You are on page 1of 12

MAKALAH

ASUHAN KEBIDANNA KOMUNITAS


Menjelaskan Konsep Asuhan Kebidanan Komunitas Yang Berspektif Gender
Dan HAM

Dosen Pembimbing
Hj. Indarmien Netty, S.Pd, M.Kes

Disusun Oleh:
Kelompok 1

Amelia Safitri (PO.71.24.0.17.4)


Anggi Febiola (PO.71.42.0.17.4)
Moris Dawati (PO.71.24.0.17.4)
Riski Saputri (PO.71.24.0.17.4)
Rts. Nurhasanah (PO.71.24.0.17.4)
Suaemah (PO.71.24.0.17.4)
Susan Handrayani (PO.71.24.0.17.4420)
Widya (PO.71.24.0.17.4)
JU.A Semester 4

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI


JURUSAN D III KEBIDANAN
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Syukur dan terima kasih penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena atas berkat dan bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik.
Penulisan makalah ini dengan maksud sebagai bahan penilaian atas tugas-
tugas yang di berikan guru bidang studi, selain itu makalah ini juga di susun pula
dengan maksud dapat di jadikan sebagai penuntun dalam mempelajari dan
memahami materi pelajaran yang berhubungan dengan “Menjelaskan Konsep
Asuhan Kebidanan Komunitas Yang Berspektif Gender Dan HAM”.
Oleh sebab itu, makalah ini di susun sedemikian supaya mudah dipahami
dan dibaca oleh siapapun yang berminat.Dengan tersusunnya makalah ini, pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan limpah terima kasih kepada semua
belah pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.
Penulispun menyadari bahwa susunan ini belum dapat mencapai hasil
yang sempurna, oleh karena itu, kritikan dan saran sangat di harapkan yang
bersifat membangun demi menyempurnakan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan selamat membaca dan semoga makalah
ini dapat membantu pembaca dalam mengupas imajinasi mengenai hal – hal yang
belum diungkapkan dalam membahas mengenai “Menjelaskan Konsep Asuhan
Kebidanan Komunitas Yang Berspektif Gender Dan HAM.”

Jambi, 03- Maret -2019

Penyusun

i
..
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I (Pendahuluan)
1.1.Latar Belakang 1
1.2.Rumusan Masalah 2
1.3.Tujuan 2

BAB II (Pembahasan)
2.1 Pemeliharaan kesehatan calon ibu 3
2.2 Perkawinan yang sehat 5
2.3 Keluarga sehat 6
2.4 Sistem reproduksi dan masalahny 6
2.5 Penyakit yang berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan atau
sebaliknya sikap dan perilaku pada masa kehamilan dan persalinan 9

BAB III (Penutup)


3.1 Kesimpulan 16
3.2 Saran 16

DAFTAR PUSTAKA 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia perkembangan kebidanan tidak begitu pesat, hal ini dapat
dilihat dari sejak dimulainya pelayanan kebidanan pada tahun 1853 sampai
saat ini perkembangan pelayanan belum dapat mencapai tingkat yang
professional. Pelayanan kebidanan yang diberikan lebih banyak ditujukan
pada kesehatan ibu dan anak, baik kesehatan fisik maupun psikologisnya. Ibu
dan anak ini berada didalam suatu keluarga yang ada didalam suatu
masyarakat. Bidan sebagai pelaksana utama yang memberikan pelayanan
kebidanan, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang bermutu dan
terjangkau oleh masyarakat. Bidan juga tinggal didalam suatu masyarakat
dikomunitas tertentu oleh karena itu dalam memberikan pelayanan tidak hanya
memandang ibu dan anak sebagai individu tetapi juga mempertimbangkan
factor lingkungan dimana ibu tinggal. Lingkungan ini dapat berupa social,
politik, dan keadaan ekonomi. Disini terlihat jelas bahwa kebidanan komunitas
sangat diperlukan, agar bidan dapat mengenal kehidupan social dari ibu dan
anak yang dapat mempengaruhi status kesehatannya.
Lingkungan Kesehatan Kehamilan dan melahirkan dapat menimbulkan
resiko kesehatan yang besar, termasuk perempuan yang tidak mempunyai
masalah kesehatan sebelumnya. Kira-kira 40% ibu hamil (bumil) mengalami
masalah kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan; dan 15% dari semua
bumil menderita komplikasi jangka panjang atau yang dapat mengancam jiwa.
Oleh karena itu, pengenalan mengenai pencegahan dan penanganan yang
terbukti dapat dijalankan (evidence based) bisa melindungi keselamatan ibu
dan bayinya. Penggunaan kebijakan dari bukti terbaik ( evidence based ) yang
tersedia sehingga tenaga kesehatan bidan dan pasien mencapai keputusan yang
terbaik, mengambil data yang diperlukan dan pada akhirnya dapat menilai
pasien secara menyeluruh dalam memberikan pelayanan. Setiap manusia baik
laki-laki maupun wanita dalam kehidupannya terjadi perubahan atau
mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik secara fisik, psikis
maupun sosial kemasyarakatan. Perbedaan peran, fungsi, tanggung jawab
antara laki-laki dan perempuan yang dibentuk dan dibuat oleh masyarakat dan

1
dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman akibat konstruksi sosial
merupakan arti gender. Kesehatan dan HAM seharusnya diprioritaskan diatas
kepentingan ekonomi dan politik.Namun laporan Badan Kesehatan Dunia
(WHO) dalam The World Health Report 2001 kembali menyatakan kondisi
kesehatan di Indonesia belum menunjukkan kemajuan. Keberadaan manusia
tidak dapat dipisahkan dengan hak asasi manusia (HAM)

1.2 Rumusan Masalah


1.3 Tujuan

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Kebidanan Komunitas
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga yang
berkualitas. Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan
oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud
untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya
keluarga berkualitas, bahagia dan sejahtera.
2.1.1 Pengertian/ Definisi
Konsep merupakan kerangka ide yang mengandung suatu
pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata “bidan“. Menurut
kesepakatan antara ICM; IFGO dan WHO tahun 1993, mengatakan
bahwa bidan (midwife) adalah “seorang yang telah mengikuti
pendidikan kebidanan yang diakui oleh Pemerintah setempat, telah
menyelesaikan pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau
mendapat izin melakukan praktek kebidanan” (Syahlan, 1996 : 11).
Bidan di Indonesia (IBI) adalah “ seorang wanita yang
mendapat pendidikan kebidanan formal dan lulus serta terdaftar di
badan resmi pemerintah dan mendapat izin serta kewenangan
melakukan kegiatan praktek mandiri” (50 Tahun IBI). Bidan lahir
sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu-ibu
melahirkan, tugas yang diembankan sangat mulia dan juga selalu setia
mendampingi dan menolong ibu dalam melahirkan sampai sang ibu
dapat merawat bayinya dengan baik. Bidan diakui sebagai profesional
yang bertanggungjawab yang bekerja sebagai mitra prempuan dalam
memberikan dukungan yang diperlukan, asuhan dan nasihat
selama kehamilan, periode persalinan dan post partum, melakukan
pertolongan persalinan di bawahtanggung jwabnya sendiri dan
memberikan asuhan pada bayi baru lahir dan bayi.
Kebidanan (Midwifery) mencakup pengetahuan yang dimiliki
dan kegiatan pelayanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. (Syahlan,
1996 : 12). Komunitasberasal dari bahasa Latin yaitu “Communitas”
yang berarti kesamaan, dan juga “communis” yang berarti sama,

3
publik ataupun banyak. Dapat diterjemahkan sebagai kelompok orang
yang berada di suatu lokasi/ daerah/ area tertentu (Meilani, Niken dkk,
2009 : 1). Menurut Saunders (1991) komunitas adalah tempat atau
kumpulan orang atau sistem sosial.
Dari uraian di atas dapat dirumuskan definisi
Kebidanan Komunitas sebagai segala aktifitas yang dilakukan
oleh bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan.
Pengertian kebidanan komunitas yang lain menyebutkan upaya yang
dilakukan Bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan
Anak balita di dalam keluarga dan masyarakat.
Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional
yang ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok
resiko tinggi, dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal
melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin
keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan
klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
pelayanan kebidanan (Spradly, 1985; Logan dan Dawkin, 1987 dalam
Syafrudin dan Hamidah, 2009 : 1)
Pelaksanaan pelayanan kebidanan komunitas didasarkan pada
empat konsep utama dalam pelayanan kebidanan yaitu : manusia,
masyarakat/ lingkungan, kesehatan dan pelayanan kebidanan yang
mengacu pada konsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat
sehingga diharapkan tercapainya taraf kesejahteraan hidup masyarakat
(Meilani, Niken dkk, 2009 : 8)
2.2 Pelayanan/Asuhan Kebidanan Komunitas
Pelayanan kebidanan komunitas memberikan pelayanan dimana bidan
melakukan kunjungan ke pasien yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif. Rumah sakit bukan merupakan kebidanan komunitas karena
pelayanan klinis (pasien mengunjungi/meminta pelayanan, pelayanan
berorientasi pada pelayanan kuratif).
Peran nyata bidan di komunitas adalah home visite dalam memberikan
pelayanan ANC, INC, dan PNC. Peran bidan sebagai pelayanan, pendidik,
pengelola dan peneliti dimana bidan harus mampu menggerakkan masyarakat

4
agar mau menjaga kesehatan dan bidan harus mampu mengelola upaya-upaya
masyarakat untuk meningkatkan kesehatan.
Bidan sebagai pemberi asuhan professional membantu ibu untuk
pengambilan keputusan dan menanggapi pilihan ibu. Salah satu factor yang
mencerminkan wanita sebagai pusat asuhan diasumsikan dengan kepuasan
terhadap asuhan kebidanan yaitu asuhan yang berkelanjutan (continuity of
care). Prinsip pelayanan kebidanan di komunitas:
1. Pelayanan kebidanan adalah pelayanan yang didasarkan pada perhatian
terhadap kehamilan sebagai suatu bagian penting dari kesehatan untuk
bayi baru lahir sebagai suatu proses yang normal dan proses yang
ditunggu-tunggu dalam kehidupan semua wanita.
2. Informed consent, sebelum melakukan tindakan apapun berikan
informasi kepada klien dan minta persetujuan klien terhadap tindakan
medis yang akan dilakukan terhadap dirinya.
3. Informed choice, wanita yang mau melahirkan diberikan pilihan dalam
mengambil keputusan tentang proses melahirkan.
4. Bina hubungan baik dengan ibu yaitu dengan melakukan berbagai
pendekatan sisi kehidupan.
5. Berikan asuhan yang berkelanjutan.

5
2.3 Kerangka Konsep Penerapan Kacamata Gender pada Asuhan
Kebidanan Komunitas

Budaya
(Agama & Suku)

Sisi Pandang
Gender

Aktualisasi penghargaan
hak-hak
perempuan
sebagai hak
Sosial asasi Ekonomi
(Kelas & manusia: pandangan (Kelas)
hak-hak
Usia) reproduksi

sebagai hak perempuan

Sensitif Gender

Politik

 Lingkungan dalam:
Aktualisasi penghargaan hak-hak perempuan sebagai hak asasi
perempuan dan memandang hak-hak reproduksi sebagai hak-hak perempuan
karena kita ingin menghasilkan bidan yang sensitif gender.
 Lingkungan tengah:
Bidan dengan kacamata/sensitif gender:
- Hak-hak perempuan adalah hak-hak manusia, dan hak-hak reproduksi
adalah hak-hak perempuan. Bidan yang sensitif gender melihat
pasiennya dari konteks kehidupan sosialnya di masyarakat.

6
- Gender membantu mengungkap hubungan kekuasaan yang tidak adil antara
laki-laki dan perempuan. Paradigma bidan melihat perempuan sebagai
individu yang khusus. Kita harus menghormati setiap perempuan.
- Bidan yang sensitif gender tidak hanya menangani masalah fisik
pasiennya saja.
- Seorang bidan harus menekankan di dalam benaknya bahwa isu gender
merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan perempuan,
dan secara tidak langsung memperbaiki kualitas kesehatan laki-laki dan
seluruh keluarga, termasuk masyarakat
- Ceramah sebagai metode pengajaran kognitif, harus tumbuh dari hati
dan tercermin dalam sikap. Seberapa jauh modul pengajaran
menekankan pada hati?
 Lingkungan luar:
Dalam memberikan pelayanan kepada perempuan, pertimbangkan:
pluralitas, etnis, usia, dan sebagainya. Toleransi dan sifat sensitif terhadap
elemen agama merupakan kunci keberhasilan sebuah program kesehatan.

7
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

3.2 SARAN

8
DAFTAR PUSTAKA

Syafrudin, Hamidah. 2009. Kebidanan Komunitas. Jakarta:EGC,2009