You are on page 1of 5

2.

1 Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler


2.1.1 Ukuran, Posisi atau Letak Jantung
Jantung adalah organ yang memompa darah melalui pembuluh darah
menuju ke seluruh jaringan tubuh. Sistem kardiovaskular terdiri dari darah,
jantung, dan pembuluh darah. Darah yang mencapai sel-sel tubuh dan
melakukan pertukaran zat dengan sel-sel tersebut harus di pompa secara terus-
menerus oleh jantung melalui pembuluh darah. Sisi kanan dari jantung,
memompa darah melewati paru-paru, memungkinkan darah untuk melakukan
pertukaran antara oksigen dan karbondioksida (Tortora, 2012).
Ukuran jantung relatif kecil, pada umumnya memiliki ukuran yang
sama, tetapi memiliki bentuk yang berbeda seperti kepalan tangan setiap orang.
Dengan panjang 12cm, lebar 9cm, tebal 6cm, dan berat 250 gr pada wanita
dewasa dan 300 gr pada pria dewasa (Tortora, 2012).

Gambar 1.1 Lokasi Jantung di Rongga Thoraks

Dari beberapa referensi, ukuran jantung manusia mendekati ukuran kepalan


tangannya atau dengan ukuran panjang kira-kira 5" (12 cm) dan lebar sekitar 3,5" (9
cm). Jantung terletak di belakang tulang sternum, tepatnya di ruang mediastinum
diantara kedua paru-paru dan bersentuhan dengan diafragma. Bagian atas jantung
terletak dibagian bawah sternal notch, 1/3 dari jantung berada disebelah kanan dari
midline sternum, 2/3 nya disebelah kiri dari midline sternum. Sedangkan bagian apek
jantung di interkostal ke-5 atau tepatnya di bawah puting susu sebelah kiri.

2.1.2 Lapisan Pembungkus Jantung


Jantung di bungkus oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan perikardium,
di mana lapisan perikardium ini di bagi menjadi 3 lapisan yaitu:
1. Lapisan fibrosa, yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang
melindungi jantung ketika jantung mengalami overdistention. Lapisan
fibrosa bersifat sangat keras dan bersentuhan langsung dengan bagian
dinding dalam sternum rongga thorax, disamping itu lapisan fibrosa ini
termasuk penghubung antara jaringan, khususnya pembuluh darah besar
yang menghubungkan dengan lapisan ini (exp: vena cava, aorta, pulmonal
arteri dan vena pulmonal).
2. Lapisan parietal, yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa
3. Lapisan Visceral, lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar
dari otot jantung atau epikardium.

Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral


terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang
disebut dengan cairan perikardium. Cairan perikardium berfungsi untuk
melindungi dari gesekan-gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau
berkontraksi. Banyaknya cairan perikardium ini antara 15 - 50 ml, dan tidak
boleh kurang atau lebih karena akan mempengaruhi fungsi kerja jantung.
Gambar 1.2 Lapisan Pembungkus Jantung

2.1.3 Sirkulasi koroner


Walaupun jantung memompa darah keseluruh tubuh, jantung tidak
menerima nutrisi dari darah yang dipompanya. Nutrisi tidak dapat menyebar
cukup cepat dari darah yang ada dalam bilik jantung untuk memberi nutrisi
semua lapisan sel yang membentuk dinding jantung. Untuk alasan ini,
miokardium memiliki jaringan pembuluh darah sendiri, yaitu sirkulasi koroner
(Tortora, 2012).
Jantung kaya akan pasokan darah, yang berasal dari arteri koronaria kiri
dan kanan. Arteri-arteri ini muncul secara terpisah dari sinus aorta pada dasar
aorta, dibelakang tonjolan katup aorta. Arteri ini tidak di blockade oleh tonjolan
katup selama sistol karena adanya aliran sirkular dan tetap sepanjang siklus
jantung.
Arteri koronaria kanan berjalan diantara trunkus pulmonalis dan atrium
kanan, menuju sulkus AV. Saat arteri tersebut menuruni tepi bawah jantung,
arteri terbagi menjadi cabang descendens posterior dan cabang marginal kanan.
Arteri koronaria kiri berjalan dibelakang trunkus pulmonalis dan kemudian
berjalan diantara trunkus pulmonalis dan atrium kiri. Arteri ini terbagi menjadi
cabang sirkumfleksa, marginal kiri, dan descendens anterior. Terdapat
anastomosis antara cabang marginal kanan dan kiri, serta arteri descendens
anterior dan posterior, meskipun anastomosis ini tidak cukup untuk
mempertahankan perfusi jika salah satu sisi sirkulasi koroner tersumbat.
Sebagian besar darah kembali ke atrium kanan melalui sinus koronarius
dan vena jantung anterior. Vena koronaria besar dan kecil secara berturut-turut
terletak paralel terhadap arteri koronaria kiri dan kanan, dan berakhir di dalam
sinus. Banyak pembuluh-pembuluh kecil lainnya yang langsung berakhir di
dalam ruang jantung, termasuk vena thebesian dan pembuluh arterisinusoidal.
Sirkulasi koroner mampu membentuk sirkulasi tambahan yang baik pada
penyakit jantung iskemik, misalnya oleh plak ateromatosa. Sebagian besar
ventrikel kiri disuplai oleh arteri koronaria kiri, dan oleh sebab itu adanya
sumbatan pada arteri tersebut sangat berbahaya. AVN dan nodus sinus disuplai
oleh arteri koronaria kanan pada sebagian besar orang, penyakit pada arteri ini
dapat menyebabkan lambatnya denyut jantung dan blockade AV (Aaronson,
2010).

2.1.4 Pembuluh darah


1. Pembuluh Darah Arteri
Arteri merupakan Jenis pembuluh darah yang keluar dari jantung
Yang membawa darah ke seluruh dari ventrikel sinistra di sebut aorta. Arteri
Mempunyai 3 lapisan yang kuat dan tebal tetapi sifatnya elastic dan terdiri
Dari 3 lapisan.
a. Tunika intima / interna. Lapisa paling dalam sekali behubungan dengan
Darah dan terdiri dari jaringn endotel.
b. Tunika media. Lapisan tengah yang terdiri dari jaringan otot yang
terdiriDari jaringan otot yang polos.
c. Tunika eksterna / adventesia. Lapisan yang palng luar sekali trdiri dari
Jaringan ikat lembur yang menguatkan dinding arteri.

2. Kapiler
Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil teraba dari Cabang
terhalus dari arteri sehingga tidak tampak kecuali dari bawah Mikroskop.
Kapiler pembentuk anyaman di seluruh jaringan tubuh. Kapiler Selanjutnya
bertemu satu dengan yang lain menjadi darah yang lebih besar Disebut vena.

3. Vena (Pembuluh Darah Balik)


Vena membawa darah kotor kembali ke jantung Beberapa vena yang
penting:
a. Vena cava superior
Vena balik yang memasuki atrium kanan membawa darah kotor dari
Daerah kepala, thorax dan ektremitas atas.
b. Vena cava inferor
Vena yang mengembalikan darah kotor ke jantung dari semua organ
Tubuh bagian bawah.
c. Vena cava jugularis
Vena yang mengembalikan darah kotor dari otak ke jantung.

Khusus sistem pengantar atrium ke ventrikel terdapat perlambatan


1/10 detik Antara jalan implus jantung dan atrium ke dalam ventrikel. Hal
ini memungkinkan Atrium berkontraksi mendahului ventrikel, atrium
bekerja sebagai pompa primerBagi ventrikel dan ventrikel kemudian
menyediakan sumber tenaga utama bagi Pergerakan darah melalui sistem
vaskular.