You are on page 1of 2

17

Pathway
Gg metabolik (DM) infeksi (pielonefritis) obst. Tr. Urinarius (batu gg imunologis hipertensi gg tubulus primer gg konginentasi &
herediter
Gnjl, konstriksi) utetra. (glomerulonefritis) (nefrotoksik) (peny. Polikistik, hipoplasia
Renalis & asidosis tubulus
Mobilisasi lemak kerusakan progresif gg p.drh ginjal Ginjal)
hampir semua struktur penembusan cairan di akumulasi kompleks antigen (aterosklerosis, hiperplasia

ginjal pelvis ginjal ureter antibodi mengendap di fibro muskular nefrosklerosis


penebalan membran membran glomerulus ggn. Fs. Ginjal
dsr. Kapiler
sebagian besr jar. Atrofi parenkim ginjl
Fungsional ginjal hilng prbhn mmbrn yg progresif iskemia jaringan

disfungsi endotel
mikrovaskuler hidronefrosis invasi jar. Fibrosa pd nekrosis
glomerulus

mikroangiopati kruskn struktur gnjl


jmlh kapilr pnyrng
munurun
nefropati

GFR menurun

gagal ginjal

sekresi entropoitin ekskresi air & zt trlrt retensi cairn elektrolit konsentrasi vit. D aktf konsentrasi PO4 serum
penimbunan asam dlm cairn tbh
ginjal dalm darah menurun

zat terlarut/sisa met. Produksi renin cairn menumpuk peningktn PO4 dan Ca PH darah menurun (<6,8)
produksi sel drh mrh (ureum & kreatinin ) Ca+ dlm tlng menurun dalm plasma

angiostensin I edema asidosis metabolik


anemia anemia kosentrasi Ca terionisasi
serum plasma menurun
angiotensin II kelebihan volume cairan hiperventilasi
kristalisasi urea
Perubahan perfusi
osteomalasio
sekresi aldosteron konstruksi arteri sesak napas
Jaringan serebral
akumulasi toksik
reab Na, air TD
kulit otak sel sertia Intoleransi aktivitas
pola napas tidak efektif
penurunan COP
17

kulit kering bersisik & gatal kemmpuan brpikir anoreksia, mual, muntah, nafas bau

Resiko kerusakan integritas kulit perubahn proses berpikir perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh

Gambar 2.3 Pathway GGK (Wijaya & Putri , 2013).