You are on page 1of 26

BAB I

ASUHAN KEPERAWATAN

1.1. PENGKAJIAN

1. Identitas Klien
Nama : An. D
Tempat/Tanggal Lahir : Mandailing/04 September 2008
Nama Ayah/ibu : Tn. N/Ny. I
Pekerjaan Ayah : TNI-AD
Pekerjaan Ibu : IRT
Alamat : Asrama 122, Dolok Masihule
Suku : Mandailing
Agama : Islam
Pendidikan : SMA

2. Keluhan Utama
Ibu klien mengatakan anaknya demam selama 5 hari, demamnya naik turun dan tidak
membaik dengan obat penurun panas yang telah diberikan.

3. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran


a. Prenatal
Ibu klien mengatakan tidak ada masalah selama kehamilan An. D, ibu klien
memeriksakan kandungannya ke bidan setempat dan dokter kandungan.
b. Natal
Ibu klien mengatakan kelahiran An. D secara normal dan dibantu oleh bidan
setempat dengan BB An. D adalah 2.8 Kg dan An. D tidak mengalami masalah.

1
c. Postnatal
Ibu klien mengatakan tidak ada mengalami pendarahan hebat ataupun
masalah lainnya setelah kelahiran An. D

4. Riwayat Masa Lalu


a. Penyakit waktu kecil
Orang tua klien mengatakan sewaktu kecil An. D sering mengalami demam,
batuk dan pilek.
b. Pernah dirawat dirumah sakit
Ibu klien mengatakan bahwa An. D sebelumnya tidak pernah di rawat di
Rumah Sakit, apabila sakit hanya diberikan obat yang diperoleh dari bidan setempat.
c. Obat-obat yang digunakan
Ibu klien selalu menyediakan obat paracetamol di rumahnya.
d. Tindakan (operasi)
Tidak ada
e. Alergi
Ibu klien mengatakan bahwa An. D tidak ada riwayat alergi baik makanan/pun
minuman.
f. Kecelakaan
Ibu klien mengatakan An. D tidak pernah dan jangan sampai terjadi kecelakaan.
g. Imunisasi
Ibu klien mengatakan bahwa imunisasi An. D sudah lengkap karena sangat
penting bagi anak.

2
6. Riwayat Sosial
a. Yang mengasuh
Ny. I dan Tn. N
b. Hubungan dengan anggota keluarga
Terjalin baik, An. D sering bermain dengan abangnya dan bercanda dengan
kedua orang tuanya.
c. Hubungan dengan teman sebaya
Ibu klien mengatakan An. D sering bermain dengan anak-anak di sekitar rumahnya
d. Pembawaan secara umum
Ibu klien mengatakan bahwa An. D sangat ceria, baik dan ramah dengan orang
yang sudah dikenalnya.
e. Lingkungan rumah
Ibu klien mengatakan bahwa An. D tinggal di asrama tentara dengan kondisi
rumah bersih, menyatu antara 1 dengan lainnya, komunikasi antar tetangga terjalin
dengan sangat baik.

7. Kebutuhan Dasar
a. Makanan
1) Makanan yang disukai/ tidak disukai
Ibu klien mengatakan bahwa sebelum sakit, makanan yang disukai An. D
adalah telur, buah apel, dan jajanan. Selama sakit, An. D masih menyukai telur dan
buah apel, sedangkan ikan, pisang, pepaya An. D kurang suka.
2) Selera
Ibu klien mengatakan bahwa An. D selera makan hanya dengan telur, dan
kecap saja sudah cukup.
3) Alat makan yang dipakai
Piring, sendok, dan cangkir.

3
4) Pola makan/jam
Ibu klien mengatakan bahwa An. D sebelum sakit makan 3x/hari dan
dihabiskan. Selama sakit makan 3x/hari itupun tidak dihabiskan.

b. Pola tidur
1) Kebiasaan sebelum (perlu mainan, dibacakan cerita, benda yang dibawa tidur)
Ibu klien mengatakan bahwa An. D kebiasaan sebelum tidur tidak ada,
terkadang ibu klien harus mengelus-elus punggung An. D karena sakit.
2) Tidur siang
Ibu klien mengatakan bahwa An. D jarang sekali tidur siang karena lebih
banyak dihabiskan untuk bermain.

c. Mandi
Ibu klien mengatakan bahwa An.D mandi 2 x /sehari, pagi sebelum pergi
kesekolah, dan sore hari, sedangkan selama sakit An. D belum pernah mandi.

d. Aktivitas bermain
Ibu klien mengatakan bahwa An. D setelah pulang dari sekolah langsung
bermain bersama teman-teman di sekitar rumah. Selama sakit hanya berbaring di
tempat tidur.

e. Eliminasi
Ibu klien mengatakan bahwa An. D sebelum sakit BAB sebanyak 1 x/hari,
dan BAK tidak tentu, sedangkan selama ± 1 minggu sampai sekarang (29 April 2013)
belum ada BAB, dan BAK ± 4 x/hari selama di rawat.

4
8. Keadaan Kesehatan Saat Ini
a. Diagnosa medis : Susp. Typhoid Fever
b. Tindakan operasi : Tidak ada
c. Status cairan : Ringer Laktat
d. Status nutrisi : Diet M2 TKTP
e. Obat-obatan :
f. Aktivitas : An. D terbaring lemah di tempat tidur, aktivitas dibantu dan
klien terpasang infus di kaki kanan
- Cotrimoxazole 2 x cth I
- PCT 3 x1 tab
- Lactulosa 3 x cth I
g. Tindakan keperawatan :
- Melakukan pemeriksaan Tanda-tanda Vital
- Menganjurkan orang tua klien melakukan kompres hangat
- Menjelaskan pentingnya memakai pakaian yang tipis dan menyerap keringat
- Menganjurkan An. D untuk banyak istirahat selama fase akut

9. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : Lemah, tingkat kesadaran : Composmentis
b. TB/BB : 118 cm, 27 Kg
c. Lingkar kepala : 49 cm
d. Kepala
Tulang kepala normosefalik, rambut hitam, kulit kepala bersih, tekstur
lembut, distribusi rapat, dan kuat, tidak teraba massa, nyeri tekan (-), frontal teraba
panas.
e. Mata
Ketajaman penglihatan baik, sklera putih (tidak ada perdarahan), konjungtiva
merah muda, ptosis (-), refleks cahaya (+ 2), pupil isokor.

5
f. Leher
Trakea tepat berada di garis tengah, pembesaran tyroid (-), nyeri tekan (-),
refleks menelan (+).
g. Telinga
Ketajaman terhadap suara (+), tidak ada serumen, cairan (-), simetris antara
d/s, kelainan bentuk (-)
h. Hidung
Septum digaris tengah, pernafasan cuping hidung (-), tidak beringus, bersih,
dan tidak ada nyeri tekan.
i. Mulut
Bibir kering, caries gigi (-), beslag (+), gusi merah muda, otot maseter (+),
gerakan lidah baik.
j. Dada
Thorak simetris, ekspansi dada baik, vibrasi dinding dada sama, puting (+2),
deformitas (-), fraktur iga (-), nyeri tekan (-).
k. Paru- paru
Suara napas vesikuler, RR : 32 x/i, bunyi paru resonan
l. Jantung
Bunyi S1 dan S2 terdengar jelas, tidak terdengar bunyi jantung tambahan, HR
: 130 x/i.
m. Perut
Umbilikus simetris, acites (-), suepel (+), nyeri tekan (-), peristaltik usus (+)
8 x/i, tekstur kulit lembut dan elastis (< 2 detik)
n. Punggung
Massa (-), luka (-), nyeri tekan (-)
o. Genetalia
Bentuk normal, skrotum (+), meatus uretra (+), testis (+2), nyeri tekan (-)

6
p. Ektremitas
1. Ekstremitas atas : Edema (-), ekstremitas hangat, luka (-), terdapat bekas
pemasangan infus (dekstra), jari lengkap, kekuatan otot (+)
2. Ekstremitas bawah : Tidak ada varises, nyeri tekan (-), kekuatan otot (+)
q. Tanda vital
1. RR : 32 x/menit
2. HR : 130 x/menit
3. TD : 85/60 mmHg
4. S : 38,1 0C

10. Pemeriksaan Tinggkat Perkembangan


a. Kemandirian bergaul
An. D mudah berinteraksi dengan orang lain
b. Motorik halus
An. D sudah bisa menggambar, mewarnai dan menjelaskan gambar yang telah
dibuatnya
c. Motorik kasar
An. D dapat menangkap bola dan melemparkannya, dapat melompat dan
dapat berjalan dengan 1 kaki
d. Kognitif
An. D dapat mengingat nama ayah dan ibunya, dapat menjumlahkan
penjumlahan yang sederhana (misalnya 1 + 1 = 2)
e. Bahasa :
Bahasa yang digunakan sehari-hari oleh An. D adalah bahasa Indonesia. An.
D berbicara dengan sangat jelas dan mudah dimengerti.

7
11. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboraturium
Hasil lab : Tanggal 28 April 2013
- Haemoglobin : 15.6 g/dl
- Hematokrit : 46,9 %
- Leukosit : 9.800/ml
- Trombosit : 189.000/ml
- LED : 5 mm
- Widal :
O : 1/80 1/80 1/40 1/80
H : 1/40 1/40 1/80 1/80

12. Ringkasan Riwayat Keperawatan


Dari hasil pengkajian didapatkan hasil bahwa An. D demam selama 5 hari, suhu tubuh
38,1 0C, BAB (-) selama 1 minggu, peristaltik usus 8 x/i, An. D rewel, muntah (-), mual
(-), tingkat kesadaran : composmentis, ekstremitas bawah (+4), An. D terbaring lemah
di tempat tidur.

8
13. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah

1 Ds : Invasi bakteri Peningkatan


Ibu klien mengatakan demam ± selama salmonela typhi suhu tubuh
5 hari demam bersifat naik turun, ibu melalui makanan atau (hipertermi)
klien mengatakan sudah memberi obat minuman
penurun panas tetapi tidak membaik

Do : Terjadi peradangan
Teraba panas pada saluran cerna
An.D rewel
T : 38.1 0c
RR : 32 x/i Dilepaskannya zat
HR : 120 x/i pirogen oleh leukosit
Pct 3x1 tab pada jaringan yang
meradang

Demam tipoid

Peningkatan suhu
tubuh (hipertermi)

2 Ds : Terjadi peradangan
pada saluran cerna

9
Ibu klien mengatakan bahwa An. D Gangguan pola
sebelum sakit BAB sebanyak 2 x/hari, eliminasi
sedangkan selama ± 1 minggu sampai Penurunan kerja (BAB)
sekarang (29 April 2013) belum ada motilitas usus
BAB
Ibu klien mengatakan makanan yang
disukai An. D adalah telur, buah apel,
dan jajanan. Sedangkan pisang, Konstipasi
pepaya dan ikan An. D kurang suka

Do :
Makan nasi + telur + kecap Gangguan pola
Makan apel (+) eliminasi (BAB)
Peristaltik usus (8 x/i)
BAB (-)
Mual, muntah (-)
Abdomen : Suepel
Suara abdomen : Tympani

3 Ds : Proses infeksi virus Intoleransi


Ibu klien mengatakan badan anaknya Salmonella Typhi aktivitas
lemas
Do :
k/u : lemah Penurunan sistem
Kekuatan otot (+4) metabolisme tubuh
Terbaring di tempat tidur
Terpasang infus
Aktivitas dibantu Ny. I

10
Kelemahan fisik

Imobilisasi

Intoleransi aktivitas

1.2. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) berhubungan dengan proses infeksi
Salmonella Typhi.
2. Gangguan pola eliminasi (BAB) berhubungan dengan konstipasi
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik, tirah baring

1.3. INTERVENSI KEPERAWATAN


Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan
No
Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional

1 Peningkatan Setelah Ukur tanda-tanda 1. Sebagai dasar untuk


suhu tubuh dilakukan vital setiap 2/4 jam menentukan intervensi
(hipertermi) asuhan
b/d proses keperawatan Observasi membran Untuk identifikasi tanda-
infeksi selama 1 x 12 mukosa bibir, tanda dehidrasi akibat
Salmonella jam, pengisian kapiler dan demam
Typhi diharapkan turgor kulit

11
suhu klien Anjurkan untuk Kebutuhan cairan dalam
menurun. minum ± 2-2,5 tubuh cukup mencegah
L/menit terjadinya demam
KH :
1. Suhu tubuh Anjurkan kompres Kompres hangat
dalam batas hangat pada dahi, memberi efek
normal (36- ketiak, dan lipat paha vasodilatasi pembuluh
37 0C) darah sehingga
2. Membran mempercepat penguapan
mukosa panas
lembab
3. Pengisian Anjurkan untuk tirah Menurunkan kebutuhan
kapiler < 2 baring/pembatasan metabolisme tubuh
detik aktivitas selama fase sehingga menurunkan
4. An. D tidak akut panas
rewel (rileks)
- Anjurkan untuk Pakaian tipis
menggunakan memudahkan penguapan
pakaian yang tipis panas saat penurunan
dan menyerap panas klien akan banyak
keringat mengeluarkan keringat

Kolaborasi dalam Untuk menurunkan


pemberian terapi panas/mengontrol panas,
sesuai indikasi untuk mengatasi infeksi
dan mencegah
penyebaran infeksi, dan

12
penggantian cairan akibat
penguapan panas tubuh
8.
Observasi hasil Untuk mengetahui
pemeriksaan darah perkembangan penyakit
dan feses typus dan efektifitas
terapi

Observasi adanya Peningkatan suhu terus


peningkatan suhu menerus setelah
terus menerus, pemberian antipiretik dan
distensi abdomen, antibiotik kemungkinan
dan nyeri abdomen terjadinya komplikasi
perforasi usus.

2 Gangguan Setelah Kaji pola eliminasi Sebagai data dasar


pola eliminasi dilakukan klien gangguan yang dialami
(BAB) b/d asuhan memudahkan intervensi
konstipasi keperawatan selanjutnya
selama 1 x 12 1.
jam, Auskultasi bunyi 2. Penurunan menunjukkan
diharapkan usus adanya obstruksi statis
pola akibat inflamasi,
eliminasi penumpukan fekalit
klien kembali 3.
normal. 3. 3.

13
KH : Kaji adanya keluhan Menandakan adanya gas
1. BAB 1 nyeri abdomen di perut sehingga
x/hari mengakibatkan
2. Konstipasi terjadinya distensi
lunak abdomen
3. Warna 4.
feces kuning Anjurkan makan- Makanan lunak serta
4. Tidak makanan yang lunak, buah-buahan yang kaya
berlendir buah-buahan yang akan serat dapat
merangsang BAB mengatasi konstipasi

Kolaborasi dalam Dapat merangsang


pemberian terapi peristaltik usus secara
sesuai indikasi perlahan sehingga
masalah konstipasi
teratasi

3 Intoleransi Setelah Kaji tingkat toleransi Sebagai dasar untuk


aktivitas b/d dilakukan klien terhadap menentukan intervensi
kelemahan asuhan aktivitas
fisik, tirah keperawatan1.
baring selama 1 x 12 Kaji jumlah makanan Untuk mengidentifikasi
jam, yang dikonsumsi intake nutrisi klien
diharapkan klien setiap hari
klien dapat 2.
melakukan
aktivitas

14
secara Anjurkan klien untuk Untuk menurunkan
bertahap. tidah baring selama metabolisme tubuh dan
fase akut mencegah iritasi usus
KH :
1. TTV dalam Jelaskan pentingnya Untuk mengurangi
batas normal pembatasan aktivitas peristaltik usus sehingga
2. Tidak ada selama perawatan mencegah iritasi usus
keluhan lelah3.
3. Kekuatan Bantu klien Kebutuhan aktivitas klien
otot melakukan aktivitas terpenuhi dengan energi
meningkat sehari-hari sesuai minimal, sehinga
kebutuhan mengurangi peristaltik
usus

Libatkan keluarga Partisipasi keluarga


dalam pemenuhan meningkatkan kooperatif
kebutuhan aktivitas klien dalam perawatan
sehari-hari
4.
Berikan kesempatan Meningkatkan partisipasi
pada klien klien dapat meningkatkan
melakukan aktivitas harga diri dan
sesuai kondisi klien meningkatkan toleransi
aktivitas

15
1.4. IMPLEMENTASI

N Hari Diagnosa
Implementasi Evaluasi
o /Tgl Keperawatan

S Peningkatan Mengukur tanda-tanda vital An. D S:


E suhu tubuh Hasil : -Ibu klien mengatakan
L (hipertermi) S : 38,1 0C badan anaknya masih
A b/d proses RR : 28 x/i panas, walaupun sudah
S infeksi HR : 128 x/i dikompres
A Salmonella R : An. D rewel (menangis), dan -Ibu mengatakan An. D
Typhi tidak tenang sudah diberikan banyak
30 minum
A Mengamati membran mukosa bibir, -Ibu klien mengatakan
P pengisian kapiler dan turgor kulit bahwa An. D tidak
R pada An. D banyak berakivitas
1
I Hasil : hanya berbaring di
L Bibir kering tempat tidur
2013 CRT & turgor kulit < 2 detik -Ibu klien mengatakan
sudah memberikan
Menganjurkan An. D untuk banyak pakaian yang tipis dan
minum ± 2-2,5 L/hari menyerap keringat
H : Minum (+) -Ibu klien mengatakan
R : An. D tidak sulit minum sudah memberikan obat
penurun panas yang
Menganjurkan ibu untuk diberikan
melakukan kompres hangat pada
dahi, ketiak, dan lipat paha

16
H : Ibu melakukan kompres hangat O:
di dahi -Teraba panas di dahi
R : Ny. I mengambil handuk kecil -T : 38 0C
dan air hangat dan melakukan HR : 130 x/i
kompres hangat RR: 30 x/i
-Kompres (+)
Menjelaskan kepada ibu klien -Minum (+)
tentang pentingnya tirah -Terbaring di tempat
baring/pembatasan aktivitas selama tidur
fase akut -Bibir lembab
H : Ibu memahami manfaat tirah -Memakai baju tipis dan
baring selama fase akut (demam) menyerap keringat
R : Ibu dan An. D memperhatikan -Abdomen : suepel
penjelasan yang diberikan -Paracetamol
IVFD RL 30 gtt/i
Menjelaskan kepada Ibu klien
tentang pentingnya menggunakan A:
pakaian yang tipis dan menyerap Masalah peningkatan
keringat bagi An. D suhu tubuh teratasi
H : Baju An. D tipis dan menyerap sebagian
keringat
R : Ibu sudah memahami P : Intervensi
pentingnya pakaian tipis dan dilanjutkan :
menyerap keringat bagi An. D Kaji TTV
Anjurkan banyak
Berkolaborasi dalam pemberian minum
terapi sesuai indikasi Anjurkan untuk
H: kompres hangat

17
IVFD RL 30 gtt/i Kolaborasi dalam
Cotrimoxazole 2 x cth II pemberian terapi
Paracetamol 3 x 1 tab
R : An. D mau meminum obat yang
telah diberikan dan tidak ada tanda-
tanda alergi

Melihat hasil pemeriksaan darah


dan feses
Hasil :
Hb : 15,6 g/dl
Ht : 46,9 %
Leu : 9.103/ml
Tromb : 189. 103/ml
LED : 5 mm
Widal :
O : 1/80 1/80 1/40 1/80
H : 1/40 1/40 1/80 1/80

Mengamati adanya peningkatan


suhu terus menerus, distensi
abdomen, dan nyeri abdomen
H : Suhu masih 38,1 0C, distensi
abdomen (-), suepel (+)
R : An. D mengatakan tidak
merasakan sakit dibagian perut

18
2 Gangguan pola Menanyakan kepada ibu pola S:
eliminasi eliminasi An. D Ibu klien mengatakan
(BAB) b/d H : ibu klien mengatakan An. D bahwa An. D belum ada
konstipasi belum BAB ± 1 minggu BAB
R : An. D mengatakan tidak sesak An. D mengatakan tidak
BAB, Ibu klien mengatakan cemas merasakan sakit pada
karena AN. D tidak BAB selama ± perutnya
1 minggu An. D mengatakan tidak
Mendengarkan suara peristaltik ada sesak BAB
usus An. D mengatakan tidak
H : Terdengar peristaltik usus suka makan buah
Mengkaji adanya keluhan nyeri pepaya dan pisang
abdomen An. D mengatakan sudah
H : abdomen : suepel, nyeri (-) minum obat
R : An. D mengatakan tidak ada
sakit dibagian perut O:
Menganjurkan ibu klien untuk BAB (-)
memberikan makan-makanan Abdomen : suepel
lunak, dan buah-buahan yang M2 TKTP + telur rebus
merangsang BAB (pisang, pepaya) Makan apel (+)
H : M2 TKTP (pakek telur), makan Lactulosa 3 x cth I
buah apel A:
R : Ibu klien mengatakan Masalah pola eliminasi
memberikan makanan yang di belum teratasi
sediakan oleh RS dan pakek telur,
Ibu klien mengatakan An. D hanya P : Intervensi
mau makan buah apel dilanjutkan :

19
Berkolaborasi dalam pemberian Kaji eliminasi klien
terapi sesuai indikasi Auskultasi bunyi usus
H : Lactulosa 3 x cth I Anjurkan makan-
R : An. D mengatakan belum ada makanan lunak dan buah
BAB Kolaborasi dalam
pemberian terapi

3 Intoleransi Mengkaji tingkat toleransi klien S:


aktivitas b/d terhadap aktivitas Ibu klien mengatakan
kelemahan H : Hanya bisa duduk dan terbaring bahwa An. D hanya bisa
fisik, tirah R : An. D mengatakan badanya berbaring dan duduk di
baring lemah tempat tidur
Ibu klien mengatakan
Mengkaji jumlah makanan yang anaknya sulit bergerak
dikonsumsi klien karena terpasang infus
H : Diet M2 TKTP 3x/hari, makan di kaki sebelah kanan
roti (+), makan buah (+)
R : Ibu klien mengatakan An. D O:
makan 3 x/hari tetapi tidak Berbaring di tempat
dihabiskan tidur
Terpasang infus di kaki
Memberi penjelasan kepada ibu sebelah kanan
untuk menjaga An. D agar tidak k/u : lemah
banyak bergerak
H : An. D hanya terbaring di tempat A :
tidur Masalah aktivitas belum
teratasi

20
R : Ibu klien mengatakan akan
membatasi aktivitas An. D P : Intervensi
dilanjutkan :
Membantu klien melakukan Kaji tingkat toleransi
aktivitas sesuai kebutuhan klien terhadap aktivitas
H : Membantu An. D duduk Bantu melakukan
R : An. D mengatakan senang bisa aktivitas sehari-hari
duduk sesuai kebutuhan
Anjurkan untuk tirai
Melibatkan keluarga dalam baring selama fase akut
pemenuhan kebutuhan aktivitas Libatkan keluarga dalam
sehari-hari pemenuhan kebutuhan
H : Ibu klien bekerja sama dengan aktivitas sehari-hari
baik
R : Ibu klien mengatakan mau
membantu perawat

Memberikan kesempatan pada


klien melakukan aktivitas sesuai
indikasi
H : Bermain handphone
R : An. D senang bermain bola di
HP

1 R Peningkatan Mengukur tanda-tanda vital An. D S:


A suhu tubuh H: Ibu klien mengatakan
B (hipertermi) T : 36,2 0C bahwa anaknya sudah
U b/d proses RR : 28 x/i tidak demam lagi

21
infeksi HR : 92 x/i Ibu mengatakan akan
O1 Salmonella R : An. D sudah membaik dan menjalankan anjuran
Typhi terlihat lebih segar yang telah diberikan
M apabila anaknya demam
E Menganjurkan ibu klien untuk lagi
I memberikan banyak minum apabila Ibu klien mengatakan
demam masih memberikan obat
2013 H : Minum (+) penurun panas karena
R : Ibu klien akan memberikan takut demamnya
banyak minum apabila An. D terulang lagi
demam Ibu klien berterima
kasih atas penjelasan
Menganjurkan ibu untuk yang telah diberikan
melakukan kompres hangat apabila kepadanya
demam terulang kembali
H : Ibu akan melakukan kompres O:
hangat apabila demam lagi Ekspresi wajah ibu klien
R : Ibu klien mengucapkan terima terlihat senang
kasih atas anjuran yang diberikan k/u : membaik
T : 36,5 0C, RR : 28 x/i,
Berkolaborasi dalam pemberian HR : 92 x/i
terapi sesuai indikasi Minum (+)
H: Bibir lembab
IVFD RL 30 gtt/i Paracetamol 3 x 1 tab
Cotrimoxazole 2 x cth II IVFD RL 30 gtt/i
Paracetamol 3 x 1 tab
R : An. D mau meminum obat yang A:
telah diberikan

22
Masalah peningkatan
suhu tubuh sudah
teratasi

P : Intervensi
dihentikan.

2 Gangguan pola Menanyakan eliminasi kepada An. S:


eliminasi D Ibu klien mengatakan
(BAB) b/d H : BAB (-) bahwa anaknya sudah
konstipasi R : An. D mengatakan belum ada BAB tetapi sedikit
BAB, Ibu klien mengatakan Ibu klien mengatakan
anaknya tidak ada merasakan sesak feces anaknya keras dan
BAB. bau, berwarna kuning
Ibu klien mengatakan
Mendengarkan suara peristaltik anaknya juga makan
usus pisang walaupun harus
H : Terdengar peristaltik usus dipaksa terlebih dahulu
R : An. D mengatakan tidak ada Ibu klien mengatakan
sesak BAB siang ini anaknya makan
dengan nasi yang telah
Mengingatkan kembali ibu klien disediakan dan pakai
untuk memberikan makan-makanan telur
lunak, dan buah-buahan yang
merangsang BAB (pisang, pepaya) O:
H : M2 TKTP (pakek telur), makan Peristaltik usus (+) 12
pisang (+) x/i

23
R : Ibu klien mengatakan anaknya M2 TKTP + telur rebus
pagi ini makan dengan nasi, telur, Makan pisang (+) ¼
dan sayur bening bagian
Lactulosa 3 x cth I
Berkolaborasi dalam pemberian
terapi sesuai indikasi A:
H : Diet M2 TKTP, Lactulosa 3 x Masalah pola eliminasi
cth I teratasi

P : Intervensi dihentikan

3 Intoleransi Mengevaluasi tingkat toleransi S:


aktivitas b/d klien terhadap aktivitas Ibu klien mengatakan
kelemahan H : Duduk dan berbaring bahwa infus anaknya
fisik, tirah R : An. D mengatakan badanya sudah dilepas jam 11.00
baring sudah tidak lemas lagi dan ingin wib
berjalan Ibu klien mengatakan
anaknya sudah membaik
Membantu klien melakukan karena sudah bisa
aktivitas sesuai kebutuhan berjalan dan bermain
H : hanya bisa duduk karena bersama teman 1
terpasang infus di kaki kanan ruangan
R : An. D mengatakan minta Ibu klien mengatakan
dilepaskan infusnya senang karena anaknya
besok sudah boleh
Mengingatkan untuk tirah baring pulang
apabila masih lemah

24
H : k/u : membaik Ibu klien mengatakan
R : An. D mengatakan ya akan menjaga anaknya
agar tidak terlalu
Melibatkan keluarga dalam kecapaian karena belum
pemenuhan kebutuhan aktivitas sembuh betul
sehari-hari Ibu klien mengucapkan
H : Makan dibantu, kencing terima kasih karena
dibantu, dan duduk mandiri sudah perduli dengan
R : Ibu klien mengatakan aktivitas anaknya
anaknya masih harus dibantu
O:
Ekspresi ibu klien
senang
An. D terlihat senang
dan bermain bersama
teman 1 ruangan
k/u : baik
tampak lebih segar

A:
Masalah aktivitas
teratasi

P : Intervensi dihentikan
oleh mahasiswa. Terapi
pengobatan dilanjutkan
oleh pegawai ruangan

25
DAFTAR PUSTAKA

Suryadi. 2001. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Jakarta : CV Agung Setia

Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit, Edisi 2. Jakarta : EGC

Soegeng, S. 2005. Ilmu Penyakit Anak “Diagnosa dan Penatalaksanaan”. Jakarta : Salemba
Medika

26