You are on page 1of 2

i

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keberadaan teknis laboratorium sangat penting dalam menentukan keberhasilan
akademik dosen dan mahasiswa. Pelayanan laboratorium dapat berjalan dengan baik dan
professional apabila tenaga kerja laboratorium kompeten dalam menjalankan tugas, tanggung
jawab dan wewenang di dalam mengelola laboratorium pendidikan. Maka dari itu,
diperlukan tenaga laboratorium yang mempunyai kualifikasi dan kopetensi yang disyaratkan.
Dalam melaksanakan riset, mahasiswa kimia FMIPA Universitas Mataram pastinya
akan melakukan kontak dengan bahan kimia baik langsung maupun tidak langsung. Untuk
dapat mendukung jaminan kesehatan dan keselamatan kerja mahasiswa, dibutuhkan teknisi
laboratorium yang mampu memberikan intruksi cara menangani bahan kimia, khususnya dari
segi bahaya yang mungkin ditimbulkan. Seorang teknisi laboratorium harus memenuhi
kriteria dari ISO/IEC 17025 tahun 2017, yaitu memiliki hard skills dan soft skills yang
memadai untuk bekerja dengan menerapkan prosedur keamanan dan kesehatan. Mereka juga
harus memiliki pengetahuan terkait kebutuhan-kebutuhan dan standar pelaksanaan uji coba
pada laboratorium agar aman dan sesuai dengan prosedur.
Salah satu Informasi penting yang harus diketahui oleh para pelaksana di
laboratorium adalah MSDS (Material Safety Data Sheet). MSDS adalah dokumen yang
dibuat khusus tentang suatu bahan kimia mengenai pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara
penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia
tersebut. Namun, saat ini masih ada teknisi laboratorium dan mahasiswa yang belum
mengenal dengan baik MSDS, meskipun mereka rutin berkecimpung dengan aktivitas yang
melibatkan kontak dengan bahan kimia. Mengingat ketersediaan MSDS di laboratorium
yang belum memasyarakat, padahal ketersediaan MSDS cukup penting dan digunakan juga
sebagai salah satu kriteria laboratorium standar. Oleh karena itu, makalah ini akan
membahas pentingnya pengetahuan tentang MSDS bagi seorang teknisi laboratorium.