You are on page 1of 6

LITERATUR REVIEW

“Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal
Kronik Yang Menjalani Hemodialisis”
A. Latar Belakang
Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible
dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan
cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia. Hal ini teriadi apabila laju filtrasi glomerular
(LFG) kurang dari 50 milmenit. Urutan etiologi terbanyak gagal ginjal kronis adalah
glomerulonetritis (25%), diabetes melitus (23Yo), hipertensi (20%) dan ginjalpolikistik
(10'1"). Di lndonesia pertumbuhan penderita gagal ginjal kronik sekitar l0% per tahun.
Berdasarkan data dari Pusat Nefrologi lndonesia insiden dan prevalensi 100-l50ll juta
penduduk tiap tahun. Penatalaksanaan gagal ginjat kronik mengacu pada therapy konservatif
(diet, kebutuhan kalori, kebutuhan cairan dan elektrolit), therapy simptomatik, dan therapy
pengganti ginjal (hemodialisis, dialysis peritoneal, dan transplantasi ginjal di anjurkan untuk
meningkatkan kesehatan pasien tersebut.
Hasil studi yang dilakukan saat praktik di Ruang Hemodialisa RSUD.A.W Sjarhranie
didapatkan bahwa sebagian besar pasien gagal ginjal akut yang menjalani terapi hemodialisa
akan mengalami kenaikan berat badan 0.5-2 kg, yang disebabkan oleh manajemen diit dan
cairan yang tidak adekuat, Kamerrer, et al. (2007) mengemukakan bahwa faktor penting dalam
kepatuhan terhadap programprogram medis yaitu adanya dukungan sosial dalam bentuk dukungan
emosional dari anggota keluarga yang lain, teman, waktu dan uang. sehingga peneliti berminat
untuk mengetahui dukungan keluarga terhadapat kepatuhan diit dan cairan pada pasien gagal
ginjal akut.

B. DESKRIPSI JURNAL :

ITEM PERTANYAAN DALAM TELAAH JURNAL


Apa masalah penelitian?
Ketidakpatuhan diit dan cairan pasien gagal ginjal akut
Seberapa besar masalah tersebut?
Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Tingkat III Dr. Reksodiwiryo Padang , jumlah pasien yang
menjalani hemodialisa rutin pada tahun 2013 adalah 179 orang , dan meningkat pada tahun 2014
menjadi 440 orang, dan terakhir tahun 2015 tercatat 658 orang yang rutin menjalani hemodialisa,
dan diperkirakan semakin meningkat setiap tahunnya.
Dampak masalah jika tidak diatasi?
Diet pada pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisis sangat penting mengingat adanya
efek uremia. Apabila ginjal yang rusak tidak mampu mengekskresikan produk akhir metabolisme,
substansi yang bersifat asam ini akan menumpuk dalam serum pasien dan bekerja sebagai racun
atau toksin dalam tubuh penderita. Semakin banyak toksin yang menumpuk akan lebih berat
gejala yang muncul. Penumpukan cairan juga dapat terjadi yang mengakibatkan gagal jantung
kongestif serta edema paru sehingga dapat berujung pada kematian.
Bagaimana kesenjangan yang terjadi? Bandingkan antara masalah yang ada/kenyataan
dengan harapan/target?

Berdasarkan masalah penelitian, apa tujuan dan hipotesis yang ditetapkan oleh peneliti ?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit
Tingkat III Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2017.penelitian dan tidak menetapkan hipotesis

Desain penelitian apa yang digunakan?


Desain penelitian adalah Analitik korelasional dengan metode cross sectional
POPULASI DAN SAMPEL
Siapa populasi target dan populasi terjangkau?
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal akut yang
menjalani terapi hemodialisa
Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal akut yang menjalani
terapi hemodialisa di Rumah Sakit Tingkat III Dr. Reksodiwiryo Padang
Siapa sampel penelitian? Apa kriteria inklusi dan eksklusi sampel?
Sampel pada penilitian ini adalah 62 pasien yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD
Jombang.
Kriteria Inklusi:
- Kesadaran komposmentis
- Telah menjalalani hemodialisa > 3 bulan
Peneliti tidak mencantumkan kriteria eksklusi.
Bagaimana metode sampling yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi target?
sampel diambil secara accidental sampling dengan batasan waktu 2 minggu sampel sebanyak 62
orang
Berapa jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian? Metode atau rumus apa yang
digunakan untuk menentukan jumlah sampel?
Jumlah sampel sebanyak 62 orang
PENGUKURAN ATAU PENGUMPULAN DATA
Variable apa saja yang diukur dalam penelitian?
Variable independent : Dukungan Keluarga
Variable dependent : Kepatuhan diit dan cairan
Metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data?
Kuisioner
Alat ukur apa yang digunakan untuk mengumpulkan data?
Peneliti tidak menjelaskan alat ukur yang digunakan dalam penelitiannya
Bagaimana validitas dan rehabilitas alat ukur/instrument yang digunakan? Apakah
peneliti menguji validitas dan rehabilitas alat ukur? Jika dilakukan apa metode yang
digunakan untuk menguji validitas dan rehabilitas alat ukur dan bagaimana hasilnya?
Peneliti tidak menjelaskan tentang uji validitas dan rehabilitas dalam penelitiannya
Siapa yang melakukan pengukuran atau pengumpulan data? Apakah dilakukan pelatihan
khusus untuk observer atau yang melakukan pengukuran?
Peneliti tidak menjelaskan siapa yang melakukan pengukuran dan pengumpulan data
ANALISIS DATA
Uji Statistik apa yang digunakan untuk menguji hipotesis atau menganalisis data?
Desain penelitian adalah Analitik korelasional dengan metode cross sectional
Program atau software statistic apa yang digunakan peneliti untuk menganalisis data?
Peneliti tidak menjelaskan software yang digunakan dalam penelitiannya
HASIL PENELITIAN
Bagaimana alur (flow) penelitian yang menggambarkan responden yang mengikuti
penelitian sampai selesai, drop out dan loss follow up?
Dalam penelitian ini peneliti tidak menjelaskan alur penelitiannya
Bagaimana karakteristik responden dan baseline data?
Kriteria Inklusi:
- Kesadaran komposmentis
- Telah menjalalani hemodialisa > 3 bulan
Peneliti tidak mencantumkan kriteria eksklusi.
Apa hasil utama dari penelitian? Jika peneliti melakukan uji hipotesis, apakah hipotesis
penelitian terbukti atau tidak terbukti ( bermakna atau tidak secara statistic )? Apakah
hasil penelitian juga bermakna secara klinis?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lebih dari separuh yaitu 38 orang (61,3%) responden
memiliki dukungan keluarga tidak baik di Rumah Sakit TK.III Dr. Reksodiwiryo Padang.
Semakin besar dukungan social keluarga yang dirasakan pasien gagal ginjal kronis, maka semakin
patuh pasien gagal ginjal kronis dalam melakukan diet dan sebaliknya semakin kecil dukungan
social keluarga yang dirasakan pasien gagal ginjal kronis, maka semakin kurang patuh dalam
melakukan diet
DISKUSI
Bagaimana interpretasi peneliti terhadap hasil penelitian? Apakah peneliti membuat
interpretasi yang rasional dan ilmiah tentang hal-hal yang ditemukan dalam penelitian
berdasarkan teori terkini? Catatan: meskipun hasil penelitian tidak sesuai dengan
hipotesis, namun suatu penelitian tetap berkualitas jika peneliti mampu menjelaskan
rasional secara ilmiah mengapa hipotesisnya tidak terbukti.
Peneliti menginterpretasikan hasil penelitiannya dengan baik didukung dengan teori-
teori yang ada
Bagaimana peneliti membandingkan hasil penelitiannya dengan penelitian-penelitian
terdahulu serta teori yang ada saat ini untuk menunjukkan adanya relevansi?
Peneliti menggunakan hasil penelitian terbaru yang mendukung hasil yang
didapatkannya
Bagaimana peneliti menjelaskan makna dan relevansi hasil penelitiannya dengan perkembangan
ilmu keperawatan/kesehatan serta terhadap pemecahan masalah?
Menurut analisa peneliti yang telah diteliti banyaknya responden yang tidak patuh tinggi
dikarenakan kurangnya dukungan keluarga untuk memberikan perhatian terhadap klien kurang
serta kurangnya informasi yang di dapat keluarga untuk mengetahui tindakan terhadap
pengobatan pasien, hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dari no 15 kurang dari separuh
(47,6%) keluarga kurang peduli dengan kebutuhan dan keinginan yang berkaitan dengan
kelancaran program diet. Kurangnya dukungan keluarga terhadap pasien akan berpengaruh
langsung pada kepatuhan diet. Sehingga hal ini beresiko terhadap kesehatan dan dapat berakibat
buruk terhadap kondisi pasien
Bagaimana nilai kepentingan (importancy) hasil penelitian?
…………………………………………………………………………………….

Bagaimana applicability hasil penelitan menurut peneliti ? Apakah hasil penelitian dapat
diterapkan pada tatanan praktik keperawatan ditinjau dari aspek fasilitas, pembiayaan,
sumber daya manusia, dan aspek legal?
Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada tatanan praktik keperawatan karena tidak perlu
tempat khusus untuk menerapkannya, tidak memakan banyak biaya, dan dapat dilakukan
oleh para tenaga kesehatan, serta dan tidak melanggar aspek legal keperawatan

Apakah mungkin penelitian ini direplikasi pada setting pratik klinik lainnya?
Ya
Apakah peneliti menjelaskan kekuatan dan kelemahan penelitian? Apakah kelemahan ini
tidak menurunkan validitas hasil penelitian?
Peneliti tidak menjelaskan kekuatan dan kelemahan dalam penelitiannya
C. Ekstraksi Data Jurnal (Critical Appraisal)

TABEL EKSTRAKSI DATA JURNAL (TELAAH JURNAL)

NO Penelitian Sampel Desain/Seleksi Hasil Level Komentar reviewer (kekuatan dan


(Peneliti & (karakteristik, responden temuan/Kesimpulan Penelitian keterbatasan penelitian)
Waktu) ukuran, peneliti
setting)
1 Hubungan Sampel diambil Desain penelitian ini Hasil penelitian Kekuatan :
Dukungan secara adalah Analitik menunjukkan bahwa
accidental korelasional dengan Lebih dari separuh yaitu
Keluarga Dengan
sampling metode cross sectional 38 orang (61,3%)
Kepatuhan Diet dengan batasan responden memiliki
Pada Pasien Gagal waktu 2 minggu dukungan keluarga tidak
Ginjal Kronik Yang sampel baik di Rumah Sakit
Menjalani sebanyak 62 TK.III Dr. Reksodiwiryo
orang Padang 2017. Hasil Kelemahan :
Hemodialisis ( Fitri
penelitian juga - Peneliti tidak menjelaskan siapa yang
Mailani, Rika Firti
menunjukkan bahwa melakukan pengukuran dan pengambilan data
Andriani, 2017 ) dalam penelitiannya.
lebih dari separuh yaitu
39 orang (62,9%) - Peneliti tidak menjelaskan instrumen yang
responden memiliki digunakan
kepatuhan diet tidak baik. - Peneliti tidak menentukan kriteria eksklusi
Hasil penelitian
dalam penelitiannya
menunjukkan bahwa
proposi responden
dengan dukungan
keluarga tidak baik
terhadap kepatuhan diet
sebanyak 30 (78,9%)
responden tidak patuh
dalam menjalani diet.
Sedangkan dengan
dukungan keluarga baik
terhadap kepatuhan diet
sebanyak 9 (37,5%)
responden tidak patuh
dalam menjalani diet.
Dukungan keluarga dapat
bermanfaat positif bagi
kesehatan bila pasien
dukungan yang layak dan
sesuai dengan apa yang
pasien butuhkan. Karena
bentuk dukungan
informasi tentang diet
dari keluarga kepada
pasien kurang optimal
maka pasien kurang
peduli pada diet yang
dianjurkan. Kemampuan
keluarga dalam
memberikan perawatan
kesehatan mempengaruhi
status kesehatan keluarga,
dimana keluarga adalah
sumber dukungan yang
penting karena keluarga
merupakan tempat
pertumbuhan dan
perkembangan individu.
sehingga Semakin baik
dukungan keluarga yang
dimiliki pasien, maka
semakin patuh pasien
dalam menjalani dietnya.