You are on page 1of 10

12/20/2016

Manajemen • Pikirkan bagaimana produk-produk berikut


sampai ke tangan pelanggan:
Transportasi dan • Gula pasir
• Sabun cuci
Distribusi • Roti kaleng
• Minyak goreng
• Air mineral

Pertanyaan Pokok:
• Siapa yang akan menditribusikan?
Pelanggan • Berapa eselon sistem distribusinya? Pelanggan
• Apa mode transportasinya?
• Bagaimana strategi distribusinya?
Pelanggan • Berapa service level yang ingin dicapai? Pelanggan

Pabrik Pelanggan Pabrik Pelanggan

Pelanggan Pelanggan

Pelanggan Pelanggan

Transportation Logistics Ensures that


What is it? • the RIGHT product,
• Movement of raw materials and finished goods to
consumers. • in the RIGHT quantity,
• in the RIGHT condition,
• is delivered to the RIGHT customer
• at the RIGHT place,
• at the RIGHT time,
• at the RIGHT cost.

1
12/20/2016

Fungsi Dasar Manajemen Dampak Perbaikan Sistem


Transportasi dan Logistik Transportasi
1. Melakukan segmentasi dan menentukan target • Meningkatkan daya saing usaha :
service level
• jangkauan pelayanan yang lebih banyak
2. Menentukan mode transportasi yang digunakan
• kualitas pelayanan yang lebih baik
3. Melakukan konsolidasi informasi dan
pengiriman • Penghematan ongkos transportasi
4. Melakukan penjadwalan dan penentuan rute • Menekan harga jual produk
pengiriman
5. Memberikan pelayanan nilai tambah
6. Menyimpan persediaan
7. Menangani pengembalian

SISTEM TRANSPORTASI
• Struktural: • Kelembagaan:
• alat/moda transport : truk, kereta api, kapal laut, pipa,
pesawat terbang • Perusahaan angkutan → mempunyai alat
• prasarana transport : transportasi sendiri
Moda Transport Prasarana • Perusahaan jasa angkutan
Truk, mobil Jalan raya, terminal, jembatan • Freight forwarder → biasanya tidak
timbang mempunyai alat transport sendiri, tetapi
Kereta api Rel, stasiun bertanggung jawab terhadap
Kapal laut / angkutan air Pelabuhan pengangkutan barang.
Pesawat / angkutan udara Bandara
Pipa Pipa

Karakteristik Moda Transportasi

1. Kereta Api (Rail) :


• Jaringan pelayanan (rel) terbatas
• Bisa mengangkut barang-barang yang berat dan
volume/ukurannya cukup besar
• Ongkosnya murah
• Lambat
• Variabilitas delivery time cukup besar
• Jenis komoditas yang diangkut, terutama adalah dari sektor
industri primer (hasil pertanian, tambang dan lain-lain)
• Karakteristik barang yang diangkut adalah yang tidak
mudah rusak, karena kemampuan handling kereta api
kurang bagus.

2
12/20/2016

RAILWAYS 2. Truk (Truck):


• Jaringan pelayanan tak terbatas
• Bisa mengangkut barang-barang yang cukup berat, tetapi
dengan ukuran barang yang dibatasi oleh kondisi prasarana
fisik jalan
• Tidak terlalu murah (sedang)
• Performansi delivery time nya lebih baik dari pada kereta api
dan variabilitas delivery timenya tidak sebesar kereta api
• Jenis komoditas yang bisa diangkut bisa apa saja
• Handlingnya cukup aman.

3. Kapal Laut (Water): 4. Angkutan udara/pesawat (Air):


• Jaringan pelayanannya sangat terbatas • Jaringan pelayanan terbatas
• Barang-barang yang diangkut bisa berat dan ukurannya bisa
fleksibel
• Barang yang diangkut ringan, ukuran kecil
• Ongkosnya paling murah diantara alat transport yang lain • Paling mahal dibanding alat transport yang lain
• Performansi delivery timenya paling jelek → lambat, • Performansi delivery timenya baik, variabilitas
variabilitas besar kecil
• Jenis barang yang diangkut bisa apa saja • Sistem handlingnya paling baik, sehingga bisa
• Karakteristik barang yang diangkut yang tidak mudah rusak mengangkut barang-barang yang mudah rusak.

Ranking Performansi Karakteristik


5. Pipa (Pipe):
Operasi
• Jaringan sangat terbatas
• Hanya untuk mengangkut gas dan cairan Delivery Time
Moda Availabili Loss &
Cost Capability
• Paling murah → investasi besar, tetapi biaya Transport Average Variabilitas ty Damaged
persatuan produk lebih murah. Kereta Api
3 3 4 2 5 2
Truk/mobil
• Variabilitas delivery time kecil Kapal
2 2 3 1 4 3
5 5 5 4 2 1
Laut/Air
4 4 2 5 1 5
Pipa
1 1 1 3 3 4
Pesawat

3
12/20/2016

Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Dalam


Ongkos/tarif transportasi Sistem Transportasi -
Key players in transportation :
• depresiasi peralatan
Fixed transportasi, pajak, Shipper
asuransi, biaya
Cost administrasi
the party that requires the movement of
the product between two points

• bahan bakar, Carrier


Variable karyawan, biaya the party that moves or transports the
maintenance product
Cost

Dari Sisi Carrier:


1. Biaya alat transportasi (vehicle-related cost)
2. Biaya tetap operasi (fixed operating cost): sewa fasilitas
• Pihak carrier  investasi yang dikeluarkan untuk di terminal, garasi, pelabuhan atau bandara dan biaya
mengadakan dan memilih moda transportasi , tenaga kerja
membuat keputusan operasi agar memaksimumkan 3. Ongkos angkut (trip-related cost): biaya tenaga kerja dan
pendapatan. bahan bakar
• Pihak shipper  memilih transportasi 4. Biaya kuantitas barang yang diangkut (quantity-related
meminimumkan total biaya (biaya transportasi, cost): biaya loading/unloading dan biaya-biaya lain yang
dihitung berdasarkan banyaknya barang yang diangkut.
inventory, informasi maupun fasilitas) tetapi tetap
5. Biaya overhead (overhead cost): biaya untuk merancang
memberikan tingkat kepuasan terbaik bagi perencanaan dan penjadwalan jaringan transportasi,
konsumennya. investasi untuk teknologi informasi

Dari Sisi Shipper:


• FedEx, lebih memilih menggunakan airline 1. Biaya transportasi (transportation cost): biaya yang dikeluarkan
untuk membayar transportasi barang ke customer.
network untuk mengirimkan paket karena lebih 2. Biaya inventory (inventory cost): biaya penyimpanan barang yang
cepat dan delivery timenya bisa diandalkan ditanggung oleh pihak shipper sehubungan dengan pengiriman
walaupun lebih mahal, dan pemenuhan kebutuhan konsumen dalam jaringan supply
chainnya.
• UPS menggunakan gabungan airline dan truk 3. Biaya fasilitas (facility cost): biaya yang dikeluarkan oleh pihak
karena tarifnya lebih murah walaupun delivery shipper untuk semua fasilitas yang ada dalam jaringan supply
chainnya.
timenya lebih lama.
4. Processing cost: biaya loading/unloading barang serta biaya
processing lainnya yang berkaitan dengan transportasi barang.
5. Service level cost: biaya yang dikeluarkan karena terjadinya
pelanggaran komitmen pengiriman.

4
12/20/2016

Contoh :
• Electrico, perusahaan peralatan listrik yang membeli
semua motor untuk komponen produknya dari supplier
W. Setiap tahunnya membutuhkan 120.000 buah dengan
harga $120,- permotor.
• Berat setiap unit motor 10 lbs. Supplier W siap
mengirimkan setiap pesanan Electrico dalam waktu 1
hari setelah pemesanan dilakukan.
• Electrico harus menyediakan safety stock sebesar 50%
dari rata-rata kebutuhan motor selama lead time.
• Untuk pengiriman komponen tersebut plant manager
Electrico menerima beberapa proposal dari perusahaan JENIS-JENIS JARINGAN TRANSPORTASI
carrier untuk dipilih salah satu.
DALAM PENDISTRIBUSIAN BARANG

Latar belakang Jenis jaringan transportasi


Dalam pengiriman barang dari produsen ke 1. Direct Shipping Network
konsumen diperlukan suatu desain aliran
transportasi 2. Pengiriman Langsung dengan Milk run
3. Pengiriman melalui Central Distribution
Center (DC)
4. Pengiriman melalui Distribution Center
(DC) dengan Milk run
5. Tailored Network
sumber : Chopra, 2007

1. Direct Shipping Network


(Jaringan Pengiriman Langsung)
Direct Shipping Network
penambahan lot size biaya pada setiap
Retail Stores • Keuntungan : (ukuran lot) menjadi
Supplier cocok truk akan tetap
• penghilangan gudang optimal dari setiap akan tinggi
diterapkan pemasok ke setiap
perantara (intermediate apabila jumlah
apabila ritel dengan
warehouse) dapat ukuran ritel rute yang harus
mengunakan truck dilewati cukup
menyederhanakan koordinasi cukup besar. load banyak
dan kegiatan operasional
perusahaan
• tidak akan mempengaruhi
pengiriman yang lain. Setiap
pengiriman dilakukan apabila ritel kecil,
langsung sehingga waktu penggunaan jaringan TL: fixed cost tinggi,
pengiriman dari pemasok ke pengiriman langsung invetory besar. LTL:
cenderung biaya transportasi dan
ritel relatif pendek.
mengeluarkan waktu pengiriman
banyak biaya. meningkat, walaupun
invetroy rendah

5
12/20/2016

Pengiriman Langsung dengan • biaya transportasi akan lebih rendah bila dilakukan konsolidasi
pengiriman kepada banyak pemasok dengan menggunakan
Milk run satu truk.
• Milk run merupakan rute • banyak toko dapat melakukan konsolidasi pengiriman dengan
Supplier Retail Stores dimana truk mengirimkan satu truk, sehingga penggunaan truk menjadi lebih efisien dan
produk dari sebuah pada akhirnya akan menghasilkan biaya transportasi yang
pemasok ke banyak ritel relatif lebih rendah (Chopra, 2007).
atau dari banyak pemasok Supplier Retail Stores
ke banyak ritel.

Pengiriman melalui Central


Contoh Distribution Center (DC)
• Toyota menggunakan milk run dari pemasok ke ritel untuk Supplier Retail Stores • pemasok tidak mengirimkan
mendukung sistem Just In Time Manufacturing baik di Jepang produk langsung ke ritel
maupun di Amerika. tetapi melewati sebuah
• Di Jepang, Toyota memiliki pabrik perakitan yang dekat satu DC
central DC (Distribution
sama lain sehingga menggunakan milk run dari satu pemasok Center).
ke banyak pabrik. • Rantai ritel dibagi
• Sedangkan di Amerika, Toyota menggunakan milk run dari berdasarkan wilayah
banyak pemasok ke pabrik perakitan . geografis dan sebuah DC
dibangun pada setiap
wilayah/daerah tersebut
berdasarkan kedekatan
geografisnya.

Before Cross-Docking
• DC dapat melakukan cross docking, yaitu
kegiatan yang dilakukan di loading dock yang
terdiri dari proses menurunkan barang (dari truk
pemasok / source) dan memuat kembali (ke
dalam truk pengiriman) dengan tujuan
mengurangi handling dan mempercepat proses
pengiriman.

LTL = Less than Truckload

6
12/20/2016

Traditional Distribution After Cross-Docking

A
Warehouse

• Receiving
• Putaway
B • Storage Stores
• Replenishment
Suppliers • Picking
TL = Truckload
• Shipping 37

Cross-Docking Crossdocking
Suppliers

Crossdock
Receiving A
Facility
Sorting
Shipping

• Receiving
Customers • Staging (<24hr)
B • Shipping Stores

Suppliers
40

Keuntungan Cross Docking Traditional Distribution


1. Penurunan area fisik yang dibutuhkan, karena Distribution Center
hanya berfungsi sebagai titik singgah untuk distribusi barang.
2. Penurunan kekurangan stok pada retail.
3. Penurunan jumlah lokasi penyimpanan diseluruh supply chain.
4. Penurunan kompleksitas proses pengiriman pada toko.
5. Peningkatan nilai setiap meter lahan didalam DC.
6. Batas kadaluarsa produk/ masa jual lebih lama.
7. Keberadaan produk lebih dapat ditingkatkan.
8. Kelancaran aliran barang.
9. Kemudahan untuk mendapatkan data produk yang tersedia.
10. Dapat menerima order yang sudah digabungkan (aggregate). Hal
ini lebih baik daripada hanya menerima order dari masing-masing
toko.
42

7
12/20/2016

Types of Crossdocking
1. Pre-allocated supplier consolidation • Supplier consolidation:
2. Pre-allocated crossdocking operator (CDO) The supplier builds the final (possibly
consolidation
multi-SKU) pallets that will be shipped
3. Post-allocated CDO consolidation to the final destinations.
• CDO consolidation:
• Pre-allocated: Destination is determined at the
supplier The final pallets are built by the CDO at
• Post-allocated: Destination is determined at the crossdock facility
the crossdock facility 43 44

Crossdocking – Type 1 Crossdocking – Type 2

Supplier Crossdock Stores Supplier Crossdock Stores


Facility Facility

Preallocated 1 1 Preallocated 1 1
1 2 3 1
2 2 2 2 2
3
Supplier 3 3 3 3
Consolidation
CDO
Consolidation

Crossdocking – Type 3 Wal-mart

Supplier Crossdock Stores


• The world’s largest retailer
Facility • >5,000 stores throughout the world
Postallocated
1 1 • Popularized crossdocking
2 2

3 3

CDO
Consolidation

48

8
12/20/2016

7-Eleven Japan • Perusahan Online Peapod juga menggunakan


sistem milk run ketika melakukan pengiriman
• 7-Eleven melakukan pengiriman cross dock dari produk dalam jumlah kecil ke rumah-rumah
pemasok makanan segar untuk setiap DC,
dengan tujuan untuk membantu mengurangi
selanjutnya, produk tersebut dikirimkan ke ritel
karena total pengiriman ke toko dari semua biaya transportasi.
pemasok tidak cukup dengan sebuah truk. • Osh Kosh B’Gosh, perusahaan manufactur
• Dengan penggunaan cross docking dan milk run, yang memproduksi baju anak-anak, juga
7-Eleven mendapatkan biaya transportasi yang menggunakan milk run dan DC untuk
relatif rendah ketika mengirim pesanan dengan menghilangkan pengiriman LTL dari DC di
lot size yang kecil pada setiap toko. Tenneasee ke ritel - ritelnya.

• Kompleksitas dalam pengaturan jenis jaringan


Tailored Network transportasi ini cukup tinggi. Hal ini dikarenakan
perbedaan prosedur pengiriman yang digunakan
• Kombinasi dari beberapa jaringan transportasi.
oleh setiap produk dan setiap ritel.
• Jaringan ini berusaha untuk mengurangi biaya dan
meningkatkan responsiveness dari supply chain. • Membutuhkan investasi yang sangat besar
• Transportasi yang digunakan merupakan kombinasi dari terutama untuk infrastrukstur informasi yang
cross docking, milk run, Truck Load (TL) dan Less Than digunakan untuk menfasilitasi koordinasi.
Truck Load (LTL) untuk beberapa kasus. • Pemilihan jaringan harus sesuai dengan metode
• Produk/ritel dengan permintaan tinggi membutuhkan pengiriman untuk meminimalkan biaya
pengiriman langsung. Sedangkan produk /ritel dengan transportasi dan biaya penyimpanan persediaan.
permintaaan rendah dapat dilakukan konsolidasi dari dan
ke DC.

Jenis jaringan transportasi beserta kelebihan


dan kekurangannya Manajemen Distribusi
Struktur Jaringan Kelebihan Kekurangan
Pengiriman Langsung  Tidak ada gudang perantara  Persediaan yang besar (karena
 Koodinasi yang dibutuhkan
• Penentuan Rute dan Jadwal Pengiriman
lot size yang besar)
cukup sederhana • Pertimbangan biaya
Pengiriman Langsung dengan  Biaya transportasi yang lebih  Koordinasi yang semakin
rendah untuk lot kecil kompleks • Pertimbangan waktu (time window)
Milk Run
 Persediaan yang lebih • Pertimbangan kapasitas kendaraan atau armada pengangkutan
rendah
Pengiriman melalui central DC  Biaya inbound transportasi  Meningkatkan biaya
yang lebih rendah dengan penyimpanan persediaan
dengan inventory Storage adanya konsolidasi • Objective function Permasalahan penjadwalan dan penentuan
 Meningkatkan
handling/perpindahan barang di rute:
 Persediaan sangat rendah 
DC
Koordinasi yang semakin
• Meminimumkan biaya pengiriman
Pengiriman melalui central DC
 Biaya transportasi yang lebih
kompleks • Meminimumkan waktu
dengan cross dock
rendah dengan adanya • Meminimumkan jarak tempuh
konsolidasi
Pengiriman melalui DC dengan  Biaya outbound transportasi  Koordinasi yang semakin
yang low untuk lot yang kecil kompleks
Milk run
Tailored network  Pilihan yang tepat untuk  Kompleksitas untuk koordinasi
produk dan toko secara semakin tinggi
individual

9
12/20/2016

Saving Matrix Savings Matrix


C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8
• Langkah-langkah:
C1
1. Mengidentifikasi matrik jarak 0.0
2. Mengidentifikasi matrik penghematan (saving matrix) C2
10 0.0
3. Mengalokasikan toko ke kendaraan atau rute
C3
4. Mengurutkan toko (tujuan) dalam rute yang sudah terdefinisi 13.6 2.2 0.0
C4
17.0 5.3 16.4 0.0
C5
14.8 4.5 15.6 17.8 0.0
C6
12.5 8.2 6.6 9.9 9.1 0.0
C7
24.4 12.9 12.6 15.8 13.7 12.8 0.0
C8
10.9 10.3 4.4 7.6 6.8 10.5 11.9 0.0
320 85 300 150 200 120 180 230

Mencari rute yang feasibel - latihan Urutkan pengiriman


• Maks. savings = 24.4. Gabung rute 1 dan 7. Total beban = • Tujuan: Meminimalkan jarak yang dilalui setiap
320 + 180 = 500.  Feasibel. Savings 24.4 tidak
diperhitungkan lagi. kendaraan.
• Rute yang berbeda dapat mempengaruhi jarak
tempuh, misalnya:
Teruskan prosedur sampai semua • Gudang – Customer 1 – Gudang = 25,6
konsumen teralokasikan! • Gudang – Customer 6 – Gudang = 12,8
• Gudang – Customer 7 – Gudang = 31,2
• Dua metode:
• Metode nearest insert
• Metode nearest neighbor

Metode Nearest Insert Metode Nearest Neighbor


• Misalnya dari contoh sebelumnya kita lihat rute 1 yang • Prinsipnya kita selalu menambahkan customer yang jaraknya
melayani pelanggan 1, 6 dan 7. paling dekat dengan customer yang kita kunjungi terakhir.
• Metode nearest insert menggunakan prinsip memilih
customer yang kalau dimasukkan ke dalam rute yang sudah • Di awal, berangkat dari gudang  cari customer yang
ada menghasilkan tambahan jarak yang minimum: jaraknya terdekat dari gudang.
• Langkah 1: hitung jarak dari gudang ke gudang = 0 • Di antara 3 customer, yang terdekat adalah customer 6
• Langkah 2: lihat berapa jarak yang terjadi dengan dengan jarak 6.4.
menambahkan masing-masing pelanggan ke rute yang sudah ada.
Hasilnya adalah sebagai berikut: • Selanjutnya yang terdekat dengan customer 6 adalah
• G – 1 – G = 25,6 customer 1 dengan jarak 6.7.
• G – 6 – G = 12,8  jarak terpendek, dipilih rute G – 6 – G
• G – 7 – G = 31,2
• Terakhir kunjungi customer 7 dan akhirnya kembali ke
• Langkah 3: dengan cara sama pilih toko mana yang akan gudang.
dikunjungi: • Kedua algoritma menghasilkan rute yang sama dengan jarak
• G – 6 – 1 – G = 25.9  jarak terpendek 32,7
• G – 6 – 7 – G = 31,2
• Langkah 4: tambahkan toko terakhir, diperoleh rute sbb: • Bandingkan beberapa algoritma yang berbeda kemudian
• G – 6 – 1 – 7 - G = 32,7 memilih yang memberikan total jarak minimum.

10