You are on page 1of 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN DIAGNOSA HIV AIDS

DI RUANG NAKULA RSUD SANJIWANI

TANGGAL 02-04 NOVEMBER 2018

I.PENGKAJIAN

1. Identitas
a. Identitas pasien

Nama : Tn.S

Umur : 36 tahun
Agama : Hindu
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Kawin
Pendidikan : SMP
Pekerjan : Kuli Bangunan
Suku bangsa : Indonesia
Alamat : Br.Lokaserana Siangan, gianyar
Tanggal masuk : 1 November 2018
Tanggal pengkajian : 2 November 2018
No. register : 029289
Diagnosa : HIV AIDS

b. Identitas penanggung jawab


Nama : Ny. I
Umur : 35 tahun
Hub.dengan pasien : Istri
Pekerjaan : IRT
Alamat : Br. Lokaserana, Siangan, Gianyar
2. Status Kesehatan
a. Status Kesehatan Saat Ini
1) Keluhan Utama (Saat MRS dan saat ini)
a) Keluhan utama saat MRS : Pasien mengeluh Diare
b) Keluhan utama saat pengkajian : Pasien mengeluh Diare, setiap hari selama
sebulan biasa diare lebih dari 7x, walaupun sudah di periksa kedokter
2) Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini
Pada hari Kamis, 1 November 2018, sekitar pkl. 09.00 WITA, pasien datang dalam
keadaan sadar dengan keluhan sudah sebulan Diare lebih dari 7x, walau sudah
diperiksa ke dokter. Melihat kondisi pasien yang semakin memburuk, istri pasien
memutuskan untuk membawa pasien ke Rumah RSUD Sanjiwani dan langsung
diterima di IGD. Diagnosa medis: HIV AIDS Kemudian pasien dipindahkan ke ruang
Nakula. Pada saat pengkajian dilakukan, pasien mengatakan mengalami diare, BB
turun 8 kg dalam sebulan, pasien mengatakan lemas dan sulit beraktivitas, pasien
mengatakan terkadang mual dan muntah, pasien hanya makan 3-4 suap sendok setiap
kali makan dan hanya makan bubur saja dikarenakan banyak sariawan di mulut pasien.
Pasien mengeluh sering batuk dan nyeri dada di malam hari. Hasil foto thorax
ditemukan Efusi pleural kiri dengan hasil lab: hb: 10gr/dL, Leukosit 25.000/uL,
Trombosit: 160.000/uL, LED 40mm. Frekuensi nafas pasien 26x/mnt, terdapat ronchi
di lapang paru kiri, TD: 110/70 mmHg, konjungtiva anemis.
3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
Sebelumnya pasien sempat diajak berobat ke dokter, namun karena diare tidak
kunjung sembuh selama sebulan diare lebih dari 7x. keluarga langsung membawa
pasien ke RSUD Sanjiwani
b. Satus Kesehatan Masa Lalu
1) Penyakit yang pernah dialami
Pasien mengatakan bahwa sebelumnya pernah mengalami diare tapi tidak separah ini.
2) Pernah dirawat
Pasien mengatakan dirinya pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya. Namun tidak
dengan penyakit yang tergolong parah.
3) Alergi
Pasien mengatakan bahwa tidak mempunyai alergi terhadap makanan maupun obat-
obatan.
4) Kebiasaan (merokok/kopi/alkohol dll)
Pasien mengatakan mempunyai kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol.
Dan terbiasa mengkonsumi kopi 4x sehari.

c. Riwayat Penyakit Keluarga


Pasien mengatakan ia maupun keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit keluarga atau
penyakit keturunan seperti DM, asma, penyakit jantung maupun hipertensi.

d. Diagnosa Medis dan therapy


Diagnosa medis : AIDS
Therapy :
Jenis Nama Obat Dosis Rute
Infus Nacl 0,9% 20 tetes per menit Intravena
Tablet Nacetilsistein 3 x 200 g Oral
Tablet Lansoprazol 1 x 30 mg Oral
Tablet New diatab 3 x 1 tab Oral
Tablet Dexametasone 3 x amp intravena

3. Pola Kebutuhan Dasar ( Data Bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)


a Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien mengatakan dirinya tidak biasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri tetapi
tidak biasa berolah raga.
b. Pola Nutrisi-Metabolik
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan asupan nutrisi didapat dari makanan seperti nasi, daging ayam,
sayur. Pasien mengatakan nafsu makan sehari-harinya tinggi dengan porsi 1 piring
3x/hari. Berat badan pasien 68 kg. Pasien biasa minum air putih 6 gelas/hari dan
tidak ada ketergantungan dengan minuman beralkohol.
 Saat sakit :
Pasien mengatakan nafsu makan menurun 3-4 suap setiap kali makam tidak habis
1 porsi. Asupan nutrisi didapat dari makanan seperti bubur. Berat badan pasien
menurun 8 kg. Kebiasaan minum pasien menurun menjadi 3 gelas/hari.
c. Pola Eliminasi
1) BAB
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan biasanya BAB ± 2x/hari, dengan konsistensi feces padat. Warna
feces kuning kecoklatan dan tidak bercampur darah.
 Saat sakit :
Pasien mengatakan sering BAB 7x/hari, nyeri saat defekasi, dengan karakter feces
encer. Warna feces kuning dan tidak bercampur darah.
2) BAK
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan biasa BAK ± 3x/hari, dengan karakteristik urine encer dengan
warna putih bening, bau khas urine, dan tidak bercampur darah.
 Saat sakit :
Pasien mengatakan BAK ± 2x/hari, dengan karakteristik urine kuning pekat, berbau
obat dan tidak menggunakan alat bantu kateter.
d. Pola aktivitas dan latihan
1) Aktivitas
Kemampuan 0 1 2 3 4
Perawatan Diri
Makan dan minum 
Mandi 
Toileting 
Berpakaian 
Berpindah 

0: mandiri, 1: Alat bantu, 2: dibantu orang lain, 3: dibantu orang lain dan alat, 4:
tergantung total
2) Latihan
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan bahwa biasa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, dapat
bergerak secara bebas dan berjalan mandiri.
 Saat sakit
Pasien mengatakan bahwa tidak mampu beraktivitas seperti biasa karena dalam
keadaan lemas.
e. Pola kognitif dan Persepsi
Pasien mengatakan tidak mengetahui dan masih hawam tentang penyakit yang di
deritanya. Kelima pancaindera pasien masih berfungsi dengan baik.
f. Pola Persepsi-Konsep diri
Pasien mengatakan dirinya tidak nyaman karena takut diare yang dihalami tak kunjung
hilang.
g. Pola Tidur dan Istirahat
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan dirinya biasa tidur 7 jam yaitu pkl. 22.00 WITA sampai pukul
05.00 WITA. Pasien biasa tidur menggunakan bantal dan guling dengan lampu yang
dimatikan.
 Saat sakit :
Pasien mengatakan tidur malam tidak menentu dan sering terbangun tengah malam
karena nyeri pada dada. Pasien biasa tidur menggunakan bantal dan guling dengan
lampu yang hidup.

h. Pola Peran-Hubungan
Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga maupun lingkungan baik, komunikasi
baik, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap proses penyembuhannya.
i. Pola Seksual-Reproduksi
 Sebelum sakit : dalam batas normal, tidak ada gangguan dan hubungan
harmonis dengan istri.
 Saat sakit : tidak dalam batas normal, ada gangguan dan hubungan
harmonis dengan suami.
j. Pola Toleransi Stress-Koping
Pasien mengatakan bahwa dirinya agak cemas, dan untuk mengatasinya pasien
mengalihkan dengan mengobrol bersama keluarga (yang sedang menjaga pasien).
k. Pola Nilai-Kepercayaan
Pasien mengatakan biasa bersembahyang di rumah maupun di pura, namun saat sakit
pasien tetap bersembahyang tetapi di atas tempat tidur. Pasien percaya bahwa dengan
bersembahyang dapat memberikan ketenangan pada dirinya

4. Pengkajian fisik
a. Keadaan umum: Lemah
Tingkat kesadaran: Komposmetis
GCS: Verbal: 5 psikomotor 4 Mata 6
b. Tanda-tanda Vital: Nadi=90x/mnt, suhu=37, td=110/70mmHG, RR=26x/mnt
c. Keadaan Fisik
1) Kepala dan Leher
a) Kepala: bentuk kepala normal, kulit kepala bersih, tidak ada bekas luka, rambut
tidak rontok.
b) Mata: mata simetris kiri dan kanan, sclera tidak ikterik, reflek cahaya positif
kiri dan kanan, konjungtiva anemis.
c) Telinga: telinga simetris, tidak terdapat pembengkakan di area telinga, terdapat
serumen di kedua telinga terdapat serumen di kedua telinga.
d) Hidung: simetris, tidak terdapat pernafasan cuping hidung, tidak ada
pembekakan, tidak terdapat nyeri tekan.
e) Mulut: bibir tampak kering dan pecah-pecah, terdapat sariawan, tidak terdapat
gigi yang berlubang.
f) Leher: leher simetris, tidak ada pembekakan kelenjar getah bening, dan tidak
terdapat bendungan vena jugularis.
2) Dada
a) Paru-paru
Inspeksi: bentuk hemithorax yang sakit mencembung, iga mendatar ruang antar
iga melebar, pergerakan pernafasan menurun, pernafasan dypsnea
Palpasi: fremitus total menurun, pergerakan dada yang tertinggal pada dada
yang sakit
Perkusi: redup dan pekak
Auskultasi: suara nafas ronchi di lapang paru kiri
b) Jantung
Inspeksi: ictus cordis, tidak terdapat hiperpigmentasi maupun bekas luka, tidak
ada nyeri tekan terdengar suara redup suara 1 suara 2 tunggal, simetris
Palpasi: Ictus cordis tidak teraba masa
c) Payudara dan Ketiak
Tidak terdapat lesi dan tidak ada nyeri tekan
d) Abdomen
Tidak terlihat hiperpigmentasi maupun bekas luka, bising usus 22x/I
terobservasi, terdengar suara pekak tidak ada nyeri tekan
e) Genetalia
Tidak terobservasi
f) Kulit
Tidak terlihat hiperpigmentasi, warna kulit sawo matang, turgor kulit kurang
elastis tidak ada bekas luka
g) Ektremitas
 Atas
Tidak ada edema CRT kembali pada 2 detik
 Bawah
Tidak terdapat edema CRT kembali pada 2 detik
h) Neurologis
 Status Mental dan emosi
Cemas dan takut apabila penyakit yang di derita nya tidak sembuh
 Pengkajian saraf kranial
Mata dapat membuka secara spontan
 Pemeriksaan Reflek
Respon terhadap stimulus yang diberikan normal
i. Pemeriksaan Penunjang
Hasil 9 November 2018
Jenis Pemeriksaan hasil Nilai Normal

Hematologi Hemoglobin 10gr/dl P = 12-14 g/dl


L = 14-16 g/dl

Leukosit 25000/UL 5000 – 10.000/ul

Trombosit 160.000/UL 150.000 – 400.000/ul

LED 40mm 0-10 mm

j. Pemeriksaan Radiologi
Tidak terobservasi
k. Hasil Konsultasi
Tidak terobservasi
l. Pemeriksaan penunjang Diagnostic lain
Tidak terobservasi

5. Analisa Data
No Data Fokus Etiologi Masalah
keperawatan

1. Ds : HIV masuk dalam Diare


- Pasien mengatakan diare tubuh

sudah lebih dari 7x selama


Penurunan kekebalan
1 bulan dengan konsistensi tubuh
cair
Bakteri di usus
- Pasien mengatakan berat
berkembang dan
badannya turun 8 kg menyebar dengan
dalam sebulan baik
- Pasien mengatakan lemah
dan mual muntah Infeksi pada usus

DO:

- Pasien Nampak pucat dan Diare

lemas
- Leukosit meningkat
(250.000 Ul)
- Dengan hasil tanda tanda
vital :
TD: 110/70 mmhg
RR:26x/menit
ND: 90x/menit
Suhu: 37oC

2. Ds: sekresi yang kental atau Bersihan jalan


- Pasien mengatakan batuk berlebihan nafas
berkepanjangan ↓

- Pasien mengatakan tidak akibat penyakit infeksi,

bisa mengeluarkan secret imobilisasi.

saat batuk
Statis sekresi batuk
DO :
yang tidak efektif

- Pada saat batuk pasien


susah mengeluarkan secret Adanya kelainan

- Terdapat kelainan suara suara nafas

nafas ronchi dengan RR


pasien 26x/ menit
3. DS: Resiko infeksi
-
4. DS: Tekanan osmotik Ketidakseimbangan
- Pasien mengatakan berat dalam usus nutrisi kurang dari

badan nya turun 8kg kebutuhan
↑ peristaltic usus
dalam sebulan ↓
- Pasien mengatakan mual ↑ asm basa/ HCL
lambung
muntah

- Pasien mengatakan lemas Gangguan metabolic
- Pasien mengatakan tidak ↓
Mual muntah
nafsu makan

DO: Penurunan nafsu
makan
- Terdapat sariawan pada

mulut pasien
Sariawan yang sulit
- Pasien hanya makan 3-4
untuk sembuh
suap sendok setiap kali

makan dan hanya makan
Sulit untuk makan
bubur
dan minum
- Pasien pucat
- Mukosa bibir pasien
nampak kering

5. DS: Nyeri akut


- Pasien mengatakan nyeri
dada saat malam hari
- Psien mengatakan
nyerinya seperti tertusuk-
tusuk
DO:

- Pasien Nampak
memegang dadanya saat
batuk
- P: Batuk
Q: Tertusuk-tusuk
R: Dada
S: Skala 4
T: Saat malam hari
6. DS: Intoleransi aktivitas
- Pasien mengatakan sulit
beraktifitas
- Pasien mengatakan lemas
- Pasien mengatakan
beraktifitas dengan di
bantu keluarga nya

DO:

- Pasien Nampak lemas


- Pasien Nampak berbaring
di tempat tidur
- ADL( aktifitas dalam
lingkungan ) pasien
Nampak di bantu
7. DS: Kekurangan
- Pasien mengatakan sudah volume cairan
7x BAB dengan
konsistensi cair
- Pasien mengatakan lemas
DO:

- Pasien Nampak lemas


- Pasien Nampak pucat

6. Diagnose keperawatan
1. Diare berhubungan dengan infeksi pada usus yang ditandai dengan BAB yang
sering
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan kelebihan volume cairan
pada fleura ditandai dengan batuk dan terdengar suara rongki
3. Resiko infeksi berhubungan dengan menurunnya system kekebalan tubuh ditandai
dengan peningkatan leoukosit,diare dan penumpukan cairan pada fleura
4. Deficit nutrisi berhubungan dengan adanya sariawan pada mulut,mual,muntah
ditandai dengan berat badan pasien turun 8 kg sejak sebulan terakhir

7. Rencana Tindakan Keperawatan

Rencana Keperawatan Ttd

Hari/Tgl/Jm No
Tujuan dan Kriteria Intervensi Rasional
DX Hasil

Jumat/ 2- 1 Setelah diberikan Manajemen saluran cerna


11-2018/ asuhan keperawatan
1. Monitor buang air
9.00 selama 3 x 24 jam
besar termasuk
diharapkan eliminasi frekuensi konsistensi,
usus tidak terganggu bentuk, volume, dan
dengan kriteria hasil: warna, dengan cara
yang tepat
1. Pola eliminasi 2. Monitor bising usus
tidak terganggu. Manajemen diare
2. Suara bising
usus tidak 1. Tentukan riwayat
terganggu. diare
3. Diare tidak ada 2. Ambil tinja untuk
pemeriksaan kultur
dan sensitifitas bila
diare berlanjut
3. Istruksikan pasien
atau anggota keluarga
untuk mecatat warna,
volume, frekuensi,
dan kosistensi tinja
4. Identifikasi factor
yang bisa
menyebabkan diare (
misalnya edukasi,
bakteri, dan
pemberian makanan
lewat selang)
5. Amati tugur kulit
secara berkala
Monitor eletrorit

1. Monitor serum
elektrolit
2. Monitor serum
albumin dan kadar
protein total, sesuai
dengan indikasi
3. Monitor ketidak
seimbangan asam basa
4. Identifikasi
ketidak
seimbangan
elektrolit
5. Monitor
ketidak
seimbangan
asam basa
6. Identifikasi
kemungkinan
penyebab
ketidak
seimbangan
elektrolit
7. monitor adanya mual,
muntah dan diare
Terapi Intravena (IV)

1. Berikan pengobatan
IV, sesuai yang
diresepkan, dan
monitor untuk
hasilnya
2. Monitor kecepatan
aliran intravena dan
area intravena selama
pemberian infus
3. Monitor tanda-
tanda vital

Jumat/ 2- 2 Setelah diberikan Menajemen jalan nafas


11-2018/ asuhan keperawatan
1. Posisikan
9.00 selama 3 x 24 jam
pasien untuk
diharapkan status memaksimalkan
pernafasan tidak ventilasi
terganggu dengan 2. Buang secret
kriteria hasil: dengan
memotivasi
1. Deviasi ringan pasien untuk
dari kisaran melakukan
normal frekuensi batuk atau
pernafasan
menyedot
2. Deviasi ringan
dari kisaran
lender
normal Irama 3. Motifasi pasien
pernafasan untuk bernafas
3. Deviasi ringan pelan, dalam,
dari kisaran berputar dan
normal suara batuk
auskultasi nafas 4. Instruksikan
4. Deviasi ringan bagaimana agar
dari kisaran bisa melakukan
normal kepatenan batuk efektif
jalan nafas
5. Auskultasi
5. Deviasi ringan
dari kisaran
suara nafas,
normal saturasi catat area yang
oksigen ventilasinya
6. Tidak ada retraksi menurun
dinding dada atautidak dan
adanya suara
nafas tambahan
6. Monitor status
pernafasan dan
oksigenisasi
sebagaimana
mestinya

Monitor Pernafasan

1. Monitor pola nafas


(misalnya, bradipneu)
2. Palpasi kesimetrisan
ekspansi paru
3. Auskultasi suara
nafas
4. Kaji perlunya
penyedotan pada
jalan nafas dengan
5. auskultasi suara nafas
ronci di paru
6. Auskultasi suara
nafas setelah
tindakan, untuk
dicatat
7. Monitor kemampuan
batuk efektif pasien

Jumat/ 2- 3 Setelah diberikan Pengajaran Seksualitas


11-2018/ asuhan keperawatan
1. Bantu klien dalam
9.00 selama 3 x 24 jam
memilih kontrasepsi
diharapkan control yang tepat, yang
resiko : penyakit sesuai.
menular seksual (PMS) 2. Ajarkan klien
dengan kriteria hasil : mengenai penyakit
menular seksual dan
1. Mengidentifikasi AIDS
factor resiko 3. Berikan klien produk
penyakit yang dapat digunakan
menular seksual terkait dengan
2. Dapat mengenali perlindungan seksual
factor resiko misalnya kondom dan
dental dams
penyakit
menular seksual
3. Dapat Control Infeksi
membatasi
jumlah pasangan 1. Ajarkan klien dan
4. Mengenali anggota keluarga
kemampuan mengenai bagaimana
untuk merubah menghindari infeksi
perilaku 2. Berikan terapi
antibiotic yang sesuai

Jumat/ 2- 4 Setelah diberikan Menajemen Nutrisi


11-2018/ asuhan keperawatan 1. Identifikasi adanya
9.00 selama 3 x 24 jam alergi atau intolerasi
diharapkan status nutrisi akanan yang dimiliki
pasien
dapat ditingkatkan
Terapi nutrisi
dengan kriteria hasil:
1. Kaji kebutahan
1. Asupan Gizi tidak nutrisi
menyimpang dari parenteral
rentang normal 2. Berikan nutrisi
2. Asupan makanan enteral, sesuai
tidak menyimpang kebutuhan
dari rentang normal 3. Berikan nutrisi
enteral
4. Hentikan
pemberian
makanan
melalui selang
makan begitu
pasien mampu
mentoleransi asupan
(makanan) melalui oral
5. Berikan nutrisi yang
dibutuhkan sesuai batas
diet yang dianjurkan

Jumat/ 2- 5 Setelah diberikan Pemberian analgesik :


11-2018/ asuhan keperawatan 1. Tentukan lokasi,
9.00 selama 3 x 24 jam karakteristik,
diharapkan control nyeri kualitas dan
dapat dipertahankan keparahan nyeri
dengan kriteria hasil: sebelum mengobati
pasien
2. Cek perintah
pengobatan
1. Secara konsisten meliputi obat,
menunjukkan dosis, dan frekuensi
menggunakan obat analgesik yang
tindakan
pengurangan (nyeri) diresepkan
3. Cek adanya riwayat
tanpa analgesic alergi obat
4. Pilih analgesik atau
2. Secara konsisten
kombinasi
menunjukkan
Menggunakan analgesik yang
analgesik yang sesuai ketika lebih
direkomendasikan dari satu diberikan
3. Melaporkan nyeri
terkontrol
Menajemen nyeri :

1. Lakukan
pengkajian nyeri
komprehensif
yang meliputi
lokasi,
karakteristik,
onset/durasi,
frekuensi,
kualitas,
intensitas atau
beratnya nyeri
dan faktor
pencetus
2. Observasi adanya
petunjuk
nonverbal
mengenai
ketidaknyamanan
3. Gunakan strategi
komunikasi
terapeutik untuk
mengetahui
pengalaman nyeri
dan sampaikan
penerimaan
pasien terhadap
nyeri
4. Kaji bersama
pasien faktor-
faktor yang dapat
menurunkan atau
memberatkan
nyeri
5. Ajarkan
penggunaan
teknik non
farmakologilan
nyeri
6. Evaluasi
keefektifan dari
tindakan
pengontrolan
7. Mendukung
istirahat tidur
8. Memberikan
informasi terkait
dengan diagnosa
dan keperawatan
9. Mendorong
keluarga
menemani pasien
10. Kaji tanda verbal
dan non verbal
dari ketidak
nyamanan

Jumat/ 2- 6 Setelah diberikan Terapi Aktivitas


11-2018/ asuhan keperawatan 1. Pertimbangkan
9.00 selama 3 x 24 jam kemampuan klien dalam
diharapkan Toleransi berpartisipasi melalui
aktivitas spesifik.
terhadap aktivitas dapat 2. Berkolaborasi dengan
teratasi dengan kriteria ahli terapi fisik, okupasi
hasil: dan terapi rekreasional
dalam perencanaan dan
1. Kemudahan pemantauan program
aktivitas, jika memang
dalam di perlukan.
melakukan 3. Membantu pasien untuk
aktivitas hidup memilih aktivitas dan
harian pencapaian tujuan
2. Kekuatan tubuh melalui aktivitas yang
bagian atas konsisten dengan
normal kemampuan fisik,
psikologi dan social.
3. Kekuatan tubuh 4. Monitor respon emosi,
bagian bawah fisik, social dan
baik spiritual terhadap
aktivitas.
5. Instruksikan klien dan
keluarga untuk
mempertahankan fungsi
dan kesehatan terkait
peran dalam beraktivitas
secara fisik, social,
spiritual dan kognisi.
Jumat/ 2- 7 Setelah diberikan Menajemen cairan:
11-2018/ asuhan keperawatan 1. Jaga intake/ asupan
9.00 selama 3 x 24 jam yang akurat dan catat
diharapkan hidrasi ouput pasien
2. Monitor status hidrasi
tidak terganggu dengan (misalnya membran
kriteria hasil : mukosa lembab,
denyut nadi adekuat,
1. Turgor kulit tidak dan tekanan darah
terganggu ortostatik)
2. Membran mukosa 3. Monitor hasil
lemba tidak laboratorium yang
terganggu relevan dengan retensi
3. Intake cairan cairan
tidak
terganggu 4. Monitor tanda tanda vital
4. Output 5. Beri terapi IV, seperti
cairan tidak yang ditentukan
terganggu 6. Distribusi cairan
5. Perfusi selama 24 jam
jaringan
tidak
terganggu
6. Tidak ada
nadi cepat
dan lemah
7. Tidak ada
kehilangan
berat badan