You are on page 1of 5

A.

Angina Pektoris
1. Konsep dasar medis
a) Definisi
Angina pektooris adalah nyeri dada yang terjadi akibat iskemia
miokardium (suplai darah yang tidak adekuat ke miokardium). Ini
merupakan manifestasi PJK yang umum dan dialami sekitar 6.400.000
orang amerika-2.400.000 pria dan 4.000.000 wanita. Menurut
penelitian Framingham heart study, sekitar 400.000 kasus baru angina
terjadi tiap tahunnya. Angina juga dapat terjadi pada klien dengan
arteri koroner normal, tetapi lebih jarang terjadi. Klien dengan stenosis
aorta, hipertensi, dan kardiomiopati hipertrofi juga dapat mengalami
angina pectoris. (Joyce M. Black, 2014)
b) Etiologi
Angina pektoris berkaitan dengan lesi ateroklerosis dan merupakan
manifestasi dari PJK. Angina dapat disebabkan karena penyumbatan
kronis atau akut pada arteri koroner atau karena spasme arteri koroner.
Penyumbatan kronis berhubungan dengan lesi aterosklerosis
klasifikasi tetap tipe (Vb) atau fibrotic (tipe Vc) yang menutup
lebihdari 75% lumen pembuluh darah.
Ketika terjadi penyumbatan tetap pada arteri koroner, kondisi-
kondisi yang memerukan peningkatan suplai oksigen (missal aktivitas
fisik berat, emosi, paparan dingin) yang dapat memicu episode angina.
Oleh karena arteri yang telah mengalami stenosis parah tidak dapat
berdilatasi untuk mengantarkan oksigen yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan ini, maka akan terjadi iskemia. Sebaliknya, penyumbatan
akut dari arteri koroner terjadi akibat ruptur atau disrupsi plak
aterosklerosis yang rentan dan mengakibatkan agregasi platelet, serta
pembentukan thrombus. Penyumbatan akut berhubungan dengan
angina tidak stabil dan infark miokard akut. (Joyce M. Black, 2014)
c) Patofisiologi

d) Manifestasi klinik
e) Pemeriksaan diagnostic
f) Prognosis
2. Konsep dasar keperawatan
a) Pengkajian
b) Penyimpangan KDM
c) Diagnose keperawatan
d) perencanaan
B. Hipertensi
1. Konsep dasar medis
a) Definisi
Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik
sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolic sedikitnya 90 mmHg.
Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi menderita penyakit jantung.
Tetapi juga menderita penyakit lain seperti penyakit saraf, ginjal, dan
pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah, makin besar
resikonya. (Amin Huda, 2016)
b) Etiologi
Etiologi hipertensi terbagi atas dua yaitu:
1) Faktor-faktor yang tidak dapat dapat di ubah
a) Riwayat keluarga
Kecenderungan genetis yang membuat keluarga tertentu lebih
rentan terhadap hipertensi mungkin berhubungan dengan
peningkatan kadar natrium intraselular dan penurunan rasio
kalsium-natrium, yang lebih serin ditemukan pada orang
berkulit hitam. Klien dengan orang tua yang memiliki
hipertensi berada pada resiko hipertensi yang lebih tinggi pada
usia muda
b) Usia

Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan:


1) Hipertensi primer
Disebut juga hipertensi idiopatik karena tidak diketahui
penyebabnya. Faktor yang mempengaruhinya yaitu: genetic,
lingkungan hiperaktifitas saraf simpatis sistem renin. Amgiotensin
dan peningkatan Na + Ca intraseluler. Faktor-faktor yang
meningkat resiko : obesitas, merokok, alkohol dan polisitemia.
2) Hipertensi sekunder
Penyebab yaitu : penggunaan estrogen, penyakit ginjal, sindrom
cushing dan hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.

Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas:

1) Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140
mmHg dan / atau tekana diastolic sama atau lebih besar dari 90
mmHg
2) Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar
dari 160 mmHg dan tekanan diastolic lebih rendah dari 90 mmHg

Penyebab hipertensipada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya


perubahan-perubahan pada:

1) Elastisitas dinding aorta menurun


2) Katub jantung menebal dan menjadi kaku
3) Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun
sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya
4) Kehilangan elastisitas pembuluh darah. Hal ini terjadi karena
kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi
5) Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. (Amin Huda,
2016)
c) Patofisiologi
1) Hipertensi primer

d) Manifestasi klinik
1) Lokasi substernal, rerosternal, prekordial
2) Sifat nyeri : rasa sakit, seperti ditekan, rasa terbakar, rasa tertindih
bendaberat, seperti di tusuk, rasa diperas, dan dipelintir
3) Nyeri hebat pada dada kiri menyebar ke bahu kiri dan lengan atas
kiri
4) Nyeri membaik dengan istrahat atau dengan obat nitrat
5) Faktor pencetus : latihan fisik, stress emosi, udara dingin dan
sesudah makan
6) Gejala yang menyertai : keringat dingin, mual, muntah, sulit
bernapas, cemat dan lemas
7) Dipsnea. (Amin Huda, 2016)

e) Pemeriksaan diagnostic
1) EKG : hipertropi ventrikel kiri pada keadaan kronis lanjut
2) Kalium dalam serum : meningkat dari ambang normal
3) Pemeriksaaan gula darah post prandial jika ada indikasi DM
4) Urine :
a) Ureum, kreatinin : meningkat pada keadaan kronis dan lanjut
dari ambang normal
b) Protein urine : positif
f) Prognosis

2. Konsep dasar keperawatan


a) Pengkajian
b) Penyimpangan KDM
c) Diagnose keperawatan
d) perencanaan