You are on page 1of 9

LAPORAN TUGAS

PEMBELAJARAN PKN DI SD

DISUSUN OLEH :
CICI WULANDARI S (836978828)
MISLIYAH (836977059)
SITI MUTMAINAH (836978638)
SYF. IIN WAHYUNI (836976469)
NUR PIAN APRIANDI (836978448)
MEDELIND (836980967)

SEMESTER :IV/B (EMPAT)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL


PROGRAM S-1 PGSD
UNIVERSITAS TERBUKA (UPBJJ-UT) PONTIANAK
POKJAR GATOT SUBROTO
SUNGAI RAYA
2018/2019.1
MODUL IV

Konsep serta Prinsip Kepribadian Nasional, Semangat


Kebangsaan, Cinta Tanah Air, dan Bela Negara.

Konsep dan Prinsip Kepribadian Nasional

A. KEANEKA RAGAMAN BANGSA INDONESIA SEBAGAI KEPRIBADIAN


NASIONAL

1. Perbedaan Fisik atau Ras.


2. Perbedaan Suku Bangsa.
3. Perbedaan Agama : Animisme dan Dinamisme.
4. Perbedaan jenis kelamin.

B. LATAR BELAKANG KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA

C. KEANEKARAGAMAN KEBUDAYAAN YANG MERUPAKAN UNSUR KEBANGSAAN


DAN KEPRBADIAN NASIONAL

1. Kebudayaan Daerah sebagai Unsur Kebudayaan Nasional.


2. Pengenalan Keanekaragaman Budaya di Indonesia.
Ciri-ciri umum kebudayaan daerah di Indonesia di antaranya :
a. Kesenian
b. Bahasa
c. Sistem kemasyarakatan
d. Masa pencaharian
e. Religi / Kepercayaan
f. Peniggalan sejarah di berbagai daerah di Indonesia.
3. Suku-suku Bangsa Indonesia.

D. BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN INTEGRASI NASIONAL


Faktor Penunjang Integrasi Nasional yaiti :
1. Bahasa Nasional.
2. Pancasila sebagai Dasar Negara.
3. Kesadaran dan Solidaritas Kelompok.
4. Perundang-undangan yang bersifat Nasional.

E. LANDASAN HUKUM BHINNEKA TUNGGAL IKA


F. MISI BANGSA INDONESIA DI ERA GLOBAL
G. ANALISIS NILAI BUDI PEKERTI

Konsep dan Prinsip Semangat Kebangsaan

A. PENGERTIAN DAN UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA

Adapun unsur-unsur yang merupakan faktor-faktor penting pembentukan bangsa Indonesi :


1. Persamaan asal keturunan bangsa ( etnik ).
2. Persamaan pola kebudayaan.
3. Persamaan tempat tinggal.
4. Persamaan nasib kesejahannya.
5. Persamaan cita-cita.

B. MENUNJUKKAN SEMANGAT KEBANGSAAN


( NASIONALISME DAN PATRIOTISME )

1. Bangsa Indonesia Berpandangan


a. Monodualistik
b. Monopluaris
c. Integralistik
2. Bhinneka Tunggal Ika

C. PAHAM YANG BERTENTANGAN DENGAN NASIONALISME


D. PATRIOTISME SEBAGAI WUJUD SIKAP DAN PERILAKU KEBANGSAAN
E. NILAI-NILAI SEMANGAT KEBANGSAAN

Nilai-nilai dalam perjuangan bangsa Indonesi dapat disimpulkan :


1. Nilai Persatuan.
2. Nilai Kecintaan
3. Nilai Kebangsaan
4. Nilai Pengorbanan
5. Sikap dan prilaku yang merugikan nilai-nilai Nasionalisme

F. SIKAP TERBUKA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

1. Kondisi yang Diperlukan untuk Sikap Terbuka dalam Kehidupan Berbangasa –


dan Bernegara.
2. Arah Kebijakan Nasional yang Transparan

G. ANALISIS NILAI BUDI PEKERTI


H. ANALISIS FAKTA DAN PROBLEM SOLVING

Konsep serta Prinsip Cinta Tanah Air dan Bela Negara

A. KONSEP DAN PRINSIP CINTA TANAH AIR

1. Mengamalkan Nilai-nilai yang Berkaitan dengan Rasa Cinta Tanah Air


a. Cintan tanah air dan hubungan dengan sila-sila pancasila
1. Pengertian Cinta Tanah Air
2. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa
3. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4. Nilai Prsatuan Indonesia
5. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan
/Perwakilan
6. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

b. Tinjauan beberapa aspek tuntunan tingkah laku


1. Aspek Sosial
2. Aspek Budaya dan Adat Istiadat
3. Aspek Hankamnas ( Pertahanan Keamanan Nasional )

c. Pengamalan dan tingkah laku cinta tanah air dan bangsa


1. Di Lingkup Keluarga
2. Di Lingkup Sekolah
3. Di Lingkungan Masyarakat
4. Di Lingkungan Pekerjaan

d. Cara menanamkan tingkah laku cinta tanah air dan bangsa


1. Keteladanan
2. Pembinaan

2. Nilai Budi Pekerti Cinta Tanah Air

B. KONSEP DAN PRINSIP BELA NEGARA


Upaya untuk Usaha Pembelaan Negara Kesatuan RI
a. Kewajiban warga negara dalam membela negara
b. Peraturan perundang-undangan tentang wajib bela negara
c. Tindakan yang menunjukkan upaya membela negara
1).Contoh Tindakan Upaya Membela Negara
2). Mewujudkan Kekuatan Pertahan dan Keamanan
3). Upaya Peningkatan Pertahanan dan Keamanan
d. Partisipasi dalam usaha pembelaan negara di lingkungan
1). Keluarga
2).Sekolah
3). Masyarakat dan Negara

C. ANALISIS NILAI BUDI PEKERTI

MODUL V

KONSEP HAK ASASI MANUSIA (HAM)


DALAM UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Kegiatan Belajar 1
Pengertian HAM
A. PENGERTIAN
Menurut Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Right) yang
dicetuskan pada tanggal 10 Desember 1948 HAM yaitu pengakuan akan martabat dan harkat
manusia yang menyatu dalam diri setiap manusia yang meliputi kebebasan, keadilan, dan
perdamaian dunia.
Berdasarkan UU RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, khususnya dalam Pasal 1 ayat
(1) menyatakan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan
manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang
demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia.

B. NILAI-NILAI DASAR HAM


1. Kebebasan/ Kemerdekaan
2. Kemanusiaan/ Perdamaian
3. Keadilan/ Kesederajatan/ Persamaan

Kegiatan Belajar 2
HAM dalam Undang-Undang

Jaminan HAM, khususnya di Indonesia berdasarkan UUD 1945 hasil Amandemen IV,
mendapatkan perhatian yang sangat besar dari para pengambil keputusan di Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR). Hal ini terbukti dari dicantumkannya secara eksplisit
masalah HAM, yaitu pada bab XA dengan judul HAM yang terdiri dari 10 pasal (diberi label
Pasal 28 A s.d 28J) dan 24 Ayat. Diluar yang berjudul tersendiri dalam Bab XA, rumusan
lainnya terdapat dalam Pasal 27 (3 ayat), kemudian Bab XI Pasal 29 (2ayat), Bab XII Pasal
30, Bab XIII Pasal 31, Pasal 32, Bab XIV Pasal 33 dna Pasal 34.
UU RI No. 7 Tahun 1984 tentang ratifikasi Konvensi Penghapusan segala bentuk
diskriminasi terhadap perempuan.

Keputusan Presiden No. 36 Tahun 1990 tentang pengesahan Konvensi Tentang


Hak-hak Anak (Convention on the Rights of the Child).
Dari Deklarasi PBB mengenai Hak-hak anak tahun 1959 dan deklarasi PBB tentang
tahun anak-anak Internasional. Dikeluarkannya deklarasi Jenewa 1924 tentang pembentukan
Uni Internasional Dana dan Keselamatan anak-anak. PBB secara khusus memiliki salah satu
organisasi khusus yang berkenaan dengan anak-anak yakni UNICEF.

Kegiatan Belajar 3
Kasus-kasus yang Berkaitan dengan HAM

Lukman Soetrisno (Paul S. Baut, 1989:227) mengajukan ciri-ciri bahwa suatu


pembangunan telah melaksanakan HAM apabila telah menunjukkan adanya ciri-ciri, sebagai
berikut :
1. Dalam bidang politik berupa kemauan pemerintah dan masyarakat untuk mengakui
pluralisme pendapat dan kepentingan dalam masyarakat.
2. Dalam bidang sosial berupa ditandai dengan adanya perlakuan yang dalam
masyarakat terhadap perbedaan atau latar belakang agama dan raswarga negara
Indonesia.
3. Dalam bidang ekonomi yaitu dengan tidak adanya monopoli dalam sistem ekonomi
yang berlaku.
Contoh-contoh pelanggaran HAM adalah :
 Kekerasan dalam rumah tangga.
 Menggunakan fasilitas umum dengan tidak bijak.
 Penindasan masyarakat oleh Elit Politik.
 Dll
Upaya penegakan HAM melalui keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993 tertanggal 7
Juni 1993dibentuklah Komisi Nasional HAM. Tujuan dari Komnas HAM dimuat dalam Pasal
75 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 :
1. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan HAM sesuai dengan
Pancasila dan UUD 1945, dan Piagam PBB serta deklarasi Universal HAM.
2. Meningkatkan perlindungan dan penegakan HAM guna berkembangnya pribadi
manusia Indonesia seutuhnya.
Dalam pasal 76 dinyatakan Komnas Ham berfungsi untuk :
1. Pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional HAM dengan tujuan
memberikan saran – saran mengenai kemungkinan aksesi dan ratifikasi
2. Pengkajian dan penelitian berbagai peraturan perundang-undangan untuk memberi
rekomendasi pembentukan perubahan , dan pencabutan peraturan perundang-
undangan yang berkaitan dengan HAM
3. Penerbitan hasil pengkajian dan penelitian.
4. Studi kepustakaan
5. Pembahasan berbagai macam masalah tentang pelanggaran HAM
6. Kerjasama dengan lembaga nasional dan Internasional yang berhubungan dengan
HAM.
Selain dibentuk Komnas HAM, dibentuk pula Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap
perempuan, berdasarkan Kepres No. 181 Tahun 1998 hal ini dibuat sebagai upaya mencegah
terjadinya segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Komisi ini bertujuan :
1. Menyebarluaskan pemahaman HAM tentang bentuk kekerasan pada perempuan.
2. Pengkajian dan penelitian terhadap berbagai instrumen PBB mengenai perlindungan
Perempuan.
3. Meningkatkan pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan dan
pelanggaran HAM pada perempuan.
4. Penyebarluasan hasil pemantauan dan penilitian atas terjadinya kekerasan terhadap
perempuan.
5. Pelaksanaan Kerjasama regional dan internasional dalam upaya pencegahan dan
penanggulangan kekerasan terhadap perempuan.
Lembaga Swadaya Masyarakat stsu NGO ysng programnya berfokus pada HAM adalah
YLBHI, Kontras, dan Elsam. Upaya untuk menegakkan HAM telah dibuktikan dalam wujud
diadakannya peradilan adhoc bagi para pelanggar HAM.
Dalam pasal 1 angka 3 UU No. 26 Tahun 2000 Pengadilan HAM adalah pengadilan
khusus terhadap pelanggaran HAM yang berat meliputi kejahatan genosida dan kejahatan
terhadap kemanusiaan.
Sejumlah persoalan yang mengiringi proses berlangsungnya pengadilan HAM adalah :
1. Paradigma pelanggaran HAM dalam dataran kebijakan politik
2. Pelanggaran HAM dikonotasikan dengan misi politik.
3. Terjadi ambivalen dikalangan korban sendiri
4. Kejahatan kemanusiaan adalah kejahatan yang dilakukan oleh negara.

MODUL VI

KONSEP PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

PENGERTIAN HUKUM

A. PENGERTIAN HUKUM MENURUT PARA AHLI

Menurut Prof. Dr L.J Van Apeldoorn Hukum adalah suatu gejala dalam suatu pergaulan hidup
yang bergejolak terus- menerus dalam keadaan bentur dan membentur tanpa henti-hentinya
dengan gejala – gejala lainnya.

Kisch Mr. Dr mengatakan bahwa oleh karena hukum itu tidak dapat dilihat atau di tangkap
panca indra maka sukarlah untuk membuat suatu definisi tentang “ HUKUM “ yang
memuaskan umum.

Prof. Sudirman Hukum adalah pikiran atau anggapan orang tentang adil dan tidak adil
mengenai hubungan antarmanusia.

Grotius hukum adalah peraturan tentang perbuatan moral yang menjamin keadilan.

Prof. Soedirman kartohadiprodjo, S.H Hukum adalah pikiran atau anggapan orang adil atau
tidak adil mengenai hubungan antara manusia.

Prof Dr mochtar kusumaatmadja S.H LLM Hukum adalah keseluruhan kaidah – kaidah serta
asas – asas yang mengatur pergaulan hidup manusia dalam masyarakat.

J.C.T Simorangkir , S.H dan Woeryono sastropranoto S.H Hukum itu ialah peraturan-peraturan
yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat
yang di buat oleh badan-badan resmi yang berwajib pelanggaran mana terhadap peraturan-
peraturan tadi berakibatkan di ambilnya tindakan yaitu dengan hukuman tertentu.

B. KONSEP NEGARA HUKUM MENURUT PARA AHLI

Negara hukum adalah negara yang berlandasan hukum dan keadilan bagi warganya.
Pengertian lain negara hukum secara umum di mana kekuasaannya di batasi oleh hukum dalam
arti bahwa segala sikap,tingkah laku dan perbuatan baik di lakukan oleh para warga negara
harus berdasarkan atas hukum.

C. CIRI – CIRI DAN MACAM – MACAM PEMBAGIAN HUKUM

Hukum dapat dibagi dalam beberapa golongan hukum menurut beberapa asas pembagian
sebagai berikut :
 Hukum menurut sumbernya
1. Hukum undang – undang
2. Hukum kebiasaan ( adat )
3. Hukum traktat
4. Hukum yurisprudensi
 Hukum menurut bentuknya
1. Hukum tertulis
2. Hukum tak tertulis
 Hukum menurut tempat berlakunya
1. Hukum nasional
2. Hukum internasional
3. Hukum asing
4. Hukum Gereja
 Hukum menurut waktu berlakunya
1. Ius constitutum ( hukum Positif ) yaitu hukum adalah yang berlaku pada waktu
yang akan datang
2. Hukum alam
 Hukum menurut cara mempertahankan dan fungsinya
1. Hukum materil
2. Hukum formil
 Hukum menurut sifatnya atau daya kerjanya atau sanksinya
1. Hukum yang memaksa
2. Hukum yang mengatur
 Hukum menurut isinya maka aturan hukum dapat dibagi menjadi
1. Hukum publik
2. Hukum privat

D. HUKUM NORMATIF – HUKUM IDEAL – HUKUM WAJAR

1. Hukum normatif adalah hukum yang nampak dalam peraturan perundangan


serta juga hukum yang tidak tertulis dalam peraturan perundangan.
2. Hukum ideal adalah hukum ini ialah hukum yang dapat memenuhi perasaan
keadilan semua bangsa di seluruh dunia.
3. Hukum wajar adalah hukum seperti yang terjadi dan nampak sehari – hari.

PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

A. Kepolisian negara ialah alat penegak hukum yang terutama bertugas memlihara
keamanan dalam negeri.
B. Kejaksaaan adalah pejabat yang di beri wewenang untuk bertindak sebagai penuntut
umum serta melaksanakan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan
hukum tetap.
C. Kehakiman merupakan suatu lembaga yang diberi kekuasaan untuk mengadili
sedangkan hakim adalah pejabat peradilan negara yang di beri wewenang oleh
undang-undang untuk mengadili.

KASUS – KASUS YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM

A. Kasus pencurian uang melalui atm


B. Kasus perampokan