You are on page 1of 10

PERJANJIAN KERJA SAMA

ANTARA

RUMAH SAKIT KARTINI

DENGAN

PT. RAMA UTAMA PUTRA

TENTANG

PENGADAAN JASA TENAGA KERJA OUTSOURCING

NOMOR :

Pada hari ini … tanggal … bulan … tahun dua ribu tiga belas ( … - … - … ) di Kupang telah diadakan
Perjanjian pelaksanaan pekerjaan antara kedua belah Pihak yang bertanda tangan di bawah ini :

Direktur Utama RS Kartini dalam hal ini bertindak dan atas nama RS Kartini yang berkedudukan dan
berkantor di Kupang Jalan Frans Seda Nomor 17 , selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Direktur Utama PT. Rama Utama Putra yang berkedudukan dan berkantor di Kupang Jalan Bumi II RT
03 RW 01 Oesapa Selatan, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “PARA
PIHAK”) bertindak dalam kedudukannya mereka masing-masing tersebut di atas dengan ini
menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut :

a. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah suatu Rumah Sakit yang kegiatan usahanya adalah melayani
kesehatan masyarakat yang bermaksud mempergunakan jasa PIHAK KEDUA untuk memenuhi
kebutuhan akan jasa Tenaga Kerja dari PIHAK PERTAMA yang siap pakai dalam melaksanakan
kegiatan penunjang PIHAK PERTAMA ;
b. Bahwa PIHAK KEDUA adalah suatu Perusahaan yang bergerak di bidang usaha Penyedia dan
penggunaan Jasa Tenaga Kerja yang terampil dan siap pakai untuk membantu PIHAK PERTAMA
dalam melakukan kegiatan usahanya ;
c. Bahwa PARA PIHAK hendak mengadakan Perjanjian Penggunaan Jasa Tenaga Kerja Outsourcing
Security ;
d. Bahwa dalam rangka melaksanakan hal tersebut, maka PIHAK PERTAMA mengadakan
kerjasama dengan PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menyatakan persetujuan dan kesanggupan
untuk kerjasama dengan PIHAK PERTAMA.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas PARA PIHAK telah sepakat untuk membuat Perjanjian Kerjasama
Tentang Pengadaan Jasa Tenaga Kerja Outsourcing Security dengan ketentuan dan syarat-syarat
sebagai berikut :

PASAL 1

DEFINISI

(1) Tenaga Kerja adalah tenaga Security, setiap orang lain yang mampu dan ditunjuk melakukan
pekerjaan sebagaimana dimaksud pada Perjanjian ini yang ditugaskan oleh PIHAK KEDUA
pada kantor PIHAK PERTAMA dan tempat-tempat penting lainnya yang ditunjuk oleh PIHAK
PERTAMA.
(2) Hari Kerja dan Jam kerja sesuai dengan jadwal shift.
(3) Lembur Otomatis adalah tunjangan uang lembur yang diberikan secara tetap kepada tenaga
kerja karena tenaga kerja masuk kerja 1 jam lebih awal dari jam kerja kantor dan pulang 1
jam lebih lambat dari jam pulang kantor.
(4) Nilai Kontrak adalah total keseluruhan komponen harga dan biaya yang dibayar oleh PIHAK
PERTAMA kepada PIHAK KEDUA atas pelaksanaan pekerjaan dalam Perjanjian ini, dengan
jumlah dan syarat pembayaran sebagaimana diatur dalam Pasal 7 dan Pasal 8 Perjanjian ini.

PASAL 2
LINGKUP PEKERJAAN

(1) PIHAK PERTAMA dengan ini menunjuk PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA bersedia
memenuhi kebutuhan Tenaga Kerja untuk PIHAK PERTAMA. Oleh karena itu, PIHAK
PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerja Sama.
(2) Ruang lingkup pekerjaan dari Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) diatas dalah
sebagai berikut :
a. Menjaga Keamanan di RS Kartini
b. Menjaga ketertiban di RS Kartini
(3) Setiap Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas yang disediakan oleh PIHAK
KEDUA, wajib memenuhi standar persyaratan (kualifikasi) yang ditentukan oleh PIHAK
PERTAMA dan dapat melaksanakan seluruh aktivitas pekerjaan yang berkaitan dengan
security.

PASAL 3
JANGKA WAKTU

(1) Jangka waktu Perjanjian ini berlaku selama ….. (…..) tahun kalender terhitung mulai tanggal
….. sampai dengan tanggal ……
(2) Perjanjian ini dapat diperpanjang apabila disetujui oleh PARA PIHAK sekurang-kurangnya 1
(satu) bulan sebelum masa Perjanjian ini berakhir.
PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN
(1) PIHAK PERTAMA berhak untuk :
a. Untuk setiap Tenaga Kerja yang dibutuhkan oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK
PERTAMA berhak untuk menentukan kriteria, pengaturan waktu kerja serta tugas-tugas
lainnya untuk Tenaga Kerja PIHAK KEDUA yang akan dipekerjakan (dikaryakan) di
Perusahaan PIHAK PERTAMA.
b. Meminta Tenaga Kerja Pengganti jika setelah dilakukan penilaian kerja dalam kurun
waktu tertentu Tenaga Kerja yang ditempatkan menunjukkan hasil yang tidak sesuai
harapan dan standar PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan menyediakan Tenaga
Kerja Pengganti paling lama 1 (satu) minggu setelah menerima informasi dari PIHAK
PERTAMA.
(2) PIHAK PERTAMA berkewajiban dan bertanggungjawab untuk :
a. Melaporkan Tenaga Kerja kepada Pihak yang berwajib apabila Tenaga Kerja telah
melakukan suatu tindak pidana dan untuk itu PIHAK KEDUA wajib memberitahukan hal
tersebut paling lama 24 (dua puluh empat) jam sejak diketahuinya tindak pidana
dimaksud kepada PIHAK PERTAMA.
b. Membayar tagihan sesuai jumlah yang terdapat pada Pasal 7 Perjanjian ini kepada
PIHAK KEDUA yang tata cara sesuai dengan Perjanjian ini.
c. Mengirimkan tagihan kepada PIHAK KEDUA setiap tanggal ….. pada bulan berjalan.
(3) PIHAK KEDUA berhak untuk :
a. Atas seluruh proses dan pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA terhadap
Tenaga Kerja yang dikaryakan dan jasa yang besarnya sesuai dengan Perjanjian ini.
b. Mengajukan kenaikan gaji dan atau tunjangan yang diberikan kepada Tenaga Kerja yang
ditempatkan di PIHAK PERTAMA, berdasarkan hasil penilaian (Appraisal Report) yang
dilakukan oleh PIHAK PERTAMA setiap tahun dengan tetap mendapatkan persetujuan
dari PIHAK PERTAMA.
(4) PIHAK KEDUA berkewajiban dan bertanggungjawab untuk :
a. Menyediakan Tenaga Kerja siap pakai untuk dipekerjakan di PIHAK PERTAMA meliputi:
i. Menyediakan dan merekrut Tenaga Kerja sesuai dengan kriteria dan kebutuhan
PIHAK PERTAMA.
ii. Melaksanakan pendidikan sesuai klasifikasi dan standar yang ditetapkan oleh
PIHAK PERTAMA.
iii. Menetapkan gaji, membina, mengawasi, menilai, memberikan penghargaan,
memberikan sanksi dan memberhentikan serta menandatangani Perjanjian
kerja.
b. Menyediakan Tenaga Kerja berdasarkan permintaan secara tertulis oleh PIHAK
PERTAMA yang berisikan jangka waktu, persyaratan keterampilan yang dibutuhkan,
jenis pekerjaan, jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan, upah/gaji dan kompensasi
lainnya yang ditawarkan kepada Tenaga Kerja.
c. Menyediakan tenaga kerja pengganti berdasar permintaan secara tertulis oleh PIHAK
PERTAMA yang menyebutkan alasannya dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan
setelah permintaan tertulis PIHAK PERTAMA.
d. Memberikan Daftar Nama Tenaga Kerja yang dianggap memenuhi syarat serta sesuai
dengan kriteria yang diminta oleh PIHAK PERTAMA, daftar ini akan diseleksi dan akan
diberikan konfirmasi tertulis berupa persetujuan ataupun penolakan atas Tenaga Kerja.
e. Mengajukan dan membuat surat perpanjangan kontrak (Perjanjian) kerja apabila
ternyata PIHAK KEDUA bermaksud untuk memperpanjang waktu penempatan Tenaga
Kerja bersangkutan sampai dengan batas waktu tertentu yang diperbolehkan oleh
Undang-undang yang berlaku.
f. Menyediakan lembar absensi yang beguna untuk mencatat kehadiran kerja bagi masing-
masing Tenaga Kerja (selanjutnya disebut “absensi”) serta wajib ditandatangani oleh
supervisor yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA untuk menunjukkan normal jam kerja dan
jam lembur yang disetujui (apabila ada).
g. Menjaga kerahasiaan PIHAK PERTAMA termasuk tetapi tidak terbatas pada semua
keterangan, data-data, catatan-catatan yang diperoleh baik langsung maupun tidak
langsung, kepada Pihak Ketiga tanpa izin tertulis dari PIHAK PERTAMA baik selama
berlakunya Perjanjian maupun sesudah Perjanjian ini berakhir. Untuk keperluan ini
PIHAK KEDUA wajib memastikan bahwa setiap Tenaga Kerja telah menandatangani
Surat Pernyataan untuk menjaga kerahasiaan PIHAK PERTAMA.
h. Perhitungan, pemotongan, pembayaran, dan pelaporan PPh 21 kepada kantor pajak atas
seluruh penghasilan yang dibayarkan kepada Tenaga Kerja sesuai dengan Perjanjian ini.
PIHAK KEDUA jika diminta oleh PIHAK PERTAMA wajib menunjukkan semua dokumen
yang berhubungan dengan PPh 21 tersebut.
i. Melaksanakan seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh Tenaga Kerja dan karenanya
PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan menyerahkan pekerjaan baik seluruh maupun
sebagian kepada Pihak lain.
j. Keselamatan kerja yang dipersyaratkan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dan
wajib mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
k. Membayar ganti rugi yang diderita PIHAK PERTAMA akibat kelalaian PIHAK KEDUA dan
kelalaian yang dilakukan Tenaga Kerja terhadap tidak terlaksananya pekerjaan dan/atau
kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat tindakan-tindakan PIHAK KEDUA dalam
melaksanakan pekerjaan.
l. Kecelakaan kerja yang menimpa Tenaga Kerja PIHAK KEDUA atau Pihak ketiga yang
terjadi dalam melaksanakan pekerjaan.
m. Seluruh pajak dan biaya yang menjadi beban PIHAK KEDUA baik yang timbul berdasrkan
atas pelaksanaan pekerjaan ini atau PIHAK KEDUA sebagai badan hukum yang
diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan termasuk tetapi tidak terbatas
pada Pajak Penghasilan (Pph), pengangkutan dalam melaksanakan pekerjaan dan iuran-
iuran lain.

PASAL 5
HUBUNGAN KERJA

(1) Hubungan kerja yang terjadi adalah Tenaga Kerja PIHAK KEDUA yang ditempatkan di PIHAK
PERTAMA.
(2) Jam Kerja bagi tenaga kerja yang disediakan PIHAK KEDUA sebagai berikut:
a. Jam kerja kantor adalah pukul 07.00 sampai dengan pukul 19.00 dan 19.00 sampai
dengan 07.00.
b. Apabila PIHAK PERTAMA membutuhkan tenaga kerja diluar jam kerja, maka akan
diperhitungkan lembur dan menjadi beban PIHAK PERTAMA.
(3) Dalam melaksanakan pekerjaan, PIHAK PERTAMA berhak memberikan arahan/petunjuk
kepada Tenaga Kerja yang ditempatkan pada unit kerja PIHAK PERTAMA.
(4) Dalam hal terjadi hal-hal yang menyangkut hubungan kerja antara Tenaga Kerja dengan
PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA bertanggungjawab sepenuhnya untuk
menyelesaikannya dengan Tenaga Kerja.

PASAL 6
PERSYARATAN TENAGA KERJA

(1) Apabila Tenaga Kerja yang bersangkutan menurut PIHAK PERTAMA ternyata tidak dapat
melaksanakan pekerjaan dengan baik, maka PIHAK PERTAMA dapat meminta PIHAK KEDUA
untuk melakukan penggantian, dengan tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan
sebelum pemberhentian.
(2) Apabila Tenaga Kerja yang bersangkutan tidak masuk bekerja minimal 3 (tiga) hari kerja,
maka PIHAK KEDUA wajib menyediakan Tenaga Kerja pengganti sementara.

PASAL 7
NILAI KONTRAK

(1) Nilai Kontrak yang wajib dibayar lunas oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA setiap
bulan untuk 3 orang adalah Rp……….. (……….) termasuk pajak yang pembebanannya sesuai
dengan ketentuan yang berlaku, dengan perincian per orang sebagai berikut :
URAIAN ANGGOTA NOMINAL
1. Gaji
a. Gaji Pokok Rp 1.010.000
b. Tunjangan Kehadiran -
c. Tunjangan Shift -
d. Tunjangan Makan -
e. Tunjangan Transportasi -
f. Tunjangan Over Time -
Gaji yang Diterima Rp 1.010.000

2. Jamsostek (4,89%) Rp. 49.389

3. Asuransi Kesehatan (3%) Rp 30.300

4. Seragam, Perlengkapan & Atribut -

5. Perekrutan, Diklat & Pembinaan -

6. Tanggap, Darurat & Koordinasi -


eksternal
Biaya Overhead
Sub Total
7. Management Fee 15%
Total Biaya / personil per bulan
Jumlah Personil
Total Upah
Tagihan PPN 10%
Potongan pph 23,2%
Total Tagihan Perbulan

Terbilang : ………. (…………………………………………………)

(2) Dalam hal terdapat biaya perjalanan dinas dan/atau lembur untuk keperluan PIHAK
PERTAMA, biaya tersebut menjadi bebas PIHAK PERTAMA.
(3) Nilai Kontrak adalah tetap. PIHAK PERTAMA tidak mempertimbangkan permintaan untuk
mengadakan peninjauan ataupun penyesuaian ulang. Kecuali berdasarkan kesepakatan dan
sebelumnya telah mengajukan permohonan persetujuan secara tertulis, kepada PIHAK
PERTAMA selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelumnya.

PASAL 8
TATA CARA PEMBAYARAN

(1) PIHAK KEDUA akan mengajukan tagihan sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 Perjanjian ini
kepada PIHAK PERTAMA setiap 2 (dua) minggu sebelum tanggal 25 (dua puluh lima) pada
bulan berjalan dengan melampirkan bukti-bukti :
a. Surat permohonan pembayaran, dengan mencantumkan nomor rekening, rangkap 4
(empat);
b. Kuitansi dalam 4 (empat) yang terdiri dari 1 (satu) lembar asli dan 3 (tiga) lembar
fotocopy dibayarkan ke rekening PIHAK KEDUA.
c. Perincian jenis biaya yang harus dibayar PIHAK PERTAMA.
d. Rekap absensi jumlah hari Tenaga Kerja yang ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan
pada PIHAK PERTAMA;
e. Asli faktur pajak rangkap 4 (empat);
f. Fotocopy Perjanjian Kerja Sama;
g. Surat setoran pajak;
h. Fotocopy Surat Pengukuhan Kena Pajak (PKP);
i. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
(2) Pembayaran akan dilakukan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA melalui rekening di
Bank ….. Atas nama PT ….. selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari Kalender setelah
menerima tagihan dari PIHAK KEDUA.
(3) Penolakan atas invoice dapat dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA apabila
tagihan PIHAK KEDUA tidak disertai atau terdapat kekurangan pada kelengkapan tagihan
sebagaimana diuraikan dalam ayat (1) Pasal ini atau terdapat pelanggaran PIHAK KEDUA
terdapat syarat dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini. Dalam hal
penolakan ini, PIHAK PERTAMA akan menyampaikan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA.
(4) Atas pelaksanaan ayat (1),(2),(3) Pasal ini, PIHAK PERTAMA tidak berkewajiban membayar
kepada PIHAK KEDUA dalam hal bukti-bukti tagihan tidak disertakan atau kurang.

PASAL 9
FORCE MAJEURE

(1) Apabila salah satu Pihak tidak dapat melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud
Perjanjian ini sebagai akibat dari terjadinya Force Majeure, PARA PIHAK akan
memberitahukan secara tertulis.
(2) Hal-hal yang dianggap force majeure karena terjadi di luar kekuasaan dan bukan
kelalaian/kesalahan PARA PIHAK antara lain : gempa bumi, banjir, curah hujan yang
membuat pekerjaan tidak dapat diteruskan, putusnya jalan/jembatan ke lokasi, pemogokan
umum, huru hara, badai, angin topan, perang, dan/atau terbitnya Peraturan Pemerintah,
sehingga pekerjaan tidak dapat dilanjutkan dan/atau mengakibatkan kerugian PIHAK
PERTAMA.
(3) PIHAK KEDUA dapat mengajukan/meminta permohonan secara tertulis selambat-lambatnya
7 (tujuh) hari kalender setelah kejadian tersebut kepada PIHAK PERTAMA disertai dengan
bukti-bukti yang sah antara lain pernyataan resmi dari pemerintah atau instansi yang
berwenang lainnya, untuk mendapatkan perpanjangan waktu Pekerjaan yang tertunda
karena Force Majeure tersebut.
(4) Setelah menerima permohonan tertulis dari PIHAK KEDUA tentang Force Majeure tersebut
di atas, maka PIHAK PERTAMA akan memberikan persetujuan secara tertulis kepada PIHAK
KEDUA, setelah diadakan penelitian kebenarannya yang menurut pertimbangan PIHAK
PERTAMA layak untuk diberikan perpanjangan jangka waktu Pekerjaan.
(5) Apabila setelah dilakukan penelitian oleh PIHAK PERTAMA dan memandng bahwa alasan
PIHAK KEDUA tentang Force Majeure tersebut tidak tepat, maka PIHAK PERTAMA akan
menolak permohonan PIHAK KEDUA dalam secara tertulis dan kepada PIHAK KEDUA
diwajibkan menyelesaikan pekerjaannya dalam batas waktu yang telah ditentukan
sebagaimana tercantum dalam Perjanjian ini.

PASAL 10
KERAHASIAAN INFORMASI

(1) Setiap Tenaga Kerja yang ditempatkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA tidak
boleh membuat atau mengeluarkan atau menyuruh membuat dan mengeluarkan informasi
atau pengumuman atau pernyataan tertulis mengenai informasi dalam bentuk apapun yeng
terkait dengan rahasia perusahaan PIHAK PERTAMA.
(2) Informasi Rahasia sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini berarti data atau informasi-
informasi, baik finansial atau lain sebagainya yaitu :
a. Data atau informasi berkaitan dengan PIHAK PERTAMA baik identitas, finansial maupun
non finansial, sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Data atau informasi yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA ke PIHAK KEDUA, sehubungan
dengan Perjanjian ini yaitu data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan;
c. Data atau informasi mengenai salah satu pihak yang dapat memberikan manfaat
komersial atau keuntungan dalam kompetisi bisnis bagi Pihak tersebut atau kesempatan
untuk memperoleh manfaat atau keuntungan tersebut atau pengungkapan mana dapat
merugikan kepentingan Pihak yang menberikannya tersebut;
d. Data informasi yang diberitahu secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA ke PIHAK KEDUA
sebagai Informasi Rahasia.
(3) Ketentuan tersebut di atas tidak berlaku bagi pengumuman atau pernyataan tertulis yang
disyaratkan oleh :
a. Peraturan perundang-undangan, suatu badan pemerintah dan/atau aparat penegak
hukum untuk keperluan penyidikan.
b. PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
(4) Larangan untuk mengungkapkan Informasi Rahasia sebagaimana dimaksud Pasal ini tetap
berlaku setelah Perjanjian ini berakhir atau diakhiri sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
(5) Apabila PIHAK KEDUA atau Tenaga Kerja melanggar ketentuan Pasal ini, maka PIHAK KEDUA
bertanggungjawab terhadap seluruh kerugian yang diderita PIHAK PERTAMA dan untuk itu
PIHAK KEDUA wajib memberi ganti rugi, termasuk biaya-biaya yang dikeluarkan PIHAK
PERTAMA akibat timbulnya kerugian tersebut.

PASAL 11
PEMBERITAHUAN

(1) Segala pemberitahuan, permohonan atau komunikasi lainnya yang ada dalam Perjanjian ini
harus diberikan secara tertulis dan disampaikan secara langsung (melalui jasa kurir) tidak
langsung (dikirim melalui surat tercatat atau fax atau telex yang tertulis dalam Perjanjian ini
atau pada alamat atau fax atau telex yang dinyatakan sah oleh masing-masing pihak).

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


PT Jamsostek (Persero) PT …………………
Jl. …………………… Jl. …………………..
No.Telp : No.Telp :
No. Fax : No. Fax :
Telex : Telex :

(2) Segala pemberitahuan, permohonan atau komunikasi lainnya dianggap telah diterima (jika
dikirim melalui fax atau telex) pada keesokan hari atau (jika dikirim melalui surat) 3 (tiga)
hari setelah dengan bukti stempel pos yang ada di amplop.
(3) Dalam hal terjadi perubahan alamat tersebut di atas atau alamat terakhir yang tercatat pada
masing-masing pihak, maka perubahan tersebut harus diberitahukan secara tertulis kepada
Pihak lain dalam Perjanjian ini selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sebelum perubahan
alamat yang dimaksud. Jika perubahan alamt tersebut tidak diberitahukan, maka surat
menyurat atau pemberitahuan-pembertitahuan berdasarkan Perjanjian ini dianggap telah
diberikan sebagaimana mestinya dengan dikirimkannya surat atau pemberitahuan-
pemberitahuan tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal ini.

PASAL 12
PENGAKHIRAN KONTRAK

(1) Dalam hal terjadi penghentian, penundaan atau pembatalan Perjanjian sebagaimana
dimaksud Pasal ini yaitu :
a. PIHAK PERTAMA berhak mengalihkan pelaksana pekerjaan sebagaimana dimaksud
dalam Perjanjian ini kepada Pihak lain;
b. PIHAK PERTAMA memperhitungkan biaya-biaya yang telah dibayar dan nilai prestasi
yang telah diterima dari PIHAK KEDUA sampai dengan dan termasuk tanggal
penghentian/penundaan Perjanjian tersebut;
c. Jaminan pelaksanaan menjadi milik PIHAK PERTAMA dan segala biaya yang ditimbulkan
dari pemutusan Perjanjian tersebut menjadi tanggungjawab PIHAK KEDUA;
d. PIHAK KEDUA wajib membayar denda ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA;

PASAL 13
HUKUM YANG BERLAKU

Segala penafsiran, pelaksanakan dan segala akibat yang ditimbulkan Perjanjian ini, diatur
dan tunduk kepada Hukum Negara Republik Indonesia.

PASAL 14
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Apabila dikemudian hari terdapat perselisihan antara PARA PIHAK sehubungan dengan
Perjanjian ini, maka PARA PIHAK dengan ini setuju dan sepakat untuk menyelesaikan secara
musyawarah untuk mufakat.
(2) Apabila musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini tidak tercapai,
maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Kepaniteraan
yang umum dan tetap.

PASAL 15
LAIN-LAIN

(1) Apabila terdapat perubahan, tambahan, dan atau hal-hal lain yang belum cukup diatur
dalam Perjanjian ini, maka akan dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh PARA PIHAK,
dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.
(2) Perjanjian ini dibuat rangkap 4 (empat), 2 (dua) diantaranya bermaterai cukup dan berlaku
sebagai asli serta mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing Pihak
mendapatkan 1 (satu), sedangkan 2 (dua) rangkap lainnya sebagai copy untuk keperluan
administrasi.
(3) Perjanjian ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal Perjanjian ini ditandatangani.

Demikian Perjanjian ini ditandatangani di Kupang pada hari dan tanggal yang telah disebutkan
pada awal perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

PT RAMA UTAMA PUTRA RUMAH SAKIT KARTINI

------------------------------- ------------------------------------