You are on page 1of 4

Analisis Kritis Artikel

Nama : Siti susanti (1610211023)

Rifqiatul Badriyah (1610211039)

Tanggal : 13 Marett 2018

Materi : Analisis Kritis Jurnal atau Artikel Project Based Learning

Dosen : Ika Priantari, S.Si, M.pd dan Novy Eurika , S.Si, M.pd

1. Bibliografi

Nama pengarang : Rina Dwi Rezeki, Nanik Dwi Nurhayati, Sri Mulyani

Tanggal Publikasi : 2015

Judul artikel : Penerapan Metode Pembelajaran Projeect Based Learning (PJBL)


Disertai Dengan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Prestasi dan Aktivitas
Belajar Siswa Pada Materi Redoks Kelas X-3 SMA Negeeri Kebakramat
Tahun Pelajaran 2013/2014

Sumber artikel : Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Volume 4 No 1 Tahun 2015 Program
Studi Pendidikan Kimia Unversitas Sebelas Maret (Didownload dari
jurnal. fkip. uns.a.id /indeks.php /kimia /article /view/5129 pada tanggal
28 februari 2018)

2. Tujuan Penulis : Artikel ini disusun untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas
belajar siswa pada materi pokok redoks melalui penerapan metode
Project Based Learning.
3. Fakta-fata Unik :
1. Pendekatan Project Based Learning adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran
yang inovatif yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah nyata.
2. Peneitian ini merupakan penelitian tidakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus,
setiap siklus terdiri atas perencanaan tidakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
refleksi.
3. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yag memberikan esempattan
guru untuk mengelola pembelajaran dikelas dengan melibatkan kerja proyek.
4. Pembelajaran berbasis proyek merupakan metode pembelajaran yang dapat membantu
siswa membanggun pemikirannya dan keterampilan berkomonikasi.
5. Metode Project Based Learning disertai dengatn peta konsep pada materi redoks, dapat
meningkatkkan prestasi belajar siswa dan aspe kognitif ketuntasan siswa dari 41,67 %
pada siklus I menjadi 77,78% pada sikus II dan aspek afektif dari 58,33 pada siklus I
menjadi 80,55% pada siklus II sedangakn aktifitas belajar siswa dari 77,78% pada siklus
I menjadi 83,33% pada siklus II.
6. Penerapan metode Project Based Learing disertai dengan penggunaan peta konsep. Peta
konsep merupakan media pembelajaran yang sederhana dan bisa mewakili semua
konsep dalam materi.
7. Metode proyek mempunyayi prestasi lebih ttiggi dibandingakn dengan siswa yang diberi
pembelajaran dengan menggunaan metode eksperimen.
8. Penerapan metode pembelajaran projet Based Learning disertai dengan peta konsep
diharapkan siswa lebih berminat, termotivasi, aktif, dapat memeecahkan masalah
melalui pemahaman konsep sehingga prestasi belajarnya meningkat.
4. Pertanyaan-pertanyaan penting
1. Dalam UUD no.20 Tahun 2003 tentang siste endidian nasional di harapakan dapat
mewujudkan proses berkembangnya kualitas peserta didikk sebagai generasi penerus
bangsa. Apa yang melatar belakangi UUD tersebur ?
2. Apa yang dilakukan oleh siswa dengan pengembangan kompetensi sikap keterampilan
dan pengetahuan reatif, inovatif, dan produktif ?
3. Penerapan metode Project Based Learing ini disertai dengan penggunaan peta konsep.
Bagaimana cara meminimalisir siswa yang belum bisa menyimpulkan konsep dari materi
yang di pelajari ?
4. Bagaimana cara yang di lakukan guru dengan metode Project Based Learing di sertai
dengan peta konsep untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar siswa ?
5. Hasil eksplorasi berupa konsep atau prinsip sains yang ada relevansinya dengan
konsep yang pelajari

Pembelajaran sains pada kurikulum 2013 telah memberikan acuan dalam pemilihan model
pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Model pembelajaran yang dimaksud
meliputi: Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), atau Discovery
Learning. Pemilihan model pembelajaran diserahkan kepada guru dengan menyesuaikan dengan
karakteristik materi ajar. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang
berpusat pada siswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Pengalaman belajar siswa maupun perolehan konsep dibangun berdasarkan produk yang
dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek. penerapan PjBL dalam pembelajaran
sains dari hasil penelitian dapat meningkatkan hasil belajar kognitif membentuk sikap dan
prilaku peduli terhadap lingkungan keterampilan proses sains dan pembelajaran yang efektif
Pembelajaran berbasis proyek lebih sesuai dalam pembelajaran interdisipliner karena secara
alami melibatkan banyak keterampilan akademik yang berbeda, seperti membaca, menulis, dan
mate-matika serta sesuai dalam membangun pema-haman konseptual melalui asimilasi mata
pelajaran yang berbeda sehingga PjBL diharapkan dapat membangun literasi sains siswa.

6. Pernyataan yang ingin di lakukan atau mempengaruhi sikap mahasiswa terhadap hasil
analisis
Project Based Learning (PjBL) adalah salah satu model dalam pembelajaran sains. PjBL
juga dikenal sebagai pembelajaran berbasis proyek dan Project Based Instruction (PBI). Model
ini merupakan salah satu pengembangan teori belajar konstruktivisme yang mengemukakan
bahwa manusia sebagai manusia pembelajar harus membangun pengetahuannya sendiri. Siswa
masuk ke dalam kelas dianggap tidak dalam keadaan kosong, melainkan sudah membawa
pengetahuan yang diperoleh dan dibangun secara tidak formal dari segala hal yang terjadi di
sekitarnya. Pembelajaran sains menekankan pemberian pengalaman secara langsung melalui
penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Pembelajaran sains juga
harus menghasilkan produk yang meliputi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Metode
investigasi yang merupakan ciri khusus pembelajaran sains memberikan solusi pembelajaran
melalui inkuiri yang dapat memberikan kontribusi kepada pengembangan kemampuan
menganalisis dan berpikir kritis. Biologi sebagai salah satu ilmu sains hendaknya dipelajari
secara menyeluruh untuk mempersiapkan struktur pengembangan kemampuan berpikir, tingkah
laku dan individu yang mandiri serta menciptakan suatu pembelajaran seumur hidup.
Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 mengharapkan pembelajaran biologi sebagai salah satu
disiplin ilmu sains tidak hanya membelajarkan fakta, konsep, dan prinsip biologi kepada siswa,
melainkan juga mengharapkan siswa untuk dapat berinkuiri ilmiah untuk membangun konsep
sendiri melalui penjelajahan alam sekitar. Hal tersebut didukung oleh John Dewey yang
mengemukakan pernyataan “school would mirror the larger society and classrooms would be
laboratories for real life inquiry and problem solving” (Arends dalam Susanto 2010). Pernyataan
tersebut mengandung arti bahwa pembelajaran biologi sebagai salah satu ilmu sains merupakan
suatu proses untuk menjadikan siswa berinkuiri dalam rangka memecahkan masalah nyata di
kehidupan sehari-hari. Bioteknologi merupakan salah satu konsep Biologi SMA kelas XII yang
tepat dibelajarkan melalui model PjBL. Hal ini karena kebanyakan siswa sudah mengetahui hasil
bioteknologi dalam kehidupan mereka sehari-hari. Model PjBL akan memberikan kesempatan
bagi para siswa untuk mengeksplorasi dan menyusun pengetahuannya sendiri yang bersumber
pada kehidupan nyata.