You are on page 1of 4

Portofolio Sindrom Koroner Akut 1

Nama Wahana: RSUD Lanto Dg Pasewang


Topik: Sindrom Koroner Akut
Tanggal (Kasus): 15 Juli 2018
Nama Pasien: Tn. H
Nama Pendamping:
Tanggal Presentasi: 15 Agustus 2018 dr. Hj. Sri Mulya

Tempat Presentasi : Ruang Pertemuan Rsud Lanto Dg Pasewang, Jeneponto


Obyektif Presentasi :
 Keilmuan  Keterampilan  Penyegaran  Tinjauan Pustaka
 Diagnostik  Manajemen  Masalah  Istimewa
 Neonatus  Bayi  Anak  Remaja  Dewasa  Lansia  Bumil

 Deskripsi: Pasien datang dengan nyeri dada 15 menit sebelum masuk rumah sakit. nyeri
dirasa tiba-tiba saat pasien dalam keadaan istirahat, nyeri dirasa terus menerus seperti
tertindih, menjalar ke lengan kiri, menembus ke punggung dan menjalar ke leher dan rahang
kiri. Keluhan tersebut muncul saat pasien sedang beraktifitas dan hilang dengan istirahat.
Pasien juga mengeluh keluar keringat dingin disertai rasa penuh pada bagian atas perut.
Pasien mengaku tidur dengan menggunakan 2 bantal

 Tujuan: Penanganan kontrol manajemen SKA


Bahan Bahasan:  Tinjauan Pustaka  Riset  Kasus  Audit
Cara Membahas:  Diskusi  Presentasi dan Diskusi  Email  Pos
Data Pasien Nama: Tn. H 000717
Nama Klinik: - Telpon: - Terdaftar Sejak: -
Data Utama dan Bahan Diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Sindrom Koroner Akut
Keadaan umum tampak sakit sedang
2. Riwayat Pengobatan
Tidak ada
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit
Hipertensi tidak terkontrol, kolesterol tinggi
4. Riwayat Keluarga
Portofolio Sindrom Koroner Akut 2

Tidak ada
5. Riwayat Pekerjaan
Tidak ada
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik
Kondisi lingkungan fisik dan sosial baik

Daftar Pustaka
1. Irmalita, Juzar DA, Andrianto, Budi YS, Daniel PLT, dkk. Pedoman Tatalaksana Sindrom
Koroner Akut. 3rd ed. Jakarta:PERKI.2015.

2. Muchid A, Umar F, Chusun, Purnama NR, Istiqomah SN, Masrul, dkk. Pharmaceutical Care
Untuk Pasien Penyakit jantung Koroner: Fokus Sindroma Koroner Akut. Jakarta: Depkes
RI.2015.

3. Christanto, Liwang F, Hanifati S, Pradipta EA. Kapita Selekta Kedokteran. Essential of


Medicine. Jilid 2. 4th ed. Jakarta: Media Euscilapius.p.751. 2014.

4. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi V.
Jakarta: Interna Publishing; 2014.

5. The 2007 Focused Update of the ACC/AHA Guidelines for Management of Patients With
ST-Elevation Myocardial Infarction (journal of the American College of Cardiology
published ahead of print on December 10,2007, available at http://content.onlinejacc.
org/cgi/content/full/j.jacc.2007.10.001

Hasil Pembelajaran
1. Diagnosis SKA
2. Management awal SKA
3. Patofisiologi SKA
4. Faktor resiko SKA
5. Edukasi untuk pencegahan SKA
Portofolio Sindrom Koroner Akut 3

1. Subyektif
Pasien datang dengan nyeri dada 15 menit sebelum masuk rumah sakit.

2. Objektif
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis, GCS: E4M6V5 = 15
Tekanan darah : 150/80 mmHg
Nadi : 76 x/menit, regular, kuat, isi cukup.
Pernapasan : 22 x/menit, reguler
Suhu : 36,70C
Status generalis :
Kesan gizi : BB: 100kg, TB: 168, obesitas
Thorax
 Paru
Inspeksi : pergerakan nafas dinding dada simetris, retraksi (-)
Palpasi : vocal fremitus simetris kanan – kiri
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : suara napas vesikuler pada kedua lapang paru, Rh +/ +, Wh -/-
 Jantung: dalam batas normal
 Abdomen
Inspeksi: bentuk perut buncit
Auskultasi: bising usus (+) 3 kali permenit
Palpasi: supel, nyeri tekan epigastium (+)
Perkusi: timpani pada seluruh kuadran abdomen
 Extremitas : OE +/+, AH +/+
Hasil Lab abnormal:
- Leukosit : 10.400/pul
- GDP :161 mg/dl
- Kolesterol total : 275mg/dl
- LDL: 177 mg/dl
- TG: 266 mg/dl
- SGOT/SGPT: 41/64U/L
- Troponin I : 0,35ng/mL
- CKMB: 39,54ng/mL
Urin:
- Protein : +1
Portofolio Sindrom Koroner Akut 4

- Leukosit : 6-8
- Eritrosit : 4-6
- Silinder : granula kasar +2 - +4

3. Assessment
SKA dapat dibedakan menjadi tiga jenis: angin pektoris tidak stabil, infak miokard tanpa
elevasi segmen ST (NSTEMI), dan infak miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI).
 Klasifikasi sindrom koroner akut:
1. Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI: ST segment elevation myocardial
infarction)
2. Infark miokard dengan non elevasi segmen ST (NSTEMI: non ST segment elevation
myocardial infarction)
3. Angina Pektoris tidak stabil (UAP: unstable angina pectoris)
 Tindakan dan langkah awal :
1. Tirah baring
2. Suplemen oksigen
3. Aspirin 160-320mg (sublingual)
4. Penghambat reseptor ADP
5. Nitrogliserin (NTG)
6. Morfin sulfat

4. Plan
1. Diet jantung IIIVFD Assering gtt 8
2. Inj. Arixtra /24 jam
3. Inj. Omeprazole/24 jam
4. Inj. Ondancentron 4mg/12 jam
5. Inj. Ketorolac 30mg/8 jam
6. Ini. Cefotaxim 1g/8jam
7. Ini. Furosemid 1 amp/12 jam
8. Nitrocaf 3 x 2,5mg
9. Valsartan 1 x 80mg
10. Aspilet 1 x 80mg (pagi)
11. CPG 1x 75mg (malam)
12. Atorvastatin 1 x 40mg (malam)
- Pasang DC
- PRO ICU
Edukasi kepada pasien untuk selalu konsumsi obat secara teratur serta mengubah pola
hidup sehat.