You are on page 1of 5

1.

Gangguan pada pankreas


Pankreatitis akut adalah penyakit inflamasi akut dimana terjadi autodigestif organ
sebagai akibat dari obstruksi duktus pankreatikus yang penyebabnya diperkirakan
karena alkohol secara berlebihan.
2. Gangguan pada intestinal
a) Tukak peptik
1) Definisi
Kerusakan atau hilangnya jaringan mukosa, sub mukosa sampai dengan
lapisan otot muskularis propia yaitu suatu daerah saluran pencernaan
makanan yang dipenuhi cairan lambung asam pepsin dengan batas yang
tajam dan bersifat buruk.
2) Etiologi
Hilangnya jaringan mukosa, sub mukosa pada otot muskularis propia
3) Gejala klinis
Ujung saraf sekitar dan dasar tukak lebih peka terhadap nyeri
Radang kimiawi yang menyebabkan spasme otot dan nyeri semakin berat
Nyeri di epigastrium
Nyeri dipunggung pada thorak ke-8 dan ke-10
b) Polip saluran cerna
1) Definisi
Masa jaringan yang menonjol ke dalam lumen dengan batas tegas yang
berbentuk kepala semisferis, oval, rata lobulasi atau pepiliform
2) Etiologi
Masa jaringan yang menonjol ke dalam lumen
3) Gejala klinis
Nyeri epigastrium
Pendarahan saluran cerna atas
Kembung
Nausea dan vomitus
Tanpa gejala
Terbanyak pada antrum
Aklorhidria
c) Duodenitis
1) Definisi
Suatu radang pada mukosa duodenum, umumnya terletak pada bulbus
dengan infiltrasi sel-sel radang terutama sel mononuklear pada lapisan
superfisial yang dapat sampai pada lapisan lebih dalam
2) Etiologi
Hiperasiditas
Anemia pernisiosa
Bakteri
3) Gejala klinis
Nyeri epigastrium
Kembung, rasa penuh di epigastrium
Nausea
Rasa terbakar, teriris, tertusuk
Diare
d) Penyakit crohn
1) Definisi
Terbentuknya ulserasi, fisura dan fibrosis dinding usus pada seluruh bagian
oral sampai anus.
2) Etiologi
belum diketahui
autoimun
infeksi dengan virus RNA
3) Gejala klinis
Sakit perut yang berulang
Diare atau konstipasi
Berat badan menurun
Kadang-kadang hipertemi
Fistel-fistel dileum, kolon dan vesika urinaria ‘
Pendarahan
Obstruksi
Dilatasi akut
Perforasi
e) Kolitis ulseratif
1) Definisi
Penyakit primer yang terdapat pada kolon yang merupakan perluasan rektum
2) Etiologi
3) Gejala klinis
Kerusakan katup illeocaecal
Panjang colon akan menjadi 2/3 normal
Hipertrofi lokal mukosa membuat stenosis yang reversibel
Radang difus mukosa
Edema, hiperemik dan erosif
Poliposis mukosa dan atrofi mukosa
Diare berat
Anemia
Dehidrasi
Demam
Takikardia
Leukositosis
Nyeri dan distensi abdomen (kolitis fulminan)
Perkembangan: kanker kolon, arttritis, iritis, eritema nodusum dan kelainan
hati.
f) Kolitis crohn
1) Definisi
Mirip dengan penyakit crohn yang menyerang semua bagian saluran cerna
2) Etiologi
3) Gejala klinis
Sifat peradangannya mengenai seluruh GIT
Rektum tidak terkena
Dinding tebal dan kaku
Hipertropi mesenterium dan pembesaran kelenjar limfe
Ulserasi yang dalam banyak fistula-fistula
Tampak granuloma (sel raksasa, tipe benda asing dan sel epiteloid)
Pendarahan masih lebih nyata
Anoreksia, panas dan penurunan berat badan
Nyeri perut bawah
Nyeri tekan pada area peradangan
Benjolan pada kolon dan spingter
g) Disentri basilar
1) Definisi
Shigellois yaitu suatu infeksi akut radang kolon yang disebapkan kuman
genus shigella
2) Etiologi
Lingkungan yang buruk
3) Gejala klinis
Ringan:
Defekasi sedikit-sedikit dan terus menerus
Sakit perut, rasa kholik dan mejan
Muntah-muntah
Sakit kepala
Feses kemerahan beserta lendir dan darah yang bersifat basa
Berat :
Perjalanan penyakit cepat
Buang air besar cair
Muntah-muntah
Suhu dibawah normal
Cepat dehidrasi
Renjatan septik
Ekstremitas dingin
Wajah biru
Viskositas darah meningkat
Sakit perut sebelah kiri
Perut cekung
Luka dan nyeri pada anus
Suhu 39oC
Nadi cepat dan halus
Cegukan yang jarang
Nyeri otot dan kejang
Inkontinensia alvi dan urin
Gelisah
Meninggal
h) Diverticulitis
1) Definisi
Protusi mukosa keluar lumen melalui lapisan otot sirkular dinding kolon
kemudian membentuk suatu kantung yanga hanya terdiri atas lapisan mukosa
dan terjadi infeksi.
2) Etiologi
Menurunnya kekuatan/ketegangan otot dinding kolon
Meningkatnya tekanan intra kolon (intralumial)
3) Gejala klinis
Nyeri pada abdomen kiri bawah, menjalar ke belakang, begitu juga dapat
terjadi setelah defekasi
Nausea, vomitus dan anoreksia
Diare disertai lendir, darah dan pus
Hipertemi
Adanya benjolan dan nyeri tekan
Dapat merangsang peritoneum sehingga abdomen menjadi tegang
Abses perikolik sampai sepsis
Nadi cepat