You are on page 1of 3

1.

Judul Jurnal

Spectrophotometric detection of rhodamine B in tap water, lipstick, rouge, and nail polish
samples after supramolecular solvent microextraction

2. Analit yang Dipisahkan

Rhodamin B dalam sampel air keran, lipstik, rouge dan sampel cat kuku.

3. Parameter Fisika

 Waktu

 waktu sonifikasi larutan sampel rhodamin B = 5 menit


 waktu penggojokan (shaker) selama 2 jam untuk melarutkan fase pewarna
 Panjang gelombang
Analisis rhodamin B dengan spektrometri UV-Vis dilakukan pada panjang gelombang
558 nm.
 Kecepatan dan waktu sentrifugasi
Kecepatan sentrifugasi pada 4000 rpm selama 10 menit untuk memisahkan fase
ekstraksi supramolekul dari fase air.
 limit detection : 0,49 μg L −1
 limit of quantification : 1,47 µg L – 1
 Relative standard deviation (RSD) 5,8%
 Correlation coefficient (r2 )0,9997
 Faktor prekonsentrasi : 30
 Kisaran linear : 1,5–70 µg L − 1
 Massa
Lipstik, rouge, dan sampel cat kuku masing-masing sebanyak 0,5 gram.

4. Parameter Kimia

 pH
Model solutions disiapkan pada nilai pH yang berbeda (1,0-6,0) dengan bantuan
larutan buffer untuk menentukan kisaran pH optimum untuk ekstraksi kuantitatif
rhodamine B.
 Volume sampel
 volume THF yaitu 600 µL dan volume THF dijaga konstan pada 0,6 mL
 larutan sampel rhodamin B = 50 mL
 larutan buffer asam asetat = 2 mL
 Larutan eluen : etil alkohol
 Jenis pelarut
Pelarut organik yang dipakai yaitu THF(tetrahidrofuran)-decanoic acid
 Massa
Jumlah optimum asam decanoic yang dipilih : 150 mg

5. Interferensi

Tidak ada efek interaksi terhadap ion matriks.

6. Metode Analisis

Metode spektrofotometri UV Vis dan developed microextraction method.

7. Kesimpulan

Sebuah metode ekstraksi cair-cair berbasis pelarut supramolekul berbasis cair untuk
penentuan jumlah rhodamin B dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Dalam
penelitian ini, pelarut organik dalam jumlah sedikit seperti 600 µL THF dan 150 mg asam
decanoic digunakan untuk membentuk fase pelarut supramolekul. Oleh karena itu, dapat
dikatakan bahwa penelitian ini ramah lingkungan dan hemat biaya dan hampir tidak
memiliki efek negatif pada kesehatan. Metode ini diterapkan secara sederhana tanpa
menghabiskan banyak waktu dan hasil yang sangat efisien diperoleh dengan menggunakan
hanya satu metode ekstraksi. Selain itu, selektivitas metode ini bagus, tidak ada efek
interaksi di hadapan ion matriks. Karena keunggulan tersebut, metode ini praktis dan dapat
diandalkan untuk menentukan rhodamin B dalam sampel air dan kosmetik lingkungan.
Pada saat yang sama, metode mikrostraksi supramolekul yang dikembangkan dapat
diimplementasikan tidak hanya untuk mendeteksi jenis organik tetapi juga untuk studi
pemisahan dan pengayaan jenis anorganik seperti elemen jejak.
http://dergipark.gov.tr/download/article-file/416833

PUKUL 19.59 RABU 09 MEI 2018