You are on page 1of 3

1. What is asset and what is chatacteristics of asset?

Definisi aset menurut APB statement no. 4:


“sumber2 ekonomi perusahaan yg diakui dan diukur sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum,
termasuk beban tangguhan tertentu yg tidak berbentuk sumber ekonomi”
Menurut FASB (no 3 dan 6):
“manfaat ekonomi yg mungkin terjadi di masa mendatang yg diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas
tertentu sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa lalu”
Menurut IAI-PSAK:
“Sumber data yg diakui oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat
ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan”
3 karakteristik aset:
a. Manfaat ekonomik masa mendatang yg cukup pasti (probable).
Ini mengartikan bahwa manfaat tersebut terukur dan dapat dikaitkan dengan kemampuannya untuk
mendatangkan pendapatan atau aliran kas di masa datang
b. Dikuasai atau dikendalikan oleh entitas.
Penguasaan disini berarti kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara, menukarkan,
menggunakan manfaat ekonomik dan mencegah akses pihak lain terhadap manfaat tersebut.
c. Timbul akibat transaksi masa lalu.

Kriteria (a) merupakan kriteria utama dan lebih memuat aspek semantik. Kriteria (b) dan (c) memuat aspek
pengakuan.

2. How is asset measured and recognized in financial statements?


Pengukuran
Pengukuran merupakan kriteria pengakuan aset. Pengukuran adalah penentuan angka satuan pengukur
(jumlah rupiah) terhadap suatu objek untuk menunjukkan makna tertentu objek tersebut. Jika suatu
sumberdaya yg diperoleh suatu perusahaan tidak andal pada elemen pengukurannya, maka sumberdaya
tersebut tidak dapat ditampilkan sebagai aset melainkan diakui sebagai pendapatan ketika terjadi transaksi.
Penilaian
Penilaian biasanya digunakan untuk menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yg harus dilekatkan pada
tiap elemen keuangan pada saat penyajian. Tujuan penilaian:
a. Salah satu langkah pengukuran laba
b. Salah satu langkah proses penyajian posisi keuangan
c. Memenuhi tujuan informasi yg ingin dicapai dalam pelaporan keuangan
d. Memenuhi tujuan khusus
Pengakuan
Pengakuan adalah pencatatan suatu transaksi ke dalam pembukuan sehingga transaksi tersebut
mempengaruhi posisi keuangan atau hasil usaha. Pada umumnya pengakuan aset dilakukan bersama
dengan adanya transaksi, kejadian, atau keadaan yg mempengaruhi aset. Menurut Sterling,Belkaoui (1993)
menunjukkan kondisi perlu dan kondisi cukup (sufficient) yg merupakan pengujian yg cukup rinci untuk
mengakui aset tersebut:
a. Deteksi adanya aset (detection of existence test). Untuk mengakui aset, harus ada transaksi yg menandai
timbulnya aset
b. Sumber ekonomik dan kewajiban. (economic resources and obligation test). Untuk mengakui aset, suatu
objek harus merupakan sumber ekonomik yg langka, dibutuhkan dan berharga
c. Berkaitan dengan entitas (entitiy association test). Untuk mengakui aset, kesatuan usaha harus
mengendalikan atau menguasai objek aset
d. Mengandung nilai (non-zero magnitude test). Untuk mengakui aset, suatu objek harus memiliki manfaat
yg terukur secara moneter
e. Berkaitan dengan waktu pelaporan (temporal association test). Untuk mengakui aset, semua uji di atas
harus dipenuhi pada tanggal pelaporan (tanggal neraca)
f. Verifikasi (verification test). Untuk mengakui aset, harus ada bukti pendukung untuk meyakinkan bahwa
kelima test di atas dipenuhi

3. How are current asset and intangible asset measured and recognized?
A. Aset Lancar
Pengukuran:
Berikut disajikan secara ringkas pengukuran dari beberapa pos aset lancar :
* Kas: Disajikan sesuai nilai sekarang yang sudah pasti yaitu sebesar nilai nominal mata uang tersebut.
Dalam hal kas tersebut dalam mata uang asing, maka harus dikonversikan ke mata uang rupiah dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca.
* Piutang: Disajikan berdsarkan nilai realisasi bersih ( Net Realizable Value ). sebenarnya piutang harus
dinilai sesuai nilai jatuh tempo yang didiskontokan ke masa sekarang. Tetapi karena perbedaan antara hasil
diskonto dan nilai jatuh tempo tidak material, maka pendiskontoan tidak dilakukan. Sesuai asas konservatif,
nilai jatuh tempo ini harus dikurangi dengan taksiran jumlah piutang yang tidak tertagih.
* Investasi moneter. Dinilai sesuai nilai pasar pada tanggal neraca.
* Persediaan: Dinilai berdasarkan nilai yang terendah antara harga pasar dan harga perolehan
* Biaya dibayar di muka: Dinilai berdasarkan kas yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat yang baru
akan dinilai pada periode berikutnya.

Pengakuan:
Pengkuan aset lancar dipengaruhi oleh dua hal yaitu :
1. Keharusan untuk menganut sifat konservatif
2. Tingkat kepastian realisasi

B. Aset Tak Berwujud


Pengukuran :
Aset tidak berwujud awalnya diukur atas dasar biaya perolehan.
Pengukuran Setelah Akuisisi
Suatu entitas harus memilih model biaya perolehan atau model revaluasi untuk setiap kelompok aset tidak
berwujud.
* Model biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tidak berwujud harus dicatat atas dasar biaya
perolehan dikurang dengan amortisasi dan rugi karena penurunan nilai.
* Model Revaluasi. Aset tidak berwujud dicatat atas dasar suatu jumlah yang direvaluasi (nilai wajar)
dikurang dengan amortisasi dan rugi karena penurunan nilai, hanya bila nilai wajar dapat ditentukan melalui
referensi suatu pasar yang aktif. Pasar yang aktif semacam itu diharapkan tidak umum untuk aset tidak
berwujud.

Aset tak berwujud diakui jika:


a. Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut
b. Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal
4. What is Plant, Property, and Equipment and how are they recognized?
Aset tetap atau PPE (Property, Plant, and Equipment) adalah aset berwujud yg digunakan dalam kegiatan
operasional perusahaan, yg memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
Pengukuran:
Aset tetap yg memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai aset tetap pada awalnya diukur sebesar biaya
perolehan. Biaya perolehan aset adalah jumlah biaya yg dikeluarkan oleh entitas dan diperlukan untuk
menyiapkan aset tetap tersebut agar dapat digunakan sebagaimana mestinya sebagai aset tetap. Komponen
biaya perolehan:
a. Setiap biaya yg dapat distribusikan secara langsung
b. Harga perolehan; termasuk bea impor dan pajak pembelian setelah diskon pembelian dan potongan lain
c. Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap
PSAK 16 mengakui adanya dua metode dalam perlakuan aset tetap:
a. Metode biaya historis
Setelah aset tetap diakui, aset tetap tersebut dicatat pada harga perolehan dikurangi dengan akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.
b. Metode revaluasian
Nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yg
terjadi setelah tanggal revaluasi. Hal ini untuk memastikan tidak ada beda material. Jika suatu aset tetap
direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yg sama direvaluasi. Contoh: mesin,kapal,pesawat

Pengakuan:
Suatu aset tetap dapat diakui sebagai aset tetap apabila berwujud dan memenuhi kriteria berikut:
a. Memiliki masa manfaat lebih dari 12 bulan
b. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal
c. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas
d. Diperoleh/dibangun dengan maksud untuk digunakan

5. What is Biological Assets and how are they recognized?


Biological asset adalah binatan dan tumbuhan hidup. Aset ini harus dinilai pada saat pengakuan awal dan
pada setiap tanggal neraca dengan menggunakan nilai wajar. Hasil yg diperoleh dari aktiva biologis dinilai
dengan menggunakan nilai wajar dikurangi dengan estimasi biaya pada saat penjualan. Selisih yg berasal
dari penilaian hasil2 nya aktiva biologis diakui sebagai bagian dari laba rugi tahun berjalan. Penilaian aktiva
biologi dilakukan dengan mengelompokkan dulu berdasarkan umur dan kualitas.
Perusahaan mengakui aktiva biologis dan produk pertanian bila perusahaan tersebut:
a. Mengendalikan aktiva tersebut sebagai hasil peristiwa masa lalu
b. Memperoleh manfaat ekonomi yg kemungkinan terjadi
c. Nilai wajar aktiva tersebut dapat diukur dengan andal