You are on page 1of 29

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATA HIPERTYROID

Oleh :

Kelompok II

Nama :

 Astuty W. Tuwilai
 Erfil Embuai
 Adolof Berhitu
 Yulen Kay

SEKOLAH TINGGI ILMU KESHATAN

PASAPUA AMBON

2018/2019
Kata Pengantatar

Puji syukur kami panjatkan kehairat TUHAN Yang Maha Esa atas berkatt dan
rahmat-Nya sehingga kami boleh menyelesaikan tugas makalah dengan judul “ASUHAN
KEPERAWATAN TYROID” kami dengan tepat waktu. Semoga makalah ini dapat
menambah wawasa bagi para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
banyak kkurangan untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami
haraapkan.

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..........................................................................................................ii

Daftar Isi ...................................................................................................................iii

BAB I. Pedahuluan

A. Definisi ..................................................................................................................... 4
B. Etiologi .....................................................................................................................5
C. Manifestasi Klinik ....................................................................................................6
1. Pemeriksaan penunjang ......................................................................................6
2. Penetalaksanaan .................................................................................................6

BAB II. ASUHAN KEPERAWATAN

D. Masalah yang lazim muncul ....................................................................................7


1. Ketidak efktifan pola nafas ...............................................................................7
2. Hipertermia b.d peingkatan laju metablisme ...................................................10
3. Penurunan curah jantung b.d hiperiroid tidak terkonntrol, hipermetabolisme,
peningkatan beban kerja jantung ......................................................................14
4. Ketidaksimbangan nutrisi kurang dari butuhan tubuh b.d peningkatan
metabolsime (msukan nutrisi kurang) ..............................................................17
5. Kerusakan integritas kulit .................................................................................20
6. Hambatan metabolisme fisik b.d kelemahan otot, fatique ...............................22
7. Retensi urine .....................................................................................................25
8. Diare .................................................................................................................26
E. Dischrege plainning ...............................................................................................28
F. Patofisiologi ...........................................................................................................29

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................30


BAB I

PENDAHULUAN

A. Definisi
Hipertiroid atau Hipertiroidesme adalah suatu keadaan atau gambaran kinis akibat
produksi hormo tiroidyng berlebihan oleh kelenjar tirod yang terlalu aktif. Karena
tiroid memproduksi hormon tiroksin dari lodium, maka lodium radiaktif dalam
dosis kecil dpat di gunakan ntk mengobatinya (mengurangi intensitas fungsinya).
B. Etiologi
Hiperiroidise dapat terai akibat difungsi kelenjar tiroid, hipofisis atau hipotalamus.
Peningkatan akibat malfungsi kelear troid aan distaipenurunan TSH dan TRF karena
unpan balik negatifTH terhdap plepsan keuanny.

Hipriroidisme akiat malfungsi hipofisis membikan gambaran kadar TH dan TSH yang
tinggi . TRF aan rendah karena umpan balik negatif dari TH dan THS.
Hipertiroidisme akaibat malfungsi hioalamus kan memperlihtkan TH yang tingi di
sertai THS dan TRH yang berlebihan.
Bebrapa penyakit yang menyebabka Hipertroid yaitu;
1. Penyakit Graves
Penyakit ini disebabkan oleh kelenjar tiroid yang overaktif dan merupakan
penyebab hiertiroid yang peling sering di jumpai . penyakit ini biasanya turunan.
Wanita 5 kali lebih sering dari pada pria. Diduga penyebabnnya adalah penyakit
autoimun, dimana antibodi yang di temukan dalam preredaran darah yaiu tyroid
stmuating immunorigobulin (TSI antibodies), Tyroid peraksidase antibodies (TPO
dn TSH receptor antibbodies (TRAB). Penceus kelainan ini adalah stes, merokok,
radiasi, kelainan mata an kulit, penglihatan kabur, ensitif terhadap sinar, terasa
seperti da pasir di mata. Ata dapa menonjol keluar hngga double fision. Peyakit
mata ini sering berjalan sendii dan tidak terganting pada tingi rndahnya hrmon
tyroid. Gangguan kulit menyebabkan kulit jai merah kehilangan rasah sakit erta
berkeringat bayak
2. Toxic Nodular Goiter
Benjolan leher akibat pembesaran tyroid yang berbenuk biji padat bisa satu atau
banyak. Kata Toxic berarti hipertiroid , sedangkan Nodula atu biji itu tidak
terkonol oleh TSH sehinga memproduksi hormon tyroid yng brlebihan.
3. Minum obat hormon tiroid berlebian
Keaan demikin tidak jarang terjadi karena priksa lbortorium an kontrol ke dokter
yang tiak teratur. Sehingga pasien terus minum obat tiroid, ada pua oraang yang
mnum obat tyroid dengan tujuan menurunkan badaan hingga timbul efk samping.
4. Produksi TSH yang abnormal
Poduksi TH kelenjar hipofisis dapat memproduksi TSH berlebihan sehingg
merangaang tiroid menglurkan T3 dn T4 yang bayak.
5. Tyroiditis (rdang kelenjar tyroid)
6. Teriditis sring terjadi paa Ibu setelh melahirkan, i sebut tiroiditis, pasca persalnn,
di mana pad fse awal timbul keluhan hprtiroid, 2_3 bulan kemuian keluar gejla
ahipiroid
7. Konsumsi yodium brlebihan
Bila konsumsi berlebihan bia menimblkan hieriroid, kelainan ini bianya timul
apabila sebelumnya i pasien mmng sudh d kelnn kelenjar tiroid.
C. Mnifestasi Kinik
1. Peingkatan fekuens denyut jantung
2. Peninggkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkata kepekaan terhadap
katekolamin
3. Peningkatan laju metabolisme basl, eningkaan bembentukan panas, intolera
terhdap panas, kengat berlebihan,
4. Penuunan berat, peningkatan ras lapar atu nafsu makan baik
5. Peingkatan frekuensi buang bsar
6. Gondok (bisanya, yaitu penngkatan ukuran keenjar tiroid)
7. Gangguan reproduksi
8. Tiak tahan panas
9. Cepat letih
10. Pembesrn klenar tiroid
11. Mata melotot (exoptamus) hal ini trjad sebagi akibat dri peimbunan zat di lam
orbit mata.

Pemeriksaan penunjang

1. TSH serum (biasanya menurun)


2. T3, t4 (biasanyameningkat)
3. Test darah hrmon troid
4. X-ray scan, CAT SCAN, MRI SCAN (untuk menetksi adanya tumor)

Penatalaksanaan

Pilihan pengobtan tergntng pada beberapa hal anara lain berat ringanya tirotoksikosis,
usia pasin, besrny trum, keterdaan obat anti tiroid dan respon atau raksi terhadapnya
serta penyakit lain yang menyertainya. Tiga jenis pengobatan terhadap hiperiroidisme
antara lain;

1. Obat ant tiroid


Golongan tionamid; trdapat dua kelas obat glongan tiroid yitu tiourasil dan
imidasol. Tiourail di psarka dngan nama propil tiurasil (PTU) dan imidsl di
pasarkan degan nam metimazol dan karbimazol. Obat golongan tinamid lain ang
baru beredar ialah tamazol yg isinya saa dngan metimzol. Obat gologa tionamil
mempunyai efek inta da ekstra tiroid, mkaisme aksi inr tyroid yng utama ialah
mencegh/mengurangi biosintesis homon tyroid T3 dan T4, dengan cara
menghambat oksidasi dan organifikasi iodium, menghambat coupling iodotirosin,
mngubah strutur olekul tirgobulin dan menghambat sintsis tirogobulin. Edangkan
mekanisme aksi ekstra tyoid yang utama iaah mengnbt konfrs i T4 menjai T3 di
jringanpeifer (hnanya PTU, tidak pada metimazol).
1. Pembdahan
2. Terapi yodium radioatif
BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

D. Masalah yang lazim mucul


1. Ketidak efktifan pola nafas (hal. 297, bgn 36)
Asuhan Keperawata Nanda NIC-NOC
No
Diaknosa Keperawatan Tujuan dan kriteria hasil Intervensi

36 Ansietan NOC NIC

Definisi : inspirasi  Respiratory status Airway management


dan/atau ekspirasi yang ; ventilation
 Buka jalan nafas,
tidak memberi fentilasi  Resspiratory status
gunakan tenkni
; air way patency
Batasan karakteristik chinlift / jawthrust
 Vital sign status.
 Perubahan bila perlu
kedalaman Kritera hasil  Posisikan pasien
pernafasan untuk
 Mendemonstasikan
 Perubahan ekskursi memaksimalkan
btuk efektif dan
dada fentilsi
suara nafas yang
 Mengambil posisi  Identifikasi pasien
bersik, tidak da
tiga titik perlunya
sianosis dan
 Bradikneu pemasangan alat
dispneu (mampu
 Peurunan jalan nafas buatan
mengeluarkan
teananekspirasi  Pasang mayo bila
sputum , mampu
 Penurunan fentilsi perlu
bernafas dengan
semenit  Laakukan fisiterapi
mudah, tidak ada
dada jika prlu
 Penrunan kapasitas ursed lips )
 Keluarkan sekret
vtal  Menunjukan jalan
dengan batu atau
 Dipneu nafas yang
suction
 Peingkatan paten(klien tidak  Auskultasi suara
diameter anterior- merasa trcekik, nafas, catat adanya
posterior irama nafas, suara tambahan
Pernapasan frekuensi  Lakukan suction
cuping pernafasan dala pada mayo
hidung entang normal,  Berikan broko
Ortopneu tdak ada suara dilatorbila perlu
Vase nafas abormal)  Brikan pelembab
ekspirasime  Tanda-tanda vital udara kasa basa
menjang alam reag normal NACL lembab
Pernapasan (tekaa darah, nadi ,  Atur intake untuk
bibir pernafasa) caia
Takipneu mengoptimalkan
Penggunaan kesembagan
otot  Monitor respirasi
Aksesorius dan status O2
Untuk oxygen terapy
bernapas  Bersikan mulut,
hing dan skre
Faktor yang
trakea
berhubungan
 Prtahankan jalan

 Ansietas nafas yang paten

 Posisi tubuh  Atr perlatan


oksgenasi
 Deformitas tulang
 Monitor aliran
 Deformitas dinding
oksign
dada
 Pertahankan posisi
 Eletihan
paien
 Hiperfenilai
 Obervasi adanya
 Sindrom
tanda-tanda
hpofntilasi
hipofentilasi
 Gangguan
 Monitor adanya
muskuloskletal
kecmasan paien
 Kerusakan
neurogis terhadap
 Imaturitas oksigenasi
nurologis  Vitalsign
 Difungsi monitoring
neuromuskular  Monitor TD, nadi ,
 Obesitas suhu dan RR

 Nyeri  Catat adanya

 Keletihan otot fluktuasi TD

pernapasan Cedrh  Monitor VS saat

Medula Spinalis paien erbaring,


duduk, berdiri
 Aukultasi TD pada
kedua lengan dan
bandingkan
 Monitor td nadi, rr
sebelum , selama,
dan teh aktivita
 Monitor kualitas
dri nadi
 Monitor fekuensi
dan irama
prnapasan
 Monitor suara paru
 Montor pola
pernafasan abormal
 Monitor suhu,
warna dan kelemba
kulit
 Monitor sianosis
prifer
 Monutor adanya
chushing triad
(tekanan nadi yg
melebar,
bradikardi,
prningkatan
sistolik)
 Identifikas
penyebab dri
perubahan vtalsign

2. Hipertermia b.d peingkatan laju metablisme (hal. 273)

No Diaknosa Keperawatan Tujuan dan kriteia hasil Intervensi

19 Hipertermia NOC NIC

Definisi ; peningkatan Thermogulation Fevertreatment


suhu tubuh di atas ksran
Kriteria hasil ;  Monitor suhu
normal
sesering mungkin
 Suhu tubuh alm
Batasan karakteristik  Monitor IWL
rentang normal
 Monitor warna
 Konfusi  Nadi dan RR daam
dan suhu kulit
 Kulit kemerahan rentang normal
 Monitor td, nadi
 Peningkatan suhu  Ta ada perubahan
dan RR
tubuh diatasksaran warna kulit dan
 Monitor penurunan
normal tidak ada pusng
tingkat kesadaran
 Kejang  Monitor WBC , hb
 Takkardi dan Htc
 Takpnea  Monitor intake dan
 Kulit teraa hangat otput
 Berikan anti piretik
Faktor-fakor yang
berhubungan  Berikan
pengobatan untuk
 Anaastesia
mengatasi penyebb
 Penurunan
demam
respirasi
 Selimuti psien
 Dehidrasi
 Lakukan tapid
 Pemaajanan sponge
 Lingkunan yang  Koaboras
panas pemberian cairan
 Penyakit ntra vena
 Pemakaian pakian  Kompres pasien
yng tidak sesuai pada lipat paha
engan suhu  Dan aksila
lingkungan  Tingkatkan
 Peningkatan laju sirkulasi udara
metabolisme  Berikan
 Medikasi pengobaatan untuk
 Trauma mencegah tejainy
 Aktifitas menggigil
berlebihan
Temperture regulation

 Monitor suhu
minimal tiap 2 jam
 Rencnakan onitorin
g suhu kontnue
 Monitor td, nadi
dan rr
 Montr warna da
suhu kulit
 Mntr ttd hirermi
dan hipotermi
 Tingkatkan intake
airan an ntrisi
 Selimuti pasien
untuk mencegah
hilangnya
kehangatan tbuh
 Ajarkan pd paien
cara mencegh
keletiha akibt
panas
 Diskusikan tentang
pentingnya pegtran
suhu dan
kemungkinan efek
negatif dari
keinginan
 Beritahuka tntang
indikasi tejadinya
keletiha dan
penanganan
emergency yg di
perlukan
 Ajarkan ndikasi
dari hiportermi dan
penangana yang di
prlukan
 Berikan anti piretik
jika prlu

Vitalsing monitoing

 Monitor td, nadi,


suhu dan rr
 Catat
adanyafluktuasi
TD
 Montr VS sa
pasien berbaring,
dudu, berdiri
 Auskultasi td pd
kdua lengan dan
b.d
 Mntr td, nadi, rr
sebslum, selama,
dan setelah akfitas
 Mntr kualita dari
nadi
 Mntr frekuensi
dan irama pernasan
 Mntr suara paru
 Mntr ola
pernapasan
abnormal
 Mntr suhu, warna
dan kelbaban kulit
 Mntr sianosis
perfer
 Mntr adanya
cushingtreat
(tekanan nadi yg
melebar, brdikardi,
peningkatan
sistolik)
 Identifikasi
penyebab dari
perubahan fitalsign
3. Penurunan curah jantung b.d hiperiroid tidak terkonntrol,
hipermetabolisme, peningkatan beban kerja jantung n(hal. 308)

Tujuan dan Intervensi


N Doagnosa
kriteria hasil
o Keperawatan

NOC NIC
Definisi;
Krieria hasil Karddiacare
ketidakadekuatan darah
 Tanda - Efaluasi adanya nyeri
yng di pompa oleh
vital dada (intensitas,
jantug untuk mmenuhi
dalam lokasi dengan durasi)
kebutuhan metaboli
rentang - Catat adanya disritmia
tubuh
nrmal (td, jantung

Batasa karakeristik nadi - Catat adanya tanda


respirasi) dan gejala penuuna
 Perubahan  Dapat kardia putput
frekensi atau mentolern - Monitor
rema jantung si aktifitas, sttuskdiofaskuler
- Aretmia tidak ada - Mnr status penapasan
- Bradikrdik kelelahn yg menandakan
trakiardik  Tidak ada gagaljantung
- Perubahan edema - Monitor abdomen
EKG paru sebagai inikatr
- Palpitasi perifer dan peuunan perkusi
- Perubahan tidakk ada - Mntr balace cairan
prload asites - Mntr danya
- Penurunan  Tidak ada perubahaan td
kaan vena penurunan - Monitorespon pasien
sentra (cvp) kesadarn terhdap efek
- Penurunan pengobatan trhadp
tekana arteri antiaritmi
paru (pawp) - Atur periode latihn a
- Edema itrhat untk mnghinari
keletihan klelahan
- Peningkatan - Mntr tolerasi aktifitas
cvp pasien
- Peingkatan - Monitor adanya
pawp dispneu, patigue,
- Distnsi vena takipneu, n ortopneu
jugular - Anjurkn untuk
- Murmur menuunkan stres
- Peningkatan Fitalsign monitoring
berat badan - Monitor td, nd, sh, rr,
 Perubahan - Catat adanya
afterload fluktuansi td
- Kulit lembab - Monitor FS saat
- Penurunn berbring, duduk/berdii
nadi erifer - Auskultasi td pada
- Penurunan kedu lengan
reistasi danbandingkn
faskular - Monitr td nadi, rr
- Paru sebelum, selama dan
(kulmunari setelah aktifits
vaskula, - Monitr kualitas dari
resistence, ndi
pfr) - Monitor adanya
- Peurunan pulsus paradosus
resitasi - Pulsus paradoksus
vaskular - Monnitor adanya
stemik (svr) pulsus alteran
- Dipsnea - Mntr jumlah dan
- Peningkatan irama jantung
pvr - Mntr bunyi jntung
- Peningatan - Mntr freuensi dan
svr irama pernapasan
- Oligurria - Monitor suara paru
- Pengisirs - Monitor pla
kapiler pernapasan abnormal
memanjang - Monitor suhu, warna
- Perubahan dan kelembaban kulit
warna kulit - Mntr sinsis perifer
- Farias - Mntr adana
padapembaca cusingtriad (tekanan
an td nadi, yang melebar,
 Prubahan bradikardik,
kntrtiltas peningkatan sistolik)
- Batuk - Identifikasi penyebab
- Penurunan dari perubahan fital
indes ssign
jantungPenur
unan fksi
ijeksi
- Orttopnea
- Dispnea
parksisma
nokturnal
- Penurunan
lvswi (left
ventricular
stoke work
inekx)
- Penurunan
stroke
volume
indeks (svi)
- Bunyi s3,
bunyi s4
 Perilaku atau
emosi
- Ansietas,
gelisa
Fator yang
berhubungan
 Perubahan
afterload
 Perubahan
kotraktilits
 Perubahan
freuensi jantung
 Prubahan
preload
 Perubahan irama
 Peubahan olume
sekuncup

4. Ketidaksimbangan nutrisi kurang dari butuhan tubuh b.d peningkatan


metabolsime (msukan nutrisi kurang) hal. 302

No Diagnosa Tujuan dan Intervensi


Keperawatan kriteria hasil

39 Ansietas Noc Nic


Keseimbangan nutrsi  Nutrisi Nutrition management
kurang dari kebuthan status - kaji adanya alergi
tubuh  Nutriona makanan
Definisi ; asupan status ; - Kolaborasi dengan
nutrisi tdk cukup untuk food and ahli gizi untuk
emenuhi kebutuhan fluid menentukan jumlah
metabolik  Intake kalori dan nutrisi yang
Batasan karakteristik  Nutritiona di butuhkan paisen
; l status ; - Anjurkan pasien
 Kram abdomen nutrient untuk meningkatkan
 Nyri abdomen intake protein dan vitamin c
 Menghindari  Weight - Berikan Substansi
mkanan control gula

 Beret bada 20% Kriteria hasil ; - Yakinkan diet yang di

atau lebih di  Adanya makan mengandung

bawah berat peningkat tinggi serat untuk

dada ideal an berat mencegah konstipasi

 Kerapuhan badan - Berikan makanan yng

kapiler sesuai terpilih (sudah d

 Diare degan konsutasikan dengan


tujuan ahli gizi)
 Kehilangan
 Baratbada - Ajarkan pasien
rambut
n bagaimana membuat
berlebihan
bertambah catatan mknn harian
 Bising usus
ideal - Monitor jumlah nutrsi
hiperaktif
sesuai dan kandungan kalori
 Kurang
denga n - Berikan informasi
makanan
tinggi tentang kebutuhan
 Kurang
badan nutrisi
informasi
 Mampu - Kaji kemampuan
 Kurang minat
mengident pasien untuk
pada makanan
ifikasi mendapatkan nutrisi
 Penurunan berat
kebutuhan yang di butuhka
badan dengan
nutrisi Nutrition Monitoring
asupan makanan
 Tidak ada - BB pasien adalah
adekuat
tanda- batas normal
 Kesaahan
tanda - Monitor adanya
konsepsi
malnutrisi penurunan berat
 Ksalahan
 Meunjuka badan
informasi
n - Mnitor tipe dan
 Membran
mukosa pucat peningkat jumlah aktifitas yang
 Ketidakmampua an fungsi biasa di lakukan
n memekan pengecapa - Monitor interaksi
makanan n dari anak orangtua
 Tonus otot menelan selaama makan
menurun  Tidak - Monitor lingkungan
 Megeluh terjadi selama makan
gangguan penurunan - Jadwalkan
sensasi rasa berat pengobatan dan

 Mengeluh asupn badan tindakan tidak selama

makanan kurang yang jam makan

 Cepat kenng berarti - Monitor kulit kring

saat makan dan perubaahan

 Seriawan pigmentasi

rongga mulut - Monitor turgor kulit


- Monnitor kekeringan,
 Steeatorea
rambuut kusam, dan
 Kelembaban
mudah patah
otot pengunya
- Monitor mual dan
 Kelembaban
muntah
otot menelan
- Monitor kadar
Faktor-faktor yang
albumin, total protein,
berhubungan ;
hb, dan kadar ht
 Faktor biologis
- Monitor pertumbuhan
 Faktor ekonomi
danperkembangan
 Ketidak
- Monitor pucat,
mampuan untuk
kemerahan dan
mengabsorbsi
kekeringan jaringan
nutrien
konjungtiva
 Ketidak
- Monitor kalori dan
mampuan untuk
intake nutrisi
mencerna
- Catat adanya edema,
makanan
hiperemik, hipertonik
 Ketidak
mmpuan papila lidah dan
menelan cavitas oral
makanan - Catat jika lidah
 Faktor brwarnah magenta,
psikologis scarlet

5. Kerusakan integritas kulit (hal 286)

No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi


Keperawatan hasil
28 Kerusakan Noc NIC
integritas jaringan  Tissue integrit : Prssure ulcer prevention
Definisi: kerusakan skin and would care
jaringan membran mucous - Anjurkam pasien
mukosaa, kornea,  Wound healing: untuk
integumen, atau primary and menggenakan
subcutan secondary pakaian yang
Batas karakteristik intention longgar
 Kerusakan Kriteria hasil - Jaga kulit agar
jaringan (mis,  Perfusi jaringan tetap bersih dan
kornea, normal kering
membran  Tidak ada - Mobilitasi pasien
mukosa tanda-tanda (ubah posisi
kornea, infeksi pasien) setiap dua
kornea,  Ketebalan dan jam sekali
integumen, tekstur jaringan - Monitor kulit akan
atau normal adanya kemerahan
subkutan)  Menunjukan - Oleskan lation atau
 Kerusakan pemahaman minyak/baby oil
jaringan dalam proses pada daerah yang
Faktor yang perbaikan kulit tertekan
berhubungan dan mencegah - Monitor aktifits
 Gangguan terjadinya dan mobilitasi
sirkulasi cidera berulang pasien
 Iritan zat  Menujukan - Monitor status
kimia terjadinya nutrisi pasien
 Defisit cairan proses - Memandikn pasien

 Kelebihan penyembuhn dengan sabun dan

cairan luka air hangat

 Hambatan - Observasi luka :

mobilitas fisik lokasi, dimensi

 Kurang kedalaman luka,

pengetahuan jaringan nekrotik,


tanda-tanda nfeksi
 Faktor
lokal, formasi
mekanik (mis,
traktus
tekanan,
- Ajarkan keluarga
koyakan/robk
tentang luka dan
an, friksal)
perawata luka
 Faktor nutrisi
- Kolaborasi ahli
(kekurangan
gizi pemberian diet
atau
TKTP (tinggi
kelebihan)
kalori tinggi protei)
 Radiasi
- Cegah
 Suhu ekstrem
kontaminasei face
dn urin
- Lakukn teknik
perawatan luka
dengan steril
- Berikan posisi
yang mengurngi
tekanan pada luka
- Hindari kerutan pd
tempat tidur
6. Hambatan metabolisme fisik b.d kelemahan otot, fatique (hal 271)
N Diagnosa Keperawata Tujuan dan kriteria Intervensi
o hasil
Hambatan Noc Noc
18
metabolisme fisik  Joint movement Exercise therapy :
Deinisi: keterbatasab pd active ambulation
pergerakan fisik tubuh  Mobility level - Monitoring
atau satu/lebih  Sef care : ADLs vitalsign
ekstremitas secara  Transfer sebelum/sesu
mandiri dan terarah. performance dah latihan
Batasan karakteristik dan lihat
Kriteria hasil:
 Penuruna waktu respom
reaksi  Klien menigkat pasien saat
 Kesulitan dalam aktifitas latihan
membolak-balik fisik - Konsultaskan
posisi  Mengeri tujuan dengn terapi
 Melakukan dari peningkatan fisik tentang
aktifitas lain mobilitas rencana
sebagai pegganti  Memferbalisasikan ambulasi
pergerakan (mis, perasaan dlam sesua dengan
meningkatkan meningkatkan kebuuhan
perhatian pada kekuatan dn - Bantu klien
/aktifitas orang kemmpuan ntuk
lain, berpindh menggunakan
mengendlikan  Mempergerakan tongkat at
prilaku, focus penggunaan alat berjalan
pada  Bntu untuk dengan cegah
ketunadayaan/akt mobilitasi (walker) terhadap
ivitas sebelum ciderah
sakt) - Ajarkan pasien

 Dispnea setelah aatau tenaga

beraktivias keshatan lain

 Perubahan cara tntang


berjalan teknikk
 Gerakan bergetar ambulasi
 Keterbatasan - Kaji
kemampuan kemampuan
melakukan pasien dalam
ketrampilan mobilisasi
motorik halus - Latih psien dlm
 Keterbatasan pemenuhan
kemampuan kebbuthan
melakukan ADLs secara
ketrampilan mandiri
motorik asar sesuai

 Keterbatasan kemampuan

rentang - Dampingi dan

pergerakan sendi bantu pasen

 Tremor akibat saat obilisasi

pergerakan dan bantu

 Ketidak stbilan penuhi

postur kebutuhan
ADLs
 Pergeraka lambbat
- Berikan alt
 Pergerakan tidak
bantu jika
terkontamidasi
klien
Faktor yang memerlukan
berhubungan - Ajarkan pasien
bagaiman
 Intoleransi
merubah
aktifitas
posisi da
 Perubaha
berikan
metabolisme
bantuan jika
seluler
di perlukan
 Ansiets
 Indeks masa tubuh
di atas perentil
ke-75 sesuai usia
 Gangguan kognitif
 Kostraktur
 Kepercayaa
budaya tentang
aktiitas sesuai
usia
 Fisik tidak bugar
 Penurunan
ketahana tubuh
 Penurunan kendali
otot
 Penuruna masa
otot
 Mainutrisi
 Gangguan
muskuloskeletal
 Gangguan
neorumskular,
nyeri
 Agens obat
 Penurunan
kekuatan otot
 Kurang
pengetahuan
tentang aktifitas
fisik
 Keadaan mood
depresif
 Keterlaambatan
perkembngan
 Ketidknyamanan
 Disuse, kaku sendi
 Kurng dukungan
lingkungan (mis,
fisik atau sosiial)
 Keterbatasan
ketahanan
kardiovaskuler
 Kerusakan
integritas
sturktur tulang
 Program
pembatasan
gerak
 Keenggana
memulai
pergerakan
 Gaya hidup
menonton
 Ganguan sensori
perstual

7. Retensi urine (hal. 345)

NO Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi


Keperawatan hasil

65 Retensi urine Noc Nic

Definisi: pengosongan  Urinary Urinary retention care


kandung kemih tidak elimination
- Moitor intake dan
komplit  Urinary
output
continence
Batasan karakteristik - Monitor
Kriteria hasil: penggunaan
 Tidak ada
haluaran urine obatantikolione
 Kandung kemih
 Distensi kandung rgik
kosong secara
kemih - Monitor derajat
penuh
 Menetes, disuria distensi blader
 Tidak ada
 Sering berkemih - Instruksi pada
residuh urine
 Inkontinensia pasien dan
>100-200cc
aliran berlebih kelarga untuk
 Bebas dari ISK
 Residu urine, mencatat otput
 Tidak ada
berkemih urine
spasme bladder
sedikit - Sediakan prvasi
 Balance cairan
 Sensasi kandung untk eliminasi
seimbang
kemih penuh - Stimulasi refleks
blader dengan
Faktor yang kompres dingin
berhubungan paada abdomen
- Katerisasi jika
 Sumbatan
perlu
 Tekanan ureter
- Monitoring tanda
tinggi
dan gejala ISK
 Inhiisi arkus,
(panas,
sfingter kuat
hematuria,
peubahan bau
dan konsistensi
urine)

Urinary eliminationt
management

8. Diare (hal. 251)

No Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi


Keperawatan hasil

7 Diare Noc Nic


Deinisi: pasase feses  bowel elimintion Diarhea management
yang lunak dan tidaak  fluid balanc
- evaluasi evek
berbentuk  hydration
samping
 electrolyte and
Batasan karakteristik pengobatan
acid ba balance
trhdap
 Nyeri abdomen
kriteri hasil gastrointestina
sedikitnya tiga
l
kali defekasi per  feses berbentuk,
- Ajrkan psien
hari BAB sehari sekali
untuk
 Kram tga hari
meggunakan
 Bising usus  menjaga daerah
obat antidiare
hiperaktif sekitar rectal dari
- Instrksikan
 Ada dorongan iritasi
pasien/keluarg
 tidak mengalai
a utuk
Faktor yang diare
mencatat
berhubungan  manjelaskan
warna, jumlah
penyebb diare
 Psikologis da konsstensi
dan rsionl
- Ansietas dari feses
tendakan
- Tingkat stres - Evaluasi intake
 mempertahankan
tnggi makann yang
turgor kulit
 Situasiona masuk
- Efek samping - Identifikasi
obat factor
- Penyalah penyebab dari
gunaan diare
alkohol - Observasi turgor
- Kantaminan klit seararutin
- Penyalagunaan - Ukur diare /
laksatif kelaran BAB
- Radisas tksin - Hubungi dokter
- Melakukan jika ada
perjalanan kenikana
- Siang malam bising usus
 Psikologi - Instrksika pasien
- Prosesinfeksi untk makan
dan parasit renda serat,
- Inflamasi dan tinggi protei
iritasi da tinggi
- malabsorbsi kalori jika
emungkinka
- Instruksikan
untuk
menghndaari
laksative
- Ajarkan tehnik
menurunka
stess
- Monnitor
persiapan
makana yang
aman

E. Dischrege plainning
1. Olaraga secara teratur
2. Berhenti merokok
3. Jika mengalami penurunan berat badan, berikan taambahna atau ekstra kalori atau
protein ke dalam diet untk meningkatkan kembali berat bdan
4. Jaga agar kalsium tetap tercukupi
DAFTAR PUSTAKA

Achir. (1998). Buku saku keperawatan jiwa. Jakarta : Gramedia.

Botomley C, Bourne T. Management trategies for hyperemesis. Best parcttt resclin


obstet gynaecol. Aug 2009, 23 (4). 549-64

Cedergren M, Brynhidsen j, josefsson A, ett al. Hyperemesis. Gravidarum that requires


hospitalization and the use of antiemetic drugs in relation to maternal body
composition. Am J Obstet gynecol. Apr 2008; 198;412.el-5