You are on page 1of 16

Kegiatan Belajar 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana pembelajaran menurut Gagne dan Briggs hendakanya mengandung tiga komponen yang disebut
anchor point yaitu
1.tujuan pengajaran
2.materi pelajaran/bahan ajar,pendekatan dan metode mengajar,media pengajaran dan pengalaman belajar
3.evaluasi keberhasilan(Abdul Majid,2007:96)
Hal ini sesuai dengan pendapat Kenneth D.Moore (2001:126)bahwa komposisi format rencana
pembelajaran senantiasa meliputi komponen ;
1.Topik bahasan
2. Tujuan pembelajaran (kompetensi dan indikator kompetensi)
3.Materi pelajaran
4. Kegiatan pembelajaran
5.Alat/media yang dibutuhkan,dan
6.Evaluasi hasil belajar
Berdasarkan uraian diatas maka unsur-unsur amat penting masuk dalam rencana pengajaran adalah :
1.Apa yang diajarkan,pertanyaan ini menunjukan berbagai kompetensi yang harus dicapai,idikator-
indikatornya,serta materi bahan ajar yang akan disampaikan.
2. Bagaimana mengajarkannya,pertanyaan ini berkenaan dengan berbagai strategi yang akan
dikembangkan dalam proses pembelajaran,termasuk perkembangan aktifitas operasional bagi siswa dalam
menyelesaikan tugas.
3. Bagaiamana mengevaluasi hasil belajarnya,pertanyaan ini harus dijawab dengan merancang jenis
evaluasi untuk mengukur daya serap siswa terhadap materi yang mereka pelajari dalam sesi tersebut.
Dalam sub unit ini kita akan disajikan dua model persiapan mengajar pada umumnya yangf digunakan
oleh para guru dalam membuat RPP.
A.MODEL ROPE
Hunt (dalam Abdul Majid,2007:99-102) menyebut rencana prosedur pembelajaran sebagai persiapan
mengajar yang disebut ROPES (REVIEW,OVERVIEW,EXERCISE,SUMMARY)yang meliputi langkah-
langkah sebagai berikut :
1) Review, kegiatan ini dilakukan dalam waktu 1 sampai 5 menit, yakni mencoba mengukur kesiapan
siswa untuk mempelajari bahan ajar dengan melihat pengalaman sebelumnya yang sudah dimiliki oleh
siswa dan diperlukan sebagai prerequisite untuk memahami bahan yang disampaikan hari itu. Hal ini
diperlukan dengan didasarkan atas:
a) Guru biasa memulai pelajaran, jika perhatian dan motivasi siswa untuk mempelajari bahan baru
sudah mulai tumbuh.
b) Guru hendak memulai pelajaran, jika interaksi antara guru dengan siswa sudah mulai terbentuk.
c) Guru dapat memulai pembelajaran jika siswa-siswa sudah memahami hubungan bahan ajar
sebelumnya dengan bahan ajar baru yang dipelajari hari itu.
Guru harus yakin dan tahu betul jika siswa sudah siap menerima pelajaran baru. Jika siswa belum
menguasai pelajaran sebelumnya, maka guru harus dengan bijak memberi kesempatan kepada siswa
untuk memahaminyaterlebih dahulu atau mencerahkan melalui pemberian tugas, penjelasan, bimbingan,
tutor sebaya, dan baru bergerak pada materi sebelumnya. Apabila terjadi akumulasi bahan ajar yang
tertunda, maka harus dicarikan waktu tambahan, karena lebih baik menunda bahan ajar baru daripada
menumpuk ketidakpahaman siswa.

2) Overview
Sebagaimana review, overview dilakukan tidak terlalu lama berkisar antara 2 sampai 5 menit. Guru
menjelaskan program pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu dengan menyampaikan isi
(content) secara singkat dan strategi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini
dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pandangannya atas
langkah-langkah pembelajaran yang hendak ditempuh oleh guru sehingga berlangsungnya proses
pembelajaran bukan hanya milik guru semata, akan tetapi siswa pun ikut merasa senang dan merasa
dihargai keberadaannya.

3) Presentation
Tahap ini merupakan inti dari proses kegiatan belajar mengajar, karena di sini guru sudah tidak lagi
memberikan penjelasan-penjelasan singkat, akan tetapi sudah masuk pada proses telling, showing, dan
doing. Proses tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan daya serap dan daya ingat siswa tentang
pelajaran yang mereka dapatkan. Hal ini sejalan dengan konsep yang dikemukakan oleh Mohammad
Syafe’I yaitu bahan-bahan yang dapat mengembangkan pikiran, perasaan dan keterampilan atau yang
lebih dikenal dengan istilah 3 H, yaitu: Head, Heart, dan Hand. Apalagi jika kompetensinya memasuki
wilayah afektif dan psikomotor, strategi pembelajaran yang menekankan pada doing atau hand menjadi
sangat penting, karena penerimaan, tanggapan dan penanaman nilai akan otomatis berjalan dalam proses
belajar mengajar. Semakin bervariasi strategi pembelajaran yang digunakan, semakin baik proses dan
hasil yang dicapai, karena tidak menjadikan siswa jenuh, melainkan mengantarkan mereka menikmati
proses pembelajaran dengan suasana asyik dan menyenangkan.

4) Exercise
Merupakan suatu proses untuk menberikan kesempatan kepada siswa mempraktekkan apa yang telah
mereka pahami. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga
hasil yang dicapai lebih bermakna. Oleh karena itu guru harus mempersiapkan rencana pembelajaran
tersebut dengan baik melalui scenario yang sistematis. Misalnya untuk sains bias dilakukan praktek di
laboratorium, untuk bahasa, membaca Al-Qur’an, mengkafani mayat biasa dilakukan di kelas, jika tidak,
sulit bagi guru untuk memberikan pengalaman-pengalaman manipulatif melalui berbagai praktikum di
sekolah. Disamping itu pula guru harus mempersiapkan perencanaan pengajaran bukan hanya bahan ajar
saja, tetapi pengalaman belajar siswa yang harus diberikan lewat peragaan-peragaan, bermain peran dan
sejenisnya yang harus ditata berdasarkan alokasi waktu antara penjelasan, asignment (tugas-tugas),
peragaan dan lain sebagainya.

5) Summary
Dimaksudkan untuk memperkuat apa yang telah mereka pahami dalam proses pembelajaran. Hal ini
sering tertinggal oleh guru karena mereka disibukkan dengan presentase, dan bahkan mungkin guru tidak
pernah membuat summary (kesimpulan) dari apa yang telah mereka ajarkan.

Kelebihan dan kekurangan model ROPES antara lain:


Kelebihannya:
a. Siswa akan merasa lebih dihargai karena mereka ikut mengajukan pendapat tentang strategi
pembelajaran yang akan dilaksanakan
b. Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri, bersikap objektif, jujur dan
terbuka sehingga siswa akan lebih tertantang dalam belajar
c. Dengan bereksperimen siswa akan lebih termotivasi dalam belajar dan tidak mudah jenuh
d. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu
e. Mendorong siswa untuk bisa merumuskan hipotesis sendiri
Kekuranganya:
a. Jika siswa belum menguasai pelajaran sebelumnya maka guru harus dengan bijak memberi
kesempatan kepada siswa untuk memahaminya terlebih dahulu, sehingga akan menggurangi waktu
penyampaian materi.
b. Apabila terjadi akumulasi bahan ajar yang tertunda, maka harus dicarikan waktu tambahan.
c. Pembelajaran yanng dikemukakan oleh Hunts adalah tidak mencantumkan aspek penilaian, padahal
hasil penilaian selain mengukur tingkat pencapaian kopentensi siswa juga dapat dijadikan input untuk
melakukan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.

Kerangka satuan pembelajaran menurut model ini adalah sebagai berikut :


1. Identifikasi program, meliputi
a. Bidang pengajaran
b. Mata pengajaran
c. Pokok bahasan
d. Kelas
e. Semester
f. Waktu
2. Komponen-komponen
a. Tujuan instruksional ( pembelajaran Umum )
b. Tujuan instruksional ( pembelajaran Khusus )
c. Materi pembelajaran
d. Kegiatan belajar-mengajar
e. Alat dan Sumber Pelajaran
f. Evaluasi

Format Persiapan Pembelajaran Model ROPES

A. Identitas Rencana Pembelajaran


Mata Pelajaran : ……………………………………
Materi Pokok : ………….…………………………
Kelas/Smt : ……… ……………………………
Pertemuan : ……………………………………
Waktu : ….………………………………....

B. Kemampuan Dasar/Tujuan
Standar Kompetensi :
………………………………………………………………………………………
Kompetensi Dasar :
……………….……………………………………………………………………...
Indikator :
……………………………………………………………………………………....

C. Prosedur dan Materi


1. Review
………………………………………….……………………………………………..................…………
……………………………………………………………
2. Overview
……………………………….…………………………………………..………..…………………………
…………………………………………………………
3. Presentation:
Telling ………………………………………………………………………………………
Showing ……………………………………………………………………………………..
Doing ………………………………………………………………………………………
atau dengan kata lain, head heart and hand.
4. Exercise
……………………………………………………………………………..……..…………………………
……………………………………………………………..
5.Summary ………………………………………………………………………..……………
D. Bahan/Media/Alat
………………………………………………………………………………………

E. Penilaian, (instrument dan prosedur yang digunakan untuk menilai pencapaian belajar siswa misalnya:
tes tulis, kinerja, produk, proyek, portofolio serta tindak lanjut hasil penilaian, misalnya remedial,
pengayaan atau percepatan).
…………………………………….…………………………………………………………………………
………………………….………………………………

KESIMPULAN
Merencanakan pengajaran dalam bentuk persiapan mengajar, membutuhkan keterampilan profesional
guru dalam mencari dan menafsirkan kopetensi-kopetensi untuk mengimplementasikan kurikulum
tersebut. Perencanaan pengajaran tersebut harus dilaksanakan secara sistematis dan logis untuk
mempelajari problem-problem pengajaran.
Perencanaan ini tidak dikategorikan oleh Hunt sebagai pengajaran menjadi rencana semester, mingguan,
dan harian. Akan tetapi Hunts menyebutnya rencana prosedur pembelajaran sebagai persiapan mengajar
yang disebutnya ROPES (Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary).
B. Satuan pelajaran
Satuan Pelajaran adalah merupakan istilah yang dikenal sekarang dengan rencana mengajar atau
persiapan mengajar. Secara sistematis rencana pembelajaran dalam bentuk satuan pembelajaran adalah
sebagai berikut:

1) Identitas mata pelajaran.

2) Kompetensi dasar atau indikator yang hendak dicapai atau dijadikan tujuan dapat dikutip/diambil
dari kurikulum dan hasil belajar yang telah ditetapkan oleh pemerintah

3) Materi pokok, beserta uraianya yamg perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi
dasar.

4) Media yang akan digunakan dalam pembelajaran

5) Strategi pembelajaran atau tahapa-tahapan proses belajar-mengajar yaitu mengenai kegitan-kegiatan


yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam berintraksi. Dengan materi pembelajaran dan sumber belajar
untuk menguasai kompetensi.

Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran meliputi:

a) Kegiatan awal

Dimaksudkan untuk memberikan motivasi keapada siswa, memusatkan perhatian, dan mengetahui apa
yang telah dikuasai siswa berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari
b) Melaksanakan apersepsi atau penilaian kemampuan awal

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan awal yang dimiliki siswa. Seorang
guru perlu menghubungkan materi pelajaran yang telah dimilki siswa dengan materi yang akan dipelajari
siswa dan tidak mengesampingkan motivasi belajar terhadap siswa

c) Menciptakan kondisi awal pembelajaran melalui upaya:

Menciptakan semangat dan kesiapan belajar melalui bimbingan guru kepada siswa.
Menciptakan suasana pembelajaran demokratis dalam belajar, melalui cara dan teknik yang digunakan
guru dalam mendorong siswa untuk berkreatif dalam belajar dan mengembangkan keunggulan yanng
dimilikinya.
d) Kegiatan inti

Yaitu untuk kegiatan utama untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan
berkaitan dengan bahan kajian yang bersangkutan. Dan kegiatan inti ini mencakup:

Penyampaian tujuan pembelajaran


Penyampaian materi/bahan ajar dengan menggunakan pendekatan dan metode, sarana dan alat/media
yang sesuai dll
Pemberian bimbingan bagi pemahaman siswa
Melakukan pemeriksaan/pengecekan tentang pemahaman siswa

e) Penutup

Yaitu kegiatan yang memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasaan bahan
kajian yang diberikan pada kegiatan inti.

f) Menentukan jenis penilaian dan tindak lanjut

Yaituuntuk mengetahui tiingkat keberhasilan dan tahapan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan
alternatif tindakan yang akan dilakukan
g) Sumber bahan

Yaitu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai
dicantumkan.

Rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakikatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk
memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Sedangkan RPP
sendiri adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu
atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.[1]

RPP juga biasa diartikan rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang diterapkan guru dalam
pembelajaran dikelas. Berdasarkan RPP inilah seorang guru (baik yang menyusun RPP itu sendiri yang
bukan) diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Karena itu, RPP harus mempunyai
daya terap (aplicable) yang tinggi. Secara teknis rencana pembelajaran minimal mencakup komponen-
komponen berikut:

1) Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian belajar

2) Tujuan pembelajaran

3) Materi pembelajaran

4) Pendekatan dan metode pembelajaran

5) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran

6) Alat dan sumber belajar

7) Evaluasi pembelajaran

Hal ini berbeda dengan rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh paham objektivis yang
menekankan rincian dan kejelasan tujuan, rencana pembelajaran kontekstual menekankan pada tahap-
tahap kegiatan (yanng mencerminkan proses pembelajaran) siswa dan media atau sumber pembelajaran
yang dipakai. Dengan demikian, rumusan tujuan yang spesifik bukan menjadi prioritas dalam
penyusunan rencana pembelajaran kontekstual karena yang akan dicapai lebih pada kemajuan proses
belajarnya.[2]

B. Cara Penyusunan Satuan Pelajaran / RPP


Merumuskan Tujuan Dan Menetapkan Pelajaran
Merumuskan tujuan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang dalam
perencanaan program pembelajaran. Ada beberapa alasan yang yang disebabkan tujuan perlu dirumuskan
dalam merancang suatu program pembelajaran, yaitu:

yang pertama, rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan
proses pembelajaran.

kedua yaitu tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa.

Ketiga, tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran.

Keempat, tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentuukan batas-batas dan
kualitas pembelajaran.[3]

Merumuskan Tujuan Pengajaran


Komponen pertama isi satuan pelajaran adalah tujuan pengajaran yang lazim disebut tujuan instruksional.
Ada dua kategori tujuan instruksional, yaitu: tujuan instruksional umum (TIU) dan tujuan instruksional
khusus (TIK).

Tujuan instruksional pada hakekatnya adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki atau
dikuasai siswa setelah menempuh proses belajar mengajar. Kemampuan tersebut pada hakikatnya adalah
hasil belajar yang diinginkan, mencakup kemampuan intelektual (kognitif), sikap (afektif), dan
kemampuan bertindak (psikomotorik). Dalam proses belajar mengajar sedikit sekali kemampuan yang
berkenaan dengan sikap, yang lebih banyak adalah aspek kognitif dan psikomotorik.

Dalam aspek kognitif ada enam unsure yang saling berkaitan satu sama lain, diantaranya:
1) Unsur pengetahuan, pada umumnya menyangkut hal-hal yang perlu diingat seperti batasan,
peristilahan, pasal, hokum, dalil, rumusan, nama orang, nama tempat. Penguasaan hal-hal tersebut
memerlukan hafalan dan ingatan. Kata operasional yang sering digunakan antara lain adalah
menyebutkan, menuliskan, menjelaskan, menunjukkan, memilih, dan mendefinisikan.

2) Unsur pemahaman, pada umumnya menyangkut kemampuan menangkap makna sutu konsep. Kata
operasional yang sering digunakan antara lain adalah membedakan, meramalkan, menafsirkan, member
contoh, mengubah, memperkirakan, dan melukiskan dengan kata-kata sendiri.

3) Aplikasi, yakni kesanggupan menggunakan konsep, ide, rumusan dalam situasi baru. Kata
operasional yang sering digunakan antara lain adalah menghitung, memecahkan, mengungkapkan,
mendemonstrasikan, menggunakan, mengerjakan, dan mengurutkan.

4) Analisis, yakni kesanggupan memecah atau mengurai suatu integritas ke dalam unsure yang
mempunyai arti. Kata operasional yang sering digunakan antara lain adalah menguraikan, memecahkan,
memisahkan, menghubungkan, merinci dan memilih alternative.

5) Sintesis, yakni kesanggupan menyatukan unsure yang bermakna menjadi satu integritas. Sintesis
adalah lawan dari analisis. Kata operasional yang sering digunakan antara lain adalah menggabungkan,
menghimpun, menyusun, mencipta, menyimpulkan, menyistematiskan, mengorganisasi, dan
mengategorikan.

6) Evaluasi, yakni kesanggupan memberikan pertimbangan, keputusn tentang nilai berdasarkan


pendapat dan pertimbangan yang dimilikinyadan criteria yang dipakainya. Kata operasional yang sering
digunakan antara lain adalah menilai, membandingkan, mempertimbangkan, member pendapat,
memberikan saran, mempertentangkan, memutuskan memilih yang paling baik.

Menetapkan Bahan Pelajaran


Bahan pelajaran yakni perangkat materi yang akan dibicarakan dalam proses belajar mengajar. Materi
tersebut merupakan isi bahan yang diharapkan dapat mengantarkan siswa agar menguasai tujuan
instruksional. Oleh sebab itu, rumusan bahan pelajaran harus sejalan atau sejiwa dengan isi tujuan
instruksional khusus. Banyaknya rumusan bahan pelajaran sekurang-kurangnya sama dengan banyaknya
tujuan instruksional. Sumber bahan pelajaran yang akan dirumuskan dalam satuan pelajaran tentunya
suah ada pada guru atau bisa diambil dari sumber buku. [4]

Dan langkah yang patut dilakukan guru dalam penyusunan RPP yaitu:
Mengambil satu unit pembelajaran (dalam silabus) yang akan diterapkan dalam pembelajaran
Menulis standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam unit tersebut
Tentukan indikator untukmencapai kompetensi dasar tersebut
Tentukan alokasi waktu yang diperlukan
Rumuskan tujuan pembelajaran
Tentukan materi pembelajaran
Pilihlah metode pembelajaran yang dapat mendukung sifat materi dan tujuan pembelajaran
Menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan tujuan pembelajaran, yang
bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup
Jika alokasi waktu untuk mencapai satu kompetensi dasar lebih dari 2 jam pelajaran, bagilah langkah-
langkah pembelajaran menjadi lebih dari satu pertemuan.
Tentukan tehnik penilaian, bentuk dan contoh instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur
ketercapaian kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.[5]

Cara Pengembangan RPP:


Sebelum kita menginjak Pengembangan rencana ppelaksanaan pembelajaran harus memperhatikan
perhatian dan karakteristik peserta didik terhadap materi standar yang dijadikan bahan kajian. Guru
berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan gairah dan nafsu belajar, serta mendorong peserta
didik untuk belajar, dengan menggunakan berbagaii variasi media, dan sumber belajar yang sesuai, serta
menunjang pembentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuuk kepentingan tersebut,
terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan rencana pelaksanaan
pembelajaran dalam menyukseskan implementasi KTSP, sebagai beriikut:

Kompetensi yang dirumuskan harus jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati dan makin
tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.
Harus sederhana dan fleksibel
Kegiatan yang disusun dan dikembangkan harus menunjang dan sesuai dengan kompetensi dasar yang
akan diwujudkan
Harus utuh dan menyeluruh serta jelas pencapaiannya
Harus ada koordinasi antar pelaksana program disekolah
Cara pengembangan RPP dalam garis besarnya dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1) Mengisi kolom identitas

2) Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan

3) Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta indicator yang akan digunakan yang
terdapat pada silabus yang telah disusun

4) Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi dasar, serta indicator yang telah
ditentukan.

5) Mengidentifikasi materi standar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam
silabus. Materi standar merupakan uraian dari materi pokok/ pembelajaran.

6) Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan

7) Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.

8) Menentukan sumber belajar yang digunakan

9) Menyusun criteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, dan teknik penskoran.

C. Format RPP Berbasis KTSP


Ada beberapa alternatif format rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bisa dikembangkan.
Format yang dipilihguru sangat bergantung pada sifat materi pembelajaran dan selera/kehendak
kurikulum yang sedang berlaku. Yang terpenting yaitu ketika memutuskan penggunaan format tertentu
harus dilakukan secara sadar dan rasional. Akan tetapi format RPP berbasis KTSP cenderung dipillih dari
tiga jenis format yang biasa digunakan.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pelajaran :……………………………………………………………………..

Kelas/Semester : …………………………………………………………………….

Pertemuan Ke : …………………………………………………………………….

Waktu :…………………………………………………. jam pembelajaran

(Isi sesuai dengan silabus)

A. Standar Kompetensi:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………

B. Kompetensi Dasar:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
C. Indikator:
1.1. ………………………………………………………………………………………….

1.2. ………………………………………………………………………………………….

2.1. ………………………………………………………………………………………….

2.2. ………………………………………………………………………………………….
(Kompetensi Dasar dan indikator ditulis lengkap sesuai dengan silabus)

D. Materi Standar:
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..
(Tulis garis besar atau pokok-pokoknya saja, yang langsung berkaitan dengan indicator dan tujuan
pembelajaran

E. Langkah-Langkah Pembelajaran
No

Alokasi Waktu

Langkah-Langkah Pembelajaran

Sumber

Metode

Alat/Media

Kegiatan Awal:

……………………………
……………………………
Dst
Kegiatan Inti:

……………………………
……………………………
Dst

Kegiatan Akhir:

……………………………
…………………………
Dst
Evaluasi/Penilaian:

Data kemajuan belajar diperoleh dari:

Hasil tes
Hasil pekerjaan rumah.

Contoh Silabus dan RPP bisa dilihat pada buku 6.25