You are on page 1of 8

e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SIMULASI


TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA
YANG MENGALAMI SINKOP
DI SMA 7 MANADO

Izwandari Yunita Sai


Rina Kundre
Minar Hutauruk

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi Manado
Email : yunitasai55@gmail.com

Abstract: Falling unconscious usually occurs suddenly, Fainting can be caused by the patient
for too long in the hot sun. Fainting can also be caused by external disease (weather, wind,
heat) or internal diseases such as emotion or shock. The Purpose of this study is to determine
the effect of health education and simulation on first aid knowledge and skill in students who
experience syncope in SMA 7 Manado. Method this is Pre Experimental with Research Design
that is in use One Group Pre Test Post Test. Sampling Technique using Systematic Random
Sampling, with sample number 38 student. The Result of the research using Wilcoxon (The
Signed Rank Test) sequence test obtained the significance value that is 0,001 <0,05. The
Research Conclusions of this study indicate that there is an effect of health education and
simulation on first aid knowledge and skill on students who experience syncope in SMA 7
Manado.
Keywords : Syncope, knowledge, skill

Abstrak: Jatuh pingsan biasanya terjadi secara mendadak, Pingsan dapat disebabkan akibat
penderita terlalu lama berada di bawah terik sinar matahari. Pingsan juga bisa disebabkan
penyakit luar (cuaca,angin,panas) atau penyakit dalam yaitu emosi atau keterkejutan.Tujuan
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dan simulasi terhadap
pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada siswa yang mengalami sinkop di
SMA 7 Manado.Metode penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan Desain penelitian
yang di gunakan One Group Pre Test Post Test. Teknik pengambilan sampel menggunakan
Systematic Random Sampling, dengan jumlah sampel 38 orang siswa. Hasil penelitian
menggunakan uji urutan bertanda Wilcoxon (The Signed Rank Test) diperoleh nilai signifikansi
yaitu 0,001< 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
pendidikan kesehatan dan simulasi terhadap pengetahuan dan keterampilan pertolongan
pertama pada siswa yang mengalami sinkop di SMA 7 Manado.
Kata kunci : Sinkop, pengetahuan, keterampilan

PENDAHULUAN terjadi karena adanya kesadaran dari dalam


Pendidikan kesehatan adalah proses individu, kelompok, atau masyarakat itu
perubahan perilaku yang dinamis, di mana sendiri (Wahid Iqbal M & Nurul Chayatin,
perubahan tersebut bukan sekedar proses 2009: 9-10). tujuan dari pendidikan
transfer materi atau teori dari seseorang ke kesehatan yaitu meningkatkan kemampuan
orang lain dan bukan pula seperangkat masyarakat untuk memelihara dan
prosedur, akan tetapi perubahan tersebut meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik,

1
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

mental, dan sosialnya sehingga produktif pada keterampilan seseorang melibatkan


secara ekonomi maupun sosial, pendidikan hal berikut, yaitu persepsi, kesiapan, respon
kesehatan di semua program kesehatan; terpimpin, mekanisme, respon yang tampak
baik pemberantasan penyakit menular, kompleks, penyesuaian dan penciptaan
sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, (Has eka, dkk 2014). Pertolongan pertama
pelayananan kesehatan, maupun program adalah pemberian pertolongan segera
kesehatan lainnya (Wahid Iqbal M & Nurul kepada penderita sakit atau cidera yang
Chayatin, 2009: 9-10). Di Amerika tahun memerlukan bantuan medis dasar. Medis
2003 di perkirakan 3% dari kunjungan dasar yang dimaksud di sini adalah tindakan
pasien di gawat darurat di sebabkan oleh perawatan berdasarkan ilmu kedokteran
sinkop dan merupakan 6% alasan seseorang yang dapat dimiliki orang awam. Pemberian
datang kerumah sakit. medis dasar ini di lakukan oleh penolong
Penelitian Halminthon 2003 yang pertama kali tiba di tempat kejadian
mendapatkan sinkop sering terjadi pada yang memiliki kemampuan dan terlatih
umur 15-19 tahun, lebih sering pada wanita dalam penanganan medis.
daripada laki-laki, sedangkan pada Jatuh pingsan biasanya terjadi secara
penelitian Framingham pada tahun 2005 mendadak, Pingsan dapat disebabkan akibat
mendapatkan kejadian sinkop 3% pada laki- penderita terlalu lama berada di bawah terik
laki dan 3,5% pada wanita. Negara Eropa sinar matahari. Gejala ringan yang sering
dan Jepang kejadian sinkop adalah 1-3,5%. terjadi pada penderita sinkop adalah
(Alimurdianis, 2010). Penelitian di Inggris kelelahan yang menyeluruh, sakit kepala
pada tahun 2002-2003 menunjukkan rata- atau pusing, mata berkunang-kunang, haus,
rata hari perawatan untuk sinkop adalah 61 nafas sesak pendek. Pingsan juga bisa
hari. Penelitian saedi (2013) di Tehran, iran disebabkan penyakit luar
yang di lakukan di sebuah klinik rawat jalan (cuaca,angin,panas) atau penyakit dalam
kardiologi, dengan melihat catatan yaitu emosi atau keterkejutan
kunjungan pasien dari maret sampai (Sukanta,2008). Sekitar 20% orang pernah
September 2007 didapatkan angka mengalami sedikitnya sekali pingsan dalam
prevalensi pingsan secara keseluruhan 9%. hidupnya dan 10% orang pernah mengalami
Usia spesifik angka prevalensi tersebut pingsan lebih dari 1 kali (Sheldon, R, Rose,
adalah 4,14% untuk anak usia 5-14 tahun, S and Connolly, S, 2003) Sinkop yang
44,8% untuk usia 15-44 tahun, 31% untuk sering terjadi adalah sinkop vasovagal
usia 45-64 tahun dan 20% untuk usia 65 (21,1%), sinkop cardiak (9,5%) dan
keatas (Saedi,2013). Simulasi berasal dari (36,6%) sinkop yang tidak diketahui
kata simulate yang artinya berpura-pura penyebabnya (Alimurdianis, 2010). Pemicu
atau berbuat seakan akan. Sebagai metode umum untuk sinkop dalam beberapa posisi
mengajar, simulasi dapat di artikan sebagai penurunan frekuensi berdiri adalah rasa
cara penyajian pengalaman belajar dengan sakit (12,77%), bau (10,64), ketakutan,
menggunakan situasi tiruan untuk (8,51%), dan melihat darah (4,26%).
memahami tentang konsep, prinsip atau Sementara terlentang dan posisi duduk, bau
keterampilan tertentu. Simulasi dapat (50% dan 18,75%, masing-masing) adalah
digunakan sebagai metode mengajar pemicu umum. Sinkop situasional terlihat
dengan asumsi tidak semua proses pada berdiri (17,12%) dan posisi duduk
pembelajaran dapat dilakukan secara (4,5%) (Khaldikar, 2013).
langsung pada objek sebenarnya (Silalahi Berdasarkan survei pendahuluan yang
SP,2015). sudah di lakukan di SMA 7 manado dengan
Keterampilan adalah kemampuan cara wawancara pada beberapa siswa,
melakukan sesuatu dengan baik. Untuk didapatkan informasi bahwa jumlah siswa
mengaplikasikan pengetahuan teoritis kelas X IPA 2 sebanyak 38 orang.
dalam situasi tertentu. Proses perubahan Berdasarakan hasil wawancara yang

2
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

didapatkan hasil bahwa yang melakukan Manado berjumlah 38 orang. Sampel dalam
pertolongan adalah siswa PMR, dan cara penelitian ini meliputi subjek yang
pertolongan yang mereka berikan memenuhi kriteria dan ekslusi.
membawa siswa yang pingsan ke ruang Teknik pengambilan sampel dalam
UKS, membaringkan ke tempat tidur, penelitian ini menggunakan systematic
melonggarkan pakaian, memberi bau- random sampling. Dalam penelitian ini
bauan, memberi rangsangan nyeri jika peneliti melakukan pengambilan sampel
belum sadarkan diri. Kejadian pingsan di yaitu membuat daftar siswa dari nomor 1
SMA Negeri 7 Manado dalam 1 bulan sampai nomor 38 kemudian memilih 16
hanya ada 1-2 kasus, pingsan sering terjadi sampel dari setiap nomor urut siswa.
pada siswa di sekolah. Biasa siswa pingsan Instrumen dalam penelitian ini yaitu
saat mengikuti upacara bendera di sekolah menggunakan Satuan Acara Penyuluhan
dengan penyebabnya adalah karena tidak (SAP), Multiple Choice Questions (MCQ)
sarapan pagi dan terpapar sinar panas yang terdiri dari 15 pertanyaan dan lembar
matahari. Kejadian pingsan biasa terjadi di observasi untuk intervensi simulasi
sekolah-sekolah seperti SD, SMP, SMA pertolongan pertama. Pengolahan data
atau sekolah lainnya yang mengadakan melalui tahap editing, coding, cleaning, dan
upacara rutin setiap hari senin. Referensi processing dan data di analisis melalui
diatas telah menyebutkan bahwa pingsan analisis univariat dan bivariate dengan
banyak terjadi karena penderita terpapar menggunakan uji bertanda Wilcoxon
langsung dengan sinar matahari, oleh (signed rank test) uji ini untuk
karena itu perlunya pembekalan bagi siswa membandingkan sampel dengan subjek
yang bukan anggota PMR untuk dapat yang sama namun mengalami dua test yaitu
menangani kasus pingsan yang terjadi pada sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
siswa lain di sekolah. Berdasarkan latar Dengan tingkat kemaknaan 95% (α= 0,05).
belakang di atas maka rumusan masalah Etika penelitian dalam penelitian yaitu
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian memberikan bentuk persetujuan peneliti
tentang “Pengaruh pendidikan kesehatan dengan responden, agar subjek penelitian
dengan simulasi dan pengetahuan terhadap mengetahui maksud dan tujuan peneliti
keterampilan pertolongan pertama pada (informed consent), dengan tidak
siswa yang mengalami sinkop di SMA 7 mencantumkan nama responden tanpa
manado“. seizin yang bersangkutan (Anonimity),
menghormati privasi dan kerahasiaan
METODE PENELITIAN subjek penelitian (confidentiality).
Desain penelitian yang digunakan adalah
penelitian pre eksperimental dengan HASIL dan PEMBAHASAN
rancangan One Group Pre test Pos test, Karakteristik Responden
yaitu rancangan ini tidak ada kelompok Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan
pembanding (kontrol) tapi paling tidak Jenis Kelamin dan umur
sudah dilakukan observasi pertama (pre Jenis Kelamin n %
test) yang memungkinkan peneliti dapat Laki-Laki 6 40
menguji perubahan yang terjadi setelah Perempuan 9 60
adanya esksperimen (perlakuan). Penelitian Total 15 100
ini telah dilakukan di SMA Negeri 7 Umur n %
Manado. Penelitian ini dilakukan pada 12-16 Thn 15 100
Bulan April-Mei 2018. Populasi dalam Sumber: Data Primer 2018
penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 di
sekolah SMA 7 Negeri Manado, Dalam Distribusi frekuensi berdasarkan
penelitian ini yang menjadi populasi adalah variabel jenis kelamin seperti yang terlihat
siswa-siswi kelas X IPA 2 SMA Negeri 7 pada tabel 1 diatas menunjukkan bahwa dari

3
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

15 responden yang diteliti mayoritas data Tabel 4. Analisis keterampilan sebelum dan
jenis kelamin responden yaitu perempuan sesudah di berikan simulasi pertolongan
dengan jumlah 9 siswa (60%) dan sisanya pertama
berjenis kelamin laki-laki berjumlah 6 Sebelum Sesudah
siswa (40%). Keterampilan n % n %
Kurang 11 73,3 0 0
Analisa Univariat Terampil
Cukup 3 20,0 0 0
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Terampil
Tingkat Pengetahuan Siswa Sebelum Terampil 1 6,7 15 100
Diberikan Pendidikan Kesehatan Total 15 100 15 100
Tingkat Sebelum Sumber : Data Primer 2018
Pengetahuan n %
Kurang 3 20,0 Distribusi frekuensi berdasarkan
Cukup 2 13,3 variabel keterampilan sebelum diberikan
Baik 10 66,7 pendidikan kesehatan dan simulasi pada
Total 15 100 tabel 4 yaitu sebanyak 11 siswa (73,3%)
Sumber : Data Primer 2018 dengan kategori kurang terampil, cukup
terampil sebanyak 3 siswa (20,0%) dan
Distribusi frekuensi berdasarkan terampil sebanyak 1 siswa (6,7%), tingkat
variabel tingkat pengetahuan pada tabel 2 keterampilan siswa meningkat sesudah di
sebelum pemberian pendidikan kesehatan berikan pendidikan kesehatan dan simulasi
menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yaitu sebanyak 15 siswa dengan kategori
memiliki tingkat pengetahuan baik dengan terampil (100%).
jumlah 10 siswa (66,7%) siswa yang
memiliki tingkat pengetahuan cukup baik Analisa Bivariat
berjumlah 2 siswa (13,3%) dan siswa yang Tabel 5. Analisis Pengetahuan Sebelum di
memiliki tingkat pengetahuan yang kurang berikan Pendidikan Kesehatan dan simulasi
baik berjumlah 3 siswa (20,0%). tentang pertolongan pertama pada siswa
yang mengalami sinkop di SMA 7 Manado
Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel n Mean SD Z p-value
Tingkat Pengetahuan Siswa Sesudah
Sebelum
Diberikan Pendidikan Kesehatan
diberikan 15 9,66 2,794 -733 0,464
Tingkat Sesudah
Pengetahuan pendidikan
n %
Kurang 1 6,7 kesehatan
Cukup 4 26,7
Sumber : Data Primer 2018
Baik 10 66,7
Total 15 100
Sumber : Data Primer 2018 Keterampilan sebelum dan sesudah
diberikan pendidikan kesehatan dan
Tingkat pengetahuan siswa sesudah simulasi pada Siswa Kelas X SMA Negeri
pemberian pendidikan kesehatan yaitu 7 Manado menggunakan uji statistik uji
siswa yang memiliki tingkat pengetahuan urutan bertanda Wilcoxon (Signed Rank
kurang 1 siswa (6,7%) siswa yang memiliki Test) dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05
tingkat pengetahuan cukup baik 4 siswa yang menunjukkan hasil P-value = 0,001.
(26,7%) dan yang memiliki tingkat Dengan P-value = 0,001 < α = 0,05 Dapat
pengetahuan baik 10 siswa (66,7%). disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang

4
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

sifgnifikan pemberian pendidikan statistik uji urutan bertanda Wilcoxon


kesehatan terhadap pengetahuan dan (Signed Rank Test) dengan tingkat
keterampilan tentang pertolongan pertama kemaknaan (α) = 0,05 yang menunjukkan
pada sinkop. hasil P-value = 0,001. Dengan P-value =
0,001 < α = 0,05 dapat disimpulkan bahwa
Tabel 6. Analisis Pengetahuan Sesudah terdapat pengaruh yang sifgnifikan
diberikan Pendidikan Kesehatan dan pemberian pendidikan kesehatan terhadap
simulasi tentang pertolongan pertama pada pengetahuan dan keterampilan tentang
siswa yang mengalami sinkop di SMA 7 pertolongan pertama pada sinkop.
Manado Penelitian menunjukkan bahwa tingkat
p- pengetahuan responden sebelum diberikan
Variabel n Mean SD Z
value pendidikan kesehatan yaitu 10 siswa
Sesudah (66,7%) berada pada kategori pengetahuan
diberikan baik, 2 siswa (13,3%) berada pada kategori
15 10,86 2,32 -733 0,464
pendidikan
pengetahuan cukup baik dan 3 siswa
kesehatan
(20,0%) berada pada kategori pengetahuan
Sumber : Data Primer 2018 kurang baik. Penelitian yang telah
dilakukan ini sejalan dengan penelitian
Dari hasil uji Wilcoxon signed rank yang dilakukan oleh Febrina dkk (2017)
test pada tabel 5 dan 6 Siswa Kelas X SMA yang menyatakan bahwa seseorang yang
Negeri 7 Manado di lihat dari meannya pada memiliki pengetahuan mempunyai
pre test (sebelum) dan post test 10,86 kemampuan yang lebih baik dalam
(sesudah) Nilai p-value 0,464 > α = 0,05 pemberian pertolongan pertama
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dibandingkan dengan seseorang yang
tidak terdapat perbedaan sebelum dan memberikan pertolongan pertama tanpa
sesudah pemberian pendidikan kesehatan. adanya pengetahuan, tetapi penelitian
tersebut juga mengatakan bahwa jika
Tabel 7. Analisis keterampilan sebelum di pengetahuan ditambah dengan latihan
berikan simulasi pertolongan pertama melalui praktek di lapangan maka nantinya
Variabel n Mean SD Z p-
value tindakan pertolongan pertama yang
Keterampilan diberikan akan lebih baik lagi jika
Sebelum
diberikan dibandingkan seseorang yang hanya
pendidikan 15 17,93 1,791 -3,411 0,001 memiliki pengetahuan saja tanpa diiringi
kesehatan
dan simulasi dengan latihan melalui praktek di
Sumber: Data Primer 2018 lapangan.
Penelitian pengetahuan sesudah menunjukkan
Tabel 8. Analisis keterampilan sesudah di bahwa tingkat pengetahuan responden
berikan simulasi pertolongan pertama sesudah diberikan pendidikan kesehatan
Variabel n Mean SD Z p- yaitu 1 siswa (6,7%) berada pada kategori
value
Keterampilan kurang, 4 siswa (26,7%) berada pada
Sesudah kategori pengetahuan cukup baik dan 10
diberikan
pendidikan 15 28,13 2,72 -3,411 0,001 siswa (66,7%) berada pada kategori
kesehatan pengetahuan baik. Hal ini menunjukkan
dan simulasi
bahwa ada perubahan tingkat pengetahuan
Sumber: Data Primer 2018
setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Tetapi ada beberapa siswa yang masih
Hasil penelitian pada tabel 7 dan 8
dalam kategori kurang, cukup. Hal ini juga
diatas menunjukkan keterampilan sebelum
didukung oleh Notoadmodjo,S.(2007)
dan sesudah diberikan pendidikan
yaitu bahwa pendidikan secara umum
kesehatan dan simulasi pada Siswa Kelas X
adalah segala upaya yang direncanakan
SMA Negeri 7 Manado menggunakan uji

5
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

untuk mempengaruhi orang lain, baik kelas X IPA 2 SMA Negeri 7 Manado ,ini
individu, kelompok, atau masyarakat, juga di karenakan sikap dan rasa peduli
sehingga mereka melakukan apa yang siswa untuk mencari tahu dan memahami
diharapkan oleh pelaku pendidikan. penjelasan tentang sinkop ini juga dapat
Hasil penelitian ini sejalan dengan berpengaruh pada pengetahuan keterampilan
penelitian Nurhanifah (2017) didapat 43 saat melakukan pertolongan pertama pada
responden dengan pengetahuan baik dan sinkop.
13 responden dengan pengetahuan Hasil penelitian ini sejalan dengan
pertolongan pertama pada kecelakaan penelitian Ramadhanti (2017) Terdapat
cukup. Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan sebelum dan
pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sesudah diberikan pendidikan kesehatan
tingkat pengetahuan tentang pertolongan metode simulasi. Pengaruh Pendidikan
pertama pada kecelakaan. Hasil penelitian Kesehatan dan Simulasi Terhadap
menunjukkan bahwa keterampilan Pengetahuan dan Keterampilan Tentang
responden sebelum diberikan pendidikan Pertolongan Pertama pada Siswa yang
kesehatan dan simulasi yaitu sebanyak 11 mengalami sinkop Kelas X SMA Negeri 7
siswa dengan kategori kurang terampil, 3 Manado Pendidikan kesehatan merupakan
siswa berada dalam kategori cukup upaya untuk meningkatkan keterampilan,
terampil dan 1 siswa berada dalam kategori maka perlu metode yang tepat dan menarik
terampil. Siswa yang sebelum diberikan dalam menyampaikan informasi
pendidikan masih ada yang berada pada kesehatan.
kategori kurang terampil itu dikarenakan Hasil penelitian menunjukkan tingkat
faktor sikap yang kurang perduli, dimana pengetahuan dan keterampilan sebelum dan
sikap merupakan kesiapan atau kesedian sesudah diberikan pendidikan kesehatan
seseorang untuk bertindak. pada siswa kelas X SMA Negeri 7 Manado
Hasil penelitian ini sejalan dengan menggunakan uji bertanda Wilcoxon
penelitian Ramadhanti (2017) bahwa (Signed Rank Test) di dapatkan hasil dengan
keterampilan melakukan pertolongan tingkat kemaknaan (α) = 0,05 yang
pertama korban pingsan sebelum diberikan menunjukkan hasil P-value 0,464 pada
pendidikan kesehatan pada kelompok pengetahuan, p-value 0,001 pada
audiovisual sebagian besar responden keterampilan. Dapat juga dilihat bahwa
berketerampilan kurang sebanyak 14 siswa terdapat perbedaan yang signifikan antara
dan keterampilan cukup sebanyak 1 siswa. nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan
Setelah diberikan pendidikan kesehatan kesehatan dan nilai rata-rata sesudah
pada kelompok audiovisual keterampilan diberikan pendidikan kesehatan dimana
baik meningkat menjadi 3 siswa dan nilai rata-rata sesudah diberikan pendidikan
keterampilan cukup menjadi 12 siswa. kesehatan (10,87) lebih tinggi dibandingkan
dapat diketahui bahwa keterampilan nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan
melakukan pertolongan pertama korban kesehatan(9,67) nilai rata-rata keterampilan
pingsan sebelum diberikan pendidikan sebelum diberikan pendidikan kesehatan
kesehatan pada kelompok simulasi dan simulasi yaitu (17,95) dan nilai rata-rata
sebagian besar responden memiliki sesudah diberikan pendidikan kesehatan
keterampilan kurang sebanyak 13 siswa dan simulasi yaitu (28,13). Hasil penelitian
dan keterampilan cukup sebanyak 2 siswa. dari Nurhanifah (2017) tentang pengaruh
Keterampilan responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat
pendidikan kesehatan dan simulasi untuk pengetahuan pertolongan pertama pada
hasil penelitian (100%) berada pada kecelakaan di sekolah pada siswa kelas VII
kategori baik. Ada perbedaan antara berdasarkan hasil penelitian terdapat
sebelum dan sesudah di lakukan pengaruh pengetahuan pertolongan pertama
keterampilan pendidikan kesehatan siswa

6
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

pada kecelakaan sebelum dan sesudah Dewanto, dkk (2009), panduan praktis
diberikan pendidikan kesehatan. diagnosis dan tatalaksana penyakit
Dari hasil penelitian diatas dapat dilihat syaraf, EGC, Jakarta.
bahwa pendidikan kesehatan sangat
berpengaruh terhadap pembentukan Friedman, M.M (2010), Buku ajar
pengetahuan serta keterampilan siswa yang keperawatan keluarga: riset, teori, &
lebih baik. Berdasarkan penelitian ini praktik/ Marilyn M. Friedman,
peneliti berpendapat bahwa seiring dengan Vicky R, Bowden, Elaine G. jones;
meningkatnya pengetahuan siswa tentang Jakarta: EGC.
sinkop maka semakin meningkat
keberanian saat melakukan pertolongan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
pertama pada sinkop. Dengan P-value = Palembang, Materi bantuan hidup
0,001 < α = 0,05 Dapat disimpulkan bahwa dasar Februari, 2016.
terdapat pengaruh yang sifgnifikan
pemberian pendidikan kesehatan terhadap Febrina, dkk (2017). Hubungan
pengetahuan dan keterampilan tentang pengetahuan siswa palang merah
pertolongan pertama pada sinkop. remaja dengan tindakan pertolongan
pertama penderita sinkop madrasah
SIMPULAN tsanawiyah negeri 1 bukittinggi.
Hasil penelitian yang dilakukan di kelas
X SMA Negeri 7 Manado, dapat ditarik Ginsberg, Lionel (2007), Lecture Notes
kesimpulan sebagai berikut: Tingkat Neurologi, Erlangga, Jakarta.
pengetahuan siswa kelas X SMA Negeri 7
Manado sebelum diberikan pendidikan Has Eka, dkk (2014) peningkatan
kesehatan dan simulasi yaitu sebagian besar pengetahuan, sikap, dan
pada kategori tingkat pengetahuan kurang, keterampilan petugas kesehatan
cukup dan sisanya baik. Tingkat dalam pelaksanaan konseling efektif
pengetahuan dan keterampilan siswa kelas TB paru di puskesmas.
X SMA Negeri 7 Manado sesudah
diberikan pendidikan kesehatan dan Irianto koes. (2015), Memahami berbagai
simulasi yaitu sebagian besar pada kategori penyakit (penyebab, gejala,
tingkat pengetahuan cukup dan sisanya penularan, pengobatan, pemulihan,
baik. Terdapat pengaruh pendidikan dan pencegahan).
kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan
keterampilan pada pertolongan pertama Kristanto Nova, (2016). Efektifitas
sinkop oleh pasa siswa kelas X SMA Negeri pendidikan kesehatan terhadap
7 Manado. perubahan pengetahuan dan
keterampilan P3K pada siswa PMR
DAFTAR PUSTAKA di SMA negeri 3 sukoharjo.
Alimurdianis (2010), diagnosis dan
penatalaksanaan sinkop kardiak, sub Khaldikar, et al. (2013), Hidayat Nur
bagian kardiologi bagian ilmu Romadhona. ‘ Are syncopes in
penyakit dalam fakultas kedokteran sitting and supine position diferent?
UNAND, PADANG. Body position syncope : A study of
III patients ‘, Indra original article
Alimurdianis (2010), diagnosis dan
penatalaksanaan sinkop kardiak, sub Muhammad Fadel (2017). Perbedaan
bagian kardiologi bagian ilmu pengetahuan sebelum dan sesudah
penyakit dalam fakultas kedokteran pendidikan kegawatdaruratan dan
UNAND, PADANG. analisis keterampilan pada agen

7
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 6 Nomor 2, Agustus 2018

mantap di desa munca kabupaten menolong-orang-pingsan/ diakses 5


pesawaran lampung. Diakses 13 september 2017
oktober 2017
Riyani Ani (2016). Pengaruh pelatihan
Mubarak. (2007) konsep pendidikan basic life support, fakultas ilmu
kesehatan kesehatan

Maulana, H. (2012). Promosi kesehatan, Ramadhanti putri (2017). Perbandingan


Jakarta : Buku kedokteran EGC. pendidikan kesehatan metode
audiovisual dan simulasi terhadap
Mamonto Fitrianingsi Sisca (2014) keterampilan siswa melakukan
pengaruh pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada korban
tentang penyakit menular seksual pingsan.
terhadap tingkat pengetahuan
remaja di SMK Fajar bolaang Suliha, dkk (2002). Pendidikan kesehatan
Mongondow Timur. dalam keperawatan, Jakarta : buku
kedokteran EGC.
Mulyadi (2016). Pengaruh penyuluhan dan
simulasi bantuan hidup dasar (BHD) Susilowati, Ramadhani (2015) pertolongan
terhadap tingkat pengetahuan siswa pertama pada kecelakaan.
SMAN 9 Kota Manado
Suprapto, T. (2009) Pengantar teori dan
Notoadmodjo. (2012). Metodologi manajemen komunikasi, medpress,
penelitian kesehatan. Jakarta : Yogyakarta, cet. 8, 2009, hal. 135
Rineka Cipta
Setiadi, (2013) Konsep dan Praktik
Notoadmodjo. (2007). Promosi kesehatan Penulisan Riset Keperawatan. Edisi
dan ilmu perilaku. Jakarta : Rineka 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Cipta. Sabri lukis, hatono priyo sutanto (2011).
Statistik kesehatan.
Notoadmodjo. (2003) konsep pendidikan
dalam bidang kesehatan. Jakarta : Sukanta, Putu Oka 2008, Hidayat Nur
Rineka Cipta. Romadhona Pijat Akupresur Untuk
Kesehatan, Penebar Plus, Jakarta
Nurhanifah (2017). Pengaruh Pendidikan
Kesehatan Terhadap Tingkat Sujarweni (2015). Metodologi penelitian
Pengetahuan Pertolongan keperawatan
Pertama Pada Kecelakaan Di
sekolah Pada siswa kelas VII Silalahi Sp (2015). Pengertian simulasi

Program Studi Ilmu Keperawatan (2013). Usman. (2008) Pertolongan pertama palang
Panduan Penulisan Tugas Akhir merah remaja tingkat wira
Proposal dan Skripsi. Manado.
Wahid. (2007) promosi kesehatan.
Panacea TBMM, 2014 Buku panduan Basic Yogyakarta: Graha ilmu
life support, Ed.13: buku kedokteran
EGC. Wahid Iqbal M& Nurul Chayatin. (2009).
Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori
Perdana.(2017),https://hellosehat.com/hidu dan Apliksi.Jakarta: Salemba
p-sehat/tips-sehat/langkah-langkah- Medika.