morley PC, Frakes Brazil:a Randomised Controlled trial. Int J
MJ. The Impact of Pharmaceutical Care Clin Pharm 2012.
Practice on The Practitioner and The Patient 17. Anan SJ, Salam GA, Tareq LQ, Ghassan ST.
in The Ambulatory Practice Setting: Twenty- Randomized Controlled Trial of Clinical
five Years of Experience. Current Pharmacy Management of Patients with Type
Pharmaceutical Design 2004;10:3987-4001. 2 Diabetes in an Outpatient Diabetes Clinic in
12. Rhonda MC, Wendy AD, Kevin TB, Tomothy Jordan. Journal of Managed care Pharmacy
MED. Effect of a Pharmaceutical Care 2012;18(7):516-526.

59 Jurnal Kefarmasian Indonesia Vol 3.2.2013: 52 -59