You are on page 1of 18

TUGAS

MANAJEMEN ANGKUTAN BARANG

DAN LOGISTIK

NAMA : MUHAMMAD KRISDIANTORO

NOTAR : 16.01.110

KELAS : TD 3.1

JURUSAN : D.IV TRANSPORTASI DARAT

SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT

BEKASI
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta
kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan
transportasi dan logistik.

Tujuan penulisan tugas ini untuk meyelesaikan tugas yang diberikan oleh
dosen mata kuliah Manajemen Angkutan Barang dan Logistik jurusan D.IV
Transportasi Darat Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Penulis menyadari bahwa
jawaban jawaban masih mempunyai banyak koreksi dan masukan, oleh sebab itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak
demi kesempurnaan tugas ini.

Selesainya tugas ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, sehingga pada
kesempatan ini dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa hormat penulis
menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah
memberikan bantuan moril maupun materil baik langsung maupun tidak langsung
dalam penyelesaian tugas ini hingga selesai.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... 2

DAFTAR ISI ....................................................................................................... 3

BAB I .................................................................................................................. 4

PENDAHULUAN ............................................................................................... 4

1.1 LATAR BELAKANG ................................................................................ 4

1.2 RUMUSAN MASALAH ........................................................................... 5

1.3 TUJUAN TUGAS ...................................................................................... 5

1.4 MANFAAT TUGAS .................................................................................. 5

BAB II ................................................................................................................. 6

TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................... 6

2.1 KERANGKA TEORITIS ........................................................................... 6

2.2 BATASAN KONSEPTUAL ...................................................................... 7

BAB III................................................................................................................ 8

PEMBAHASAN .................................................................................................. 8

3.1 PEMBAHASAN SOAL ............................................................................. 8

BAB IV ............................................................................................................. 16

PENUTUP ......................................................................................................... 16

4.1 KESIMPULAN ........................................................................................ 16

4.2 SARAN .................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTKA ........................................................................................... 18

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kemajuan transportasi akan membawa peningkatan mobilitas


manusia, mobilitas faktor-faktor produksi dan mobilitas hasil olahan yang
dipasarkan. Makin tinggi mobilitas yang dilakukan maka semakin cepat
gerakan distribusi serta lebih singkat waktu yang diperlukan dalam
mengolah bahan dan memindahkan nya dari tempat dimana bahan tersebut
yang semula kurang bermanfaat ke lokasi dimana manfaatnya lebih besar.
Peningkatan produktivitas, karena transportasi ini merupakan motor utama
penggerak kemajuan ekonomi. Ekonomi yang berkembang akan
ditunjukkan oleh adanya mobilitas yang tinggi, dengan ditunjang
transportasi yang memadai dan lancar.

Transportasi dapat memajukan kesejahteraan ekonomi dan


masyarakat, menciptakan dan meningkatkan tingkat aksesibilitas dari
potensi-potensi sumber alam dan luas pasar. Sumber alam yang semula
tidak termanfaatkan akan terjangkau dan dapat diolah. Prasarana
transportasi berperan sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan
dan sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan atau barang akibat
adanya kegiatan ekonomi di daerah tersebut.

Transportasi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan


produsen dengan konsumen. Kajian transportasi dan perkembangan wilayah
memiliki dimensi persoalan dengan rentang yang luas dan kompleks. Oleh
karena itu untuk dapat memahami pola kerja transportasi dan aksesibilitas,
dituntut untuk memiliki pandangan yang luas tidak hanya pada satu bidang
kajian ilmu saja. Salah satu bidang ilmu yang terkait dengan transportasi
adalah geografi transportasi.

4
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Pengantukan dan Jasa Angkutan


2. Fungsi atau Peranan Transportasi atau Angkutan
3. Bedakan Maksud, Tujuan, Keluaran dan Sasaran dari Transportasi
4. Daya Saing Logistik

Indinesia Peringkat Ke 44 dari 145 negara, dengan nilai 1 -6, Indonesia Nilainya
Berapa? Penilaian diatas berdasarkan infrastruktur, selain dari segi infrastruk
dari segi apa lagi?

1.3 TUJUAN TUGAS

Menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Angkutan Barang dan Logistik

1.4 MANFAAT TUGAS

 Menambah ilmu pengetahuan tentang transportasi.


 Menambah wawasan dunia luar mengenai logistik.
 Menambah sumber refrensi ilmu pengetahuan.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KERANGKA TEORITIS

Pengertian Transportasi Menurut Para Ahli.

Menurut Bowersox (1981), transportasi adalah perpindahan barang atau


penumpang dari suatu tempat ketempat lain, dimana produk dipindahkan ke
tempat tujuan dibutuhkan. Dan secara umum transportasi adalah suatu kegiatan
memindahkan sesuatu (barangdan/atau barang) dari suatu tempat ke tempat
lain, baik dengan atau tanpa sarana.

Menurut Steenbrink (1974), transportasi adalah perpindahan orang atau barang


dengan menggunakan alat atau kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang
terpisah secara geografis.

Menurut Salim (2000) transportasi adalah kegiatan pemindahan barang


(muatan) dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam transportasi
ada dua unsur yang terpenting yaitu pemindahan/pergerakan (movement) dan
secara fisik mengubah tempat dari barang (comoditi) dan penumpang ke
tempat lain.

Menurut Tamin (1997), Transportasiadalah suatu sistem yang terdiri dari


prasarana/sarana dan sistem pelayanan yang memungkinkan adanya
pergerakan keseluruh wilayah sehingga terakomodasi mobilitas penduduk,
dimungkinkan adanya pergerakan barang, dan dimungkinkannya akses
kesemua wilayah.

Menurut Kamaludin (1987) dalam Romli (2008), Transportasi berasal darikata


latin tranpotare, dimana tran berarti seberang atau sebelah dan portare berarti
mengangkut atau membawa. Jadi tansportasi berarti mengangkut
ataumembawa (sesuatu) kesebelah lain atau dari satu tempat ke tempat lainnya.

6
Pengertian logistik adalah suatu ilmu pengetahuan / seni yang disertai dengan
sebuah proses mengenai penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta
penghapusan terhadap barang-barang atau alat-alat tertentu. Dari uraian ini
dapat kita simpulkan bahwa logistik merupakan bagian dari ilmu administrasi
yang terdiri dari suatu rangkaian kegiatan yang bertahap dan saling berkaitan
satu dengan yang lainnya, serta dilakukan dalam rangka pemeliharaan dan
pengelolaan barang atau perlengkapan tertentu.

2.2 BATASAN KONSEPTUAL

LPI adalah logistic performances index

7
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 PEMBAHASAN SOAL

1. Pengantukan dan Jasa Angkutan


Menurut Ridwan Khairindy, pengangkutan merupakan pemindahan
barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Ada beberapa unsur
pengangkutan, yaitu sebagai berikut:
1. Adanya sesuatu yang diangkut;
2. Tersedianya kendaraan sebagai alat angkut.
3. Ada tempat yang dapat dilalui alat angkut.

Menurut Soegijatna Tjakranegara, pengangkutan adalah


memindahkan barang ataucommodity of goods dan penumpang dari suatu
tempat ketempat lain, sehingga pengangkut menghasilkan jasa angkutan
atau produksi jasa bagi masyarakat yang membutuhkan untuk pemindahan
atau pengiriman barangbarangnya.

Menurut H.M.N Purwosutjipto menyatakan bahwa “Pengangkutan


adalah perjanjian timbal balik antara pengangkut dengan pengirim, dimana
pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan
barang dan/atau orang dari suatu tempat ke tempat tujuan tertentu dengan
selamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar uang
angkutan”

Pengangkutan Sebagai suatu kegiatan jasa dalam memindahkan


barang atau pun penumpang dari suatu tempat ke tempat lain, pengangkutan
berperan sekali dalam mewujudkan terciptanya pola distribusi nasional
yang dinamis. Praktik penyelenggaraan suatu pengangkutan harus dapat
memberikan nilai guna yang sebesar-besarnya dalam dunia perdagangan.
Serta dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara adil dan merata kepada
segenap lapisan masyarakat dan lebih mengutamakan kepentingan
pelayanan umum bagi masyarakat.

8
Pengangkutan berfungsi untuk memindahkan barang atau orang dari
suatu tempat ke tempat yang lain dengan maksud untuk meningkatkan daya
guna dan nilai. Proses pemindahan barang tersebut dilakukan melalui darat,
laut, udara dan perairan darat atau sungai dengan menggunakan berbagai
jenis alat transportasi sesuai dengan kebutuhannya.

Jasa transportasi dapat di artikan adalah sabagai bentuk pelayanan


yang diberikan dari pengguna trnasportasi terhadap seseorang dan/atau
barang yang mempunyai nilai, untuk mencapai suatu tujuan ataupun
berpindah tempat. Jasa transportasi dalam perkembangan sejarahnya
mengalami perubahan bentuk di bidang teknologi yang dipakai. Persaingan
antarjasa transportasi lebih banyak didasarkan pada bentuk teknologi yang
lebih maju dan efisien bagi pengguna jasa itu. Teknologi mengantarkan
manusia pada suatu kemudahan dan efisiensi, khususnya waktu dan tenaga,
sehingga jdalam konteks jasa transportasi, teknologi ini sangat
memengaruhi pola pelayanan yang ada.

Sarana transportasi darat berkembang dari penggunaan hewan kuda,


sapi atau kerbau sebagai penarik kereta serta pengangkut barang dan
manusia, menuju kepada bentuk sarana transportasi bertenaga mesin
seperti: berbagai jenis bus yang mampu mengangkut manusia dalam jumlah
banyak, bermacam-macam kendaraan tambang untuk mengantar manusia
dan barang menuju pelosok-pelosok jalan yang lebih kecil (oplet, bemo,
angkot, sodako, pete-pete, taksi dan sebagainya), berbagai bentuk truk
pengangkut barang (tertutup dan terbuka), dan kereta api pengangkut
manusia dan barang. Selain itu, ada pula sarana transportasi untuk
mengantar orang atau barang seperti becak dan ojek.

2. Fungsi atau Peranan Transportasi atau Angkutan


Fungsi Transportasi
Alat transportasi memiliki beberapa fungsi utama bagi manusia. Adapun
beberapa fungsi transportasi adalah sebagai berikut:
• Sebagai alat untuk memudahkan kegiatan manusia sehari-hari.

9
• Sebagai alat untuk melancarkan proses perpindahan manusia dan atau
barang keperluan manusia.
• Sebagai media yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan
pembangunan di daerah tertentu.
• Sebagai media yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan
ekonomi nasional melalui bisnis jasa transportasi

Pada dasarnya ada dua peran utama prasarana transportasi :

A. Sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan di daerah


perkotaan.

B. Sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan/atau barang yang timbul


akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut.

Peranan Transportasi Secara Umum

1. Peran dalam bidang Ekonomi

Seperti kita ketahui bahwa sebagian besar kegiatan ekonomi yang


dilakukan oleh manusia membutuhkan transportasi untuk memindahkan
manusia, hewan, dan barang.

Artinya, setiap transaksi ekonomi yang terjadi melibatkan bisnis jasa


angkutan. Tanpa adanya jasa transportasi maka kegiatan ekonomi akan
berjalan sangat lambat, atau bahkan bisa jadi lumpuh.

2. Peranan dalam bidang Sosial

Manusia merupakan mahluk sosial yang selalu membutuhkan satu sama


lainnya. Dengan adanya transportasi maka akan memudahkan dalam
berinteraksi satu sama lain.

Beberapa peranan transportasi bagi sosial diantaranya;

10
 Mempercepat proses perpindahan manusia dari suatu tempat ke
tempat lainnya.
 Memudahkan proses pertukaran informasi dari setiap daerah.
 Menjadi sarana pelayanan bagi masyarakat, baik perorangan
maupun kelompok.
 Membuka peluang bisnis di bidang jasa angkutan atau perjalanan.

3. Peranan dalam bidang Kewilayahan

Indonesia terdiri dari banyak pulau sehingga dibutuhkan alat transportasi


agar bisa menjangkau setiap daerah di negara kita. Itu sebabnya
pembangunan prasarana untuk transportasi (jalan raya dan tol laut)
sangat dibutuhkan agar daerah-daerah pedalaman dapat dijangkau
sehingga proses pemenuhan berbagai kebutuhan di daerah tersebut dapat
dilakukan.

4. Peranan dalam bidang Politis

Transportasi juga memiliki peranan dalam bidang politis, khususnya di


Indonesia.

 Mempersatukan setiap wilayah Indonesia.


 Meningkatkan keamanan negara Indonesia.
 Memudahkan dalam perluasan pelayanan bagi masyarakat.
 Memudahkan dalam mengakses tempat-tempat tertentu,
termasuk ketika terjadi bencana.

3. Bedakan Maksud, Tujuan, Keluaran dan Sasaran dari Transportasi

Maksud dari transportasi adalah untuk memenuhi kebutuhan para pengguna


transprotasi yang mempunyai kebutuhan yang berbeda beda oleh sebab itu
tranpsortasi menjadi sarana yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan
tersebut.

11
Tujuan dari transportasi adalah untuk meningkatkan daya saing logistic
yang tinggi artinya transportasi sebagi alat yang dapat dan mampu
mingkatkan daya saing logistic agar dapat bersaing di pasar perdagangan
dengan cara memenimalisirkan biaya pengangkutan yang dapat
menigkatkan biaya produk tersebut menjadi lebih mahal yang brakibat
produk tidak dapat bersaing di pasar karena lebih mahal harganya.

Keluaran dari transportasi adalah meminimalisirkan biaya, waktu yang


dilakukan dalam menggunakan transportasi. Artinya transportasi menajdi
alat untuk menimalisirkn biaya dan waktu yang dihabiskan dalam perjalan
memindahkan orang dan/atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya.
Sehingga dapat lebih efektif dan effisien.

Sasaran dari transportasi adalah dapat mensejahterakan pengguna jasa


transportasi serta dapat menghemat pengeluaran yang dikeluarkan dalam
berpindah tempat, memperlancar perpidahan orang dan/atau barang di
jalan,laut maupun udara, dan memberikan kepuasan terhadap pengguna jasa
transportasi. Sehingg dapat penggunaan transportasi dapat memberikan
dampak positf terhadap penggunanya dan orang di sekitarnya.

4. Daya saing logistic

Indinesia Peringkat Ke 46 dari 145 negara, dengan nilai 1 - 6, Indonesia


Nilainya Berapa? Penilaian diatas berdasarkan infrastruktur, selain dari segi
infrastruk dari segi apa lagi?

Hal tersebut dapat kita lihat dari LPI (Logistic Performances Index). LPI
adalah alat pembandingan interaktif yang dibuat untuk membantu negara
mengidentifikasi tantangan dan peluang yang mereka hadapi dalam kinerja
mereka dalam logistik perdagangan dan apa yang dapat mereka lakukan
untuk meningkatkan kinerja mereka. LPI memungkinkan perbandingan di
160 negara. LPI didasarkan pada survei di seluruh dunia terhadap operator
di lapangan (pengirim barang global dan operator ekspres). Mereka
menggabungkan pengetahuan mendalam tentang negara tempat mereka

12
beroperasi dengan penilaian kualitatif berdasarkan informasi dari negara
lain tempat mereka berdagang dan mengalami lingkungan logistik global.
Umpan balik dari operator dilengkapi dengan data kuantitatif tentang
kinerja komponen utama rantai logistik di negara tempat bekerja

Dari segi nilai LPI Indonesia menduduki peringkat 46 score 3.15

Dari segi customs Indonesia menduduki peringkat 61 score 2.67

Dari segi ini dinilai dari kemudahan dalam berikan proses perizinan, adapun
indicatornya mulai dari waktu cepat atau lambat proses pemberian izin,
persayratan yang dibutuhkan mudah atau rumit, dan perkiraan penyelsaian
proses perizinan. Indonesia dapat dikatan masih mempunyai proses yang
lama dalam memberikan perizinan karena nilainya masih dibawah rata rata,
hal tersebut dapat di sebabkan oleh beberapa faktor baik dari pihak
pelabuhan ataupun dari pihak swasta

13
Dari segi infrastruktur Indonesia menduduki peringkat 54 score 2.89

Dari segi infrastruktur dinilai dari kualitas infrastruktur transportasi yang di


gunakan dalam pengiriman logistic. Adapun indikatornya seperti
pelabuhan, jalan rel, jalan raya, dan teknologi informasi yang digunakan
dalam proseses pengiriman logistic. Terbukti infrastruktur mempunyai
peranan penting karena dapat miningkatkan daya saing produk dalam
bersaing di pasar dunia, dengan menekan biaya pengiman, waktu
pengiriman, dan dapat mingkatkan kualitas produk sehingg menaikan daya
beli dan daya Tarik konsumen. Namun Indonesia masih berada pada posisi
52 dengan nilai yang minim yaitu 2.89.

Dari segi international shipments Indonesia menduduki peringkat 42 dengan


score 3.23

Dari segi international shipments dinilai berdasarkan kemudahan mengatur


pengiriman dengan harga bersaing. Maksudnya adalah dengan manajemen
yang teratur dan disiplin dalam proses pengiriman barang dapat
miniggkatkan daya saing dalam menarik produsen menggunakan jasa
pengiriman barang tersebut. Dalam hal ini Indonesia menduduki posisi 42
dengan nilai 3.23 dapat dikatakatan menajemen dalam proses pengiriman
barang di Indonesia sudah di atas standar, hal ini harus lebih di tingkatkan
Indonesia lagi agar dapat meningkatkan daya saing di pasar logistic dunia.

Dari segi logistic competence Indonesia menduduki peringkat 44 dengan


nial 3.10

14
Dari segi ini yang di nilai adalah kompetensi dan kualiatas dalam jasa
pelayanan logistic adapun hal hal yang di nilai antara lain operator transport,
dan bea cukainya. Hal ini menyatakan bahwa dari 160 negara Indonesia
berada di urutan 44 dimana Indonesia sudah merupakan negara yang
mempunyai kompetensi dan pelayanan pada jasa transport yang sudah
lebihbaik serta perpajakan yang tidak terlalu rumit prosesnya.

Dari segi tracking and tracing Indonesia menduduki peringkat 39 dengan


nial 3.30

Dari segi ini yang di nilai adalah kemampuan mengontrol ataupun melacak
proses ataupun pengiriman barang sudah sampai tahap mana dan sudah
sampai di mana produk logistic tersebut. Hal ini berguna memastikan
logistic sampai dengan aman dan kuliatan tetap terjaga serta sampai sesuai
dengan tujuan. Kemampuan Indonesia untuk melacak dan mengontrol
sudah termasuk bagus kerena menempati posisi 39 dari 160 negeara.

Dari segi timeliness Indonesia menduduki peringkat 41 dengan nial 3.67

Dari segi ini yang di nilai ada ketepatan waktu barang sampai tujuan yang
sesuai dengan jadwal yang di tentukan ataupun di prediksi. Hal ini menjadi
faktor yang penting terkait ketepatan waktu yang susai dengan harapan kita,
karena barang yang dikirim mempunyai nilai waktu sendiri sendiri oleh
sebab itu ketepatan waktu sangat penting agar nilai barang tidak berkurang.

15
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Pengangkutan Sebagai suatu kegiatan jasa dalam memindahkan barang atau


pun penumpang dari suatu tempat ke tempat lain, pengangkutan berperan sekali
dalam mewujudkan terciptanya pola distribusi nasional yang dinamis. Jasa
transportasi dapat di artikan adalah sabagai bentuk pelayanan yang diberikan
dari pengguna trnasportasi terhadap seseorang dan/atau barang yang
mempunyai nilai, untuk mencapai suatu tujuan ataupun berpindah tempat.

Fungsi Transportasi

Sebagai alat untuk memudahkan kegiatan manusia sehari-hari., Sebagai alat


untuk melancarkan proses perpindahan manusia dan atau barang keperluan
manusia., Sebagai media yang dapat membantu pertumbuhan dan
perkembangan pembangunan di daerah tertentu., Sebagai media yang dapat
menunjang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional melalui bisnis
jasa transportasi

Peran utama prasarana transportasi :

Sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan di daerah perkotaan,


Sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan/atau barang yang timbul akibat
adanya kegiatan di daerah perkotaan tersebut.

Maksud dari transportasi untuk memenuhi kebutuhan, tujuan dari transport


untuk meningkatkan daya saing logistik, keluaran dari transportasi untuk
meminimalisirkan biaya dan waktu, sasaran dari transportasi ialah
mensejahterahkan, menghemat, memperlancar perpindahan, dan memberikan
kepuasan terhadap penggunanya.

Idnonesia dalam LPI (Logistic Performances Index) menempati posisi 46 dari


160 negara dan mempunyai nilai 3.15. keunggulan Indonesia ada dari segi

16
tracking and tracing Indonesia menduduki peringkat 39 dengan nial 3.30 dan
kelemahan Indonesia ada pada segi customs Indonesia menduduki peringkat
61 score 2.67.

4.2 SARAN

Transportasi di Indonesia masih dalam proses pengembangan menuju modern.


Pembangunan pembangunan infrastruktur terus berjalan untuk menunjang
pelayanan trnasportasi yang lebih efektif dan efisien terutama pada bidang
logistik. Oleh sebab itu mari kita membatu dan mendukung untuk
meningkatkan kualiatas dari transportasi di Indonesia. Dengan cara memberi
saran dan masukan kepada pemerintah dan menjaga serta merawat sarana dan
prasarana yang telah tersedia untuk menunjang pergerakan orang dan/atau
barang untuk berpindah.

17
DAFTAR PUSTKA

http://sosiologis.com/kerangka-skripsi

http://erlinps.blogspot.com/p/definisi-transportasi.html

http://erlinps.blogspot.com/p/dasar-hukum-transportasi_3.html

http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-jasa-transportasi/

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-transportasi.html

http://wenyra.blogspot.com/2012/10/peranan-transportasi-dalam-
perkembangan.html

https://lpi.worldbank.org/international/global/2018?sort=asc&order=Timeliness#d
atatable

http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-logistik-secara-umum/

http://sewatruckbandung.blogspot.com/2016/04/pengangkutan-barang.html

18