You are on page 1of 35

MAKALAH MATA KULIAH KEPERAWATAN MEDICAL BEDAH

ANEMIA

OLEH KELOMPOK I :
PHILIEN DIAN. WOWOR
FARAMITA AHYAR
RIZAL WALANGADI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MUHAMMADIYAH MANADO


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
T.A 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat serta kasih
sayang dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada seluruh ciptaan- Nya, shalawat dan
salam semoga dilimpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Alhamdulillah berkat
kemudahan yang diberikan Allah SWT, saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“ANEMIA”
Dalam Penyusunan makalah ini,kami banyak mengalami kesulitan dan hambatan, hal
ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki. kami berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya, dan bagi para pembaca
pada umumnya. Aamiin. kami sebagai penyusun sangat menyadari bahwa dalam
Penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang ditujukan untuk membangun.

Manado, 06 Oktober 2018

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .....................................................................................................................
B. Tujuan ...................................................................................................................................
BAB II TINJAUAN TEORITIS
A. pengertian.......................................................................................................................
B. Etiologi ..........................................................................................................................
C.Patofisiologi ....................................................................................................................
D. Manifestasi klinis ...........................................................................................................
E. Komplikasi .....................................................................................................................
BAB III ASKEP TEORITIS ANEMIA
A. pengkajian……………………..…………………………………………...…………..
B. diagnose…………………………………………………………………...…………….
C. intervensi………………………………………………………………………….…….
D. implementasi……………………………………………………………………………
E. evaluasi………………………………………………………………………………….
BAB IV CONTOH KASUS
A. pengkajian…………………………………………………………………………........
B. analisa data……………………………………………………………………..……….
C. diagnose…………………………………………………………………………………
D. rencana keperawatan…………………………………………………………………….
E. implementasi dan evaluasi………………………………………………………………
BAB V PEMBAHASAN KASUS
BAB VI PENUTUP
A. Saran …………………………………………………………………………………...
B. Kesimpulan……………………………………………………………..........................
Daftar pusataka
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit Anemia atau kurang darah adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah
merah (Hemoglobin) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Hemoglobinyang
terkandung di dalam Sel darah merah berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru
dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Seorang pasien dikatakan anemia apabila
konsentrasi Hemoglobin (Hb) pada laki-laki kurang dari 13,5 G/DL dan Hematokrit
kurang dari 41%, Pada perempuan konsentrasi Hemoglobin kurang dari 11,5 G/DL atau
Hematocrit kurang dari 36%.

Anemia ( bahasa Yunani) adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah
hemoglobin (proteinpembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah
normal.Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka
mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Anemia adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan kulit dan membran mucosa
pucat, dan pada test laboratorium didapatkan Hitung Hemoglobin(Hb), Hematokrit(Hm),
dan eritrosit kurang dari normal. Rendahnya kadar hemoglobin itu mempengaruhi
kemampuan darah menghantarkan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh
yang optimal.

Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah


hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen
dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh . keadaan ini sering menyebabkan energi
dalam tubuh menjadi menurun sehingga terjadi 5L atau lemah, lesu, lemas, lunglai, dan
letih. Dalam hal ini orang yang terkena anemia adalah orang yang menderita kekurangan
zat besi. Seseorang yang menderita anemia akan sering mengalami keadaan pusing yang
sedang hingga berat dikarenakan Meningkatnya penghancuran sel darah merah,
Pembesaran limpa, Kerusakan mekanik pada sel darah merah, Reaksi autoimun terhadap
sel darah merah : Hemoglobinuria nokturnal paroksismal, Sferositosis herediter,
Elliptositosis herediter. Seseorang yang sering mengalami anemia di sebabkan karena
pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi.
Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa
melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

B. TujuanPenulisan
1. Tujuan Umum
Mampu memahami secara umum tentang anemia dan melaksanakan asuhan
kebidanan yang komprehensif.
2. Tujuan Khusus
Memahami hal-hal yang berkaitan dengan anemia yaitu :
a) Definisi
b) Macam-macam
c) Etiologi
d) Patofisiologi
e) Tanda dan gejala
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1.Pengertian
Anemia berasal dari Bahasa yunani yang berarti “ tanpa darah “, merujuk pada penuruna sel
darah dan/ hemoglobin. Hal ini terjadi akibat penurunan kemampuan darah dalam mengankut
oksigen ke jaringan sehingga menyebabkan hipoksia. Anemia dapat terjadi karena :
 Kehilangan darah yang berlebihan melalui perdarahn,
 Penurunan sel darah merah (hemolisis)
 Penurunan produksi sel darah merah akibat kegagalalan sumsum tulang merah,
 Infeksi seperti malaria
 Kekurangan asupan zat besi,asam folat , dan vit B12
 Kehamilan

Terdapat 3 jenis utama jenis anemia :


 Anemia mikroskotik (sel adarah merah kecil )
 Anemia makroskotik (sel darah besar)
 Anemia normositik (sel darah merah berukuran normal)

2.2.Etiologi
Penyebab anemia antara lain :
• Perdarahan
• Kekurangan gizi seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat
• Penyakit kronik, seperti gagal ginjal, bronkietasis, empiema
• Kelainan darah
• Ketidaksanggupan sum-sum tulang membentuk sel-sel darah.

2.3 Patofisiologi
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau
kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum tulang
dapt terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, inuasi tumor, atau kebanyakan
akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui
perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir, masalah dapat
akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah
normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan
destruksi sel darah merah.
Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam system fagositik atau
dalam system retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil
samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam
aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera
direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl
atau kurang ; kadar 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera.
Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar
hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). Fungsi darah adalah membawa
makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Jika suplai ini kurang, maka asupan
oksigen pun akan kurang. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting,
Salah satunya otak. Otak terdiri dari 2,5 miliar sel bioneuron. Jika kapasitasnya
kurang, maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah, Lambat
menangkap. Dan kalau sudah rusak, tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah, 1998).

2.4 Manifestasi klinis


Cara mudah mengenal anemia dengan 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah, lalai.
Kalau muncul 5 gejala ini, bisa dipastikan seseorang terkena anemia. Gejala lain
adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah).Anemia bisa
menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika
anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(Sjaifoellah,
1998).

2.5 Komplikasi
Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya, penderita
anemia akan mudah terkena infeksi. Gampang batuk-pilek, gampang flu, atau
gampang terkena infeksi saluran napas, jantung juga menjadi gampang lelah, karena
harus memompa darah lebih kuat. Pada kasus ibu hamil dengan anemia, jika lambat
ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian, dan berisiko bagi janin.
Selain bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia bisa juga mengganggu
perkembangan organ-organ tubuh, termasuk otak (Sjaifoellah, 1998).
2.6 Pemeriksaan penunjang
• Jumlah hemoglobin lebih rendah dari normal (12-14 g/dl)
• Kadar hemalokrit menurun.( normal 37 %-41 %)
• Peningkatan Bilirubin total
• Terlihat retikulositosis dan sferositosis pada apusan darah tepi
• Terdapat pansitopenia, sum-sum tulang kosong diganti lemak (pada anemia
aplastik)
2.7 Penatalaksanaan Medis
Tindakan umum :
Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah
yang hilang.
1. Transpalasi sel darah merah.
2. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi.
3. Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
4. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan
oksigen
5. Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.
6. Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau.

Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) :


1. Anemia defisiensi besi
- Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan yang diberikan
seperti ikan, daging, telur dan sayur.
- Pemberian preparat fe
- Perrosulfat 3x 200mg/hari/per oral sehabis makan
- Peroglukonat 3x 200 mg/hari /oral sehabis makan.
2. Anemia pernisiosa : pemberian vitamin B12
3. Anemia asam folat : asam folat 5 mg/hari/oral
4. Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian
cairan dan transfusi darah.
BAB III
ASKEP TEORITIS ANEMIA
A. Pengkajian
Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh
(Boedihartono, 1994).
Pengkajian pasien dengan anemia (Doenges, 1999) meliputi :
1) Aktivitas / istirahat
Keletihan, kelemahan, malaise umum.Kehilangan produkifitas, penurunan semangat untuk
bekerja Toleransi terhadap latihan rendah.Kebutuhan untuk istirahat dan tidur lebih banyak
2) Sirkulasi Riwayat kehilangan darah kronis,Riwayat endokarditis infektif kronis, palpitasi
3) Integritas ego
Keyakinan agama atau budaya mempengaruhi pemilihan pengobatan, misalnya penolakan
transfusi darah

4) Eliminasi
Gagal ginjal, Hematemesi, Diare atau konstipasi

5) Makana/cairan
Nafsu makan menurun, mual/muntah, berat badan menurun.

6) Nyeri/ kenyamanan
Lokasi nyeri terutama didaerah abdomen dan kepala

7) Pernapasan
Napas pendek pada saat istirahat maupun aktifitas

8) Seksualitas
Perubahan menstruasi misalnya menoragia, amenore . Menurunnya fungsi seksual

B. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata
maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono, 1994).
• Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan suplai oksigen/nutrisi ke sel.
Ditandai dengan :Palpitasi : kulit pucat, membrane mukosa kering, kuku dan rambut rapuh,
perubahan tekanan darah
• Intoleran aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen
Ditandai dengan : kelemahan dan kelelahan, Mengeluh penurunan aktifitas/latihan,lebih
banyak memerlukan istirahat/ tidur
• Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan kegagalan untuk mencerna,
absorbsi makanan
Ditandai dengan : Penurunan berat badan normal, penurunan turgor kulit, perubahan mukosa
mulut, nafsu makan menurun, mual, kehilangan tonus otot
• Konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan jumlah makanan, perubahan proses
pencernaan, efek samping penggunaan obat
Ditandai dengan : Adanya perubahan pada frekuensi, karakteristik dan jumlah feses, mual,
muntah, penurunan nafsu makan

C. Intervensi//Perencanaan
• Diagnosa 1 Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan suplai
oksigen/nutrisi ke sel.
- Kaji tanda-tanda vital, warna kulit, membrane mukosa, dasar kuku
- Beri posisi semi fowler
- Kaji nyeri dan adanya palpitasi
- Pertahankan suhu lingkungan dan tubuh pasien
- Hindari penggunaan penghangat atau air panas
Kolaborasi
- Monitor pemeriksaan laboratorium misalnya Hb/Ht dan jumlah sel darah merah
- Berikan sel darah merah darah lengkap
- Berikan oksigen tambahan sesuai dengan indikasi

• Diagnosa 2 Intoleran aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen


- Kaji kemampuan aktifitas pasien
- Kaji tanda-tanda vital saat melakukan aktifitas
- Bantu kebutuhan aktifitas pasien jika diperlukan
- Anjurkan kepada pasien untuk menghentikan aktifitas jika terjadi palpitasi
- Gunakan teknik penghematan energi misalnya mandi dengan duduk.
• Diagnosa 3 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan
jumlah makanan, perubahan proses pencernaan, efek samping penggunaan obat
- Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan yang disukai
- Observasi dan catat masukan makanan pasien
- Timbang berat badan tiap hari
- Berikan makanan sedikit dan frekuensi yang sering
- Observasi mual, muntah
- Bantu dan berikan hygiene mulut yang baik
Kolaborasi
- Konsul pada ahli gizi
- Berikan obat sesuai dengan indikasi misalnya vitamin dan mineral suplemen
- Berikan suplemen nutrisi

• Diagnosa 4 Konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan jumlah makanan,


perubahan proses pencernaan, efek samping penggunaan obat
- Observasi warna feses, konsistensi, frekuensi dan jumlah
- Kaji bunyi usus 7
- Beri cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung
- Hindari makan berbentuk gas
Kolaborasi
- Konsul ahli gizi untuk pemberian diet seimbang
- Beri laktasif
- Beri obat anti diare

D. Evaluasi
Evaluasi adalah perbandingan yang sistemik atau terencana tentang kesehatan pasien
dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan dengan cara berkesinambungan, dengan
melibatkan pasien, keluarga dan tenaga kesehatan lainnya. (Lynda Juall Capenito, 1999:28)

Evaluasi pada pasien dengan anemia adalah :


1) Infeksi tidak terjadi.
2) Kebutuhan nutrisi terpenuhi.
3) Pasien dapat mempertahankan/meningkatkan ambulasi/aktivitas.
4) Peningkatan perfusi jaringan.
5) Dapat mempertahankan integritas kulit.
6) Membuat/kembali pola normal dari fungsi usus.
7) Pasien mengerti dan memahami tentang penyakit, prosedur diagnostic dan rencana
pengobatan.
BAB IV
CONTOH KASUS

A. PENGKAJIAN
Hari/Tanggal: Senin, 30 Mei 2005
Pukul: 10.30 WIB
Oleh: Kadek Eka Swedarma

Identintas Diri Klien


Nama : Tn. S
Umur : 63 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SD
Alamat : Padukuhan Gombang RT 01 Desa Tirtoadi
Mlati Sleman
Sumber Informasi : Klien dan Istri

Struktur Keluarga
No. Nama Umur Jenis Hubungan Pendkn Pekerjaan Ket
Kelamin dengan
Klien
1. Ny. Sudirah 58 Th P Istri SD Swasta Sehat
2. Sri Rahayu. N 28 Th P Anak SMEA Swasta Sehat
3. Muh. Puji.S 30 L Menantu S1 Swasta Sehat

Keluarga Tn. S hanya mempunyai satu anak yaitu perempuan yang sudah menikah
kondisi sekarang sedang hamil selama 7 bulan. Keluarga sangat bahagia untuk menunggu
kehadiran anak yang akan lahir nantinya.
Genogram:

Keterangan:
= Meninggal
= Menikah
= Anak
= tinggal serumah
= Klien
= Laki-laki
= Perempuan

III. Riwayat Keluarga


Menurut Tn S tidak ada riwayat penyakit keturunan baik pihak keluarga suami maupun
pihak istri. Ny. S mengatakan tidak ada anggota keluarga yang pernah menderita cacat baik
fisik auatupun mental.

IV. Riwayat Kesehatan


a. Keluhan utama yang dirasakan saat ini
Klien mengatakan kepalanya saat ini terasa pusing, nggliyer dan badanya terasa
lemas serta kadang-kadang merasa agak sesak nafas. Klien mengatakan badan terasa
lemas sering dirasakanya dan kadang terasa ngantuk pada waktu siang hari. Menurut
Tn S beliau sudah beberapa kali mondok di Rumah Sakit karena sesak nafas. Sudah
kurang lebih 5 kantong darah ditambahkan kebadannya selama 5 kali di Rumah Sakit
dalam kurun waktu 4 Tahun yaitu tahun 2001 sampai 2005. Sudah 10x opname di
Rumah sakit Panti Rapih. Sesak nafas ketika beraktifitas yang berlebihan. Secara
verbal klien mengungkapkan nyeri dengan skala nyeri 5-7, Klien kadan
menunjukkan lokasi nyeri kepalanya.
b. Riwayat penyakit yang pernah diderita
Klien mengatakan sering menderita batuk-batuk yang berdahak telah lama serta
kepala sering pusing serta badan yang terasa lemas, setelah diperiksakan dahulu
ternyata menderita anemia.

V. Pengkajian
a. Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Klien mengatakan sehat itu adalah bila kondisi badan mempunyai kekuatan untuk
melakukan kegiatan aktifitas sehari – hari, dan keadaan sakit bila merasa tidak enak
badan, hingga tidak dapat beraktifitas, jika kerja itu merasa males. Bila merasa sakit
diperiksakan ke Puskesmas ataupun ke Rumah Sakit. Klien memelihara
kesehatannya dengan banyak istirahat dan kontrol jika merasa tidak enak badan.
Tetapi sudah lima bulanan belum dapat konterol lagi ke tempat pelayanan kesehatan
untuk memeriksa kondisi tubuhnya, khususnya memeriksa kadar HB. Kadar HB
terakhir sudah bagus yaitu 14 gr %. Klien mengatakan tidak tahu mengapa klien
sering sakit-sakitan, batuk-batuk dan berdahak, serta sesak nafas dan pusing. Ny. S
mengatakan,” Mbo yo saya diwarai mas tentang kesehatan”
b. Kebiasaan makan dan minum
Klien dalam sehari maka 3 kali sehari . Klien mengatakan dalam makan biasa yaitu
nasi, sayur, lauk nabati kadang hewani serta kerupuk. Klien mengatakan akhir-akhir
ini makannya sedikit dan nafsu makannya menurun. Klien minum dalam sehari
kurang lebih 4-5 gelas air putih dan kadang-kadang minum teh.
c. Pola eliminasi
Klien mengatakan dalam system pembuangannya biasa tidak mengalami masalah.
Klien BAB dalam sehari satu kali yaitu pada pagi hari. Klien mengatakan BAK 3-4
kali sehari dan klien mengatakan tidak pernah ngompol atau beser karena klien dapat
BAK di kamar mandi.
d. Pola toileting
1. Mandi
Klien biasanya mandi dalam sehari sebanyak dua kali yaitu pada pagi dan sore
hari secara mandiri di kamar mandi tanpa disuruh oleh istri ataupun anaknya dan
klien mandi biasanya memakai sabun.
2. Gosok gigi
Klien mengatakan menggosok giginya satu kali sehari. Kadang merasa sakit gigi.
Dahulu pernah dibawa kepuskesmas akan dicabut tetapi karena kondisi tidak
memungkinkan akhirnya tidak jadi dicabut.
3. Keramas
Klien mengatakan biasanya keramas satu dua kali dalam seminggu dengan
sampo. Klien mengatakan jika rambut terasa lepek dan gatal-gatal kepalanya
maka klien akan melakukan keramas.
4. Potong kuku
Klien mengatakan jarang melakukan pemotongan kuku hanya jika disuruh oleh
iastri ataupun anaknya. Kondisi kuku saat ini dalam keadaan bersih.
5. Berpakaian dan berhias
Klien mengatakan dapat berpakaian sendiri dan melakukan sisir rambutnya
sehabis mandi dan bangun tidur. Klien dalam berpakaian rapi sesuai dengan
situasi dan kondisi yang ada.

e. Pola tidur dan istirahat


Klien biasanya tidur malam mulai pukul 19.30 sampai dengan pukul 04.00 WIB dan
melakukan sholat subuh. Klien mengatakan kadang pada waktu malam hari sering
terbangun tetapi klien dapat tidur lagi sampai pagi hari. Klien sering beristirahat dan
menyempatkan waktu untuk tidur siang hari.
f. Pola aktivitas dan latihan
Kemampuan Peraawatan Diri 0 1 2 3 4
Makan/Minum 
Mandi 
Toileting 
Berpakaian 
Mobilitas di Tempat Tidur 
Berpindah/Berjalan 
Ambulasi/ROM 

Keterangan:
0: Mandiri; 1: Alat Bantu; 2: Dibantu Orang Lain; 3: Dibantu Orang Lain Dan Alat
Bantu; 4: Tergantung Total.
g. Pola perceptual
1. Penglihatan: Klien mengatakan pandangannya akhir-akhir ini agak kabur untuk
melihat, menurut klien karena terlalu banyak tidur dan karena kepalanya yang
terasa pusing. Klien tidak sedang menggunakan alat bantu melihat atau kaca
mata.
2. Pendengaran: Klien mengatakan masih dapat mendengar dengan baik tanpa
harus menggunkana alat bantu dengar serta dengan cukup berbicara dengan
volume sedang klien sudah dapat mendengarnya.
3. Sensasi: Klien mengatakan masih dapat merasakan rasa nyeri, rangsan taktil
klien masih dapat merasakan baik dengan rasa dingin atau panas klien masih
dapat merasakannya dengan baik.
4. Pengecap: Klien mengatakan masih dapat merasakan sensasi rasa baik manis,
asin, pahit ataupun pedas.

VI. Psikososial
a. Hubungan sosial
Klien dalam berhubungan dengan masyarakat di Padukuhan Gombang dengan
menggunakan bahasa jawa. Hubungan klien dengan anak ataupun tetangga terdekat
baik karena klien ramah dan menyapa tetangganya ketika lewat depan rumahnya.
Klien sering ikut kegiatan di masyarakat misalnya pengajian ataupun pertemuan
warga. Tapi kalau kondisi tidak baik klien tidak datang pada acara tersebut.
b. Konsep diri
Klien mengatakan sudah tua jadi menerima saja dengan baik keadaannya saat ini.
Dahulu ketika anaknya lagi bermasalah klien merasa bingung tapi sekarang semua
sudah berlalu, klien menikmati hidupnya walaupun dalam kondisi kurang baik.
Klien merasa betah tinggal di rumah dan sangat senang menunggu kehadiran
cucunya nanti.
c. System nilai dan kepercayaan
Klien beragama Islam dan taat dan rajin menjalankan ibadah shalat maupun
puasanya. Klien kadang mengikuti kegiatan shalat berjamaah di masjid di
Masyarakat.
d. Psikoseksual
Klien mengatakan bahwa dirinya sudah tua jadi sudah tidak memikirkan tentang apa
itu sex. Klien hanya menginginkan untuk lebih diperhatikan dan sering diajak
ngobrol saja sudah cukup dan sudah tidak menginginkan tentang hubungan badan
dengan istrinya karena juga kondisi badan kadang kurang baik.

VII. Mekanisme Koping dan Adaptasi Stress


Kejadian yang sangat berarti dan sangat besar dialami klien adalah pada saat anaknya
satu-satunya hamil dan yang laki – laki belum mau bertanggung jawab karena masih
sekolah. Tn. S sampai melaporkannya ke polisi dan akhirnya laki – laki itu mau untuk
menikahi anaknya hingga sekarang hubungan masih baik – baik saja. Jika klien
mempunyai masalah kadang bercerita ke istrinya atau teman sejawatnya yang dekat
dengan rumah klien.

VIII. Pemeriksanaan Fisik


a. Pemeriksaan Fisik
1. Tingkat Kesadaran: Compos metis
2. Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 130/70 mmHg, Nadi: 78x/menit, Pernafasan:
20x/menit, Temperatur: 36.8º C, TB: 155 cm dan BB: 42 kg.
3. Kepala: Kulit kepala dan rambut bersih, rambut beruban.
4. Leher: tidak ada pembesaran limfonodi leher
5. Thorak: Bentuk dada simetris, retraksi dinding dada (-), suara paru vesikuler,
jantung tidka mengalami pembesaran, BJ I=BJ II murni.
6. Abdomen: tidak ada ascites, nyeri tekan (-), turgor kulit baik.
7. Ekstremitas: Tidak ada bengkak dan sianosis, kuku jari tangan dan kaki besih,
kaki kadang-kadang terasa kesemutan terutama jika digunakan untuk duduk
lama. Dalam berjalan klien agak tertaih-tatih.
b. Pemeriksanaan Panca Indera
1. Penglihatan (Mata):
 Bola mata: simetris, tidak ada kelainan
 Konjugtive: anemis
 Sclera: tidak ikterik
 Reflek pupi: +/+
 Visus: 5/6
2. Pendengaran (Telinga):
 Bentuk telinga simetris
 Tidak ada nyeri tekan
 Liang telinga bersih: tidak ada serumen
 Gangguan pendengaran tidak ada
3. Pengecapan (Mulut):
 Gigi sudah tanggal hanya tinggal gigi taring bawah
 Lidah bersih
 Sensasi manis, asin, pahit (+)
4. Sensasi (Kulit):
 Turgor kulit baik
 Klien dapat merasakan sensasi nyeri (+), sensasi taktil (+), sensasi suhu (+)
5. Penciuman (Hidung):
 Lubang hidung terlihat simetris, tidak ada secret
 Septum nasi: lurus
 Konka normal.

B. ANALISA DATA
MASALAH KEMUNGKINAN
DATA
KEPERAWATAN PENYEBAB
Data Subyektif:
1. Klien mengatakan akhir-akhir ini Ketidakseimbangan Kurangnya
nafsu makannya menurun dan makan nutrisi kurang dari pemasukan dan
tidak pernah habis banyak. kebutuhan tubuh proses penyakit:
2. Klien mengatakan badannya terasa anemia
lemas dan kepalanya pusing.
Data Obyektif:
3. Konjugtive: anemis
4. TB: 155 cm dan BB: 42 kg
5. Tekanan darah: 130/70 mmHg, Nadi:
78x/menit, Pernafasan: 20x/menit,
Temperatur: 36.8º C
Data Subyektif:
6. Klien mengatakan kepalanya terasa Nyeri akut Kurangnya dan
pusing dan badannya terasa lemas. ketidakseimbangan
7. Klien mengatakan kepalanya pusing suplay oksigen
nggliyer dan pandangannya kadan pada jaringan
menjadi kabur. cerebral
Data Obyektif:
8. Secara verbal klien mengungkapkan
nyeri dengan skala nyeri 5-7
9. Klien kadan menunjukkan lokasi
nyeri kepalanya
10. Klien banyak melakukan istrirahat.

Data Subyektif:
11. Klien mengatakan tidak tahu Kurang Kurangnya
mengapa klien sering sakit batuk- pengetahuan mengenal
batuk dan berdahak, serta sesak nafas informasi
dan pusing.
12. Klien mengatakan sering merasa
badanya lemas dan tidak nafsu
makan.
Data Obyektif:
13. Klien mengungkapkan secara verbal
tertarik terhadap penjelasan tentang
kondisi kesehatannya sekarang dan
menginginkan penjelasan yang lebih
lanjut.
Data Subyektif:
14. Klien mengatakan badannya terasa Risiko jatuh Proses degenaritif
lemas dan intoleransi
aktivitas
15. Klien mengatakan kepalanya pusing
dan kadang-kadang pandangannya
terasa kabur.
Data Obyektif:
16. Klien mempunyai riwayat anemia
17. Klien jika berjalan tertatih dan banyak
istirahat
18. Usia klien sudah lanjut usia.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya


pemasukan dan proses penyakit: anemia, yang ditandai dengan:
Data Subyektif:
a.Klien mengatakan akhir-akhir ini nafsu makannya menurun dan makan tidak pernah
habis banyak.
b.Klien mengatakan badannya terasa lemas dan kepalanya pusing.
Data Obyektif:
a.Konjugtive: anemis
b.TB: 155 cm dan BB: 42 kg
c,Tekanan darah: 130/70 mmHg, Nadi: 78x/menit, Pernafasan: 20x/menit, Temperatur:
36.8º C

2. Nyeri akut berhubungan dengan kurangnya dan ketidakseimbangan suplay osksigen pada
jaringan cerebral, yang ditandai dengan:
Data Subyektif:
a.Klien mengatakan kepalanya terasa pusing dan badannya terasa lemas.
b.Klien mengatakan kepalanya pusing ngliyer dan pandangannya kadang menjadi kabur.
Data Obyektif:
a.Secara verbal klien mengungkapkan nyeri dengan skala nyeri 5-7
b.Klien kadang menunjukkan lokasi nyeri kepalanya
c.Klien banyak melakukan istrirahat.
3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya mengenal informasi, yang ditandai
dengan:
Data Subyektif:
a.Klien mengatakan tidak tahu mengapa klien sering sakit - sakitan, batuk-batuk dan
berdahak
b.Klien mengatakan sering merasa badanya lemas dan tidak nafsu makan
Data Obyektif:
a.Klien mengungkapkan secara verbal tertarik terhadap penjelasan tentang kondisi
kesehatannya sekarang dan menginginkan penjelasan yang lebih lanjut.

4. Risiko jatuh berhubungan dengan proses degenaritif dan intoleransi aktivitas, yang ditandai
dengan:
Data Subyektif:
a.Klien mengatakan badannya terasa lemas
b.Klien mengatakan kepalanya pusing dan kadang-kadang pandangannya terasa kabur.
Data Obyektif:
a.Klien mempunyai riwayat anemia
b.Klien jika berjalan tertatih dan banyak istirahat
c.Usia klien sudah lanjut usia.

D. RENCANA KEPERAWATAN
DIAGNOSA RENCANA KEPERAWTAN
NO
KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI
1. Ketidakseimbangan Umum: 1. Kaji pola makan klien
nutrisi kurang dari Setelah dilakukan sebelumnya
kebutuhan tubuh perawatan selama 1 2. Monitor pemasukan dan
berhubungan dengan minggu, kebutuhan pengeluaran makanan dan
kurangnya nutrisi Tn. S minuman klien secara
pemasukkan dan terpenuhi. bertahap
proses penyakit: Khusus:
anemia
Setelah dilakukan 4x 3. Monitor berat badan ban
pertemuan selama 30 lingkar lengan klien secara
menit, Tn. S bertahap tiap minggunya
diharapkan mampu: 4. Lakukan pemeriksanaan
 Klien secara verbal fisik klien yang terkait
mengungkapkan dengan masalah nutrisi.
bahwa nafsu 5. Anjurkan klien untuk makan
makannya sedikit tapi sering
bertambah. 6. Kaji makanan kesukaan
 Klien makan klien
menghabiskan porsi 7. Hidangkan makanan dalam
makannya dan keadaan hangat dan sesuai
makan minimal 3x dengan selera klien
sehari 8. Jelaskan pada klien
 Klien mampu pentingnya nutrisi bagi
beraktivitas secara kesehatan
optimal dan tidak 9. Kaji keadaan anemia klien
merasa badannya secara laboratories dengan
lemas-lemas lagi. bertahap

 Konjugtiva tidak 10. Berikan suplemen zat besi

anemis dan berat jikan diindikasikan

badan klien 11. Konsultasikan dengan ahli

bertambah secara gizi tentang nutrisi yang baik

bertahap minimal bagi klien

0,5 kg per bulannya


2. Nyeri akut Umum: 1. Kaji tingkat nyeri klien
behubungan dengan Setelah dilakukan 2. Jelaskan pada klien tentang
kurangnya dan perawatan selama 1 penyakitnya, hubungan
ketidakseimbangan minggu, nyeri Tn. S dengan nyeri yang dirasakan
suplay oksigen pada berkurang 3. Ajarkan pada klien untuk
jaringan cerebral Khusus: melakukan teknik distraksi
Setelah dilakukan dan relaksai: nafas dalam
tindakan perawatan 4. Anjurkan klien untuk
selama 2x pertemuan istirahat dan membatasi
selama 30 menit, Tn. aktivitas bial nyeri dirasakan
S diharapkan mampu: 5. Anjurkan klien secara rutin
 Mengungkapkan untuk memeriksana diri ke
nyeri berkungan pelayanan kesehatan
secara verbal terdekat.
 Melakukan tindakan 6. Berikan analgetik sesuai
perawatan untuk dengan indikasi.
mengurangi nyeri

3. Kurang pengetahuan Umum: 1. Kaji pengetahuan klien


berhubungan dengan Setelah dilakukan tentang anemia dan
kurangnya mengenal perawatan selama 1 perawatannya
informasi minggu, pengetahuan 2. Kaji tindakan perawatan
Tn. S mengenai yang telah dilakukan oleh
anemia bertambah klien.
3. Jelskan pengertian,
Khusus: penyebab, gejala dari
Setelah dilakukan 2x anemia.
pertemuan selama 30 4. Diskusikan dengan klien
menit, Tn. S tentang perawatan penyakit
diharapkan mampu: anemia
 Memahami tentang 5. Berikan informasi tentang
anemia dengan proses menua, dan
kriteria hasil dapat
menyebutkan perubahan yang terjadi pada
pengertian, gejala, lansia.
penyebab, 6. Dorong klien untuk
komplikasi dan melakukan tindakan
perawatan anemia. perawetan seperti yang telah
 Memahami tentang dijelaskan.
perubahan yang 7. Berikan pujian atas tindakan
terjadi pada lansia yang sudah dilakukan oleh
 Melakukan klien
perawatan anemia 8. Anjurkan untuk kontrol
dengan kriteria hasil kondisi klien secara teratur
dapat menjelaskan ke tempat pelayanan
cara perawatan kesehatan terutama jika
secara mandiri. merasakan gejala anemia.

4. Resiko Jatuh Umum: 1. Kaji tingkat kemampuan


berhubungan dengan Setelah dilakukan fungsi klien
Proses degenaritif perawatan selama 1 2. Kaji tingkat kekuatan oto
dan intoleransi minggu kemungkian dan rentang gerak klien
aktivitas jatuh pada Tn. S tidak 3. Jelaskan hubungan kejadian
terjadi lagi. jatuh dengan penyakit
anemianya
Khusus: 4. Jelaskan faktor-faktor
Setelah dilakukan 2x penyebab jatuh dan cara
pertemuan selama 30 pencegahannya
menit, Tn. S 5. Anjurkan klien untuk
diharapkan mampu: aktivitas secara bertahap
 Mengenali faktor- dari posisi tidur, duduk,
faktor yang berdiri dan berjalan
mengakibatkan 6. Anjurkan klien untuk tidak
klien jatuh. melakukan aktivitas jika
 Melakukan tindakan mengalami sakit kepala dan
antisipasi atau badan terasa lemah.
pencegahan untuk 7. Anjurkan klien untuk
mengurangi menggunkan alat bantu
kejadian jatuh (tongkat) dalam berjalan
jika memungkinkan.

E. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO WAKTU TINDAKAN EVALUASI


DX KEPERAWATAN
KEP
1 Senin, 8-  Mengkaji pola S:
11-2004 kebiasaan makan klien - Klien mengatakan biasanya
Jam 11.00  Mengukur berat badan klien makan 3x sehari dengan
WIB klien dan tanda-tanda porsi sedang dan akhir-akhir ini
vital klien merasa nafsu makannya
 Melakukan menurun dan terkadang malas
pemeriksanaan fisik. makan
- Klien mengatakan dalam sekali
makan menunya adalah nasi,
lauk, sayuran.
O:
- TB: 155 cm dan BB: 46 kg
- Tekanan darah: 100/70 mmHg,
Nadi: 78x/menit, Pernafasan:
20x/menit, Temperatur: 36.8º C
- Konjugtive: anemis, turgor kulit
sedang, tidak ada oedema.
A: Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
2. Senin, 8-  Mengkaji tingkat nyeri S:
11-2004 klien - Klien mengatakan kepalanya
terasa pusing ngliyer dan
Jam 11.00  Mengajurkan pada klien pandangannya kadan menjadi
WIB untuk beristirahat jika kabur
mengalami sakit kepala - Klien mengungkapkan secara
 Mengajarkan kepada verbal nyeri dengan skala 5-7
klien tentang posisi tidur - Klien mengatakan jika
yang baik jika mengalami sakit kepala maka
mengalami sakit kepala klien tiduran saja dan kadang
 Mengajarkan kepada memeriksakan ke petugas
klien cara nafas dalam kesehatan yang ada.
mengalami nyeri kepala O:
- Klien mampu mengulang
tentang teknik nafas dalam yang
diajarkan
- Klien aktif berpartisipasi dalam
tindakan keperawatan
A: Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
3. Selasa, 9-  Mengkaji tingkat nyeri S:
11-2004 pengetahuan klien - Klien mengatakan bahwa
Jam 10.00 tentang kondisinya dirinya mengalami lemas dan
WIB sekaran gini pandangan kabur serta
 Menjelaskan pada klien kepalanya kadang pusing.
tentang konsinya saat ini - Klien diberi tahu petugas panti
dan apa itu anemia dan bahwa dirinya sudah tua dan
cara perawatannya. sering mengalami kurang darah.
 Memberikan O:
reiforcement positif - Klien mau menyatakan dan aktif
terhadap partisipasi dalam perawatan
klien dalam tindakan - Klien mengetahui hanya kurang
keperawatan. darah dan tahu harus banyak
makan dan istirahat
A: Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
4. Selasa, 9-  Mengkaji kemampun S:
11-2004 pergerakan klien. - Klien mengatakan bahwa
Jam 10.00  Mengkaji tingkat dirinya kadang mengikuti senam
WIB kekuatan otot klien dan dan membuat kerajinan jika
mobilitas klien. badannya sehat.
 Mengkaji kondisi - Klien mengatakan lebih banyak
lingkungan klien dalam tidur dalam bulan puasa ini dan
bergerak. malas melakukan kegiatan.
O:
- ROM klien baik
- Pergerakan baik, hanya klien
saat ini malas mobilisasi karena
merasa lemas.
- Lingkungan klien aman.
A: Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
1 Selasa, 9-  Menanyakan pada klien S:
11-2004 tentang pemasukan - Klien mengatakan untuk tadi
Jam 10.00 nutrisinya hari ini. malam sahur habis banyak dan
WIB  Menjelaskan pada klien satu porsi habis,
tentang pentingnya - Klien mengatakan ingin
kebutuhan nutrisi bagi mengetahui makanan yang
kondisi kesehatan klien. bagaimana yang baik untuk klien
 Melakukan pemeriksaan konsumsi
tanda-tanda vital. O:
- Tekanan darah 110/80 mm Hg,
Nadi: 80x/menit, RR: 20x/menit
dan suhu: 37,1oC.
A: Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
2 Selasa, 9-  Menanyakan pada klien S:
11-2004 tentang rasa sakit - Klien mengatakan bahwa
kepalanya hari ini. kepalanya sudah agak baikan
Jam 10.00  Menanyakan apa yang karena tadi malam dapat tidur
WIB telah dilakukan oleh dengan nyenyak.
klien untuk mengatasi - Klien mengatakan skala nyeri
sakit kepalanya tersebut. berkurang 2-3.

O:
- Klien mengungkapkan secara
verbal nyeri berkurang.
- Klien melakukan istirahat dalam
mengurangi rasa nyerinya.
A: Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan
1 Rabur, 10-  Mengkaji pola S:
11-2004 pemasukan nutrisi klien. - Klien mengatakan untuk tadi
Jam 10.00  Menganjurkan kepada malam sahur habis banyak dan
WIB klien untuk makan satu porsi habis dan banyak
makanan dalam keadaan cemilan tadi malam ketika buka
hangat. serta menu makanannya sangat
 Manganjurkan klien disukai oleh klien.
untuk makan sedikit- O:
sedikit pada malam hari - Tekanan daran 110/80 Hg. Nadi:
sehabis puasa dan 80x/menit, RR: 20x/menit dan
sering. suhu: 37,1oC.

 Melakukan pengukuran - Klien kooperatif dan mau diajak


tanda-tanda vital berdiskusi bersama tentang
masalah nutrisi
A: Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan.
3 Rabu, 10-  Menjelaskan kepada S:
11-2004 klien cara penangganan - Klien mengatakan jika dia
Jam 10.00 anemia. merasa lemas dan pandangan
WIB  Menganjurkan kepada kabur serta kepala terasa pusing
klien untuk melakukan maka klien akan melakukan
apa yang telah pemeriksaan ke petugas
dijelaskan dalam rangka kesehatan dan biasanya nanti
perawatan-nya. mendapatkan obat serta disuruh
banyak istirahat dan makan yang
banyak.

O:
- Klien kooperatif dan mau
mencoba untuk melakukan
perawatan dengan baik tentang
kondisi kesehatannya.
A: Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan.
4 Rabu, 10-  Menjelaskan kepada S:
11-2004 klien tentang apa itu - Klien mengatakan bahwa
Jam 10.00 jatuh serta faktor-faktor dirinya sudah tua, jadi sudah
WIB yang mengakibatkan biaa jika orang tua itu jatuh
jatuh pada lansia. karena kondisinya sudah lemah
 Menjelaskan kepada tidak kuat lagi seperti anak
klien tentang hubungan muda.
jatuh dengan kondisi O:
penyakit klien. - Klien kooperatif dan mau diajak
berdiskusi dalam penanganan
dan pencegahan jatuh.
- Klien menanyakan apa yang
dapat dilakuakn untuk mencegah
jatuh tersebut.
A: Masalah teratasi sebagian.
P : Intervensi dilanjutkan.
1 Kamis 11-  Menanyakan pada klien S:
11-2004 tentang obat-obatan - Klien mengatakan nafsu
Jam 10.00 yang pernah dikonsumsi makannya sekarang membaik
WIB oleh klien. dan makan telah habis banyak.
 Menanyakan kepada - Klien tidak pernah makan obat-
klien tentang obatan kecuali jika dikasih oleh
pemasukan nutrinya petugas panti.
hari ini. O:
 Melakukan pengukuran - Tekanan darah 110/70 mm Hg,
tanda-tanda vital. Nadi: 82x/menit, RR: 20x/menit
dan suhu: 36,8oC.
- Klien kooperatif dan mau diajak
berdiskusi bersama tentang
masalah nutrisi.
A: Masalah teratasi sebagian.
P : Intervensi dilanjutkan.
4. Kamis, 11-  Menganjurkan pada S:
11-2004 klien untuk tidak - Klien mengatakan mengatakan
Jam 10.00 melakukan aktivitas jika bahwa jika badannya lemas,
WIB merasa badannya lemas kepala pusing dan pandangan
dan kepalanya pusing kabur terasa mau jatuh.
serta pandangannya - Klien mengatakan jika sudah
kabur. mau jatuh maka klien banyak
 Menganjurkan pada diam duduk atau tiduran di
klien untuk tempat tidur dan malas untuk
menggunakan tongkat melakukan apapun.
dalam berjalan jika - Klien mengatakan bahwa di
memungkinkan. ruangan pada dinding dudah ada
pegangan sehingga dapat
digunakan oleh klien untuk
berpeganganan jika berjalan.
O:
- Klien kooperatif dan mau diajak
berdiskusi dalam penangangan
dan pencegahan jatuh
A: Masalah teratasi.
P : Intervensi dihentikan.
1. Jum’at, 12-  Melakukan pengukuran S:
11-2004 tanda-tanda vital. - Klien mengatakan nafsu
Jam 09.00  Melakukan pengukuran makannya sekarang membaik
WIB berat badan klien. dan makan telah habis banyak.
- Klien merasa badannya sekarang
 Menanyakan kepada sudah agak kuat dan mampu
klien tentang kondisinya untuk berjalan jauh sampai ke
hari ini. masjid dan tadi pagi dapat
mengikuti senam pagi.
O:
- Tekanan darah 120/70 mm Hg,
Nadi: 84x/menit, RR: 20x/menit
dan suhu: 36,6oC.
- BB: 46,3 kg.
- Klien kooperatif dan mau diajak
berdiskusi bersama tentang
masalah nutrisi.
A: Masalah teratasi.
P : Intervensi dihentikan.
BAB V
PEMBAHASAN KASUS

Tn. S tidak pernah mengalami cacat penyakit begitu juga dari pihak istri Tn. S, Tn. S mulai
mengalami sesak nafas dan juga sering mengalami batuk - batuk, Tn. S sering mengalami
pusing. Dari hasil yang didapatkan ternyata Tn. S mengalami anemia, dalam kegiatan sehari
hari Tn. S sering melakukan kegiatan dengan normal. Tindakan kasus yang dilakukan :
1 sesak nafas
Tn. S sering mengalami sesak nafas jika melakukan aktifitas yang berlebihan dan juga
sampai membuat kepalanya merasa pusing.
Dari hasil pmeriksaan bahwa Tn. S harus menghindari kerja yang berlebihan dan harus banyak
mengonsumsi air mineral. Tindakan keperawatan yang harus dilakukan yaitu:
Pasien dianjurkan untuk tidak memaksakan diri saat beraktifitas dan juga diajarkan caranya
melakukan yang namanya terapi bernafas efektif.

2 batuk – batuk
Tn. S juga sering mengalami batuk berdahak yang tidak diketahui mengapa sampai terjadi.
Dari hasil yang didapati bahwa Tn. S mengalami ketidak seimbangan nutrisi yang
mengakibatkan Tn. S sering sakit – sakitan dan juga sering megalami batuk. Maka dari itu Tn.s
dianjurkan memnuhi nutrisi dan juga harus sering mengkonsumsi air mineral agar kebutuhan
nutrisi Tn. S terpenuhi. Tindakan keperawatan yang harus dilakukan yaitu pasien dianjurkan
untuk mengonsumsi nutrisi seimbang.
BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan

Penyakit Anemia atau kurang darah adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah
(Hemoglobin) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Hemoglobinyang terkandung
di dalam Sel darah merah berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan
mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Kadar normal hemoglobin pada pria dewasa sekitar 13 – 17 g/100 ml darah dan pada wanita
dewasa sekitar 12-16 g/100 ml darah.
Anemia dapat terjadi karena:
 Kehilangan darah yang berlebihan melalui perdarahan
 Penurunan sel darah merah (hemolysis)
 Penurunan produksi sel darah merah akibat kegagalan sumsum tulang merah
 Infeksi seperti malaria
 Kekurangan asupan zat besi, asam folat dan fitamin B12
 Kehamilan

Penyebab anemia antara lain :


• Perdarahan
• Kekurangan gizi seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat
• Penyakit kronik, seperti gagal ginjal, bronkietasis, empiema
• Kelainan darah
• Ketidaksanggupan sum-sum tulang membentuk sel-sel darah.

B. Saran
Kiranya jangan terlalu berpatokan pada makalah ini saja, carilah pengetahuan mengenai
anemia dari sumber makalah lain yang lebih akurat agar para pembaca dapat mendapat
informasi yang lebih tepat mengenai pembahasan kami yaitu Anemia.
Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Nair, muralitharan. Peate, ian. 2015.dasar-dasar patofisiologi terapan. Jl. Sawo raya no.18 :
Jakarta: bumi medika.
Kurniadi, rizki. 2012. Askep anemia nanda nic noc. Di ambil dari :
https://www.academia.edu/28444149/ASKEP_ANEMIA_NANDA_NOC_NIC. (08 oktober
2018)