You are on page 1of 7

Farmakognosi berasal dari yunani yaitu Pharmakon

yang berarti obat dan Ghonis yang berarti (Ilmu atau


pengetahuan).
Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari tentang
sumber – sumber bahan obat alam, terutama dari
tumbuh-tumbuhan dan hewan yang dapat digunakan
sebagai obat alami yang telah melewati berbagai
uji.Farmakognosi memberikan dasar – dasar
mengetahui,memahami, dan mengerti obat yang berasal
dari tumbuhan dan hewan serta ruang lingkupnya dalam
praktek pengobtana modern ataupun tradisional. Selain
itu farmakognosi menjelaskan kegunaan obat yang
berasal dari tumbuhan dan hewan serta memeriksa zat
aktif yang terkandung didalamnya yang mempunyai
efek biologi.
Ruang lingkup farmakognnosi adalah sebagai bagian
dari boarmasi,biokimi dan kimia sintes. Farmakognosi
saat ini melipui pengamatan makroskopis, mikrosopis,
dan organoleptis.
Alam menyediakan banyak sekali tumbuhan, hewan dan
mineral yang jika diolah akan mendapatkan khasiat dari
bahan alam tersebut. Bahan alam tersebut jika dapat
diambil, dikeringkan, diolah, diwetan dan disimpan
dengan baik maka dapat diperoleh simplisia yang baik.
Disinilah simplisia akan terkait dengan famakognosi.
Simplisiayang diperoleh disini dapat berupa serbukatau
simplisi yang sudah dirajang. Jikasimplisi tersebut
melewati uji klinikyang bertujuan utuk menentukan
fitofarmaka, maka simplisia tersebut dapat dikatakan
obat. Sedangkan simplisia yang berbentuk seruk jika
diekstraksi dengan menggunakan pelarut maka hasilnya
disebut ekstrak. Apabila ekstrak yang diperoleh ini
diisolasi dengan pemisahnya dengan menggunakan
metode kromatografi maka hasilnya disebut isolat.jika
isolat dimurnikan lalu ditentukkan sifat kemurnianya
dan ditentukan sifat fisika dan siaft kimiawinya maka
dihasikan zat murni.
Pada abad 20 terjadi 3 peristiwa mendasar yang
merupakan salah satu contoh dari ilmuwan dan
masyrakat, yaitu :
1. Kesadaran tentang khasiat dan pemakaian tanamana
sebagai obat. Keadaan ini didukung dengan
penggunaan oabt sintesis yang diperoleh dengan
pemakaian obat alam.
2. Kesdaran para produsen obat bahan alam mempang
mampu mempunyai reputasi yang baik sebagai obat
rakyat.
3. Perkembangan teknologi DNA dan rekayasa genetika
yang memungkinkan transfer genetik material dari
satu organisme ke organisme yang lain.
Berdasarkan sifat tersebut makka dirumuskan 4 peran
penting bahan alam bagi perkembangan obat modern,
yaitu :
1. Bahan alam menyediakan bahan obat yang
berpotensial misalnua : opium, alkaloida,antibiotik
dsb.
2. Bahan alam sebagai senyawa induk yang dapat
dimodifikasi sehingga menghasilkan senyawa dengan
sifat fisika –kimia yang menguntungkan dan tidak
menimbulkan efek toksik.
3. Bahan alam merupakan model sebagai obat sintesis
yang punya aktifitas fisiologi.
4. Bahan alam mempunyai aktivitas yang kurang
potensi

Farmakognosi merupakan bagian dari biofarmasi,


biokimia, kimia sintesis sehingga dapat dikatan rung
lingkupnya luas, sehingga farmakognosi dikatakan
cabang ilmu pengetahuan tentang obat. Selain itu
farmakognosi juga berhubungan dengan ilmu lainya,
yaitu :
1. Biologi ( botani dan zoologi)
Hubungan Farmakognosi dengan Botani dan
zoologi sangat erat. Hal ini disebabkan Simplisia
harus mempunyai identitas botani-zoologi pasti,
artinya harus diketahui dengan tepat nama latin
tanaman atau hewan dari mana simplisia tersebut
diperoleh.dan digunakan sebagai penetapan
identitas botani-zoologi bidang farmakognosi.
2. Kimia
Kimia farmasi ( organik dan anorganik ) adalah
ilmu yg mempelajari kuantitatif dan kualitatif
senyawa-senyawa kimia, baik golongan organik (
alifatik,aromatik,alissiklik, dan heterosiklik) dan
juga anorganik yang berhubungan deng khasiat
penggunaan obat.
3. Farmakologi
Adalah ilmu yang mempelajari tentang khasiat
obat baik itu sifat kimia, sifat fisika, kegiatan
fisiologis/efeknya terhadap fungsi biokimia dan
cara kerja absorbsi ( distribusi,biotransformasi),
ekskresinya di tubuh serta efek toksisitasnya
dalam penggunaa obat -obat an
4. Farmasetika
Ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan
obat meliputi pwngumpulan,
pengenalan,pengawetan,dan pembakuan bahan
obat – obatan, serta pembuatan sediaan farmasi
sehingga siap dijadikan obat yang dapat diberikan
kepada pasien.
5. Teknologi farmasi
Ilmu yang mempelajari prosedur pembuatan
sediaan farmasi di skala industri serta termasuk
prinsip kerja alat produksi dan juga termasuk
perawatan dan pemeliharaan alat produksi yang
sesuai dengan ketetenuan cara pembuatan obat.
6. Fisika farmasi
Mempelajari analisi kualitatif dan kuantitatif
organik dan organik yang berhubungan dengan
sifat fisiknya, misalnya spektometri masa,
spektopotometri, dan kromatografi.
7. Farmasi klinik
Merupakan kegiatan memonitor penggunaan
obat,monitor efek samping obat
(MESO),dan kegiatan konseling/informasi obat.
8. Pendidikan
Tanaman Obat dapat dipekarangan merupakan
usaha pelestarian plasma nutfahdan
wahana pendidikan cinta lingkungan hidup.
9. Sosial
Tanaman obat dapat dimanfaatkan sebagai bahan
ramuan obat untuk pertolongan pertama sebelum
mendapat pertolongan pertama.

Beberapa Istilah Dalam Farmakognosi


1. Simplisia adalah bahan alam yang dipergunakan
sebagai obat yang belum mengalamai pengolahan
apappun dan berupa bahan yang telah dikeringkan.
2. Eksudat tanaman adalah isi sel yang secara spontan
keluar dari tanaman atau isi sel yang dikeluarkan dari
selnya yang dipisahkan dari tanamanya dan belum
berupa zat kimia murni.
3. Pemerian adalah uraian bentuk, bau, rasa, warna
simplisa yang merupakan informasi pada pengamatan
terhadap simplisia.
4. Simplisia hewani adalah simplis yang merupakan
hewan utuh, sebagain hewan atau zat- zat yang
berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum
berupa zat kimia murni.
5. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa
tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman
(isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau
dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya ataupun
zat-zat nabati lainya yang keluar dengan cara tertentu
dipisahkan dari tanamanannya dan berupa zat kima
murn)
6. Simplisia pelican atau mineral adalah simplisia yang
berupa bahan pelican atau mineral yang belum diolah
dengan cara yang sederhana dan belum berupa zat
kimia murni.
7. Jamu adalah sediaan bahan alam yang khasiatnya
belum dibuktikan secara ilmiah yang belum
mengalami uji klinik maupun uji praklinik, namun
berdasrkan khasiat empiris. Kriteria jamu antara lain
aman, memenuhui syarat mutu,klaim khasiat empiris.
8. Obat herbal tersandar merupakan sediaan obat bahan
alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya
secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya
telah tersandarisasi. Kriteria OHT antara lain
aman,terbutkti secara ilmiah, bahan baku
tersandarisasi, dan mutu memenuhui syarat di
Indonesia.
9. Fitofarmaka
Sediaan bahan alam yang telah dibuktikan keamanan
dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji klinik dan
praklinik, dan bahan bakunya terstandarisasi.