You are on page 1of 8

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
UCOK ( Ubi Cookies )

BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh :

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

1
PENGESAHAN PKM-KARSA CIPTA

1. Judul Kegiatan :
2. Bidang Kegiatan : PKM-K
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap :
b. NIM :
c. Jurusan : S1 Ilmu Keperawatan
d. Perguruan Tinggi : Universitas Diponegoro
e. Alamat Rumah (HP) :
f. Email :
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No HP :
6. Biaya Total Kegiatan :
a. Dikti :
b. Sumber Lain :
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : bulan

Semarang, Mei 2015

Menyetujui,
Ketua Program Studi Ketua Pelaksana Kegiatan
Ilmu Keperawatan

(Sarah Uliya, S.Kp., M.Kes) (........................................)


NIP. 197701262001122000 NIM. .................................

2
DAFTAR ISI

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA....................................................................i


PENGESAHAN PKM-KARSA CIPTA.................................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................iii
RINGKASAN.......................................................................................................................................iv
BAB I....................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.................................................................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................................................2
C. Tujuan........................................................................................................................................2
D. Luaran yang Diharapkan............................................................................................................2
E. Manfaat......................................................................................................................................2

3
RINGKASAN

Pengolahan produk dengan pengembangan IPTEK untuk mencari bahan makanan yang
merupakan kajian baru dalam bidang sains yang memiliki arti penting dalam pengembangan
potensi Sumber Daya Alam Indonesia. Banyak bahan makanan lokal Indonesia yang
mempunyai potensi gizi dan komponen bioaktif yang baik namun belum termanfaatkan
secara optimal. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat banyaknya komoditas bahan
pangan yang secara langsung bisa bermanfaat bila diolah dengan baik dan professional,
termasuk diantaranya Biji Nangka.
Biji nangka merupakan alternatif gizi yang paling murah dikarenakan banyak yang tidak
dimanfaatkan dan terbuang.Biji nangka juga memiliki kandungan fosfor dan kandungan
kalsium yang lebih tinggi dari kedelai.Biji nangka juga merupakan sumber karbohidrat,
protein dan energi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Hal ini
yang mendorong pengolahan biji nangka dalam bentuk berbagai olahanseperti Doscuit.
Biji nangka berpotensi sebagai prebiotik yang tidak hanya ditemukan pada susu yang
meiliki khasiat mampu menurunkan risiko terkena berbagai jenis kanker terutama kanker
kolon, karena mengandung polisakarida dan oligosakarida yang tidak dapat dicerna oleh
enzim pencernaan

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) adalah jenis tanaman
tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman nangka berbuah sepanjang tahun
jika dirawat dengan baik dan tidak ada kemarau yang terlalu panjang.Pemanfaatan
nangka masih terbatas sehingga masyarakat hanya mengkonsumsi daging buah
segarnya saja. Biji nangka yang sangat melimpah belum banyak dimanfaatkan atau
dibuang begitu saja tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Biji nangka mempunyai
harga relatif murah maupun hanya diberikan secara cuma-cuma, umumnya biji
nangka hanya dimanfaatkan dalam bentuk biji nangka bakar, rebus, dan goreng
(Widyastuti, 1993).

Biji nangka ( Beton) memiliki kandungan fosfor dan kandungan kalsium yang
lebih tinggi dari kedelai. Biji nangka juga merupakan sumber karbohidrat, protein
dan energi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang
potensial.Hal ini yang mendorong pengolahan biji nangka dalam bentuk berbagai
olahan seperti Doscuit. Biji nangka berpotensi sebagai prebiotik yang mampu
menurunkan resiko terkena kanker kolon yang merupakan penyebab kematian kedua
terbanyak di dunia, karena mengandung polisakarida dan oligosakarida yang tidak
dapat dicerna oleh enzim pencernaan. Kanker kolon sendiri merupakan penyakit
mematikan yang disebabkan gaya hidup masyarakat saat ini. Baik itu pola makan,
berat badan hingga aktivitas fisik. Resiko terkena kanker kolon dapat diturunkan
dengan cara meningkatkan konsumsi serat makanan, termasuk prebiotik dan
probiotik. Dan selain dari susu fermentasi ternyata kedua zat tersebut
juga ditemukan dalam biji nangka
(http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/13/12/10/mxl5q6-biji-nangka-
berpotensi-hambat-kanker ).

Untuk mengurangi dan mengatasilimbah biji nangka kita


dapatmemanfaatkanya dengan cara mengolah lebih lanjut. Sehingga limbah biji
nangka yang semula tidak digunakan dapat digunakan dengan lebih ekonomis dan

1
sebagai upaya dalam peningkatan gizi. Sehingga banyaknya limbah biji nangka

2
yang ada saat ini dapat dimanfaatkan sebagai diversifikasi pangan yang bermutu dan
dapat dikenal lebih luas oleh para masyarakat sekitar diantaranya dengan
memanfaatkan menjadi Doscuit atau perpaduan antara donat dan biscuit.

B. Tujuan Penulisan
1. Menciptakanproduk makanan yang bernilai gizi tinggi dari Biji nangka.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan Biji nangka sebagai prebiotik pencegah
kangker, terutama kangker kolon.
3. Mengatasi pemanfaatan biji nangka untuk mengurangi pencemaran limbah di
masyarakat.

C. Manfaat Penulisan
1. Meningkatkan nilai guna bijinangka sebagai produk makananbaru
dengan kandungan gizi tinggi.
2. Optimalisasi biji nangkasebagai prebiotik pencegah kangker, terutama kangker
kolon.
3. Optimalisasi pengolahan limbah biji nangka untuk mengurangi pencemaran
limbah di masyarakat.

3
BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

A. KONDISI UMUM LINGKUNGAN

Ambarawa adalah suatu daerah di Jawa Tengah yang banyak ditumbuhi


pohon nangka. Hal ini menjadi prioritas untuk mengambil bahan baku biji nangka di
daerah tersebut. Dimana pohon nangka berbuah sepanjang tahun jika dirawat dengan
baik dan tidak ada kemarau yang panjang. Pemanfaatan biji buah nangka masih
terbatas, masyarakat hanya mengkonsumsi daging buah nangka. Sedangkan setelah
daging buah nangka dikonsumsi biji nangka langsung dibuang begitu saja tanpa ada
pengolahan lebih lanjut. Umumnya biji nangka hanya dimanfaatkan dalam bentuk
dibakar, direbus maupun digoreng.
Banyak biji nangka yang terbuang di daerah Ambarawa sehingga akan
mengakibatkan tidak terkendalinya pertumbuhan pohon nangka. Apabila kita dapat
memanfaatkan biji dari buah nangka tersebut kita juga sekaligus berupaya menekan
laju perkembangan pertumbuhan buah nangka. Keunggulan dari biji nangka dari
daerah tersebut adalah karbohidrat, kalsium, besi, fosfor yang relatif banyak. Dari
keunggulan tersebut kami akan memilih biji labu tersebut untuk menjadi bahan baku
cookies.

Disemarang belum ada biskuit yang terbuat dari bahan baku labu, sehingga peluang
produksi biskuit labu pumpkin cookies sangat besar. Tembalang merupakan suatu
kecamatan di Kota Semarang yang rata-rata penduduknya adalah mahasiswa dan
pelajar. Hal ini memungkinkan untuk pemasaran pumpkin cookies karena minat
mahasiswa terhadap camilan yang cukup tinggi. Produksi Pumpkin Cookies ini juga
tidak membutuhkan biaya yang mahal. Dalam hal kesehatan, Pumpkin Cookies
mempunyai nilai gizi yang baik dan sehat pula. Dalam proses pembuatannya pun
tidak menggunakan bahan kimia.