You are on page 1of 10

NO Analisis Swot BOBOT RATING BOBOT x RATING

1. Sumber Daya Manusia (Man)


a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Adanya sistem pengembangan staf berupa pelatihan dan 0,4 4 1,6
sebanyak 26 % perawat telah mengikuti pelatihan
(Misalnya BTCLS)
2. Jenis Keterangan 0,3 4 1,2
a. S.Kep Ners : 8 orang
b. S.Kep : 1 orang
c. D3-Keperawatan : 22 orang
d. Pekarya : 1 orang
e. Administrasi : 3 orang
f. Evakuasi : 2 orang S-W
g. Cleaning service : 1 orang (3,9) – (3,8) =
3. Masa Kerja < 5 tahun sebanyak 9 orang, 5-10 tahun 14 0,2 4 0,8 0,1
orang, sedangkan ≥ 10 tahun sebanyak 8 orang
4. Adanya pelatihan perawat 0,1 3 0,3
Total 1 3,9
Weakness
1. Beban kerja perawat diruangan cukup tinggi 0,4 4 1,6
2. Sebagian perawat belum mengikuti pelatihan BTCLS 0,4 4 1,6
3. Kurangnya kesejahteraan perawat 0,2 3 0,6
Total 1 3,8
b. Eksternal Faktor (EFAS)
Opportunity
1. Adanya kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang 0,3 4 1,2
yang lebih tinggi
2. Adanya kerja sama yang baik antar mahasiswa fakultas 0,3 3 0,9
keperawatan dengan perawat klinik
3. Adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisis 0,2 4 0,8
perawat
4. Adanya program akreditas RS dari pemerintah dimana 0,2 4 0,8
SP2KP merupakan salah satu penilaian.
Total 1 3,7 O–T=
Treathened (3,7) – (3,4) =
1. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk pelayanan yang 0,2 4 0,8 0,3
lebih professional
2. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan hokum 0,2 4 0,8
3. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya 0,2 3 0,6
kesehatan
4. Persaingan antar – RS yang semakin kuat 0,2 4 0,8
5. Terbatasnya kuota tenaga keperawatan yang melanjutkan 0,2 2 0,4
pendidikan tiap bulan
Total 1 3,4

2. M2
a. Internal factor (IFAS)
Strength
1. Mempunyai sarana dan prasarana yang memadai dan 0,2 4 0,8
lengkap untuk pasen tenaga kesehatan dan keluarga.
2. Rs pemerintah tipe A sekaligus sebagai Rs pendidikan dan 0,2 4 0,8
rujukan.
3. Terdapat administrasi penunjang (missal : buku visite, sak, 0,2 4 0,8
sop dll). Yang memadai.
4. Tersedianya nurse station 0,2 3 0,6 S–W=
5. Pemeliharaan dan perawatan dari sarana dan prasarana 0,2 3 0,6 (3,6) – (3) = 0,6
penunjang kesehatan sudah ada.
Total 1 3,6
Weakness
1. Sarana administrasi penunjang seperti buku injeksi tidak 0,4 3 1,2
tersedia
2. Ketidak cukupan alat kesehatan diruangan 0,3 3 0,9
3. tidak adanya tirai diruangan pasien 0,3 3 0,9
Total 1 3
b. Eksternal factor (EFAS)
Opportunity
1. Adanya pengadaan sarana dan prasarana yang rusak dari 0,5 4 2 O–T=
bagian pengadaan barang (AC, Sringe pump) (3,5) – (3,1) =
2. Adanya program pelatihan / seminar khusus tentang 0,5 3 1,5 0,4
pengoprasian alat.
Total 1 3,5
Treathened
1. Kesenjangan antara jumlah pasien dengan peralatan yang 0,4 3 1,2
ada.
2. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya 0,3 4 1,2
kesehatan.
3. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk melengkapi 0,3 3 0,9
sarana dan prasarana
Total 1 3,1

3. Metode Asuhan Keperawatan (M3)


M3-1 Metode Tim
a. Internal Factor (IFAS)
Strength
1. Sudah ada model asuhan keperawatan yaitu metode Tim 0,2 4 0,8
2. Model yang digunakan sesuai visi dan misi ruangan 0,2 4 0,8
3. Terciptanya komunikasi yang cukup baik antar dengan 0,2 3 0,6
antarprofesi.
4. Hampir 90% perawat ruangan sudah mendapatkan 0,2 3 0,6
pelatihan SP2KP.
5. Memiliki standar asuhan keperawatan. 0,1 3 0,3 S–W=
6. Tingkat pendidikan diruangan adalah DIII. 0,1 2 0,2 (3,3) – (3) = 0,3
Total 1 3,3
Weakness
1. Kurang jumlah tenaga yang membantu optimalisasi 0,4 3 1,2
penerapan model yang digunakan.
2. Kurangnya kemauan perawat dalam melakukan pelaksanaan 0,3 3 0,9
SP2KP
3. Kurangnya disiplin perawat 0,3 3 0,9
Total 1 3
b. Eksternal Factor (EFAS)
Opportunity
1. Adanya mahasiswa Profesi Ners yang sedang melakukan 0,4 4 1,6
praktik menajemen keperawatan
2. Adanya yang baik antar mahasiswa Profesi Ners dengan 0,2 3 0,6
perawat ruangan.
3. Adanya kerjasama institusi Profesi Ners dengan RS 0,2 3 0,6
4. Adanya kebijakan pemerintah tentang profesionalisasi 0,2 3 0,6
perawat. O–T=
Total 1 3,4 (3,4) – (3,2) =
Threatened 0,2
1. Persaingan dengan rumah sakit lain yang semakin ketat. 0,2 4 0,8
2. Adanya tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap 0,2 3 0,6
peningkatan pelayanan keperawatan yang lebih
profesional.
3. Main tinggi kesadaran masyarakat akan hukum. 0,2 3 0,6
4. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya 0,2 3 0,6
kesehatan.
5. Bebasnya pers yang dapat menyebarkan informasi dengan 0,2 3 0,6
cepat
Total 1 3,2
M3-2 Timbang Terima
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Timbang terima merupakan kegitan rutin 0,2 3 0,6
2. Adanya klarifikasi, tanya jawab dan validasi terhadap 0,2 3 0,6
semua yang di overankan
3. Ada buku khusus untuk pelaporan operan 0,2 4 0,8 S–W=
4. Setelah dilaporkan, laporan di tanda tangani oleh yang 0,2 4 0,8 (3,6) – (3,4) =
bersakutan. 0,2
5. Masalah keperawatan lebih fokus pada diagnostik medik 0,2 4 0,8
Total 1 3,6
Weakness
1. Perawat kurang disiplin pada saat waktu overan 0,6 4 2,4
2. Tidak selalu ada interaksi dengan pasien selama overan. 0,2 3 0,6
3. Tidak diikuti oleh semua perawat yang telah dan akan 0,2 2 0,4
dinas.
Total 1 3,4
b. Factor Eksternal (EFAS)
Opportunity
1. Adanya mahasiswa Profesi Ners yang praktik menajemen 0,5 4 2
keperawatan. O–T=
2. Adaya kerja sama yang baik antara mahasiswa Profesi 0,5 3 1,5 (3,5) – (3) = 0,5
Ners dan perawat diruangan.
Total 1 3,5
Threatened
1. Adanya tntutan yang lebih tinggi dari masyarakat untuk 0,5 3 1,5
mendapatkan pelayanan keperawatan yang profesional.
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang tanggung 0,5 3 1,5
jawab dan tanggung gugat perawat sebagai pemberi asuhan
keperawatan.
Total 1 3
M3 – 3 Ronde Keperawatan
a. Internal Factor (IFAS)
Strength
1. Ruangan mendukung adanya kegiatan ronde keperawatan 0,2 3 0,6
2. Sebagian besar perawat mengerti dengan ronde 0,4 3 1,2
3. Adanya pembentukan tim dalam pelaksanaan ronde 0,4 4 1,6
keperawatan
Total 1 3,4
Weaknes S-W=
1. Ronde keperawatan adalah kegiatan yang belum dapat 0,5 2 1 (3,4) – (2) = 1,4
dilaksanakan secara optimal di ruangan
2. Jumlah tenaga yang tidak seimbang dengan jumah tingkat 0,5 2 1
ketergantungan pasien
Total 1 2
b. External Factor (EFAS)
Opportunity
1. Adanya mahasiswa yang dinas diruangan yang sering 0,3 3 0,9
melakukan ronde
2. Adanya seminar tentang manajemen keperawatan 0,4 3 1,2
3. Adanya diskusi tentang masalah yang terjadi diruangan 0,3 4 1,2 O–T=
Total 1 3,3 (3,3) – (2,7) =
Treatened 0,6
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari pasien dan keluarga 0,3 2 0,6
pasien untuk mendapatkan pelayanan yang lebih
professional
2. Persaingan antar ruang interna yang semakin kuat dalam 0,7 3 2,1
pemberian pelayanan
Total 1 2,7
M3-4 Sentralisasi Obat
a. Internal Factor (IFAS)
Strength
1. Semua perawat mengemukakan jawaban mengerti tentang 0,6 4 2,4
sentralisasi obat.
2. Di ruangan tersebut sentralisasi obat sudah dijalankan 0,2 3 0,6
3. Sebagian besar perawat pernah berwenang mengurusi 0,2 3 0,6
sentralisasi obat S–W=
Total 1 3,6 (3,6) – (2) = 1,6
Weakness
1. Pelaksanaan sentralisasi obat belum optimal 0,3 2 0,6
2. Belum terdapat ruangan untuk sentralisasi obat diruangan. 0,4 2 0,8
3. Alur pelaksanaan sentralisasi obat berubah pada dinas sore 0,3 2 0,6
dan malam
Total 1 2
b. External Factor (EFAS) O–T=
Opportunity (3,4) – (2,7) =
1. Adanya mahasiswa PSIK yang praktek manajemen 0,6 3 1,8 0,7
keperawatan
2. Setiap obat mendapat label/etiket dari apotik 0,4 4 1,6
Total 1 3,4
Threatened
1. Adanya tuntutan akan pelayanan yang professional 0,7 3 2,1
2. Makin tinggi kesadaran masyarakat akan hukum 0,3 2 0,6
Total 1 2,7
M3-5 Supervisi
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Supervisi telah dilaksanakan. 0,3 4 1,2
2. Kepala ruangan mendukung dan melaksanakan supervisi. 0,3 4 1,2
3. Supervisi dilaksanakan setiap bulan. 0,2 3 0,6 S-W=
4. Sudah mempunyai format yang baku dalam pelaksanaan 0,2 3 0,6 (3,6) – (3,5) =
suvervisi. 0,1
Total 1 3,6
Weakness
1. Belum Supervisi tidak ada formulir penilaian yang jelas. 0,5 4 2
2. Belum adanya dokumentasi supervisi yang jelas. 0,5 3 1,5
Total 1 3,5
b. Eksternal Faktor (EFAS)
Opportunity
1. Adanya mahasiswa Profesi ners yang praktik manajemen 0,4 4 1,6
keperawatan
2. Adanya teguran kepala ruangan bagi perawat yang tidak 0,3 3 0,9
melaksanakan tugas dengan baik.
3. Hasil supervisi dapat dilakukan sebagai pedoman untuk 0,3 3 0,9
daftar penilaian prestasi pegawai. O–T=
Total 1 3,4 (3,4) – (2) = 1,4
Threatened
1. Tuntutan pasien sebagai konsumen untuk mendapatkan 1 2 2
pelayanan yang professional.
Total 1 2
M3-7 Discharge Planning
a. Internal Faktor (Ifas)
Strength
1. Tersedianya resume keperawatan untuk pasien pulang 0,2 4 0,8
2. Tersedianya format discharge planning di ruangan untuk 0,2 4 0,8
pasien pulang
3. Adanya kemauan untuk memberikan Pendidikan kesehatan 0,2 3 0,6
kepada keluarga pasien
4. Perawat memberikan penkes secara informal kepada 0,2 3 0,6
keluarga pasien selama dirawat atau pulang
5. Adanya pemahaman tentang discharge planning oleh 0,2 3 0,6
perawat
Total 1 3,4 S-W
Weakness (3,4)-(2,5) =
1. Keterbatasan waktu dan tenaga perawat 0,3 3 0,9 0,9
2. Tidak tersedianya leaflet pasien pulang 0,3 2 0,6
3. Belum optimalnya pendokumentasian discharge planning 0,2 2 0,4
4. Pemberian penkes dilakukan secara lisan pada setiap 0,2 3 0,6
keluarga pasien
Total 1 2,5
b. Eksternal Faktor (EFAS)
 Opportunity
1. Adanya mahasiswa profesi ners UNG yang sedang 0,4 4 1,6
melakukan praktik manajemen keperawatan
2. Ada kerjasama yang baik antara mahasiswa profesi ners 0,3 4 1,2
UNG dengan perawat ruangan
3. Kemauan pasien/keluarga terhadap anjuran perawat 0,3 3 0,9 O-T
Total 1 3,7 (3,7)-(3,3)=
0,4
Treathened
1. Adanya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan 0,4 3 1,2
pelayanan keperawatan yang professional
2. Makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya 0,3 3 0,9
kesehatan
3. Persaingan antar ruang yang semakin ketat 0,3 4 1,2
Total 1 3,3
M3-8 Dokumentasi Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Sudah ada sistem pendokumentasian 0,5 4 2
2. Adanya kesadaran perawat tentang tanggung jawab dan 0,5 4 2
tanggung gugat S-W
Total 1 4 (4)-(2,7)=
Weakness 1,3
1. Observasi status pasien, pengisian dokumentasi tidak 0,4 3 1,2
lengkap : dokumentasi pemeriksaan fisik, BB, TB belum
dicantumkan.
2. SOP belum maksimal digunakan 0,3 3 0,9
3. Pengawasan terhadap sistematika pendokumentasian 0,3 2 0,6
belum dilaksanakan secara optimal
Total
b. Eksternal Faktor (EFAS) 1 2,7
Opportunity
1. Adanya program pelatihan 0,3 3 0,9
2. Peluang perawat untuk meningkatkan Pendidikan 0,3 4 1,2
(pengembangan SDM)
3. Mahasiswa profesi ners UNG praktik manajemen untuk 0,2 3 0,6 O-T
mengembangkan sistem dokumentasi (3,3)-(3)=
4. Kerja sama yang baik antara perawat dan mahasiswa 0,2 3 0,6 0,3
Total 1 3,3
Threarened
0,5 3 1,5
1. Tingkat kesadaran masyarakat (pasien dan keluarga) akan
tanggung jawab dan tanggung gugat
0,5 3 1,5
2. Persaingan RS dalam memberikan pelayanan keperawatan
Total
1 3
4 M5 (Mutu)
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di RS 0,4 4 1,6
2. Adanya variasi karakteristik dari pasien (BPJS, umum, 0,3 4 1,2
asuransi swasta) S-W
3. Sebagai tempat praktik mahasiswa keperawatan D-3 0,3 3 0,9 (3,7) - (3) =
maupun S-1 0,7
Total 1 3,7
Weakness
1. Prosedur pelaksanaan patien safety sudah dilakukan, 1 3 3
namun belum optimal dalam hal pendokumentasian dan
pelaporannya.
Total 1 3
b. Eksternal Faktor (EFAS)
Opportunity 0,5 4 2
1. Mahasiswa Profesi Ners praktik manajemen 0,5 3 1,5 O–T=
2. Kerjasama yang baik antar perawat dan mahasiswa 1 3,5 (3,5) – (3) = 0,5
Total
Threatened
1. Adanya peningkatan standar masyarakat yang harus di 0,5 3 1,5
penuhi
2. Persaingan RS dalam memberikan pelayanan keperawatan 0,5 3 1,5
Total 1 3