You are on page 1of 22

ANAK USIA SEKOLAH

A. DEFINISI
Anak usia sekolah merupakan suatu periode yang dimulai saat anak masuk sekolah
dasar sekitar usia 6 tahun sampai menunjukan tanda akhir masa kanak-kanak yaitu 12 tahun.
Langkah perkembangan selama anak mengembangkan kompetensi dalam
ketrampilan fisik, kognitif, dan psikososial. Selama masa ini anak menjadi lebih baik dalam
berbagai hal, misalnya mereka dapat berlari dengan cepat dan lebih jauh sesuai
perkembangan kecakapan dan daya tahannya.
B. KELOMPOK ANAK
1. Usia prasekolah 2-5 tahun
2. Usia sekolah 6-12 tahun
Selompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. Perkembangan fisik, kognitif dan
sosial meningkat. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi.
a. Anak usia 6-7 tahun
membaca seperti mesin
mengulangi tiga angka mengurut ke belakang
membaca waktu untuk seperempat jam
anak wanita bermain dengan wanita
anak laki-laki bermain dengan laki-laki
cemas terhadap kegagalan
kadang malu atau sedih
peningkatan minat pada bidang spiritual
b. Anak usia 8-9 tahun
kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
menggunakan alat-alat seperti palu
peralatan rumah tangga
ketrampilan lebih individual
ingin terlibat dalam segala sesuatu
menyukai kelompok dan mode
mencari teman secara aktif
c. Anak usia 10-12 tahun!
pertambahan tinggi badan lambat
pertambahan berat badan cepat
perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak
mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri
memasak, menggergaji, mengecat
menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu
membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu
teman sebaya dan orang tua penting
mulai tertarik dengan lawan jenis
sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan
3. Usia remaja 13 - 18 tahun
C. CIRI-CIRI ANAK USIA SEKOLAH
Anak usia sekolah disebut sebagai masa akhir anak-anak sejak usia 6 tahun dengan ciri-ciri
sebagai berikut !
1. Label yang digunakan oleh orang tua
a. Usia yang menyulitkan karena anak tidak mau lagi menuruti perintah dan lebih dipengaruhi
oleh teman sebaya dari pada orang tua ataupun anggota keluarga lainnya
b. Usia tidak rapi karena anak cenderung tidak memperdulikan dan ceroboh dalam
penampilan
c. Usia bertengkar karena banyak terjadi pertengkaran antar keluarga dan membuat suasana
rumah yang tidak menyenangkan bagi semua anggota keluarga
2. Label yang digunakan pendidik/guru
a. Usia sekolah dasar : anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap
penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan mempelajari
perbagai ketrampilan penting tertentu baik kurikuler maupu ekstrakurikuler
b. Periode kritis dalam berprestasi : anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak
sukses, atau sangat sukses yang cenderung menetap sampai dewasa
3. Label yang digunakan oleh ahli psikologi
a. Usia berkelompok : perhatian utama anak tertuju pada keinginan diterima oleh teman-
teman sebaya sebagai anggota kelompok
b. Usia penyesuaian diri : anak ingin menyesuaikan dengan standar yang disetujui oleh
kelompok dalam penampilan, berbicara dan berperilaku
c. Usia kreatif : suatu masa yang akan menentukan apakah anak akan menjadi konformis
(pencipta karya baru) atau tidak
d. Usia bermain : suatu masa yang mempunyai keinginan bermain yang sangat besar karena
adanya minat dan kegiatan untuk bermain
D. PERKEMBANGAN FISIK
1. Tinggi dan berat badan
Laju pertumbuhan selama tahun sekolah awal lebih lambat dari pada setelah lahir
tetapi, meningkat secara terus menerus. Pada anak tertentu mungkin tidak mengikuti pola
secara tepat. Anak usia sekolah lebih langsing dari pada anak usia prasekolah, sebagai akibat
perubahan distribusi dan kekebalan lemak (Edelmen dan Mandle, 1994)
Sekolah memberi peluang pada anak untuk membandingkan dirinya dengan
kelompok besar anak anak dengan usia yang sama. Pemeriksaan fisik yang biasanya
diperlukan selama kelas 1 merupakan kesempatan yang baik perawat untuk mendiskusikan
dengan anak dan orang tua tentang pengaruh genetic, nutrisi, dan olah raga terhadap tinggi
dan berat badan. Anak laki laki sedikit labih tinggi dan lebih berat dari pada anak perempuan
selama tahun pertama sekolah. Kira-kira 2 tahun sebelum pubertas. Anak mengalami
peningkatan pertumbuhan yang cepat.
2. Fungsi kardiovaskular
Fungsi kardiovaskular baik dan stabil selama tahun usia sekolah. Denyut jantung
rata- rata 70-90 denyut/menit, tekanan darah normal 110/70 mmhg dan frekuensi
pernafasan stabil 19-21. Pertumbuhan paru minimal dan pernafasan menjadi lebih lambat,
lebih dalam, dan lebih teratur. Akan tetapi pada akhir periode ini jantung 6 kali ukurannya
saat lahir dan umumnya sudah mencapai ukuran dewasa.
3. Fungsi neuromuscular
Anak usia sekolah menjadi labih lentur karena koordinasi otot besar meningkat dan
kekuatannya dua kali lipat. Banyak anak berlatih ketrampilan motorik kasar yaitu berlari,
melompat, menyeimbangkan gerak tubuh, dan menangkap selama bermain. Menghasilkan
peningkatan ketrampilan neuromuscular. Perbedaan individual dalam kecepatan pencapaian
penguasaan ketrampilan dasar mulai terlihat. Perbedaan individual dalam ketrampilan
motorik terbentuk dalam partisipasi anak dalam aktivitas yang membutuhkan pergerakan otot
yang terkoordinasi dan kemampuan motorik halus.
Ketrampilan motorik halus terlambat tertinggal oleh ketrampilan motorik kasar
tetapi berkembang kira- kira dalam kecepatan yang sama, saat kontrol jari dan pergelangan
tangan tercapai, anak menjadi pandai melakukan aktivitas. Ketrampilan meningkatkan
motorik halus pada anak dalam pertengahan masa kanak-kanak membuat mereka menjadi
sangat mandiri dalam merawat kebutuhan personal lain.
Mereka mengembangkan keinginan personal yang kuat dalam proses kebutuhan ini
akan terpenuhi. Penyaklit dan hospitalisasi mengancam pengendalian anak dalam area ini.
Maka sangat penting mengizinkan mereka untuk berpartisipasi dalam perawatan dan
mempertimbangkan kemandirian sebanyak mungkin.
3. Nutrisi
Periode usia sekolah merupakan salah satu masalah nutrisi secara relative. Jika
terjadi defisiensi biasany defisiensi zat besi, vitamin A, atau kalsium. Anak usia sekolah
dapat belajar banyak hal tentang piramida makanan dan diet yang seimbang dengan
membantu menyiapkan makanan. Perawat harus menganjurkan orang tua untuk menyediakan
makanan dalam jumlah yang adekuat bagi anak untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas.
E. PERKEMBANGAN KOGNITIF
Perubahan kognitif pada anak usia sekolah adalah pada kemampuan untuk berfikir
dengan cara yang logis. Pemikiran anak usia sekolah tidak lagi di dominasi oleh persepsinya
dan sekaligus kemampuan untuk memahami dunia secara luas. Sekitar 7 tahun, anak
memasuki tahap piaget ketiga yaitu perkembangan kognitif, yang di kenal sebagai
operasional konkret, ketika mere'ka mampu mengunakan symbol secara operasional
(aktivitas mental) dalam pemikiran bukan kerja mereka mulai menggunakan proses
pemikiran yang logis dengan materi konkret. Periode ini di tandai dengan tiga kemampuan
atau kecakapan yaitu mengklasifikasikan, menyusun, dan mengasosiasikan. Pada akhir masa
ini anak sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving) yang
sederhana.
1. Perkembangan bahasa
Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini
tercakup semua semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan di nyatakan
dalam bentuk tulisan, lisan, isyarat, atau gerak dengan menggunakan kata-kata, kalimat
bunyi, lambing, gambar atau lukisan, dengan bahasa, semua manusia dapat mengenal dirinya,
sesama manusia, alam sekitar, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai moral atau agama.
Terdapat dua faktor penting yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu
sebagai berikut :
a. Proses jadi matang, dengan perkataan lain anak itu menjadi matang (orang-orang suara/
bicara sudah berfungsi) untuk berkata kata.
b. Proses belajar yang berarti bahwa anak yang telah matang untuk berbicara lalu
mempelajari bahasa orang lain dengan jalan mengimitasi/meniru ucapan atau kata-kata yang
didengarnya.
Perkembagan bahasa sangat cepat selama masa kanak-kanak tengah dan pencapaian
berbahasa tidak lagi sesuai dengan usianya. Rata-rata anak usia 6 tahun memiliki kosakata
sekitar 3000 kata yang cepat berkembang dengan meluasnya pergaulan dengan teman sebaya
dan orang dewasa serta kemampuannya membaca. Anak meningkatkan penggunaan
berbahasa dan mengembangkan pengetahuan strukturalnya. Mereka menjadi lebih menyadari
aturan sintaksis, aturan merangkai kta menjadi kalimat.
F. PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Selama masa ini anak berjuang untuk mendapatkan kompetensi dan ketrampilan
yang penting bagi mereka yang berfungsi sama sepertu de'asa. Anak usia sekolah yang
mendapatkan keberthasilan positif merasa adanya perasaan berharga. Anak-anak yang
menghadapi kegagalan dapat merasakan mediokritas (biasa saja) / perasaan tidak berharga
yang dapat mengakibatkan menarik diri dari sekolah dan teman sebaya.
1. Perkembangan moral
Kebutuhan kode moral dan aturan social menjadi lebih nyata sesuai kemampuan kognitif dan
pengalaman social anak sekolah, mereka memandang aturan sebagai prinsip dasar kehidupan,
bukan hanya perintah dari yang memiliki otoritas.
Anak mulai mengenal konsep moral pertama kali dari lingkungan keluarga. Usaha untuk
menanamkan konsep moral sejak dini merupakan hal yang seharusnya, karena informasi yang
di terima anak mengenai benar salah, baik buruk, akan menjadi pedoman pada tingkah
lakunya.
2. Hubungan sebaya
Anak usia sekolah menyukai sebaya ssejenis dari pada sebaya lain jenis. Identitas jender yang
kuat dapat di lihat pada ikatan yang kuat dengan teman sejenis yang di pertahankan oleh anak
biasa di sebut “geng”. Umumnya anak laki-laki dan perempuan memandang jenis kelamin
yang berbeda secara negative. Pengaruh sebaya menjadi lebih berbeda selama tahap
perkembangan ini. Konformitas terlihat pada perilaku, gaya berpakaian, dan pola berbicara
yang di dorong dan dipengaruhi adanya kontak dengan sebaya. Identitas kelompok
meningkat, seiring perubahan anak sekolah menuju adolesens.
3. Identitas seksual
Freud menggambarkan usia sekolah sebagai periode laten karena ia merasa pada periode ini
anak memiliki sedikit ketertarikan dalam seksualitasnya. Sekarang ini banyak peneliti
percaya bahwa anak usia sekolah memiliki ketertarikan yang besar pada seksualitasnya.
4. Konsep diri dan kesehatan
Selama usia sekolah identitas dan konsep diri menjadi lebih kuat dan lebih individual.
Persepsi sehat sakit berdasarkan pada fakta yang mudah diobservasi seperti adanya atau tidak
adanya penyakit dan keadekuatan tidur atau makan. Kemampuan fungsional standar untuk
kesehatan personal dan kesehatan yang lain dinilai.
G. TUGAS PERKEMBANGAN ORANGTUA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH
Ketika anak memasuki usia sekolah, orangtua sebenarnya merasa bahwa tahapan ini lebih
berkurang kadar sibuknya, karena pekerjaan rumah sudah dapat berjalan secara rutin. Anak
secara umum merasa puas mengenai hubungannya dengan orangtua dan mulai terlibat dalam
aktivitas rumah tangga.
1. Mensupport perkembangan anak
Mendukung perkembangan anak dilakukan dengan cara membiarkan anak untuk
pergi dan bergabung dengan dunia di luar rumahnya. Semakin lama, akan semakin sedikit
waktu anak tersebut berada di rumahnya. Sejak pagi hingga siang anak harus bersekolah,
kemudian setelah itu tidak jarang anak mengikuti kegiatan olahraga atau klub-klub tertentu
bersama dengan grupnya, sehingga anak pulang ke rumah dalam keadaan lelah pada malam
hari untuk beristirahat. Belum lagi ajakan temannya untuk menginap di rumahnya, berlibur
bersama, ikut camp, mengunjungi kerabat pada hari libur, dsb. Semua kegiatan tersebut di
atas sangat baik untuk perkembangan anak dalam hal kemandirian, memperluas pengalaman
dan untuk perkembangan kepribadiannya.
Ketika anak mulai bergabung dengan teman sebaya mereka, orientasi mereka mulai
berkembang kearah peern ya. Maka orangtua harus mendukung hubungan ini, karena
penelitian membuktikan bahwa anak dengan dukungan yang sangat baik dari anggota
keluarganya akan memgang teguh norma, nilai dan identifikasi terhadap keluarganya bahkan
ketika mereka sedang berinteraksi dengan orang lain (Bowerman&Kinch, 1959). Seorang ibu
yang memiliki hubungan pertemanan yang hangat akan lebih mudah untuk membiarkan
anaknya bergabung dengan dunia luar.
Anak pada usia ini sering menjadikan orang yang lebih tua sebagai figur otoritas.
Anak akan sering berkata “...tapi kata bu guru begini...) pada orangtuanya. Hal ini
mengindikasikan bahwa anak sudah mulai keluar dari aturan rumahnya. Anak menemukan
model baru, sikap baru, dan pandangan baru melebihi yang didapat di keluarganya. Orangtua
yang dapat berempati terhadap minat anak dan dapat lebih melonggarkan aturannya pada
anak akan lebih mudahuntuk tidak terlalu mengikat anak tersebut pada masa remajanya.
Orangtua yang menanamkan minat selain dari urusan anaknya akan lebih mudah
untuk membiarkan anaknya bergabung dengan aktivitas luar rumahnya dibandingkan
orangtua yang memusatkan hidupnya hanya untuk anak mereka. Pada masa ini, suami dan
istri lebih sering bekerja bersama dalam sebuah proyek disbanding ketika usia anaknya masih
preschool ataupun remaja.(Feldman, 1961). Beberapa aktivitas bersama yang dilakukan
dengan anak-anak juga, seperti piknik keluarga mungkin dapat mengembangkan minat dari
suami dan istri untuk meneruskan hubungannya sebagai sebuah pasangan.
2. Mempertahankan hubungan pernikahan
Beberapa studi, termasuk data dari National Opinion Research Centre mengindikasikan bah'a
efek dari kehadiran anak pada sebuah pernikahan dapat membawa efek yang negatif. Hal ini
ditemukan pada semua ras, agama, level pendidikan, dan status pekerjaan (Davis,1978).
Sebanyak 6 survey nasional sejak tahun 1973 sampai 1978 menemukan bahwa kehadiran
anak cenderung mengurangi kebahagiaan orangtua, dalam hal :
1. Ikut campur dalam hubungan pernikahan (marital companionship)
2. Mengurangi spontanitas hubungan seksual antara suami dan istri
3. Meningkatkan potensi kecemburuan dan kompetensi untuk memperoleh afeksi, waktu dan
perhatian,
4. Menjaga pasangan yang tidak bahagia dari perceraian, setidaknya untuk beberapa saat
(Gleen & Mc Lanchan).
Permasalahan pernikahan pada keluarga dengan anak usia sekolah biasanya lebih
sering terjadi dibandingkan momen lainnya. Biasanya mereka mengalami 3 kali problem
lebih sering. potensi problem terbesar bisanya mengenai pengaturan anak di rumah, sehingga
mengurangi ekspresi afeksi dari pasangan suami-istri, dan dijadikan nomor kedua
(Swensen & Moore, 1979)
Ekspresi cinta dari pasangan mulai berkurang selama perjalanan pernikahan. Hal ini
biasanya terjadi pada pasangan yang menerapkan peran gender tradisional dalam
berhubungan, dimana hubungan keduanya kemudian hanya menjadi sebuah kebiasaan yang
didasarkan pada kebutuhan, perasaan, dan harapan dari satu pihak ke pihak lainnya. Model
pernikahan seperti ini lebih baik menggunakan metode diskusi daripada menghindar dalam
penyelesaian konfliknya, dan yang lebih pentingberusaha untuk mengekspresikan cintanya
secara spontan. Menjaga hubungan pernikahan pada saat usia anak memasuki usia sekolah
sangatlah penting, tidak hanya untuk kepentingan suami dan istri saja, tetapi juga demi
kepentingan anak kelak.

H. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH


1. Menyediakan tempat tinggal yang cocok dan memperhatikan kesehatan anak
Keluarga dengan anak usia sekolah mencari tempat tinggal yang sesuai dengan
kemampuan mereka. Mereka lebih menyukai rumah yang dapat diperluas dan memungkinkan
penggunaan energi secara efisien yang dekat dengan sekolah dan job security. auenstein
dalam penelitiannya membagi populasi menjadi dua macam yaitu !
a. High stress neighborhoods C ditandai dengan crowded, susunan , keluarga mengalami
kesulitan membuat suatu pertemuan
b. Low stress neighborhoods C kebanyakan adalah keluarga-keluarga yang stabil, jalan-jalan
yang aman.
5ari sini dapat disimpulkan bah'a tak seorangpun yang ingin tinggal di area yang
tinggi tingkat kriminal yang sangat membahayakan anak-anak dan juga orang de'asa . Dang
sering tinggal di area seperti ini biasanya adalah keluarga yang tidak bekerja pengangguran/
dan punya masala-masalah dalam perka'inan. 5apat dilihat bah'a menyediakan tempat
tinggal yang sesuai adalah suatu tugas yang berat dan memberi tantangan terutama dalam
situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang.
$eluarga dengan young children kebanyakan menginginkan mempunyai rumah
sendiri. Akan tetapi, biaya untuk memiliki rumah sendiri selalu meningkat dari 'aktu ke
'aktu. Adanya biaya pindah keluarga rata-rata meningkat begitu cepat, banyak keluarga yang
tetap berada di tempat tinggalnya tanpa mencoba untuk meningkatkan keadaan tempat tinggal
mereka. %ada 'aktu biaya untuk tempat tinggal semakin tinggi, beberapa keluarga muda
mampu membeli sebuah rumah tanpa bantuan dari kerabatnya. al itu tidak aneh karena
biasanya keluarga muda paling banyak menerima dukungan dari extended family
enjaga kesehatan anak usia sekolah memerlukan suntikan untuk mencegah adanya
penyakit menular dan peduli pada anak yang sakit atau pemulihan dari kecelakaan. 7anyak
sistem sekolah yang mengharuskan bukti imunisasi anak sebelum menerima mereka ke
sekolah tiap tahun. 5ipteria, tetanus, pertusis, polio, campak, gondok dan rubella ;/
adalah imunisasi yang biasanya diperlukan bagi anak dari 0$ sampai S A. leh karena itu,
adalah tanggung ja'ab keluarga untuk menemui dokter keluarga atau melalui 5epartemen
$esehatan 9egara atau klinik.
$esehatan gigi pada anak dan orang de'asa juga merupakan tanggung ja'ab
keluarga. %emberian fluoride secara rutin besar pengaruhnya dalam mengurangi kerusakan
gigi pada anak. leh karena itu, keluarga diharapkan untuk memeriksakan dan merapikan
gigi anak pada dokter gigi serta menggosok gigi secara teratur setelah makan yang sering
memerlukan monitor dan modeling dari orang tua.
$ecelakaan merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak usia sekolah.
asil penelitian bah'a anak laki-laki dua kali lebih banyak mengalami kecelakaan
dibandingkan anak perempuan dan biasanya kematian paling tinggi adalah karena kecelakan
kendaraan motor. Selain itu, kecelakaan juga menyebabkan kerusakan permanen,
kelumpuhan serta kehilangan 'aktu untuk sekolah.
Child abuse merupakan suatu masalah yang terdapat pada beberapa keluarga.
endisiplinkan anak dengan cara memukul mungkin adalah sesuatu yang normal dalam
beberapa keluarga dan cukup banyak persentase orang tua yang mengaku menendang,
menggigit, memukul dengan tangan atau benda dan mengancam menggunakan pisau atau
senjata. asil penelitian bah'a 1+ dari seribu anak tidak menerima cinta dan dukungan tetapi
sering menerima pukulan dari orang tua mereka. rang de'asa yang mengalami abuse pada
'aktu anak-anak lebih cenderung menjadi child abuser terhadap anak mereka sendiri.
hysical abuse biasanya terjadi pada keluarga miskin tetapi kebanyakan keluarga kaya
menggunakan abuse sebagai =accident!. 7anyak keluarga ekonomi ba'ah yang stress dan
melampiaskan rasa frustasi pada anak mereka. Child abuse sering juga dipicu oleh respon
anak yang membantah, menantang atau mengabaikan orang tua sehingga orang tua frustasi
dan kehilangan kontrol dan menggunakan metode disiplin yang lebih keras dan meningkat
menjadi abuse. arents anonymous merupakan organisasi nasional yang siap membantu
mengatasi kekerasan dengan melakukan pertemuan secara teratur dan menggunakan sarana
telepon untuk orang tua yang membutuhkan bantuan.
"ncest merupakan masalah kesehatan mental utama yang terjadi pada semua kelas
sosek serta etnis dan ras, biasanya saat anak berusia 6-12 tahun. Anak yang menjadi korban
incest biasanya takut untuk menceritakannya pada siapapun, yang bisa jadi petunjuk adalah
penarikan diri yang tidak jelas, kecemasan, mimpi buruk atau keluhan fisik khususnya
masalah urine atau pel#ic yang sakit. 7antuan untuk korban incest dan keluarganya dapat
ditemukan di tempat layanan perlindungan anak, pusat krisis perkosaan atau woman$s
centers. ntuk mencegah incest dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan seks di rumah
dan di sekolah.
Health care cost biaya kesehatan/ cenderung meningkat, tetapi banyak keluarga
yang mempunyai asuransi kesehatan untuk membantu membiayai biaya rumah sakit dan
membayar dokter. Sebanyak ( E dari pekerja di Amerika bekerja pada perusahaan yang
memiliki asuransi kesehatan.
2. Ke"angan Ke&"arga %engan Anak U)#a Sek'&a!
%engeluaran keluarga yang paling besar biasanya adalah untuk makan, kemudian
untuk rumah, transport, dan kebutuhan rumah tangga. $eempat item utama tersebut kira-kira
membutuhkan 6#,1 E dari semua uang yang dihabiskan tiap indi*idu dalam sebuah keluarga.
7elum lagi untuk biaya pengobatan, pakaian, rekreasi, dan yang lainnya.
<bu sering bekerja untuk membantu keuangan keluarga dan anak-anak. $ebanyakan
ibu bekerja pada pekerjaan apapun menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan
yang mereka miliki. %enghasilan mereka biasanya tidak sebesar penghasilan suaminya, tetapi
mereka dapat membantu menyediakan segala sesuatu yang dibutuhan keluarga.
%ekerjaan part time mungkin adalah pekerjaan yang baik untuk ibu ketika
anakberada di sekolah atau ketika ayah mereka dapat menemani anak-anak. %plit shifts
memungkinkan banyak ibu yang bekerja sementara suami berada di rumah. $esuksesan ibu
bekerjatergantung pada pendidikan dan training, pengalaman kerja sebelumnya, dukungan
suami, usia anak, kesehatan serta dukungan bantuan dari kerabat dekat dan orang lain.
%ekerjaan ibu biasanya harus disesuaikan secara efektif terhadap situasi yang terjadi dalam
keluarga seperti ketika anak sakit, mendapat kecelakaan atau situasi ga'at lain yang
menimpa keluarga.
&ual career familiesmerupakan keluarga dimana kedua suami dan istri yang
mempunyai karir dengan posisi yang penting, yang meminta serangkaian perkembangan dan
keahlian serta memerlukan kompetensi dan komitmen yang tinggi. $etika salah satu dari
mereka mempunyai kesempatan mengambangkan karir di tempat lain, solusi tradisional
untuk istri adalah mendukung karir suaminya, mengorbankan dirinya dengan tinggal di
rumah, mengakhiri pekerjaannya atau memulai lagi semuanya di lokasi yang baru nanti.
Commuting merupakan jalan keluar yang diambil oleh pasangan yang keduanya
mempunyai karir dimana salah dari mereka tinggal si rumah sedangkan yang lain pulang
pergi kerja selama seminggu, kembali ke keluarga untuk wee'ends dan liburan. $euntungan
yang besar adalah perkembangan yang profesional dengan memisahkan pekerjaan dan 'aktu
untuk keluarga sehingga tidak akan ada pengaruh negatif pada perembangan anak atau dalam
masalah perka'inan. <ni mungkin terjadi ketika ada kerja sama yang aktif dan kepercayaan
antara suami istri, komunikasi yang terbuka dalam keluarga, keteguhan hati untuk mengatasi
masalah, fleksibel, dan komitmen yang kuat untuk keluarga dan pekerjaan. 4arris 1)&(/.
engkombinasikan antara peran dalam bekerja dan keluarga perlu menjaga
keseimbangan antara keduanya. 7aik bu rumah tangga sepenuhnya atau istri yang bekerja
ditemukansama-sama puas secara dengan kehidupannya
Anak memberikan ketertarikan pada ibu ketika mereka terlibat dalam pekerjaan ibu,
mengunjungi tempat kerja ibu, bertemu dengan teman kerja ibu dan melihat apa yang ibu
kerjakan. Anak yang bekerja di samping orang tuanya dalam tugas-tugas rumah tangga
sehari-hari merasa bah'a mereka penting ketika dipercaya untuk memulai mempersiapkan
makan malam dan melakukan tugas rumah tangga yang lain sementara menunggu orang
tuanya pulang ke rumah.
. Pember#an Tangg"ng *a+ab Da&am Meme&#!ara R"ma!
5alam keluarga modern, dapur bukan lagi 'ilayah eksklusif ibu, tetapi juga bagi
ayah dan anak yang lebih tua.
a. artisipasi ana'
%artisipasi anak dalam menjaga rumahdapat dipertimbangkan, tergantung
bagaimana keluarganya, usia dan jenis kelamin anak, dan apakah ibu mereka bekerja atau
tidak. Anak laki-laki dan perempuan dapat saling membantu untuk memasak dan
membersihkan rumah. Seperti perempuan, laki-laki pun dapat melakukan pekerjaan rumah
seperti mencuci piring, mengurus pekarangan, mobil dan he'an peliharaan. <bu yang bekerja
full time, partisipasi anak dalam mengurus rumah sangat tinggi, tapi ibu yang bekerja part(
time, partisipasi anak rendah.
b. )antuan dari suami
Studi dari 1212 pasangan di %hiladelphia, menemukan bah'a pasangan kulit hitam
menyukai pembagian kerja dalam rumah tangga daripada pasangan kulit putih ricksen,
Dancey, > ricksen 1)&)/. 0erdapat 2 istilah yang harus dibedakan. %ertama Role(sharing ,
bah'a tanggungja'ab tugas dilaksanakan oleh pasangan suami istri. Suami menganggap
mengerjakan segala tugas tanpa harus ada nasihat atau pengingat dari istri. <stilah kedua
yaitu
tas' sharing , bah'a pembagian tugas tanpa mengubah asumsi dasar tentang peran-peran dari
pasangan yang menikah. *as' sharing , suami membantu istrinya jika hanya seorang istri
membutuhkan pertolongan suaminya.
Studi di iddleto'n 1)&( menemumukan perbedaanantara keluarga business class
+ wor'ing class. 3# persen keluarga yang menganggap istri memiliki tanggung ja'ab penuh
terhadap tugas rumah tangga, istri yang mengurus rumah tangga lebih banyak daripada suami
sekitar 3+ persen pasangan, & persen pasangan suami istri saling berbagi tugas, laki-laki
yang
lebih banyak mengurus rumah tangga sekitar persen dan beberapa lagi masih termasuk
dalam studi keluarga.
Le'is 1)&2/ menyatakan bah'a istri lebih aktif dalam membuat keputusan ketika
anak di rumah. <nteraksi dengan ayah juga sangat penting, karena dapat membantu anak
bersikap disekolah seperti halnya hubungan dengan peers, orangtua, dan saudara kandung
4eldman > 4eldman, 1)&#/. ubungan antara suami-istri dapat ditingkatkan dengan saling
berbagi tugas dalam menjaga anak dan rumah tangga.
3. S')#a&#)a)#
Sosialisasi adalah sebuah proses dimana indi*idu dibantu untuk!
a. diterima dalam anggota suatu kelompok
b. mengembangkan sense-nya sebagai social being
c. berinteraksi dengan orang lain dalam *ariasi peran, posisi, dan status
d. antisipasi terhadap harapan dan reaksi dari orang lain
e. persiapan untuk peran masa depan yang mereka harapkan
Sosialisasi bermanfaat untuk tiap anggota keluarga dalam mengembangkan s'ills,
attitude dan potensi seseorang di masyarakat. Sosialisasi berlangsung terus menerus dalam
kehidupan sebagai suatu peran baru di setiap situasi baru atau kelompok yang indi*idu
tersebut baru memasukinya. Anak-anak usia sekolah lebih mengembangkan hubungan
dengan orang lain daripada dengan keluarganya sendiri.
;asa kedekatan dengan relati#es of the family dapat dicapai dengan cara saling
mengunjungi, menulis surat, liburan bersama, reuni keluarga, dll. Anak-anak usia sekolah
dapat berkunjung ke keluarganya yang lain di saat anak tersebut sudah bisa menjaga dirinya,
siap menghadapi tantangan dan tertarik dengan situasi yang baru. Anak usia sekolah senang
berteman dengan berbagai jenis orang. Saat anak tersebut berhadapan dengan teman yang
berbeda tipe, mereka belajar mengatasi situasi saat ini dan yang akan datang. =undesirable
friends@ menurut orangtua
a. anak mengganggu teman mainnya yang lain jenis
b. teman lain suka menyerang
c. bermain bersama tapi tidak sesuai aturan
$eterlibatan keluarga dalam masyarakat berfungsi saat orang tua mempercayai
anaknya untuk mandiri. Anak yang dari latar belakang beda ras, etnik, dan kelas sosial dapat
memiliki pengalaman lebih banyak daripada anak yang hanya berhubungan dengan
=orangorang
satu jenis@ dengannya, karena dapat menghilangkan komponen pendidikan mereka
dalam hidup bermasyarakat.
rangtua sebaiknya ikut aktif dalam pertemuan orangtua-guru dan kegiatan lain
yang ditekuni oleh anaknya.
#. K'm"n#ka)# D# Da&am Ke&"arga %an Anak U)#a Sek'&a!
$eluarga adalah sebuah sarana komunikasi untuk anak usia sekolah. $ebanyakan
anak senang menceritakan pengalaman mereka, banyak bertanya, dan mengekspresikan
sesuatu. Studi longitudinal mengindikasikan masalah a'al seperti destructi#eness, temper
tantrums dan o#eracti#ity menurun secara cepat di usia sekolah
$omunikasi orangtua-anak didukung saat anak merasa bebas menanyakanatau
berbicara hal personal tentang masalah pubertas yang dialami dan tentang peer mereka.
5iskusi tentang sex education!
1. Apa yang terjadi di dalam tubuh
2. perbedaan antara 2 sex
. perbedaan yang dirasakan antar teman sejenis saat beranjak de'asa
3. bagaimana menerima dan dapat nyaman dengan situasi menstruasi pada perempuan dan
seminal emissions pada laki-laki
#. bagaimana cara mengatasi jera'at dan tanda lain yang menunjukkan meningkatnya fungsi
glandular
6. kematangan tubuh apa yang terjadi pada saat sekarang dengan yang akan datang
rang tua yang dapat menja'ab pertanyaan dan terbuka dengan anaknya akan
menjaga komunikasi yang baik. %enerimaan orangtua terhadap perasaan real mereka sama
baiknya pada anak dapat memunculkan ekspresi yang sehat dari emosi seperti fear takut/,
anxiety cemas/, resentment, anger marah/ , dan cemburu.
S#b&#ng)
7eberapa keuntungan memiliki siblings!
1. kakak dapat menjadi teladan bagi adiknya
2. seorang sibling mengidentifikasi dengan yang lain pada satu area
. perbedaan antara sibling dapat mengembangkan sense
3. sibling dapat menjadi feedbac'er
#. dapat saling tukar barang
6. jembatan untuk mengerti antara dunianya dan dunia orang de'asa
%ibling coalition dimana anak dikontrol secara kuat dia'alnya sebagai mekanisme
bagi anak agar terikat bersama yang mungkin ikatan sepanjang hidup antar siblings. Anak
yang pertama lahir dapat memiliki orangtua yang seutuhnya dan terus berlanjut menjadi anak
yang unik dalam keluarga. Anak yang paling akhir, oleh orangtuanya cenderung diberikan
banyak toleransi. Anak tengah merasa bah'a orangtuanya lebih banyak menghukum daripada
memberi dukungan padanya dibandingkan anak tertua dan anak terakhir. 5alam studi tentang
selfesteem anak tengah memiliki tingkat yang rendah selfesteem-nya dibandingkan anak
pertama dan terakhir.
4ungsi dari rumah dapat juga melayani emosi-emosi yang dikondisikan kembali
oleh anggota keluarga pada saat ia berada di luar seperti sekolah dibandingkan ia harus
meluapkan emosi di luar rumah yang akan mengganggu ketenangan di sekitar rumah. 5engan
adanya komunikasi maka cinta akan mengalir dalam keluarga tersebut menggantikan rasa
marah atau energi negatif lainnya dengan energi yang positif.
I. PROMOSI KESEHATAN SELAMA PERIODE USIA SEKOLAH
%eriode usia sekolah merupakan periode klinis untuk penerimaan latihan perilaku
dan kesehatan menuju kehidupan de'asa yang sehat. :ika tingkat kognisi meningkat pada
periode ini, pendidikan kesehatan yang efektif harus dikembangkan dengan tapat. %romosi
praktek kesehatan yang baik merupakan tanggung ja'ab pera'at.
Selama progam ini, pera'at berfokus pada pengembangan perilaku yang secara
positif berpengaruh pada status kesehatan anak. %era'at dapat berperan untuk memenuhi
tujuan kebijakan nasional dengan menigkatkan kebiasaan gaya hidup yang sehat termasuk
nutrisi. Anak usia sekolah harus berpartisipasi dalam progam pendidikan yang
memungkinkan mereka untuk merencanakan, memilih dan menyajikan makanan yang sehat.
%era'at juga mengikutsertakan orang tua tentang peningkatan kesehatan yang tepatbagi anak
usia sekolah. rang tua perlu mengenali pentingnya kunjungan pemeliharaan kesehatan.
*. MASALAH KESEHATAN SPESIFIK PADA ANAK USIA SEKOLAH
$ecelakaan dan cedera merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi pada anak.
Anak usia sekolah juga secara signifikan mengalami kanker, cacat lahir, pembunuhan, dan
penyakit jantung. %ada kelompok usia ini, masalah ini memiliki angka mordibitas tinggi
jumlah infeksi hamper (+E dari seluruh penyakit anak. <nfeksi pernafasan merupakan
pre*alensi terbanyak, flu biasa tetap merupakan penyakit utama pada masa ini.
7eberapa kelompok lebih mudah mengalami penyakit dan ketidakmampuan, sering
kali sebagai akibat adanya rintangan pencapaian pelayanan kesehatan. ;etardasi mental,
gangguan belajar, kerusakan sensasi, dan malnutrisi merupakan pre*alensi terbanyak di
antara anak-anak yang hidup dalam kemiskinan.
asalah-masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah meliputi bahaya fisik
dan psikologis.
,. Ba!a$a F#)#k
a. %enyakit
%enyakit palsu khayal untuk menghindari tugas-tugas yang menjadi tanggung ja'abnya
%enyakit yang sering dialami adalah yang berhubungan dengan kebersihan diri
b. $egemukan
7ahaya kegemukan yang dapat terjadi !
Anak kesulitan mengikuti kegiatan bermain sehingga kehilangan kesempatan untuk
keberhasilan social
0eman-temannya sering mengganggu dan mengejek sehingga anak menjadi rendah diri
c. $ecelakaan
eskipun tidak meninggalkan bekas fisik, kecelakaan sering dianggap sebagai kegagalan dan
anak lebih bersikap hati-hati akan bahayanya bagi psikologisnya sehingga anak merasa takut
dan hal ini dapat berkembang menjadi rasa malu yang akan mempengaruhi hubungan social
d. $ecanggungan
Anak mulai membandingkan kemampuannya dengan teman sebaya bila muncul perasaan
tidak mampu dapat menjadi dasar untuk rendah diri
e. $esederhanaan
al ini sering dilakukan oleh anak-anak dan orang de'asa memandangnya sebagai perilaku
kurang menarik sehingga anak menafsirkannya sebagai penolakan yang dapat mempengaruhi
konsep diri anak
. Ba!a$a P)#k'&'g#)
a. 7ahaya dalam berbicara
Ada 3 empat/ bahaya dalam berbicara yang umum terdapat pada anak-anak usia sekolah
yaitu !
$osakata yang kurang dari rata-rata menghambat tugas-tugas di sekolah dan menghambat
komunikasi dengan orang lain
$esalahan dalam berbicara, cacat dalam berbicara gagap/ akan membuat anak jadi sadar
diri
sehingga anak hanya berbicara bila perlu saja
Anak yang kesulitan berbicara dalam bahasa yang digunakan dilingkungan sekolah akan
terhalang dalam usaha untuk berkomunikasi dan mudah merasa bah'a ia berbeda
 Pembicaraan yang bersifat egosentris, mengkritik dan merendahkan orang lain,
membual akan ditentang oleh temannya
b. Bahaya emosi
Anak akan dianggap tidak matang bila menunjukan pola-pola emosi yang kurang
menyenangkan seperti marah yang berlebihan, cemburu masih sangat kuat sehingga kurang
disenangi orang lain.
c. Bahaya bermain
Anak yang kurang memiliki dukungan sosial akan merasa kekurangan kesempatan
untuk mempelajari permainandan olah raga untuk menjadi anggota kelompok, anak dilarang
berkhayal, dilarang melakukan kegiatan kreatif dan bermain akan menjadi anak penurut yang
kaku.
d. Bahaya dalam konsep diri
Anak yang mempunyai konsep diri yang ideal biasanya merasa tidak puas terhadap
diri sendiri dan tidak puas terhadap perlakuan orang lain bila konsep sosialnya didasarkan
pada berbagai stereotip, anak cenderung berprasangka dan bersikap diskriminatif dalam
memperlakukan orang lain. Karena konsepnya berbobot emosi dan cenderung menetap serta
terus menerus akan memberikan pengaruh buruk pada penyesuaian sosial anak.
e. Bahaya moral
 Bahaya umum diakitkan dengan perkembangan sikap moral dan perilaku anak-anak
 Perkembangan kode moral berdasarkan konsep teman-teman atau berdasarkan
konsep-konsep media massa tentang benar dan salah yang tidak sesuai dengan kode
orang de'asa
 Tidak berhasil mengembangkan suara hati sebagai penga'as perilaku
 Disiplin yang tidak konsisten membuat anak tidak yakin akan apa yang sebaiknya
dilakukan
 Hukuman fisik merupakan contoh agresitas anak
 Menganggap dukungan teman terhadap perilaku yang salah begitu memuaskan
sehingga menjadi perilaku kebiasaan
 Tidak sabar terhadap perilaku orang lain yang salah
f. Bahaya yang menyangkut minat
Bahaya yang dihubungkan dengan minat masa kanak-kanak:
 Tidak berminat terhadap hal-hal yang dianggap penting oleh teman-teman sebaya
 Mengembangkan sikap yang kurang baik terhadap minat yang dapat bernilai bagi
dirinya, misal kesehatan dan sekolah
g. Bahaya hubungan keluarga
Kondisi-kondisi yang menyebabkan merosotnya hubungan keluarga:
 Sikap terhadap peran orang tua, orang tua yang kurang menyukai peran orang tua dan
merasa bahwa waktu, usaha dan uang dihabiskan oleh anak cenderung mempunyai
hubungan yang buruk dengan anak-anaknya.
 Harapan orang tua, kritikan orang tua pada saat anak gagal dalam melaksanakan tugas
sekolah dan harapan-harapan orang tua maka orang tua sering mengkritik, memarahi
dan bahkan menghukum anak.
 Metode pelatihan anak, disiplin yang otoriter pada keluarga besar dan disiplin lunak
pada keluarga kecil yang keduanya menimbulkan pertentangan dirumah dan
meyebabkan kebencian pada anak. Disiplin yang demokratis biasanya menghasilkan
hubungan keluarga yang baik.
 Status sosial ekonomi, bila anak merasa benda dan rumah miliknya lebih buruk dari
temannya maka anak sering menyalahkan orang tua dan orang tua cenderung
membenci hal itu.
 Pekerjaan orang tua, pandangan mengenai pekerjaan ayah mempengaruhi persaan
anak dan bila ibu seorang karyawan sikap terhadap ibu diwarnai oleh pandangan
teman-temannya mengenai wanita karier dan oleh banyaknya beban yang harus
dilakukan di rumah.
 Perubahan sikap kepada orang tua, bila orang tua tidak sesuai dengan harapan
idealnya anak, anak cenderung bersikap kritis dan membandingkan orang tuanya
dengan orang tua teman-temannya.
 Pertentangan antar saudara, anak-anak yang merasa orang tuanya pilih kasih terhadap
saudara-saudaranya maka anak akan menentang orang tua dan saudara yang dianggap
kesayangan orang tua.
 Perubahan sikap terhadap sanak keluarga, anak-anak tidak menyukai sikap sanak
keluarga yang terlalu memerintah atau terlalu tua dan orang tua akan memarahi anak
serta sanak keluarga membenci sikap si anak.
 Orang tua tiri, anak yang membenci orang tua tiri karena teringat orang tua kandung
yang tidak serumah akan memperlihatkan sikap kritis, negativitas dan perilaku yang
sulit.
1. PENGKAJIAN

A. MASALAH KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA


1. Komunikasi keluarga disfungsional
2. Potensial peningkatan menjadi orangtua, perubahan krisis/ menjadi orangtua, konflik
peran orangtua
3. Perubahan penampilan peran
4. Gangguan citra tubuh
5. Koping keluarga tidak efektif (menurun, ketidakmampuan) potensial peningkatan
koping keluarga
6. Risiko terhadap tindak kekerasan
7. Perilaku mencari bantuan kesehatan
8. Gangguan tumbuh kembang
9. Risiko penularan penyakit

B. PROSES KEPERAWATAN KELUARGA


Proses keperawatan merupakan pusat bagi semua tindakan keperawatan, yang dapat
diaplikasikan dalam situasi apa saja, dalam kerangka referensi tertentu, konsep tertentu, teori
atau falsafah. Frieman dalam proses keperawatan keluarga juga membagi dalam lima tahap
proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian terhadap keluarga, identifikasi masalah
keluarga dan individu atau diagnosa keperawatan, rencana perawatan, implementasi rencana
pengerahan sumber-sumber dan evaluasi perawatan.
Dalam melakukan asuhan kepera'atan kesehatan keluarga menurut (Effendi, 2004)
dengan melalui membina hubungan kerjasama yang baik dengan keluarga yaitu dengan
mengadakan kontrak dengan keluarga, menyampaikan maksud dan tujuan, serta minat untuk
membantu keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan keluarga, menyatakan kesediaan
untuk membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan kesehatan yang dirasakan keluarga dan
membina komunikasi dua arah dengan keluarga .
(Friedman, 1998:55) menjelakan proses asuhan keperawatan keluarga terdiri dari
lima langkah dasar meliputi:
1. Pengkajian
Menurut Suprajitno (2004, 29) pengkajian adalah suatu tahapan ketika seorang perawat
mengumpulkan informasi secara terus menerus tentang keluarga yang dibinanya.
Pengkajian merupakan langkah awal pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga. Agar
diperoleh data pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan keluarga, perawat
diharapkan menggunakan bahasa ibu (bahasa yang digunakan sehari-hari), lugas dan
sederhana.
Kegiatan yang dilakukan dalam pengkajian meliputi pengumpulan informasi dengan
cara sistematis dengan menggunakan suatu alat pengkajian keluarga, diklasifikasikan dan
dianalisa (Friedman, 1998:56)
a. Pengumpulan Data
1. Identitas keluarga yang dikaji adalah umur, pekerjaan, tempat tinggal, dan tipe keluarga .
2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi, menjelaskan mengenai tugas
perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas
perkembangan tersebut belum terpenuhi.
c. Riwayat keluarga inti, menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang
meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga,
perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi), sumber pelayanan kesehatan
yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman-pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
3. Latar belakang budaya, kebiasaan keluarga
a. Kebiasaan makan, kebiasaan makan ini meliputi jenis makanan yang dikosumsi oleh
keluarga .
b. Pemanfaatan fasilitas kesehatan, perilaku keluarga didalam memanfaatkan fasilitas
kesehatan merupakan faktor yang penting dalam penggelolaan penyakit.
c. Pengobatan tradisional, merupakan pilihan bagi keluarga untuk menentukan pengobatan
yang diinginkan ataupun alternatif pilihan yang dipilih yaitu pengobatan tradisional.
4. Status Sosial Ekonomi
a. Pendidikan
Tingkat pendidikan keluarga mempengaruhi keluarga dalam mengenal suatu penyakit dan
pengelolaannya. Terpengaruh pula terhadap pola pikir dan kemampuan untuk mengambil
keputusan dalam mengatasi masalah dangan tepat dan benar.
b. Pekerjaan dan penghasilan
Penghasilan yang tidak seimbang juga berpengaruh terhadap keluarga dalam melakukan
pengobatan dan pera'atan pada angota keluarga yang sakit salah satunya disebabkan karena
suatu penyakit. Menurut (Effendi, 1998) mengemukakan bahwa ketidakmampuan keluarga
dalam merawat anggota keluarga yang sakit salah satunya disebabkan karena tidak
seimbangnya sumber-sumber yang ada pada keluarga .
5. Tingkat perkembangan dan riwayat keluarga
Menurut Friedman (1998:125) riwayat keluarga mulai lahir hingga saat ini termasuk
riwayat perkembangan dan kejadian serta pengalaman kesehatan yang unik atau berkaitan
dengan kesehatan yang terjadi dalam kehidupan keluarga yang belum terpenuhi berpengaruh
terhadap psikologis seseorang yang dapat mengakibatkan kecemasan.
6. Aktiftas
Pola aktifitas yang dipilih oleh suatu keluarga dapat berpengaruh terhadap terjadinya suatu
penyakit dan gaya hidup suatu keluarga.
7. Data Lingkungan
a. Karakteristik Rumah
Cara memodifikasikan lingkungan fisik yang baik seperti lantai rumah, penerangan dan
fentilasi yang baik dapat mengurangai faktor penyebab terjadinya suatu penyakit.
b. Karakteristik Lingkungan
Menurut (Friedman, 1998:122) derajat kesehatan dipengaruhi oleh lingkungan. Ketenangan
lingkungan sangat mempengaruhi derajat kesehatan.
8. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi
Menurut (Friedman, 1998) semua interaksi perawat dengan pasien adalah berdasarkan
komunikasi. istilah komunikasi teurapetik merupakan suatu teknik dimana usaha mengajak
pasien dan keluarga untuk bertukar pikiran dan perasaan. Teknik tersebut mencakup
ketrampilan secara verbal maupun nonverbal, empati dan rasa kepedulian yang tinggi.
b. Struktur Kekuasaan
Kekuasaan dalam keluarga mempengaruhi dalam kondisi kesehatan, kekuasaan yang otoriter
dapat menyebabkan stress psikologik.
c. Struktur peran
Menurut (Friedman, 1998) anggota keluarga menerima dan konsisten terhadap peran yang
dilakukan, maka ini akan membuat anggota keluarga puas atau tidak ada konflik dalam
peran, dan sebaliknya bila peran tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan harapan maka
akan mengakibatkan ketegangan dalam keluarga .
9. Fungsi keluarga
a. Fungsi afektif
Keluarga harus saling menghargai satu dengan yang lainnya agar tidak menimbulkan suatu
permasalahan maupun stressor tertentu bagi anggota keluarga itu sendiri.
b. Fungsi sosialisasi
Keluarga memberikan kebebasan bagi anggota keluarga dalam bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar. Bila keluarga tidak memberikan kebebasan pada anggotanya, maka akan
mengakibatkan anggota keluarga menjadi sepi. Keadaan ini mengancam status emosi
menjadi labil dan mudah stress.
c. Fungsi kesehatan
Fungsi mengembangkan dan melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan
rumah untuk berhubungan dengan orang lain diluar rumah.
Hal-hal yang perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana keluarga melakukan pemenuhan
tugas perawatan keluarga adalah:
a. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, yang perlu
dikaji adalah sejauhmana keluarga memahami fakta-fakta dari masalah kesehatan
yang meliputi pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab dan yang
mempengaruhinya serta persepsi keluarga terhadap masalah.
b. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan
kesehatan yang tepat
c. Mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit,
termasuk kemampuan memelihara lingkungan dan menggunakan fasilitas kesehatan
d. Bagaimana falsafah hidup keluarga berkaitan dengan upaya perawatan dan
pencegahan.
d. Fungsi Reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah:
a. Berapa jumlah anak
b. Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga
c. Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah anggota
keluarga .
e. Fungsi Ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah:
a. Sejauhmana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan
b. Sejauhmana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat sdalam upaya
peningkatan status kesehatan keluarga .
10 Pola istirahat tidur
Istirahat tidur seseorang akan terganggu manakala sedang mengalami masalah yang belum
terselesaikan
11. Stress dan Koping keluarga
a. Stressor jangka pendek dan panjang
1. Stressor jangka pendek yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan
penyelesaian dalam waktu kurang dari 6 bulan.
2. Stressor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan
penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Hal yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga berespon terhadap situasi/stressor.
c. Strategi koping yang digunakan
Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
d. Strategi adaptasi disfungsional
e. Strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan

b. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap semua anggota keluarga . Metode yang digunakan pada
pemeriksaan fisik tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik.
c. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah, type rumah, jumlah ruangan,
jumlah jendela, jarak septic tank dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta
denah rumah.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik tetangga dan komunitas setempat yang meliputi
kebiasaan, lingkungan fisik, aturan/kesepakatan penduduk setempat, budaya setempat yang
mempengaruhi kesehatan.
3. Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah tempat.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan
keluarga yang ada dan sejauh mana interaksi keluarga dengan masyarakat.
5. Sistem pendukung keluarga
Dang termasuk dalam sistem pendukung keluarga adalah jumlah anggota keluarga yang
sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan. Fasilitas
mencakup fasilitas fisik, fasilitas psikologis atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas
sosial atau dukungan dari masyarakat setempat.

d. Pengkajian Anak Sekolah


- Bagaimana karakteristik teman bermain
- Bagaimana lingkungan bermain
- Bagaimana lama anak menghabiskan 'aktunya disekolah
- Bagaimana stimulasi terhadap tumbuh kembang anak dan adakah sarana yang dimilikinya
- Bagaimana temperamen anak saat ini
- Bagaimana pola anak jika menginginkan sesuatu barang
- Bagaimana pola orang tua menghadapi permintaan anak
- Bagaimana prestasi yang dicapai anak saat ini
- Kegiatan apa yang diikuti anak selain di sekolah
- Sudahkah memperoleh imiunisasi ulangan selama disekolah
- Pernahkah mendapat kecelakaan selama disekolah atau dirumah saat bermain
- Adakah penyakit yang muncul dan dialami anak selama masa ini
- Adakah sumber bacaan lain selain buku sekolah dan apa jenisnya
- Bagaimana pola anak memanfaatkan 'aktu luangnya
- Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga
e. Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan
yang ada.

. DIAGNOSA KEPERA ATAN


5iagnosa kepera'atan adalah pernyataan yang menggambarkan respon manusia atas
perubahan pola interaksi potensial atau aktual indi*idu. %era'at secara legal dapat
mengidentifikasi dan menyusun inter*ensi masalah kepera'atan. $olaborasi dan koordinasi
dengan anggota tim lain merupakan keharusan untuk menghindari kebingungan anggota akan
kurangnya pelayanan kesehatan.
5iagnosa kepera'atan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang didapat pada
pengkajian yang terdiri dari masalah kepera'atan yang akan berhubungan dengan etiologi
yang berasal dari pengkajian fungsi pera'atan keluarga. 5iagnosa kepera'atan mengacu
pada % S dimana untuk problem dapat digunakan rumusan 9A95A.
0ipologi dari diagnosa kepera'atan keluarga terdiri dari !
Aktual terjadi defisit gangguan kesehatan/
;esiko ancaman kesehatan/
$eadaan sejahtera 'ellness/
Fontoh diagnosa kepera'atan keluarga G
a. &iagnosa -eperawatan 'eluarga 'tual
1/ Fontoh 1
a/ Bangguan nutrisi ! kurang dari kebutuhan pada balita Anak /, keluarga 7apak ;
berhubungan dengan 'etida'tahuan keluarga mengenal masalah kekurangan nutrisi.
b/ Bangguan nutrisi ! kurang dari kebutuhan pada balita Anak /, keluarga 7apak ;
berhubungan dengan 'etida'mauan 'eluarga mengambil keputusan tindakan untuk
mengatasi masalah kekurangan nutrisi.
c/ Bangguan nutrisi ! kurang dari kebutuhan pada balita Anak /, keluarga 7apak ;
berhubungan dengan 'etida'mampuan keluarga mera'at anggota keluarga dangan masalah
kekurangan nutrisi.
%ada contoh diatas, yang menjadi etiologi tugas keluarga / mengandung unsur yaitu
ketidaktahuan tidak mengenal masalah/, ketidak mauan mengambil keputusan dan ketidak
mampuan mera'at, maka dari diagnosa tersebut cukup hanya menentukan 1 satu/
diagnosa yaitu diagnosa yg ketiga, akan tetapi dalam metrumuskan tujuan dan inter*ensi
harus melibatkan ketiga etiologi tersebut
2/ Fontoh 2
%erubahan peran dalam keluarga bapak S/ berhubungan dengan 'etida'mampuan keluarga
mengenal masalah peran suami
/ Fontoh
$eterbatasan pergerakan pada lanjut usia ibu A/ keluarga bapak 7 berhubungan dengan
'etida'mampuan mera'at anggota keluarga dengan keterbatasan gerak rematik/.
b. &iagnosa -eperawatan 'eluarga Resi'o ancaman/
Sudah ada data yang menunjangtapi belum terjadi gangguan, misalnya lingkungan rumah
kurang bersih, pola makan yang tidak adekuat, stimulasi tumbuh kembang yang tidak
adekuat, dsb.
Fontoh
1/ ;esiko terjadi konflik pada keluarga bapak 7 berhubungan dengan 'etida'tahuan keluarga
mengenal masalah komunikasi
2/ ;esiko gangguan perkembangan pada 7alita Anak S/ keluarga bapak 7 berhubungan
dengan 'etida'mauan keluarga mellakukan stimulasi terhadap 7alita.
c. &iagnosa -eperawatan 'eluarga %ejahtera0 otensial
Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat
ditingkatkan . $husus untuk diagnosa kepera'atan potensial sejahtera/ boleh tidak
menggunakan etiologi.
Fontoh
1/ %otensial terjadinya kesejahteraan pada ibu hamil <bu / keluarga bapak ;
2/ %otensial peningkatan status kesehatan pada bayi Anak L/ keluarga bapak ;
/ %otensial peningkatan status kesehatan pada pasangan baru menikah keluarga bapak ;
Men$")"n pr#'r# a)
4riedman 1))(!63/, menjelaskan perencanaan pera'atan meliputi seleksi bersama
yang dirancang untuk mencapai tujuan. 4aktor penetapan prioritas perasaan peka terhadap
klien dan efek terpeutik terhadap tindakan dimasa mendatang.
Fara membuat skor penentuan prioritas masalah kepera'atan keluarga !
N
O
KRITERIA SKOR BOBOT
1 Sifat masalah
• Aktual 0idak kurang sehat/
• Ancaman kesehatan

2
1
1
• $eadaan sejahtera
2 $emungkinan masalah dapat diubah
• udah
• Sebagian
• 0idak dapat
2
1
+
2
%otensi masalah untuk dicegah
• 0inggi
• Sedang
• ;endah

2
1
1
3 enonjolnya masalah
• asalah berat, harus segera ditangani
• Ada masalah, tetapi tidak perlu segera
ditangani
• asalah tidak dirasakan
2
1
+
1
Skoring !
Fatatan ! Skor dihitung bersama dengan keluarga
4aktor yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas
a. $riteria 1
Sifat masalah G bobot yang lebih berat diberikan pada tidak kurang sehat karena yang
pertama
memerlukan tindakan segera dan biasanya disadari dan dirasakan oleh keluarga
b. $riteria 2
$emungkinan masalah dapat diubah, pera'at perlu memperhatikan terjangkaunya faktorfaktor
sebagai berikut !
%engetahuan yang ada sekarang, teknologi dan tindakan untuk menangani masalah
Sumber daya keluarga dalam bentuk fisik, keuangan dan tenaga
Sumber daya pera'at dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan 'aktu.
Sumber daya masyarakat dalam bentuk fadsilitas, organisasi dalam masyarakat dan
dukungan
masyarakat
c. $riteria
%otensi masalah dapat dicegah, faktor-faktor yang perlu diperhatikan !
$epelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit atau masalah
Lamanya masalah, yang berhubungan dengan jangka 'aktu masalah itu ada
0indakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang tepat dalam memperbaiki
masalah.
Adanya kelompok Ihigh risk@ atau kelompok yang sangat peka menambah potensi untuk
mencegah masalah.
d. $riteria 3
enonjolnya masalah, pera'at perlu menilai persepsi atau bagaimana keluarga melihat
masalah kesehatan tersebut. 9ilai skor tertinggi yang terlebih dahulu dilakukan inter*ensi
kepera'atan keluarga .
Men$")"n "/"an
4riedman 1))(!63/ menjelaskan perencanaan meliputi perumusan tujuan yang
berorientasi kepada klien kemungkinan sumber-sumber penggambaran pendekatan alternatif
untuk memenuhi tujuan dan operasional perencanaan.
Ada kegiatan menurut 4riedman 1))(!63/ yaitu!
a. 0ujuan jangka pendek yang sifatnya dapat diukur langsung dan spesifik
b. 0ujuan jangka menengah
c. 0ujuan akhir atau jangka panjang yang sifatnya umum dan mempunyai tujuan
0. PERENCANAAN KEPERA ATAN KELUARGA
%erencanaan kepera'atan keluarga terdiri dari penetapan tujuan, yang mencakup
tujuan umum dan tujuan khusus serta dilengkapi dengan kriteria dan standar. $riteria dan
standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan
kepera'atan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan.
1. IMPLEMENTASI
0indakan yang dilakukan oleh pera'at kepada keluarga berdasarkan perencanaan
mengenai diagnosa yang telah dibuat sebelumnya. 0indakan kepera'atan terhadap keluarga
mencakup hal-hal diba'ah ini G
a. enstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan
kesehatan dengan cara !
emberikan informasi
engidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
endorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah
b. enstimulasi keluarga untuk memutuskan cara pera'atan yang tepat dengan cara !
engidentifikasi konsek'ensi tidak melakukan tindakan
engidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga
endiskusikan tentang konsek'ensi tiap tindakan
c. emberikan kepercayaan diri dalam mera'at anggota keluarga yang sakit dengan cara !
endemonstrasikan cara pera'atan
enggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah
enga'asi keluarga melakukan pera'atan
d. embantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi
sehat,
dengan cara G
enemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
elakukan perubahan lingkungan dengan seoptimal mungkin
e. emoti*asi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan cara !
emperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga
embantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada
2. E3ALUASI
Sesuai rencana tindakan yang telah diberikan, dilakukan penilaian untuk menilai
keberhasilannya. 7ila tidak belum berhasil perlu disusun rencana baru yang sesuai. Semua
tindakan kepera'atan mungkin tidak dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan ke keluarga .
nyuk itu dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan 'aktu dan kesediaan keluarga .
*aluasi disusun dengan menggunakan S A% secara operasional.
S ! al-hal yang dikemukakan oleh keluarga secara subjektif setelah dilakukan inter*ensi
kepera'atan. isal ! keluarga mengatakan nyerinya berkurang.
! al-hal yang ditemui oleh pera'at secara objektif setelah dilakukan inter*ensi kepera'atan.
isal ! 77 naik 1 kg dalam 1 bulan.
A ! Analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu kepada tujuan terkait dengan
diagnosa
kepera'atan.
% ! %erencanaan yang akan datang setelah melihat respon dari keluarga pada tahap e*aluasi.
0ahapan e*aluasi dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. *aluasi formatif
dilakukan selama proses asuhan kepera'atan, sedangkan e*aluasi sumatif adalah e*aluasi
akhir.
DAFTAR PUSTAKA
Arlina. 2+12. -eluarga na' 1sia %e'olah. 5iakses pada tanggal 12 September 2+12 di
http! '''.scribd
Agustiansyah, 0ri A. 2++). Asuhan $epera'atan keluarga %asangan 7aru enikah dengan
asalah $7.
5imuat dalam http! ners(6.'ordpress.com 2++) + + asuhan-kepera'atan-
keluarga
4riedman, ., arilyn. 1))(. 4amily 9ursing ! ;esearch, 0heory > %ractice. S ! Appleton
And
Lange.
JJJJJJJ.com tikaJarlina d #+1 6&+#-$eluarga-Anak- sia-Sekolah
JJJJJJJ. 2++). -onsep -eluarga. 5iakses pada tanggal 12 September 2+12 di
http! lensaprofesi.blogspot.com 2++) +1 konsep-keluarga.html
JJJJJJJ. 2+12. suhan -eperawatan -eluarga dengan %tro'e. 5iakses pada tanggal 12
September
2+12 di http! blog.ilmukepera'atan.com asuhan-kepera'atan- keluarga -dengan-
stroke.html