You are on page 1of 6

SEKSUALITAS

Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia
dalam menjaga keseimbangan baik secara fisiologis maupun psikologis yang bertujuan untuk
mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Sebelum beranjak jauh kepokok pembahasan
PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUALITAS harus kita pahami bersama bahwa seksulias
termasuk kedalam Kebutuhan Dasar Manusia KDM. oleh karena itu ketika terjadi permasalan
dalam seksualitas maka harus dipenuhi karena seksualitas merupakan Kebutuhan Dasar bagi
manusia.
Kebutuhan Dasar Manusia
Teori Hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow

Teori Hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow menyatakan bahwa setiap
manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis, yang merupakan kebutuhan paling dasar pada manusia. Antara
lain ; pemenuhan kebutuhan oksigen dan pertukaran gas, cairan (minuman), nutrisi
(makanan), eliminasi, istirahat dan tidur, aktivitas, keseimbangan suhu tubuh, serta
seksual.
2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan, dibagi menjadi perlindungan fisik dan
perlindungan psikologis. Perlindungan fisik, meliputi perlindungan dari ancaman
terhadap tubuh dan kehidupan seperti kecelakaan, penyakit, bahaya lingkungan, dll.
Perlindungan psikologis, perlindungan dari ancaman peristiwa atau pengalaman baru
atau asing yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.
3. Kebutuhan rasa cinta, yaitu kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki, memberi dan
menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, dan kekeluargaan.
4. Kebutuhan akan harga diri dan perasaan dihargai oleh orang lain serta pengakuan dari
orang lain.
5. Kebutuhan aktualisasi diri, ini merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow,
yang berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain atau lingkungan serta
mencapai potensi diri sepenuhnya.
Pengertian Seks dan Seksualitas

Sejak manusia dilahirkan hingga menjadi manusia dewasa, manusia memiliki


dorongan- yang dinamakan libido. Libido merupakan dorongan seksual yang sudah ada
pada manusia sejak lahir. Libido pada anak berbeda dengan libido pada orang tua.
Kepuasan seks pada anak, pencapaiannya tidak selalu melalui alat kelaminnya,
melainkan melalui daerah-daerah lain yaitu mulut dan anus.

Istilah “seks” secara etimologis, berasal dari bahasa Latin “sexus” kemudian diturunkan
menjadi bahasa Perancis Kuno “sexe”. Istilah ini merupakan teks bahasa Inggris
pertengahan yang bisa dilacak pada periode 1150-1500 M. “Seks” secara leksikal bisa
berkedudukan sebagai kata benda (noun), kata sifat (adjective), maupun kata kerja
transitif (verb of transitive):

Secara terminologis seks adalah nafsu syahwat, yaitu suatu kekuatan pendorong hidup
yang biasanya disebut dengan insting/ naluri yang dimiliki oleh setiap manusia, baik
dimiliki laki-laki maupun perempuan yang mempertemukan mereka guna meneruskan
kelanjutan keturunan manusia.

Menurut Ali Akbar, bahwa nafsu syahwat ini telah ada sejak manusia lahir dan dia
mulai menghayati sewaktu dia menemukan kedua bibirnya dengan puting buah dada
ibunya, untuk menyusui karena lapar. Ia menikmati rasa senang yang bukan rasa
kenyang. Dan inilah rasa seks pertama yang dialami manusia.

Seksualitas

Merupakan kebutuhan dasar manusia berupa ekspresi perasaan 2 individu secara


pribadi yg saling menghargai, memperhatikan, dan menyayangi sehingga terjadi sebuah
hubungan timbal balik antara kedua individu tersebut
Seksualitas meliputi bagaimana seseorang merasa tentang diri mereka dan bagaimana
mereka mengkomunuksikan perasaan tersebut terhadap orang lain melalui tindakan
seperti: sentuhan, ciuman, pelukan, senggama, atau melalui perilaku yang lebih halus
seperti isyarat gerak tubuh, etiket, berpakaian, dan perbendaharaan kata.
Raharjo (1999) menjelaskan bahwa seksualitas merupakan suatu konsep, kontruksi
sosial terhadap nilai, orientasi, dan perilaku yang berkaitan dengan seks.
kesehatan seksual menurut WHO (1975) sebagai “pengintegrasian aspek somatik,
emosional, intelektual, dengan cara yang positif, memperkaya dan meningkatkan
kepribadian, komunikasi, dan cinta”.
Seksualitas merupakan suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan
dengan seks. Dalam pengertian ini, ada 2 aspek (segi) dari seksualitas, yaitu seks dalam
arti sempit dan seks dalam arti luas. Seks dalam arti yang sempit berarti kelamin, yang
mana dalam pengertian kelamin ini, antara lain:
1. Alat kelamin itu sendiri
2. Anggota tubuh dan ciri badaniyah lainnya yang membedakan antara laki-laki dan
perempuan
3. Kelenjar-kelenjar dan hormon-hormon dalam tubuh yang mempengaruhi
bekerjanya lat-alat kelamin
4. Hubungan kelamin (sengggama, percumbuan).

Segi lain dari seksualitas adalah seks dalam arti yang luas, yaitu segala hal yang terjadi
sebagai akibat (konsekwensi) dari adanya perbedaan jenis kelamin, antara lain:

1. Pembedaan tingkah laku; kasar, genit, lembut dan lain-lain.


2. Perbedaan atribut; pakaian, nama.
3. Perbedaan peran dan pekerjaan.
4. Hubungan antara pria dan wanita; tata krama pergaulan, percintaan, pacaran,
perkawinan dan lain-lain.

Tinjauan seksual dari beberapa aspek


a. Aspek biologis
Pandangan anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, kemampuan organ seks dan
adanya hormonal serta sistem syaraf yg berfungsi atau berhubungan dgn
kebutuhan seksual
b. Aspek psikologis
Pandangan terhadap identitas jenis kelamin, sebuah perasaan dari diri sendiri
terhadap kesadaran identitasnya serta memandang gambaran seksual
c. Aspek sosial budaya
Merupakan pandangan budaya atau keyakinan yg berlaku di masyarakat
terhadap kebutuhan seksual serta perilakunya di masyarakat

Perkembangan Seksualitas

A. MASA PRANATAL DAN BAYI


a. Komponen fisik/biologis : sudah berkembang, Mampu merespon rangsang,
misal : ereksi, pelumas vagina (saat mandi merasakan adanya perasaan
senang) Terfokus pada pembelajaran normal dan membentuk rasa diri
b. Komponen psikososial :
Bayi : fokus kebutuhan rasa aman, nyaman, kesenangan, nutrisi
Berkembang rasa percaya
Respon terhadap interaksi figur orang tua
Mulai belajar jenis kelamin
Perkembangan psikoseksual (Sigmund Freud) :
1. Tahap oral
Umur 0-1 tahun
Kepuasan dicapai dgn menghisap, menggigit, mengunyah atau bersuara
Misal : menetek, menghisap jari
Masalah : menyapih dan makan
2. Tahap anal
Terjadi umur 1-3 thn
Kepuasan terjadi saat pengeluaran feses
kadang-kadang mencoba memasukan kembali atau menahan feses,
sering menjadikan feses sebagai mainan.
Dapat dilatih kebersihan
B. MASA KANAK-KANAK
Dibagi dalam masa todler, prasekolah dan sekolah
a. Biologis: struktur anatomi dan fisiologi terus berkembang
b. Psikososial : mulai mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki atau
perempuan. Belajar perasaan diri melalui interaksi dengan figur
orang tua
c. Perkembangan psikoseksual :

1. Tahap oedipal/phalik

Terjadi usia 3-5 thn


Kepuasan anak terletak pada rangsang otoerotis : meraba, nikmat pada beberapa
daerah
Mengidentifikasi jenis kelamin
berperan sesuai jenis kelamin
Menyukai lain jenis (laki-laki dekat dgn ibu, perempuan dekat dgn ayah)
Pada anak laki-laki dekat dengan ibu, bangga terhadap penisnya
Pada anak perempuan dekat dengan ayah karena ayah suka mengagumi
kecantikannya dan senang bermain dengannya
Tahap laten

Terjadi pada umur 5-12 thn


Suka berinteraksi dgn kelompok/sebaya
Dorongan libido mereda
Banyak bertanya masalah seksual melalui interaksi dengan orang dewasa,
membaca atau berfantasi
Mulai memasuki masa pubertas
MASA PUBERTAS

Biologis: terjadi kematangan fisik (pubertas) dan kematangan psikososial


(remaja)
Perubahan fisik :
Laki-laki : TB, BB, perkembangan otot, bulu, ukuran penis
Perempuan : TB, BB, bentuk tubuh, ukuran payudara, menstruasi
Psikososial : perubahan body image, perhatian besar pada perubahan fungsi
tubuh, belajar perilaku pada kondisi sosial baru, konflik emosi (mudah
tersinggung, malu, ingin dimengerti)

Perkembangan Psikoseksual
Tahap genital :
Terjadi > 12 thn

Berespon thd sensasi menyenangkan / permainan erotis (fantasi, masturbasi)

MASA DEWASA MUDA DAN PERTENGAHAN UMUR

Biologis :
umur 18-30 thn
kematangan anatomi dan fisiologi, BB, TB dan kondisi tubuh.
Perkembangan ciri seks sekunder mencapai puncak
Pertengahan umur : terjadi perubahan hormon
Wanita: penurunan estrogen, pengecilan payudara, cairan vagina berkurang
Pria : menurunnya reaksi ereksi, penurunan ukuran penis, penurunan produksi
semen
Psikososial :
Intim dnegan lawan jenis, menikah, melahirkan, punya anak menyebabkan
terjadinya perubahan peran Interaksi seksual : kominikasi terbuka tentang seks
dengan partner, pengetahuan yg baik tentang diri dan kemampuannya serta
tentang partnernya
MASA DEWASA TUA

Biologis :
Perempuan : atropi vagina, jaringan payudara, cairan vagina menurun, intensitas
orgasme menurun
Laki-laki : menurunnya produksi sperma, intensitas orgasme menurun,
terlambat mencapai ereksi, pembesaran kelenjar prostat
Psikososial :
Masalah yg mempengaruhi perkembangan seksualitas:
penyesuaian terhadap perubahan body image
penyesuaian terhadap perubahan dlm keluarga, status perkawinan, pensiun,
perubahan fungsi tubuh, menurunnya mobilitas
Bila pada masa dewasa tua dan lansia seseorang tidak mampu berespon positif
terhadap perubahan maka orang tersebut dapat merasakan penurunan harga diri
(HDR) dan kemudian menyebabkan isolasi sosial
Perilaku peran jenis kelamin

Mulai sejak lahir dan berlangsung sepanjang hidup


Dipengaruhi oleh struktur fisik, perasaan internal tentang laki-laki/perempuan,
nilai keluarga, nilai budaya
Peran laki-laki dewasa (perilaku yg menyertai):
pencari nafkah, ayah, olahragawan, mencintai lawan jenis, bercelana panjang,
fisik kuat, ekspresi perasaan terkontrol
Perempuan diharapkan : ekspresi emosi lembut
Orientasi seksual
Orientasi seksual merupakan preferensi yang jelas, persisten, dan erotik
seseorang untuk jenis kelaminnya atau orang lain. Dengan kata lain orientasi
seksual adalah keteratarikan emosional, romantik, seksual, atau rasa sayang
yang bertahan lama terhadap orang lain
Orientasi seksual memiliki rentang dari Homoseksual murni sampai dengan
Heteroseksual murni termasuk didalamnya Biseksual
Homoseksual : mengalami ketertarikan emosional, romantik, seksual, atau rasa
sayang pada sejenis
biseksual : merasa nyaman melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis
kelamin.
Variasi dalam ekspresi seksual

Transeksual adalah orang yang identitas seksual atau jender nya berlawanan
dengan sex biologisnya
Seseorang merasa terperangkap dengan tubuhnya yang tidak sesuai dengan
perasaan seksualnya (’disforia jender’.)
Transvetit biasanya adalah pria heteroseksual secara periodik berpakaian seperti
wanita untuk pemuasan pikologis dan seksual. Sikap ini bersifat sangat pribadi
bahkan bagi orang yang terdekat sekalipun.