You are on page 1of 39

APPLICATIONS LAYER

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Jaringan Komputer Rombel 001

Dosen Pengampu:
Dian Tri Wiyanti, S. Si., M. Cs.

Disusun oleh:
1. Vidiya Safitri (4111415003)
2. Mohammad Jefrie I.A (4111415018)
3. Mila Kurnia Sari (4111415022)
4. Asmelia Addawiyah (4111415025)
5. Eka Ningrum Prianasari (4111415030)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2018
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i


DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
A. PENDAHULUAN ................................................................................ 1
B. CLIENT/SERVER (C/S) ........................................................................ 4
C. SMTP (SIMPLE MAIL TRANSFER PROTOCOL) ............................... 5
1. User Agent pada SMTP .................................................................. 8
1.1 Pengalamatan pada SMTP ........................................................ 8
1.2 Pengiriman Tunda Pada SMTP ................................................. 9
1.3 Alias pada SMTP .................................................................... 11
2. MTA pada SMTP .......................................................................... 13
2.1 Commad dan Response pada SMTP ....................................... 13
2.2 Tahapan Transfer Mail pada SMTP ........................................ 17
2.3 Pengirim Mail Pada SMTP ..................................................... 18
2.4 Mail Access Protcol ................................................................ 19
D. FTP (FILE TRANSFER PROTOCOL) .............................................. 20
E. HTTP (HYPERTEXT TRANSFER PROTOCOL) ............................ 25
1. Message pada HTTP ..................................................................... 26
1.1 Request Message pada HTTP ................................................. 26
1.2 Response Message pada HTTP ............................................... 28
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 34
LAMPIRAN .............................................................................................. 35

ii
APPLICATIONS LAYER

A. PENDAHULUAN
Menurut Edhy Sutanta (2005) Lapis aplikasi (applications layer) dalam
protokol TCP/IP hanya diperuntukkan bagi para pemakai akhir (end user).
Aplikasi-aplikasi dalam applications layer dibedakan dalam dua macam,
sebagai berikut.
1. Aplikasi e-mail
Yang termasuk aplikasi e-mail adalah SMTP (Simple Mail Transfer
Protocol), misal POP3 (Post Office Protocol version 3).
2. Aplikasi file transfer
Yang termasuk aplikasi file transfer adalah FTP (File Transfer Protocol)
dan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol).
Aplikasi dalam lapis applications layer didasarkan pada konsep sebuah
client dan server (Clients/Server atau C/S).
James Edward dan Richard Bramante (2009) menyatakan bahwa banyak
aplikasi yang didukung oleh node yang menjalankan TCP/IP. Banyak aplikasi
biasanya disertakan dengan perangkat lunak sistem operasi yang berjalan di
simpul. Jika aplikasi tersebut tidak dibangun ke dalam sistem operasi, aplikasi
ini bisa mudah ditemukan di Internet, seringkali gratis. Lapisan Aplikasi tidak
peduli dengan pergerakan data dari satu titik ke titik lain pada jaringan. Satu-
satunya perhatian adalah rincian aplikasi untuk memastikan apa itu padam
adalah apa yang ditafsirkan di ujung yang lain. Protokol berikut ini dibahas di
bagian ini:
1. Domain Name System
Domain name adalah nama yang diberikan ke node di jaringan. Hal itu juga
termasuk nama yang ditetapkan sebagai nama host untuk URL yang
diberikan pada Internet.

1
2. Simple Network Management Protocol
SNMP adalah protokol yang berjalan antara pengelola SNMP dan klien
SNMP, juga dikenal sebagai sistem yang dikelola SNMP, untuk tujuan
berbagi informasi manajemen yang berkaitan dengan sistem yang dikelola.
3. File Transfer Protocol
File Transfer Protocol (FTP) menyediakan kemampuan bagi pengguna
untuk mengakses Server FTP dan transfer file ke dan dari server. FTP
digunakan oleh jaringan node serta pengguna akhir untuk transfer file
sejumlah besar data.
4. Trivial File Transfer Protocol
TFTP adalah protokol sederhana yang cukup kecil untuk disimpan di node
ROM. Ini membutuhkan klien TFTP dan server TFTP untuk berfungsi.
5. Simple Mail Transfer Protocol
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) adalah protokol yang digunakan
untuk transfer surat elektronik (e-mail) antara node jaringan. SMTP
mengatur format e-mail dari klien yang berjalan di satu node ke server yang
sedang berjalan lainnya.
6. Network File System
Sistem File Jaringan (NFS) protokol memungkinkan pengguna akhir
mengakses file yang disimpan dari jarak jauh seolah-olah file adalah lokal
ke stasiun kerja pengguna akhir.
7. Telecommunications Network
Protokol Jaringan Telekomunikasi (Telnet) memberi pengguna kemampuan
untuk mengakses dan mengelola simpul jarak jauh. Hampir semua node
yang menjalankan TCP / IP akan mendukung protokol Telnet. Klien Telnet
memulai sesi dengan node yang menjalankan aplikasi server Telnet.
8. Secure Shell Protocol
Protokol Secure Shell (SSH) menyediakan fungsi yang sangat penting yaitu
Telnet kekurangan: kemampuan untuk melindungi integritas dari data yang
ditransmisikan oleh mendukung koneksi terenkripsi antara node-node
jaringan.

2
Sukaridhoto Sritrusta (2014) menyatakan bahwa aplikasi layer berurusan
dengan program komputer yang digunakan oleh user. Program komputer yang
berhubungan hanya program yang melakukan akses jaringan, tetapi bila yang
tidak berarti tidak berhubungan dengan OSI. Contoh: Aplikasi word
processing, aplikasi ini digunakan untuk pengolahan text sehingga program
ini tidak berhubungan dengan OSI. Tetapi bila program tersebut ditambahkan
fungsi jaringan misal pengiriman email, maka aplikasi layer baru berhubungan
disini. Sehingga bila digambar dapat digambar seperti Gambar berikut.

:
Gambar 1 aplikasi layer berurusan dengan program komputer yang
digunakan oleh user
Andrew G. Blank (2002) menyatakan bahwa tujuan dari lapisan Aplikasi
adalah mengatur komunikasi antar aplikasi. Program lapisan Aplikasi standar
seperti FTP atau SMTP berinteraksi dengan program yang sedang berjalan di
workstation lokal. Itu programmer yang telah menulis aplikasi pengolah kata
menulis program untuk berinteraksi dengan aplikasi standar yang ada di lapisan
Aplikasi. Pengolah kata menggunakan aplikasi jaringan standar untuk
menyimpan, menyalin, atau menghapus file. Ini adalah lapisan di mana aplikasi
menerima data dan meminta data. Semua lapisan lain berfungsi untuk lapisan
ini.
Dalam buku buku ajar Modul 1 Mikrotik Operating System Jaringan
Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kanjuruhan Malang
(2015) disebutkan Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file.
Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang

3
berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya.
Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda
memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini.
Tugas tersebut juga merupakan pekerjaan appication layer, seperti pada surat
elektronik, remote job entry, directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan
umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya.

B. CLIENT/SERVER (C/S)
Menurut Edhy Sutanta (2005) dalam konsep client/srver (C/S), sebuah
aplikasi dapat dianggap sebagai requestor (client) atau dapat juga dianggap
sebagai provider (server). Biasanya jumlah client jauh lebih banyak daripada
jumlah server. Setiap server mampu memberikan layanan kepada banyak client
dengan kemampuan yang sama sebagaimana ketika hanya melayani sebuah
client.
Dalam client, program berjalan dalam mesin lokal. Permitaan akan dilayani
dari sebuah server. Layanan akan dimulai saat diperlukan, dan akan diakhiri
saat telah selesai/lengkap. Urutan proses utama yang terjadi dalam client terdiri
atas 4 tahapan sebagai berikut.
1. Membuka komunikasi
2. Mengirim permintaan,
3. Menerima jawaban/respon,
4. Menutup channel.
Dalam server, aplikasi berjalan pada sebuah remote machine. Server
memberikan layanan kepada client ketika ada permintaan dari client, misal
merespon sebuah permintaan. Program dalam server akan selalu berjalan
sembari menunggu permintaaan dari client.
Konsep client/server memerlukan adanya sistem pengalamatan. Client yang
meminta layanan ke server harus memiliki alamatnya sendiri dan menentukan
alamat server yang dituju. Dengan demikian, server yang dituju akan
memberikan respon berdasarkan dua alamat tersebut.

4
Hubungan yang terjadi antara client dan server dalam konsep client/srver
tersebut ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar 2 hubungan antara client dan server


C. SMTP (SIMPLE MAIL TRANSFER PROTOCOL)
Menurut Edhy Sutanta (2005) aplikasi SMTP merupakan mekanisme
standar untuk mengelola transfer dan penerimaan e-mail. SMTP memberikan
dukungan terhadap tigal hal sebagai berikut.
1. Pengiriman pesan tunggal (single message) ke satu atau lebih penerima
(recipient).
2. Pengiriman pesan yang memuat teks, suara (voice), video, atau gambar.
3. Pengiriman pesan kepada pemakai (user) dalam jaringan-jaringan yang
berada di luar internet.
SMTP terdiri atas dua agent, yakni sebagai berikut.
1. User Agent (UA)
Dengan menggunakan analogi pengiriman pesan lewat sebuah surat,
maka user agent mempunyai 3 macam fungsi, yaitu:
a. Mempersiapkan pesan yang akan dikirim,
b. Membuat amplop, dan
c. Meletakkan pesan dalam amplop.

5
2. Mail Transfer Agent (MTA)
Tugas mail transfer agent adalah mentransfer surat melalui Internet.
Gambaran pengiriman pesan melalui internet ditunjukkan pada gambar
berikut.

Gambar 3 Proses pengiriman pesan melalui internet


Sedangkan hubungan antara user dan mail trasfer dalam proses pengiriman
pesan melalui internet ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar 4 hubungan antara user agent dan mail transfer agent dalam
pengiriman pesan melalui internet
Di dalam jaringan internet, yang menggunakan protokol TCP/IP, proses
pengiriman pesan akan memerlukan adanya relay. Proses relaying menjadi
perantara antara MTA yang menerima pesan, menampung pesan, dan kemudian
me-retransmit pesan yang diterimanya.

6
Dengan demikian, relay diperlukan sebagai perantara dan menempati dalam
dua posisi, yaitu:
1. Sebagai perantara antara MTA pada client dan MTA pada Internet, dan
2. Sebagai perantara antara MTA Internet dan MTA pada server.
Tetapi, jika sistem tidak menggunakan protokol TCP/IP, maka akan
digunakan mail gateway yang berfungsi sebagai relay MTA untuk
mengkonversi ke SMTP (dan dari SMTP).
Gambaran mengenai relay pada proses pengiriman pesan melalui Internet
yang menggunakan protokol TCP/IP ditunjukkan pada gambar berikut

Gambar 5 Relay pada jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP


Sedangkan yang tidak menggunakan protokol TCP/IP ditunjukkan pada gambar
berikut.

Gambar 6 Relay pada Jaringan yang tidak menggunakan protokol TCP/IP

7
1. User Agent pada SMTP
User agent merupakan sebuah program yang mempunyai fungsi khusus,
seperti Elm, Zmail, Mush, Pine, MH, dan lainnya. Beberapa user agent
memiliki tampilan yang indah, misal Microsoft Outlook Express. Dengan
menggunakan analogi pengiriman pesan menggunakan sebuah surat, maka
pesan-pesan yang dikirim memiliki dua bagian utama sebagai berikut.
a. Amplop (envelope) bagian ini memuat:
- Alamat pengirim,
- Alamat penerima, dan
- Informasi lainnya.
b. Pesan (message) bagian ini memuat:
- Kepala (header) berisi kepada, dari dan subjek pesan
- Tubuh (body) berisi teks dan isi pesan.
1.1 Pengalamatan pada SMTP
Pengalamatan pada SMTP terdiri atas dua bagian sebagai berikut.
a. Bagian lokal (local)
Alamat lokal merupakan file khusus yang disebut user mailbox. Seluruh
mail yang diterima dari user akan disimpan dibagian ini.
b. Bagian domain name
Bagian domain name, umumnya berupa nama oraganisasi. Domain
name merupakan nama logik (logical name) atau DNS database.
Untuk menunjukkan user mailbox dan domain name tersebut, berikut ini
akan diberikan contoh-ontoh alamat e-mail milik tiga tokoh di balik
pemrograman JAVA yang terkenal saat ini.
a. ahady@idsc.gov.eg dengan keterangan sebagai berikut.
ahady@idsc.gov.eg : alamat e-mail milik Ahmed Abdoel-Hady
ahady: user mailbox
idsc.gov.eg: domain name
Ahmed Abdoel-Hady berafiliasi dengan http://its.idsc.gov.eg/
b. rac@informatik.tu-chemnitz.de dengan keterangan sebagai berikut.
rac@informatik.tu-chemnitz.de : alamat e-mail milik Falf Ackermann

8
rac: user mailbox
informatik.tu-chemnitz.de : domain name
ralf Ackermann berafiliasi dengan http://www.tu-chmnitz.de
c. fettere@cs.umn.edu dengan keterangan sebagai berikut.
fettere@cs.umn.edu : alamat e-mail milik Nisha Agawal
fettere: user mailbox
cs.umn.edu : domain name
Nisha Agawal berafiliasi dengan
http://www.cs.umn.du/research/sashi-group.
User mailbox dan domain name pada alamat SMTP tersebut ditampilkan
oleh gambar berikut.

Gambar 7 Bagian-bagian alamat pada SMTP


1.2 Pengiriman Tunda Pada SMTP
SMTP mendukung pengiriman yang ditunda terhadap pesan e-mail.
Pengiriman tunda dapat terjadi dalam tiga kemungkinan sebagai berikut.
a. Penundaan pada pengirim (sender-site delay)
Penundaan ini terjadi pada sisi pengirim. Kasus ini memerlukan
penampung yang disebut spooling system. Fungsi spooling system
adalah untuk menampung sementara pesan-pesan yang belum
terkirim/tertunda.
b. Penundaan pada penerima (receiver-site delay)
Penundaan ini akan terjadi jika pesan yang dikirim belum dapat dibaca
secara langsung. Kasus ini memerlukan penampung yang disebut
mailbox system. Fungsi mailbox system adalah menampung sementara
pesan-pesan selama belum dibaca.

9
c. Penundaan pada media perantara (intermediate delay)
Penundaan pada media perantara memerlukan penampung sementara
untuk pesan yang telah dikirim dari pengirim tetapi belum sampai ke
penerima. Dalam hal ini MTA pada sisi pengirim maupun pada sisi
penerima juga dapat berfungsi sebagai penampung pesan-pesan
tersebut.

Gambar 8 Spool systems dan MTA pada sisi client yang berfungsi sebagai
penampung saat terjadi penundaan pesan pada pengirim
Spool system dan MTA pada sisi client yang berfungsi sebagai
penampung pesan saat terjadi penundaan pesan pada pengirim ditampilkan
oleh Gambar 3.8. Sedangkan mailbox systems dan MTA pada sisi server
yang berfungsi penampung pesan saat terjadi penundaan pesan pada
penerima ditampilkan oleh Gambar berikut.

10
Gambar 9 Mailbox dan MTA pada sisi server yang berfungsi sebagai
penampung pesan saat terjadi penundaan pesan pada penerima
1.3 Alias pada SMTP
Alias diperlukan pada SMTP sebagai nama alias untuk database yang
menyimpan pesan-pesan yang dikirim oleh pihak pengirim, maupun sebagai
nama alias untuk database yang menyimpan pesan-pesan yang diterima oleh
pihak penerima. Gambaran mengenai penggunaan nama alias pada SMTP
ini ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 10 Nama alias pada SMTP

11
Nama alias ada 2 jenis sebagai berikut.
a. Satu-ke-banyak (one-to-many)
Dalam hal ini, sebuah nama alias dapat merepresentasikan beberapa
alamt e-mail (untuk penerima) yang berbeda. Artinya, jumlah penerima
email ada beberapa, tetapi menggunakan sebuah alamat e-mail.
b. Banyak-ke-satu (many-to-one)
Dalam hal ini, sebuah nama alias didefinisikan oleh beberapa oleh
beberapa alamat e-mail yang berbeda. Artinya penerimanya satu, tetapi
memiliki beberapa alamat e-mail.
Gambaran tentang nama alias untuk jenis satu-ke-banyak ditunjukkan
pada Gambar 11. Sedangkan nama alias untuk jenis banyak-ke-satu
ditunjukkan pada Gambar 12.

Gambar 11 Nama alias jenis satu-ke-banyak

Gambar 12 Nama alias jenis banyak-ke-satu

12
2. MTA pada SMTP
Proses transfer pesan atau mail yang sesungguhnya sebenarnya adalah
terjadi pada MTA, baik pada sisi client maupun pada sisi server. MTA pada
client diperlukan untuk pengiriman pesan atau mail, sedangkan MTA pada
server diperlukan untuk penerimaan pesan atau mail. Proses transfer pesan
atau mail dilaksanakan melalui command dan respon yang mirip dengan
FTP. Sistem e-mail seperti ini dapat digambarkan sebagaimana tampak pada
Gambar berikut.

Gambar 13 Proses transfer pesan atau mail dalam system e-mail


2.1 Commad dan Response pada SMTP
Commad merupakan pesan atau mail yang dikirimkan dari client ke
server. Sedangkan respon (response) merupakan umpan balik (untuk
command yang dikirimkan oleh client) dari server ke client. Gambaran
mengenai command dan respon pada proses pengiriman pesan atau mail
dalam SMTP tersebut ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 14 Command dan response dalam pengiriman pesan dalam SMTP

13
Command dalam SMTP memiliki format tertentu, yaitu seperti ditunjukkan
pada Gambar berikut.

Gambar 15 Format command dalam SMTP


Daftar Keyword dan argument pada command yang dikirimkan oleh
pengirim dari client ke server pada SMTP ditampilkan dalam Tabel berikut.
Tabel 1 Keyword dan argument pada command
Keyword Argument(s)
HELO Sender's host name
MAIL FROM Sender of the message
RCPT TO Intended recipient of the message
DATA Body of the e-mail
QUIT
RSET
VRFY Name of recipient to be verified
NOOP
TURN
EXPN Name of recipient to be verified
HELP Command Name
SEND FROM Intended recipient of the message
SMOL FROM Intended recipient of the message
SMAL FROM Intended recipient of the message

Respons yang diberikan oleh server untuk command yang dikirimkan oleh
client pada proses pengiriman pesan atau mail pada SMTP terdiri atas tiga
digit kode, yang biasanya diikuti oleh informasi berikut.
a. 2yz (positive completion reply)
Command yang diminta telah sukses dengan lengkap, dan siap untuk
command yang baru.

14
b. 3yz (positive intermediate reply)
Command yang diminta telah diterima, tetapi penerima memerlukan
tambahan informasi sebelum command dilengkapi.
c. 4yz (transient negative completion reply)
Command yang diminta ditolak, hal ini kadang-kadang dapat terjadi
akibat kesalahan kondisi, sehingga command mungkin perlu diulang
kembali.
d. 5yz (permanent negative completion reply)
Command yang diminta ditolak, dan command tidak dapat dikirm ulang.
Daftar kode dan deskripsi respon yang dikirimkan oleh penerima dari
server ke client pada SMTP untuk positive completion reply ditampilkan
dalam Tabel 2. Selanjutnya, kode dan deskripsi respons yang dikirimkan
oleh penerima dari server ke client pada SMTP untuk positive intermediate
reply ditampilkan dalam Tabel 3. Kode dan deskripsi respon yang
dikirimkan oleh penerima dari server kr client pada SMTP untuk transient
negative completion reply ditampilkan dalam Tabel 4. Terakhir, kode dan
deskripsi respon yang dikirimkan oleh penerima dari server ke client pada
SMTP untuk permanent negative completion reply ditampilkan dalam Tabel
5.
Tabel 2 Kode dan deskripsi respon positive completion reply
Code Description
Positive Completion Reply
211 System status or help reply
214 Help message
220 Service ready
221 Servive closing transmission channel
250 Request command completed
251 User not local; the message will be forwarded

15
Tabel 3 Kode dan deskripsi respon positive intermediate reply
Code Description
Positive Intermediate Reply
354 Star mail input

Tabel 4 Kode dan deskripsi respon transient negative completion reply


Code Description
Transient Negative Completion Reply
421 Service not available
450 Mailbox not available
451 Command aborted: local error
452 Command aborted: insufficient storage

Tabel 5 Kode dan deskripsi respon permanent negative completion reply


Code Description
Permanent Negative Completion Reply
500 Syntax error; unrecognized command
501 Syntax error in parameters or arguments
502 Command not implemented
503 Bad sequence of commands
504 Command temporarily not implemented
550 Command is not executed; mailbox unavailable
551 User not local
552 Requested action aborted; exceeded storage
554 Transaction Failed

16
2.2 Tahapan Transfer Mail pada SMTP
Proses transfer mail dalam SMTP terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu:
a. Membuat koneksi (3 langkah),
b. Transfer mail (8 langkah), dan
c. Mengakhiri koneksi (2 langkah).
Tahap pertama, yaitu membentuk koneksi, terdiri atas tiga langkah sebagai
berikut:
a. Server mengirim kode untuk memberitahu kepada client. Jika
kondisinya siap (ready) maka kode yang dikirimkan adalah 220, tetapi
jika kondisinya tidak siap (not ready) maka kode yang dikirim adalah
421.
b. Client mengirim HELO untuk memberikan identitas dirinya (domain
name), sehingga server dan client akan saling mengetahui nomor IP.
c. Server kemudian merespon dengan menyampaikan kode 250 untuk
mengonfirmasikan bahwa koneksi telah terbentuk.
Tahap kedua, yaitu transfer mail, terdiri atas delapan langkah sebagai
berikut:
a. Client mengirimkan pesan MAIL, kepada server untuk
memperkenalkan diri sebagai pengirim, hal ini berarti bahwa pengirim
memberitahukan alamat untuk pengirim baliknya (return address).
b. Server merespon dengan mengirimkan kode 250 (request command
completed).
c. Client mengirimkan pesan RCPT message, hal ini berarti bahwa
pengirim mengirimkan alamat penerima (recipient).
d. Server merespon dengan mengirimkan kode 250 (request command
completed).
e. Client mengirim pesan DATA yang ditransfer (data transfer).
f. Server merespon dengan mengirimkan kode 354 (start mail input).
g. Client mengirim isi (content) pesan dalam baris yang berurutan
(consectutive lines). Masing-masing baris akan dihentikan oleh curriage

17
return dan line feed (=2 karakter). Sebuah tanda periode digunakan
untuk menyatakan akhir pesan yang dikirim.
h. Server merespon dengan mengirim kode 250 (request command
completed).
Tahap terakhir adalah mengakhiri koneksi, terdiri atas dua langkah yaitu:
a. Client mengirim command QUIT, dan
b. Server merespon dengan mengirim kode 221 (server closing).
Langkah dalam tahap membentuk koneksi ditunjukkan pada Gambar 16.
dan langkah dalam tahapmengakhiri koneksi ditunjukkan pada Gambar 17.

Gambar 16 Langkah dalam tahapan membentuk koneksi

Gambar 17 Langkah dalam tahap mengakhiri koneksi


2.3 Pengirim Mail Pada SMTP
Proses pengiriman mail dalam SMTP dilaksanakan dalam 3 tahap,
sebagian berikut:
a. E-mail mengirim dari user agent (=UA) ke server lokal (local server),
jika tidak tersedia remote server. Proses pengiriman ini dilakukan
dengan menggunakan SMTP.

18
b. E-mail diteruskan oleh server lokal (local sever) ke remote server
(belum ke remote user agent). Proses ini dilakukan dengan
menggunakan SMTP.
c. Remove user agent menggunakan sebuah protokol mail access (misal
POP3 atau IMAP4) untuk mengakses mailbox dan mendapatkan mail.
Proses ini dilakuakan tidak dengan menggunakan SMTP.
2.4 Mail Access Protcol
Mail access protocal bekerja untuk kepentingan berikut. SMTP akan
medorong (push) sebuah pesan dari pengirim (sender) ke penerima
(receiver) tanpa menghiraukan apakah penerima menginginkannya atau
tidak (SMTP dimulai dengan sender, bukan receiver). Dan penerima
(recipient) memerlukan protokol untuk penarik (pull) pesan (dimulai
dengan recipient). Contoh mail access protocol yang banyak digunakan saat
ini adalah POP3 dan IMAP4.
POP3 (Post Office Protocol version 3) relatif sederhana, tetapi protokol
ini sangat terbatas. Software POP3 harus diinstall pada mail server client.
POP3 mengijinkan client untuk men-download mail miliknya dari mail
server (biasanya pada port TCP 110).
Dalam hal ini terdapat dua mode, yaitu:
a. Hapus (delete), yaitu mail akan dihapus dari mailbox pada mail server
setelah masing-masing dipanggil.
b. Simpan (keep), yaitu mail akan tetap berada di dalam mailbox setelah
dipanggil.
IMAP4 (Internet Mail Access Protocol version 4) mirip dengan POP3,
tetapi memiliki lebih banyak feature. IMAP4 mengijinkan pemakai untuk
mengorganisir mail yang ada di dalam mail server (misal mengurutkan mail
ke dalam folder). IMAP4 juga memungkinkan pemakai dapat mengecek
header e-mail terlebih dahulu sebelum di-download, atau hanya men-
download pesan-pesan tertentu saja.

19
D. FTP (FILE TRANSFER PROTOCOL)
Menurut Edhy Sutanta (2005) aplikasi FTP merupakan mekanisme
standar untuk meng-copy file dari satu mesin ke mesin lainnya. Mesin-
mesin yang digunakan tersebut dimungkinkan sangat berbeda, bahkan bisa
memiliki sistem operasi (Operating System/OS) yang berbeda. Terdapat dua
jenis koneksi yang terus dipelihara oleh FTP session hingga proses transfer
file selesai, yaitu:
a. Koneksi kontrol (control connection), dan
b. Koneksi data (data connection).
Koneksi kontrol (control connection) dilakuakan dalam keadaan port
server terbuka secara pasif, yang dikenal sebagai port 21. Client akan
memilih port yang bebas pada port yang terbuka secara aktif. Koneksi ini
akan terus aktif selama durasi waktu FTP session. Command dalam bentuk
permintaan atau jawaban (request/response) akan ditransmisikan melewati
koneksi tersebut.
Koneksi data (data connection) dilakukan melalaui port yang dikenal
sebagai port 20 pada server. Command dikirim dari client berkaitan dengan
transfer file. Dalam hal ini, client harus meminta koneksi data. Client
mengirimkannya kepada server menggunakan PORT command. Server
merespon dengan koneksi aktif.
Gambaran tentang koneksi kontrol dan koneksi data untuk transfer file
selama FTP session tersebut ditunjukkan pada Gambar berikut.

20
Gambar 18 Proses transfer file pada FTP
Gambaran tentang proses membuka koneksi pasif oleh server untuk transfer
file pada FTP ditunjukkan pada Gambar 19 bagian (a) dan koneksi aktif oleh
client pada bagian (b).

Gambar 19 Proses membuka koneksi pasif oleh server dan membuka koneksi
aktif oleh client pada FTP
Sedangkan gambaran tentang proses membuka koneksi aktif oleh server
untuk transfer file pada FTP ditunjukkan pada Gambar 20 bagian (a),

21
pengiriman nomer port ke server pada bagian (b), dan koneksi aktif oleh
client pada bagian (c).

Gambar 20 Proses mebuka koneksi pasif oleh client, pengiriman nomer port
ke server, dan membuka koneksi aktif oleh server pada FTP
Gambaran mengenai koneksi kontrol (control connection) pada FTP
ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 21 Koneksi kontrol pada FTP

22
Gambar mengenai koneksi data (data connection) pada FTP ditunjukkan
Gambar berikut.

Gambar 22 Koneksi data pada FTP


Gambaran pengiriman command dari client dan response dari server serta
koneksi kontrol (control connection) pada FTP ditunjukkan pada Gambar
berikut.

Gambar 23 Command dan response serta koneksi kontrol padaFTP


Gambaran proses penyimpanan file dari client ke server, pemanggilan file
dari server ke client, dan koneksi data (data connection) pada FTP
ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 24 Penyimpanan file ke dalam server, pemanggilan file ke client,


dan koneksi data (data connection) pada FTP
Gambaran mengenai proses menampilkan daftar file (list of file) atau
direktori (directory) dari server ke client pada FTP ditunjukkan pada
Gambar berikut.

23
Gambar 25 Menampilkan file list atau directory dari server pada FTP
Gambaran mengenai proses menampilkan record dalam file dari server ke
client pada FTP ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 26 Menampilkan record dalam file dari server pada FTP

24
E. HTTP (HYPERTEXT TRANSFER PROTOCOL)
Menurut Edhy Sutanta (2005) aplikasi HTTP (Hypertext Transfer
Protocol) merupakan mekanisme standar untuk mengakses data pada web.
Aplikasi HTTP memungkinkan digunakan untuk mentransfer data
berbentuk:
1. plaintext,
2. hypertext,
3. audio,
4. video,
5. dan lain-lain.
Namun demikian, HTTP paling efisien digunakan untuk mentransfer
data hypertext yang secara sederhana dapat dikatakan sebagai kombinasi
antara aplikasi SMPT dan FTP. Sebagaimana dalam SMTP dan FTP, dalam
HTTP client akan mengirim pesan-pesan permintaan (request) ke server dan
server akan mengirim respon (response) ke client.
Gambaran mengenai pesan permintaan (request) yang dikirim oleh
client ke server dan respon (response) dari server ke client ditunjukkan pada
Gambar berikut.

Gambar 27 Permintaan (request) dan respon (response) pada HTTP

25
1. Message pada HTTP
Sebagaimana telah diketahui bersama, bahwa proses komunikasi antar
mesin dapat dilaksanakan melalui pesan (message). Pesan terdiri atas 2
macam, yaitu:
a. permintaan (request), dan
b. respon (response).
Gambaran mengenai pesan permintaan (request) dan respon (response)
pada HTTP ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 28 Pesan request dan response pada HTTP


1.1 Request Message pada HTTP
Pesan permintaan (request message) pada HTTP memiliki format
tertentu, dapat terdiri atas empat bagian, yaitu:
a. Baris permintaan (request line),
b. Kepala (header),
c. Baris kosong (blank line),
d. Tubuh (body), bagian bersifat opsional (dapat digunakan sebaliknya).
Gambaran mengenai bagian-bagian pesan request pada HTTP tersebut
ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 29 Bagian-bagian pesan request pada HTTP

26
Bagian baris permintaan (request line) memuat definisi sebagai berikut:
a. Tipe permintaan (request type), yaitu sebuah kategori pesan,
b. Sumber (resource) URL.
c. Versi HTTP, misal HTTP versi 1.1.
Setiap bagian dalam request line dipisahkan oleh sebuah spasi (space).
Bagian-bagian request line tersebut ditunjukkan pada Gambar 30
Sedangkan sumber (source) untuk URL ditunjukkan pada Gambar 31

Gambar 30 Bagian-bagian request line pada HTTP

Gambar 31 Resource URL pada HTTP


Pada HTTP, request dapat dikirim dalam tujuh macam metode, yaitu:
a. GET, yaitu untuk mendapatkan dokumen dari server,
b. HEAD, yaitu untuk mendapatkan informasi tentang dokumen dari
server,
c. POST, yaitu untuk memberikan informasi dari client ke server,
d. PUT, yaitu untuk menyimpan dokumen baru atau hasil update pada
server,
e. COPY, yaitu untuk meng-copy file ke lokasi lain,
f. DELETE, yaitu untuk menghapus dokumen dari server,
g. LINK, yaitu untuk membuat link dari dokumen ke lokasi yang lain.

27
1.2 Response Message pada HTTP
Pesan respon (response message) pada HTTP memiliki format tertentu,
yaitu dapat terdiri atas empat bagian, yaitu:
a. Baris status (status line),
b. Kepala (header),
c. Baris kosong (blank line),
d. Tubuh (body), bagian ini bersifat opsional (dapat digunakan atau
sebaliknya).
Gambaran mengenai bagian-bagian response message pada HTTP
tersebut ditunjukkan pada Gambar 32.

Gambar 32 Bagian-bagian response message pada HTTP


1.2.1 Status Line Response Message Pada HTTP
Bagian baris status (status line) dalam response message memuat
definisi berikut:
a. Versi HTT, misal HTTP versi 1.1.
b. Kode status (status code), mirip pada FTP.
c. Frasa status (status phrase), deskripsi teks untuk kode status.
Setiap bagian dalam baris status (status line) dipisahkan oleh sebuah spasi
(space). Bagian-bagian baris status tersebut ditunjukkan pada Gambar 33.

28
Gambar 33 Bagian-bagian status line pada HTTP
Kode, frasa, dan deskripsi status respon (response status) yang dikirimkan
oleh server ke client sebagai respon pesan permintaan pada HTTP, jika
sukses (success) ditampilkan dalam Tabel 6.
Tabel 6 Kode, frasa, dan deskripsi status respon jika sukses pada HTTP
Code Phrase Description
Succes
200 OK The request was successful
201 Created A new URL is created
202 Accepted The requested is accepted, but is not immediately
acted upon
204 No content There is no content in the body

Kode, frasa, dan deskripsi status respon (response status) yang dikirimkan
oleh server ke client sebagai respon pesan permintaan pada HTTP, jika
permintaan tersebut dialihkan (redirect) ditampilkan dalam Tabel 7.
Tabel 7 Kode, frasa, dan deskrispsi status respon jika redirect pada HTTP
Code Phrase Description
Redirection
301 Multiple The request URL refers to more than
Choices one resouces
302 Moved The request URL is no longer by the
permanently server
304 Moved The request has moved temporarly
temporarly

29
Kode, frasa, dan deskripsi status respon (response status) yang dikirimkan
oleh server ke client sebagai respon pesan permintaan pada HTTP, jika
client mengalami kesalahan (client error) ditampilkan dalam Tabel 8.
Tabel 8 Kode, frasa, dan deskripsi status respon jika client error pada
HTTP
Code Phrase Description
Client Error
400 Bad request There is a syntax error in the request
401 Unauthorized The request lacks proper authorization
403 Forbidden Service is denied
404 Not Found The document is not found
405 Method not The method is not supported in this URL
allowed
406 Not acceptable The format requested is not acceptable

Kode, frasa, dan deskripsi status respon (response status) yang dikirimkan
oleh server ke client sebagai respon pesan permintaan pada HTTP, jika
terjadi kesalahan pada server (server error) ditampilkan dalam Tabel 9.
Tabel 9 Kode, frasa, dan deskripsi status respon jika server error pada
HTTP
Code Phrase Description
Server Error
500 Internal Server There is an error, such as a crash, in the
Error server site
501 Not impleted The action requested cannot be
performed
503 Service The service is temporarily unavailable,
unavailable but may be requested in the future

30
1.2.2 Response Header pada HTTP
Header yang ada dalam pesan respons pada HTTP digunakan untuk
mengubah informasi tambahan diantara client dan server.
Format header tersebut adalah memuat bagian-bagian berikut.
a. Nama header (header name).
b. Sebuah tanda titik dua (colon) dan sebuah spasi (space).
c. Nilai header (header value).
Format header pesan respons pada HTTP tersebut ditunjukkan pada Gambar
berikut.

Gambar 34 Format header pesan respons pada HTTP


Response header pada HTTP dibedakan dalam empat kategori, yaitu:
a. General header,
b. Request header,
c. Response header, dan
d. Entity header
Keempat kategori response header tersebut ditunjukkan pada Gambar
berikut.

Gambar 35 Empat kategori response header

31
Pesan-pesan permintaan (request messages) dapat hanya memuat:
 General header,
 Request header,
 Entity header.
Pesan-pesan respon (response messages) dapat hanya memuat:
 General header,
 Response header,
 Entity header.
General header memberikan informasi umum mengenai pesan. Daftar
header dan deskripsinya dalam response header pada HTTP untuk kategori
general header ditampilkan dalam Tabel 10
Tabel 10 Header dan deskripsi dalam response header kategori general
header pada HTTP
Header Description
Chace-control Specifies information about caching
Connection Shows whether the connection should be closed or not
Date Shows the current date
MME-version Shows the MME version used
Upgrade Specifies the preferred communications protocol

Request header memberikan informasi tentang konfigurasi client dan


format dokumen yang digunakan. Daftar header dan deskripsinya dalam
request header pada HTTP ditampilkan dalam Tabel 11.
Tabel 11 Request header dan deskripsi pada HTTP
Header Description
Accept Shows the media format the client can accept
Accept-charset Shows the character set the client can handle
Accept-encoding Shows the encoding scheme the client can handle
Accept-language Shows the language the client can accept
Authorization Shows what permissions the client has

32
From Shows the email address of the user
Host Shows the host and port numberof the client
If-modified-since Send the document if never than specified date
If-match Send the document only if it matches a given tag
Responset header memberikan informasi konfigurasi server dan lainnya
tentang request. Daftar header dan deskripsinya dalam response header
pada HTTP ditampilkan dalam Tabel 12.
Tabel 12 Response header dan deskripsi pada HTTP
Header Description
Accept-range Shows if server accepts the range requested by client
Age Shows the age of the document
Public Shows the supported list of methods
Retry-after Specifies the date after which the server is available
Server Shows the server name and version number
Entity header memberikan informasi berkaitan dengan bagian tubuh
dokumen. Daftar header dan deskripsinya dalam entity header pada HTTP
ditampilkan dalam Tabel 13
Tabel 13 Response header dan deskripsi pada HTTP
Header Description
Allow List valid methods that can be used with a URL
Content-encoding Specifies the encoding scheme
Content-language Specifies the language
Content-length Shows the length of the document
Content-range Specifies the range of the document
Content-type Specifies the media type
Etag Gives an entity tag
Expires Give the date and time when content change
Last-modified Gives the date and time of the last change
Location Specifies the location of the created or moved document

33
DAFTAR PUSTAKA

Anon., 2015. Buku Ajar Modul 1 Mikrotik Operating System Jaringan


Komputer. Malang: Fakultas Informasi Universitas Kanjuruhan Malang.

Blank, A. G., 2002. TCP/IP JumpStart-Internet Protocol Basics. 2nd ed.


United States: SYBEX Inc.

James Edward, d. R. B., 2009. Networking Self-Teaching Guide OSI, TCP/IP,


LANs, MANs, WANs, Implementetion, Management, and Maintenance.
Canada: Wiley Publishing.

Sritrusta, S., 2014. Buku Jaringan Komputer 1. Surabaya: Politeknik


Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Sutanta, E., 2005. Komunikasi Data & Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta:
Graha Ilmu.

34
LAMPIRAN

Dokumentasi Kegiatan
1. Mencari Referensi pada hari Jumat, 19 Oktober 2018 pukul 08.00 s.d 11.00
WIB di Perpustakaan Jurusan Matematika

2. Pembagian Tugas Pengetikan buku sumber utama

35
3. Pengumpulan file dari masing-masing
Di D2-313 Rabu, 24 Oktober 2018 pukul 12.00 s.d 12.30

Keterangan pembagian tugas:


1. Vidiya Safitri
- Mencari sumber/referensi pendukung (James Edward, d. R. B., 2009.
Networking Self-Teaching Guide OSI, TCP/IP, LANs, MANs, WANs,
Implementetion, Management, and Maintenance. Canada: Wiley
Publishing.) menentukan part materi yang akan diambil dan di translate.
- Mengetik materi dari referensi utama (Sutanta, E., 2005. Komunikasi
Data & Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.) halaman
43-49
- Editing (menggambar gambar yang ada seperti di buku utama dalam
Power Point kemudian di save picture dalam satu folder)
2. Mohammad Jefrie Ilham Akbar
- Mencari sumber/referensi pendukung (Anon., 2015. Buku Ajar Modul 1
Mikrotik Operating System Jaringan Komputer. Malang: Fakultas
Informasi Universitas Kanjuruhan Malang) menentukan part materi
yang akan diambil dan diketik.
- Mengetik materi dari referensi utama (Sutanta, E., 2005. Komunikasi
Data & Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.) halaman
50-57.
- Editing (menggambar gambar yang ada seperti di buku utama dalam
Power Point kemudian di save picture dalam satu folder).

36
- Mengupload Tugas ke edmodo
3. Mila kurnia Sari
- Mencari sumber/referensi pendukung (Sritrusta, S., 2014. Buku
Jaringan Komputer 1. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri
Surabaya (PENS)) menentukan part materi yang akan diambil dan
diketik.
- Mengetik materi dari referensi utama (Sutanta, E., 2005. Komunikasi
Data & Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.) halaman
66-74
- Editing (merapikan file hasil ketikan dalam format tugas dan finishing)
4. Asmelia Addawiyah
- Mencari sumber/referensi pendukung (Blank, A. G., 2002. TCP/IP
JumpStart-Internet Protocol Basics. 2nd ed. United States: SYBEX
Inc.) menentukan part materi yang akan diambil dan di translate.
- Mengetik materi dari referensi utama (Sutanta, E., 2005. Komunikasi
Data & Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.) halaman
58-65
- Editing (merapikan file hasil ketikan dalam format tugas dan finishing)
5. Eka ningrum Prianasari
- Mencari sumber/referensi (Sutanta, E., 2005. Komunikasi Data &
Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.)
- Mengetik materi dari referensi utama (Sutanta, E., 2005. Komunikasi
Data & Jaringan Komputer. 1st ed. Yogyakarta: Graha Ilmu.) halaman
35-42.
- Editing (menggambar gambar yang ada seperti di buku utama dalam
Power Point kemudian di save picture dalam satu folder).

37