You are on page 1of 13

Laporan Praktikum

Elektronika 1
Modul Praktikum
Rangkaian Dasar Op-Amp 1

Nama : Rafi Alif Fadilla


NPM : 1706026595
Rekan Kerja : Vania Zihan Murti
Kelompok :6
Hari : Kamis
Tanggal : 1 November 2018
Modul ke :6

Laboratorium Elektronika – Departemen Fisika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2018
1

MODUL 6
RANGKAIAN DASAR OP-AMP 1

TUJUAN
 Membuktikan secara eksperimental bahwa penguatan suatu op-amp dapat di
atur dan dapat bernilai negatif
 Mampu mengoperasikan op-amp sebagai amplifier non inverting
 Mampu mengoperasikan op-amp sebagai amplifier inverting
.
TEORI DASAR
Operasional-amplifier (op-amp) dapat dikatakan sebagai pengiat dengan
multistage yang mempunyai input differensial. Op-amp dikemas dalam rangkaian
terintegrasi(IC).
Ciri-ciri op-amp antara lain :
 Memiliki dua input dengan satu output
 Impedansi input tinggi
 Impedansi output rendah
 Penguatan open loop tinggi
 Lebar pita frekuensi tak terhingga
 Dapat dikonfigurasi dengan umpan balik
 Tegangan output nol bila kedua tegangan input sama
Pada kenyataan op-amp memiliki nilai batas tertentu, tergantung jenis metode
pembuatan op-amp tersebut. sebuah op-amp real, impedansi output biasanya bernilai
sekitar beberapa puluh ohm, impedansi input bisa bernilai mega ohm hingga giga
ohm, dan penguatan tegangan maksimal biasanya hanya mencapai sekitar 140 dB.
Namun beberapa op-amp bisa mendekati pernyataan-pernyataan diatas. Penguatan
op-amp bisa mencapai hingga sepuluh ribu kali tegangan inputnya. Op-amp tingkat
pertama adalah differensial amplifier yang memberikan penguatan yang besarnya
sesuai dengan perbedaan dari kedua input op-amp (V2-V1).
Universitas Indonesia, 2018
2

ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN


 Sumber tegangan ± 15 V
 Osiloskop
 Multimeter
 Generator Function
 OP-AMP 741
 Resistor dengan bermacam harga

PROSEDUR PERCOBAAN
1. Penguatan Op-Amp Inverting
 Menyusun rangkaian seperti pada gambar 1.1
 Membandingkan tegangan input dengan tegangan output.
 Memperbesar output pada generator fungsi.
 Mengukur dan Mencatat pada lembar data, tegangan output dan input pada
kondisi ini
 Mengitung penguatan tegangan dan membandingkan fase tegangan input
dan output
 Mematikan power op-amp dan R1 dengan beberapa harga yang berbeda
kemudian mengulangi langkah 1 s/d 5

U1
7
5
1

3
6
2

741 Vout
4

R1 RF

10kΩ 10kΩ
Vin
Gambar 1.1
Rangkaian Inverting Amplifier

Universitas Indonesia, 2018


3

2. Penguatan OP-AMP Non Inverting


 Menyusun rangkaian seperti gambar I.2
 Melakukan langkah-langkah seperti pada percobaan I
U1

7
5
1
3
6
Vin 2

741 Vout

4
R1 RF1

10kΩ 10kΩ

Gambar 1.2
Rangkaian Non Inverting Amplifier

3. OP-AMP Sebagai Penjumlah


 Menyusun rangkaian seperti gambar 1.3
 Menutup saklar S1 dan membuka S2 lalu mencatat tegangan V1 dan Vout
 Membuka saklar S1 dan menutup S2 lalu mencatat tegangan V2 dan Vout
 Menutup S1 dan S2 lalu mencatat tegangan Vout
 Mematikan power op-amp dan menukar polaritas V1 dan melakukan seperti
langkah 4
 Merancang rangkaian penguat seperti pada gambar I.3 agar menghasilkan
tegangan output sebesar – 4.5 V dengan tegangan input 1.5 V
U1
7
5
1

3
S1 6
R2
2
V1 10kΩ
1.5V 741 Vout
4

S2
R1 RF1

V2 10kΩ 10kΩ
1.5V

Universitas Indonesia, 2018


4

Gambar 2.3
Rangkaian untuk Tegangan Offset Input

TUGAS PENDAHULUAN
1. Buat persamaan penguatan untuk rangkaian I.1,I.2, dan I.3

Universitas Indonesia, 2018


5

2. Apa yang dimaksud dengan umpan balik negatif ?


Umpan balik negatif adalah pemberian sebagian output ke input dalam bentuk
negatif, sehingga bisa mengurangi tegangan output yang dihasilkan. Lebih
jelasnya Sinyal output dihubungkan dengan input inverting, sehingga
membentuk loop umpan balik, biasanya melalui hambatan umpan balik, Rf.
Jika kita menyambungkan output dengan non inverting input maka output
secara perlahan akan mengikuti V input. Ketika Vin naik maka Vout juga naik.
Namun ketika Vout naik, akan ada sejumlah tegangan yang masuk ke non
inverting input, menyebabkan tegangan pada input inverting dan non inverting
berbeda. Akibat dari ini Vout akan berkurang sedikit karena memberikan
tegangan pada non inverting input.
3. Apa kelebihan dan kekurangan rangkaian penguat op-amp dibanding
dengan rangkaian penguat transistor
Kelebihan
- Impedansi input yang tinggi sehingga tidak membebani penguat sebelumnya.
- Impedansi output yang rendah sehingga tetap stabil walau dibebani oleh
rangkaian selanjutnya.
- Lebar pita (bandwidth) yang lebar sehingga dapat dipakai pada semua jalur
frekuensi audio (woofer, midle, dan tweeter)
- Adanya fasilitas offset null sehingga memudahkan pengaturan bias penguat
agar tepat dititik tengah sinyal.

Kekurangan

Op-amp membuat response terhadap sinyal input menjadi lambat. Op-amp


memiliki nilai slew rate yang tidak ada batas maksimalnya. Hal ini
Universitas Indonesia, 2018
6

mengakibatkan akan berbeda sinyal input dengan sinyal yang diterima op-
amp.

SIMULASI
Simulasi Percobaan Inverting Amplifier
 Penguatan OP-AMP Inverting
Simulasi Hasil
R1 : 10k Ω
Vp : 10
XSC1

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

VCC
15V

U1
7

5
1

3
XFG1 6

2
COM
+ Vout
741 7.079 V
4

-
VEE
R1 RF AC 10MOhm
-15V
10kΩ 10kΩ

Vin
+ -
7.071 V

AC 10MOhm

Universitas Indonesia, 2018


7

R1 : 10k Ω
Vp : 20
XSC2

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _ VCC
15V

U2

7
5
1
3
XFG2 6
2
COM
+ Vout1
4 741 11.684 V AC 10MOhm
-
VEE
R2 RF1
-15V
10kΩ 10kΩ
Vin1
+ -
14.142 V

AC 10MOhm

R1 : 1k Ω
Vp : 10

XSC1

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

VCC
15V

U1
7
5
1

3
XFG1 6

2
COM
+ Vout1
741 13.642 V
4

-
VEE
R1 RF1
-15V AC 10MOhm
Vin1 1kΩ 10kΩ
+ -
7.118 V

AC 10MOhm

R1 : 1k Ω
Vp : 20
XSC2

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

VCC
15V

U2
7
5
1

3
XFG2 6

2
COM
+ Vout2
741 13.103 V
4

-
VEE
R2 RF2
-15V AC 10MOhm
Vin2 1kΩ 10kΩ
+ -
14.147 V

AC 10MOhm

Universitas Indonesia, 2018


8

Simulasi Percobaan Non-Inverting Amplifier


 Penguatan OP-AMP Non-Inverting
Simulasi Hasil
R1 : 10k Ω
Vp : 10
XSC1

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

Vin1 VCC
+ -
15V
7.068 V

AC 10MOhm U1
7
5
1

XFG1 3

COM 2

+ Vout1
741 11.652 V AC 10MOhm
4

-
VEE
R1 RF1
-15V
10kΩ 10kΩ

R1 : 10k Ω
Vp : 20
XSC2

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

Vin2 VCC
+ -
15V
14.135 V

AC 10MOhm U2
7
5
1

XFG2 3

COM 2

+ Vout2
741 11.534 V AC 10MOhm
4

-
VEE
R2 RF2
-15V
10kΩ 10kΩ

Universitas Indonesia, 2018


9

R1 : 1k Ω
Vp : 10
XSC3

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

Vin3 VCC
+ -
15V
7.065 V

AC 10MOhm U3
7
5
1
XFG3 3

COM 2

+ Vout3
741 11.711 V AC 10MOhm
4

-
VEE
R3 RF3
-15V
10kΩ 10kΩ

R1 : 1k Ω
Vp : 20
XSC1

Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _

Vin1 VCC
+ -
15V
14.133 V

AC 10MOhm U1
7
5
1

XFG1 3

COM 2

+ Vout1
741 11.486 V AC 10MOhm
4

-
VEE
R1 RF1
-15V
10kΩ 10kΩ

Universitas Indonesia, 2018


10

Simulasi Percobaan OP-AMP Sebagai Penjumlah

Simulasi Hasil
S1 Tutup S2 Buka V1 : 1.5V
VCC Vout :1.487V
V11 15V
+ -
1.5 V U1

7
5
1
3
DC 10MOhm
S1 6
R1
2
V1 Key = A 10kΩ - Vout1
1.5V 741 1.497 V DC 10MOhm

4
+
VEE
S2 -15V
R2 RF1

Key = A 10kΩ 10kΩ


V2
1.5V V22
+ -
1.036m V

DC 10MOhm

S1 Buka S2 Tutup V1 : 1.5V


VCC Vout :1.487V
V11 15V
+ -
1.036m V U1
7
5
1

3
DC 10MOhm
S1 6
R1
2
V1 Key = A 10kΩ - Vout1
1.5V 741 1.497 V DC 10MOhm
4

+
VEE
S2 -15V
R2 RF1

Key = A 10kΩ 10kΩ


V2
1.5V V22
+ -
1.5 V

DC 10MOhm

Universitas Indonesia, 2018


11

VCC Vout : 2.996V


V11 15V
+ -
1.036m V U1

7
5
1
3
DC 10MOhm
S1 6
R1
2
V1 Key = A 10kΩ - Vout1
1.5V 741 1.497 V DC 10MOhm

4
+
VEE
S2 -15V
R2 RF1

Key = A 10kΩ 10kΩ


V2
1.5V V22
+ -
1.5 V

DC 10MOhm

V11
VCC Vout : -3.78mV
+ - 15V
-1.5 V
U1
7
5

DC 10MOhm 3 1

S1 6
R1
2
V1 Key = A 10kΩ - Vout1
1.5V 741 -3.78m V DC 10MOhm
4

VEE
S2
R2 RF1 -15V

Key = A 10kΩ 10kΩ


V2 V22
+ -
1.5V
1.5 V

DC 10MOhm

VCC Vout : -4.494


V11
+ - 15V
1.5 V
U1
7
5
1

DC 10MOhm 3
S1 6
R1
2
V1 Key = A 10kΩ + Vout1
1.5V 741 -4.494 V DC 10MOhm
4

-
VEE
-15V
S2
R2 RF1

Key = A 20kΩ 20kΩ


V2 V22
1.5V + -
1.5 V

DC 10MOhm

Universitas Indonesia, 2018


12

REFERENSI
 Tim Penyusun Laboratorium Elektronika Dasar. Penuntun Praktikum
Elektronika I: Modul 6 Hal. 28 -29 .
 Malvino, Albert & Bates, David J. Electronic Principle 8th edition
 http://elektronika-dasar.web.id/

Universitas Indonesia, 2018