You are on page 1of 31

MAKALAH KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

BIOENERGY DALAM KOMPLEMENTER

DI SUSUN OLEH

KELOMPOK II

1. NI LUH GEDE INTEN YULIANA DEWI (P07120216046)


2. LUH EKA DESRIANA PUTRI (P07120216047)
3. INDAH CANTIKA WAHADI (P07120216048)
4. NI PUTU AYU SUCITA DEWI (P07120216049)
5. NI PUTU INDAH PRASTIKA DEWI (P07120216050)

TINGKAT 3.B SEMESTER VI D-IV KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

TAHUN AJARAN 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah
Keperawatan Komplementer yang berjudul “Bioenergy dalam Komplementer”.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua


pihak yang sudah terkait dalam penyusunan tugas makalah ini karena telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk penyusunan makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari sepenuhnya bahwa


dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi
penampilan maupun dari segi kualitas penulisan. Oleh sebab itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun jika terdapat kesalahan,
kekurangan, dan kata – kata yang kurang berkenan dalam makalah ini, dan tentu
saja dengan kebaikan bersama dan untuk bersama.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak dan pembaca.

Denpasar, 10 April 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1

1.1 Latar Belakang...................................................................................................1

1.2 Rumusan masalah...............................................................................................2

1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................3

2.1 Pengertian Bioenergi..........................................................................................3

2.2 Pengertian Refleksi............................................................................................7

2.3 Jenis Jenis Bioenergi........................................................................................16

BAB III PENUTUP......................................................................................................... 26

3.1 Kesimpulan......................................................................................................26

3.2 Saran................................................................................................................26

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................27

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bioenergi diakses dari alam semesta masuk ke tubuh melalui
seluruh generator yang berjumlah 360 generator alam merupakan standar
tertinggi manusia. Semua energi yang masuk melalui generator tubuh tidak
mungkin terkontaminasi energi negatif dalam bentuk apa pun dan dari
mana pun, karena generator tubuh ini merupakan tempat spiritual yang
sifatnya Ilahi. dari generator tubuh Bioenergi didistribusikan melalui
jalaur-jalur energi dan menyebar ke seluruh tubuh untuk kesehatan fisik,
tubuh psikis, tubuh mental serta tubuh spiritual. Dengan demikian, akses
Bioenergi tidak saja untuk kesehatan fisik, tetapi juga pembersihan
menyeluruh dari penyakit-penyakit eterik, perekonomian, emosional,
sosial, di samping memperkuat spiritualitas. Bioenergi selain untuk
pembersihan diri, juga dapat disalurkan kepada orang lain dengan berbagai
teknik dan metode yang direkomendasikan oleh seorang Master Bioenergi.
Proses yang demikian sering disebut dengan terapi Bioenergi, yaitu
teknik untuk memanfaatkan Bioenergi yang bersifat alami untuk
dipergunakan bagi kesehatan fisik, psikis, mental dan spiritual. Untuk
memanfaatkan Bioenergi tidak diperlukan konsentrasi dan visualisasi apa
pun. Memanfaatkan Bioenergi hanya membutuhkan yakin, niat (doa),
passwod, usaha dan santai (rileks) serta tawakkal (pasrah) kepada
kekuasaaan Allah. Hanya dengan jiwa yang rileks, santai, pasrah atas
kuasa Allah SWT, maka Bioenergi akan bekerja sesuai dengan apa yang
diniatkan dan apa yang menjadi afirmasi dari Peserta Pelatihan Ilmu
Bioenergi. Bioenergi akan bekerja dengan kecerdasannya sendiri dan
mencari jalannya sendiri untuk tugas-tugas positif yang diembankan. Ini
bagian dari keunikan sekaligus kecerdasan Bioenergi.
Pemanfaatan Bioenergi harus disadari sebagai cara menyebarkan
rahmat dan berkah dari Allah SWT dalam berbagai dimensi kehidupan.
Bioenergi memberikan kesadaran pada setiap orang yang memanfaatkan

1
pada jalan Tuhan, bahkan pertolongan Allah satu-satunya sumber dalam
memecahkan berbagai persoalan hidup. Praktisi Bioenergi selalu
diarahkan bahwa pemanfaatan Bioenergi yang bersifat praktis yang
menjadi solusi pada setiap masalah harus dilandasi oleh keyakinan pada
Allah sehingga setelah seseorang mempelajari Bioenergi, seseorang akan
kembali ke agamanya masing-masing. Karena Bioenergi bukan aliran
agama tapi Bioenergi sebagai sebuah ilmu spiritual yang akan lebih
mendekatkan yang mempelajarinya pada ajaran agama yang dianutnya,
selanjutnya seseorang akan lebih dekat dengan Tuhannya.
Bioenergi adalah teknologi spiritual untuk penyembuhan penyakit,
mengatasi masalah hidup dan olah spiritual untuk meningkatkan kualitas
hidup Anda. Bioenergi sebagai teknologi spiritual mulai dikenal dan
populer pada tahun 2000. Popularitas itu lebih disebabkan karena
Bioenergi mudah dipelajari dan manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan
tubuh, berbagai aspek hidup seseorang baik jasmani, rohani, mental,
emosional, sosial, ekonomi maupun spiritual.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang di atas dapat di rumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah pengertian bionergi?
2. Apakah pengertian refleksi?
3. Apasajakah jenis-jenis bioenergy?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan paper ini ialah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian bioenergy.
2. Untuk mengetahui pengertian refleksi.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis bioenergy.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bioenergi


Bioenergi berasal dari dua suku kata, yaitu Bio dan Energi. Bio berarti hidup
dan Energi berarti kekuatan. Jadi, Bioenergi adalah kekuatan atau energi hidup
dan dari energi hidup asal inilah tuhan menciptakan jagad raya dan seisinya.
Menurut HM. Syaiful M. Maghsri, pengertian Bioenergi adalah suatu daya
intensitas (ada terus-menerus) yang menyusupi setiap struktur anatomis dari
semua benda, termasuk atmosfir disekitar kita. Oleh karena merupakan sesuatu
yang alamiah di alam semesta ini maka Bioenergi juga terdapat dalam tubuh
manusia, dalam udara yang kita hirup, termasuk sinar matahari, air, tanah dan
berbagai benda yang ada di alam semesta ini. Karena Bioenergi memiliki
kesadarannya sendiri dan hanya dapat dipergunakan untuk hal-hal yang sifatnya
positif, maka Bioenergi sering juga disebut sebagai energi spiritual.
Jadi bioenergi adalah segala kekuatan atau energy yang mengalir didalam
system tubuh manusia yang tidak terlihat tetapi dirasakan oleh manusia itu.
Didalam tubuh manusia ada aliran listrik yang disebut elektromagnetik. Jadi
elektromagnetik sendiri adalah gelombang yang memancar tanpa media rambat
yang membawa muatan energi listrik dan magnet (elektromagnetik). Oleh karena
tidak memerlukan media perambatan, gelombang elektromagnetik sering pula
disebut sebagai radiasi eletromagnetik.
Bentuk gelombang elektromagnetik hampir sama seperti bentuk gelombang
transversal pada umumnya, namun pada gelombang ini terdapat muatan energi
listrik dan magnetik dimana medan listrik (E) selalu tegak lurus terhadap medan
magnet (B) yang keduanya menuju ke arah gelombang seperti yang dapat dilihat
pada gambar dibawah ini.

3
Bentuk gelombang elektromagnetik yang membawa muatan energi
elektromagnetik tanpa memiliki media rambat.

Selain gelombang elektromagnetik adapun garis yang disebut Garis Meridian


adalah garis energi sebagaimana jalur/jalan lalu lintas dan komunikasi tercepat
dan sistem informasi di dalam tubuh. menghubungkan seluruh bagian tubuh
bersama-sama. Pada garis energi adalah titik khusus, titik-titik akupunktur. Titik-
titik memiliki sifat fisiologis yang berbeda dari jaringan di sekitarnya dan
biasanya jauh lebih tinggi dari pada konduktivitas kulit. Meridian
menggambarkan fungsional dan sirkuit control dalam tubuh. Jika lalu lintas energi
pada meridian lancar, maka akan tercipta keharmonisan dalam tubuh, dan tubuh
mampu melawan penyakit, sebaliknya jika terjadi kemacetan atau aliran energi
terhambat maka akan muncul ke tidak harmonisan / gangguan kesehatan. Ada 12
garis energi utama yang menghubungkan organ tubuh
1. Meridian (Lu) Lung /Paru-paru
2. Meridian (LI) Large intestine /Usus besar
3. Meridian (St) Stomach /Perut
4. Meridian (SP) Spleen / Limpa / Pankreas
5. Meridian (H) Heart / Jantung
6. Meridian (SI) Small intestine / Usus halus
7. Meridian (B) Bladder / Kandung Kemih
8. Meridian (K) Kidneys /Ginjal
9. Meridian (P) Pericardium
10. Meridian (TW) Triple warmer
11. Meridian (GB) Gallbladder /Empedu
12. Meridian (Lv) Liver / Hati

4
Berdasarkan kajian bioenergi itu dapatlah dilihat manfaatnya untuk kesehatan.
Manfaat Bioenergi untuk kesehatan adalah sumber penggerak sistem organ tubuh
dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh , mengaktifkan energi listrik dan
magnetik dalam setiap sel sebagai "Generator" kehidupan, mengubah air dalam
tubuh menjadi molekul yang lebih kecil (micro-clusters) sehingga mudah
melarutkan, membersihkan dan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.,
meresap ke sel, ia membawa oksigen untuk sel dan mengangkut zat sisa ke paru
untuk dibuang.

Kehidupan tubuh dikuasai oleh 2 organ yaitu organ otak dan organ jantung.
Otak menguasai isyarat saraf dan jantung menguasai peredaran darah. Gejala
saraf ini dapat mudah diketahui melalui telapak tangan kita, karena dikedua
tangan kita terdapat banyak sekali jaringan saraf, sehingga membuat tangan kita
sangat sensitip. Jadi kita bisa menggunakan tangan kita berbuat sesuatu tanpa
perlu dikontrol mata cukup dengan meraba saja. Supaya tangan menjadi lebih
peka dan medan energy dengan mudah dapat dirasakan pada telapak tangan dan
ujung jari kita maka perlu sesuatu latihan dengan bioenergi sebagai berikut.
a. Teknik kepekaan 1.
1. Santai dan tersenyumlah

5
2. Goyang-goyanglah kedua tangan dan perlahan lahan untuk
melemaskannya.
3. Berikan tekanan ringan ditengah tengah telapak tangan kiri dengan salah
satu jari tangan kanan sambil membuat gerakan memutar sekitar sepuluh
detik . Lakukan hal yang sama untuk telapak tangan kanan.
4. Bukalah kedua telapak tangan dan tempelkan secara berhadapan .
5. Jauhkan kedua telapak tangan sehingga berjarak 20 -30 cm , lalu dekatkan
kembali kedua telapak tangan dengan perlahan lahan dan santai.
6. Disuatu posisi anda akan merasakan seakan - akan kedua telapak tangan
anda menyentuh dua tipis yang tidak terlihat. Jauhkan lagi kedua telapak
tangan sejauh 20-30 cm lalu dekatkan lagi. Lagi - lagi akan dirasakan
tekanan pada tempat yang sama, Tekanan ini disebabkan oleh medan
energi dari kedua telapak tangan yang bertemu.
7. Apabila anda mencoba untuk mendekatkan kedua telapak tangan
memasuki / menembus energy tersebut maka akan terasa seperti ada arus
atau getaran halus, inilah pancaran energy dari tubuh.
8. Getaran atau arus ini akan dapat dirasakan lebih nyata pada ujung jari-jari.
Latihlah beberapa ujung jari- jari anda secara khusus agar lebih peka
untuk keperluan terapi komplementer.
b. Teknik kepekaan Tangan 2.
1. Anda boleh duduk atau berdiri. Duduk boleh di kursi dengan kaki
menapak lantai, jika berdiri kaki selebar bahu.
2. Angkat tangan sampai sejajar dada, kedua telapak membuka menghadap
ke depan, kedua tangan lurus kedepan seperti mendorong.
3. Tarik napas pelan dari dalam dengan pernapasan perut. Sambil menarik
nafas salurkan energi sesuai dengan jalur energi belakang tubuh, mulai dari
pusat keseimbangan titik dipusatkan kira kira dibelakang jantung. Pada
titik ini alirkan energi kedua tangan anda buang nafas sambil mengalirkan
energi sepanjag lengan sampai ketelapak tangan. perhatian diarahkan pada
aliran energi di telapak tangan.
4. Ulangi terus dan lakukan dengan cara yang sama.

6
2.2 Pengertian Refleksi
Kata refleksi yang semula bermakna ‘respons otomas’ pertama kali
dikemukakan oleh psikiater di Rusia. Adalah Dr. Ivan Pavlov dan Dr. Vladimir
Bekhterev yang telah mengeksplorasi respons refleks dalam tubuh. Vladimir
Mikhailovich Bekhterev (20 Januari 1857—24 Desember 1927) adalah seorang
ahli saraf yang berasal dari Rusia dan bapak psikologi objekf. Bekhterev
melakukan sejumlah penelian tentang pemahaman kerja otak.
Pada tahun 1893, Sir Henry Head, seorang ahli saraf yang bekerja di London,
menjadi orang pertama yang membuktikan bahwa gangguan fungsi internal
tercermin pada tubuh bagian luar. Pada tahun 1898 Sir Henry Head menemukan
zona pada kulit yang menjadi hipersensif terhadap tekanan saat organ yang
dihubungkan oleh saraf ke daerah kulit tersebut menderita gangguan. Itu
menunjukkan bahwa ada hubungan antara organ tubuh yang terganggu dengan
bagian tubuh yang hipersensif. Terbukti bahwa jika bagian yang hipersensif
tersebut dipijat, penyembuhan pada organ yang terganggu akan dimulai secara
intensif. Pada saat yang sama Dr. Alfons Cornelius menemukan bahwa titik
refleks dipijat, bagian tubuh yang terganggu yang sesuai dengan titik refleks
mengalami penyembuhan lebih cepat. Makna kata refleks di sini berubah menjadi
‘cerminan’ yang dalam hal ini terdapat bagian luar tubuh yang hipersensif,
mencerminkan bagian dalam atau organ tubuh tertentu yang sedang mengalami
gangguan.
Refleksologi adalah ilmu pengobatan holistik berdasarkan prinsip bahwa
terdapat titik atau area pada kaki, tangan, dan telinga yang terhubung ke bagian
tubuh atau organ lain melalui sistem saraf. Tekanan atau pijatan di titik atau area
tersebut akan merangsang pergerakan energi di sepanjang saluran saraf yang akan
membantu mengembalikan homeostasis (keseimbangan) energi tubuh.
Stres, cedera, atau gangguan penyakit dapat menyebabkan keseimbangan
energi tubuh terganggu. Ketidak seimbangan energi dapat dirasakan melalui
kristal di titik refleksi yang sesuai dengan bagian tubuh yang bermasalah. Kristal
tersebut terasa bervariasi dari yang seperti pasir hingga terasa berbentuk benjolan.
Kristal tersebut terjadi karena terhalangnya saluran energi. Pijatan di daerah yang

7
bermasalah akan merangsang aliran energi yang akan membongkar halangan dan
melancarkan kembali aliran energi.
Ketidak seimbangan energi dapat dilihat atau dirasakan melalui tanda-tanda,
antara lain mengerasnya kulit, terjadinya perubahan warna kulit, muncul tanda-
tanda di kaki (tanda merah dapat menunjukkan masalah akut), bau kaki, atau
temperatur kaki dan kelembaban kaki yang tidak normal.
Pijat refleksi dilakukan dengan memanipulasi di titik atau area refleksi untuk
merangsang aliran dan pergerakan energi disepanjang saluran zona yang akan
membantu mengembalikan homeostasis (keseimbangan) energi tubuh.
Rangsangan refleksi bekerja dari dalam ke luar, memanipulasi energi tubuh agar
tubuh memperbaiki gangguan, dan merangsang sistem saraf untuk melepas
ketegangan.
Ketika manusia berakvitas, organ dan sistem vegetasi tubuh bekerja
menjalankan fungsi dengan semestinya karena adanya Qi atau energi vital. Dalam
tubuh, energi vital ini harus beredar pada jalurnya dengan leluasa, secara terus-
menerus tanpa adanya hambatan selama kita hidup. Di permukaan tubuh manusia
terdapat sejumlah zona refleksi yang berhubungan dengan organ–organ atau
sistem organ tertentu yang dipelihara oleh segmen sumsum tulang. Memanaskan,
mendinginkan, atau memijat di sebuah zona refleksi akan melancarkan peredaran
energi vital atau Qi pada organ atau sistem organ tertentu yang berhubungan
dengan zona refleksi tersebut.
Terapi pijat refleksi zona adalah cara mengatasi gangguan kesehatan dengan
cara memijat titik atau area refleksi tertentu pada tubuh manusia sesuai dengan
zonanya. Pemijatan di sebuah zona akan melancarkan aliran energi vital yang
mengalir di zona tersebut. Manusia akan sehat jika energi vital berada dalam
keadaan seimbang dan mampu mengalir sempurna tanpa hambatan
1. Zona Longitudinal
Tahun 1917 Dr. William Fitzgerald Crawford menerbitkan buku berjudul Zone
Therapy. Dia menggambarkan bahwa tubuh dapat dibagi menjadi 10 zona
longitudinal dan dalam zona tersebut mengalir energi yang menggabungkan
bagian–bagian tubuh yang berada dalam zona yang sama. Sumbatan atau
hambatan energi dalam suatu zona dapat mempengaruhi bagian– bagian tubuh

8
yang berbeda yang berada dalam zona yang sama. Tekanan atau pijatan di satu
zona dapat membantu menghilangkan sumbatan dan melancarkan aliran energi
pada zona tersebut. Dr. William Fitzgerald Crawford juga mengunakan metode
pijat ini untuk mengurangi rasa nyeri yang berfungsi sebagai anastesi. Dalam
teori zona longitudinal ada lima zona di setiap sisi tubuh. Zona itu meliputi
segmen pada tubuh, depan–belakang, meluas dari ujung kaki sampai ke kepala
dan otak. Dari ujung jari kaki ditarik garis sejajar dengan ujung jari tangan yang
sama. Setiap satu level tubuh mempunyai lebar yang sama.
Lima zona tersebut adalah sebagai berikut.
a. Zona 1: dari ujung ibu jari kaki melewati tungkai dan tubuh ke kepala dan
otak, kemudian ke bawah ke lengan terus menuju ujung ibu jari tangan.
b. Zona 2: dari ujung jari kaki kedua melewati tungkai dan tubuh ke kepala
dan otak, kemudian ke bawah ke lengan terus menuju ujung jari telunjuk
tangan.
c. Zona 3: dari ujung jari kaki ketiga melewati tungkai dan tubuh ke kepala
dan otak, kemudian ke bawah ke lengan terus menuju ujung jari tengah
tangan.
d. Zona 4: dari ujung jari keempat kaki melewati tungkai dan tubuh ke kepala
dan otak, kemudian ke bawah ke lengan terus menuju ujung jari manis
tangan.
e. Zona 5: dari ujung jari kelima kaki melewati sisi luar tungkai kaki dan
tubuh ke kepala dan otak, kemudian ke bawah tepi luar lengan terus
menuju ujung jari kelingking tangan.
Makna dari zona adalah bahwa ada aliran energi vital sepanjang masing-
masing zona yang berhubungan ke semua area tubuh yang berada dalam zona
yang sama. Jadi, masalah di satu titik atau area di zona tertentu dapat
menyebabkan masalah di bagian tubuh yang lain yang berada di dalam zona yang
sama, demikian juga saat mencari letak titik atau area pijat refleksi.
2. Zona Transversal.
Hanne Marquardt dari Jerman melakukan metode pijat refleksi untuk
mengatasi gangguan yang menyangkut alat gerak di tulang belakang, saluran
pernapasan, saluran urogenital, pertumbuhan anak, fungsi kelenjar, fungsi organ,

9
dan sebagainya. Hanne Marquardt mengembangkan peta kaki dengan
menambahkan garis garis melintang pada tubuh sebatas bahu, pinggang dan
panggul, membagi tubuh dalam empat zona transversal. Zona transversal
(melintang) membagi seluruh tubuh menjadi empat bagian, yaitu:
a. Zona Transversal Tubuh 1 Zona ini mencakup daerah kepala, leher, dan
tengkuk hingga garis transversal bahu.
b. Zona Transversal Tubuh 2 Zona ini mencakup daerah antara garis
transversal bahu dan garis transversal pinggang. Organ yang termasuk
dalam zona ini terletak dalam dada dan perut bagian atas, termasuk lengan
dan siku.
c. Zona Transversal Tubuh 3 Zona ini mencakup daerah antara garis
transversal pinggang hingga garis transversal dasar pelvis. Organ yang
termasuk dalam zona ini adalah yang terdapat dalam perut bawah,
termasuk lengan bawah.
d. Zona Transversal Tubuh 4 Zona ini mencakup bagian tubuh di bawah garis
transversal dasar pelvis, yaitu seluruh tungkai dan kaki.

3. Refleks Silang
Susunan zona longitudinal menyatakan bahwa terdapat zona yang sama pada
tungkai dan lengan. Itu menyebabkan adanya di dalam tubuh apa yang disebut

10
dengan Area Hubungan Zona (= Refleks Silang = Area Referal). Area hubungan
silang yang dimaksud adalah:
a. Daerah bahu dengan daerah panggul;
b. Lengan atas dengan tungkai kaki atas;
c. Siku tangan dengan lutut kaki
d. Lengan bawah dengan tungkai kaki bawah
e. Pergelangan tangan dengan pergelangan kaki
f. Telapak tangan dengan telapak kaki
g. Belakang tangan (punggung tangan) dengan punggung kaki.
Area hubungan zona tersebut sangat berguna sebagai area tambahan untuk
perawatan masalah gangguan tertentu. Misalnya, dalam kasus cedera siku pada
pemain tenis, selain menggunakan pijat refleksi di kaki dan/atau tangan, pijatan
dapat diberikan di lutut sebagai area hubungan zona. Jika siku kanan cedera, lutut
kanan dapat dipijat. Untuk pemula lebih aman melakukan pijatan di Area
Hubungan Zona terlebih dahulu dari pada langsung memijat di daerah yang
cedera.
Selain melakukan pijatan pada area yang cedera titik titik refleksi juga berada
pada tubuh sebagai berikut :
1. Area atau titik refleksi kaki dan tangan seperti di bawah ini.

11
2. Titik Refleksi Tubuh

12
Keterangan gambar tubuh bagian
belakang:

1. Refleksi sum-sum
belakang

2. Mata

3. Memanjangkan kaki
kanan

4. Mata

5. Telinga

6. Lengan dan tangan

7. Ngompol

8. Tulang ekor

9. Ujung tulang belakang

10. Tenggorokan

11. Kaki kanan

13
12. Prostat/ovarium

13. Reumatik

14. Lemah $ahwat

15. Mata

16. Perut

17. Ginjal

18. Paru-paru

19. Jantung

20. Kanker

21. Kaki kiri

22. Jantung

23. Tenggorokan

24. Mata juling

25. Jantung

26. Memanjangkan kaki

27. Gagap

28. Mata

Berbagai jenis refleksi telah berkembang di dunia dengan menggunakan


teknik yang menjadi ciri khas dari mana pijat tersebut berasal. Jenis-jenis refleksi
yang kini dikenal, di antaranya adalah swedish massage, thai massage, balinese
massage, tuina, akupresur, shiatsu, Body back, Sport Massagr dan lain-lain.
Melalui refleksi, kita merangsang organ tubuh agar menjadi bugar. Jika tubuh
bugar, itu akan mencegah timbulnya penyakit atau gangguan. Refleksi merupakan

14
cara untuk melancarkan energi di dalam tubuh dan peredaran darah dan
mengendurkan otot-otot

Secara umum ada lima teknik refleksi dasar, yaitu:

1. Mengusap (Efflurage/Strocking) Mengusap adalah gerakan mengusap


dengan menggunakan telapak tangan atau bantalan jari tangan.
Gerakan dilakukan dengan meluncurkan tangan di permukaan tubuh
searah dengan peredaran darah menuju jantung dan kelenjar-kelenjar
getah bening. Tekanan diberikan secara bertahap dan disesuaikan
dengan kenyamanan klien. Gerakan ini dilakukan untuk mengawali
dan mengakhiri pemijatan. Manfaat gerakan ini adalah merelaksasi
otot dan ujung-ujung syaraf.
2. Meremas adalah gerakan memijit atau meremas dengan menggunakan
telapak tangan atau jari-jari tangan. Teknik ini digunakan di area tubuh
yang berlemak dan jaringan otot yang tebal. Dengan meremas-remas
akan terjadi pengosongan dan pengisian pembuluh darah vena dan
limfe. Suplai darah yang lebih banyak dibawa ke otot yang sedang
dipijat.
3. Menekan ((Friction)
Menekan adalah gerakan melingkar kecil-kecil dengan penekanan
yang lebih dalam dengan menggunakan jari, ibu jari, buku jari, bahkan
siku tangan. Gerakan ini bertujuan melepaskan bagian-bagian otot
yang kejang serta menyingkirkan akumulasi dari sisa-sisa
metabolisme. Pijat friction juga membantu memecah deposit lemak
karena bermanfaat dalam kasus obesitas. Friction juga dapat
meningkatkan akvitas sel-sel tubuh sehingga aliran darah lebih lancar
di bagian yang terasa sakit sehingga dapat meredakan rasa sakit.
4. Menggetar (Vibration)
Menggetar adalah gerakan pijat dengan menggetarkan bagian tubuh
dengan menggunakan telapak tangan ataupun jari-jari tangan. Untuk
melakukan vibrasi, taruh telapak tangan di bagian tubuh yang akan
digetar, kemudian tekan dan getarkan dengan gerakan kuat atau
lembut. Gerakan yang lembut disebut vibrasi, sedangkan gerakan yang

15
kuat disebut shaking atau mengguncang. Vibrasi bermanfaat untuk
memperbaiki atau memulihkan serta mempertahankan fungsi saraf
dan otot.
5. Memukul (Tapotement)
Memukul adalah gerakan menepuk atau memukul yang bersifat
merangsang jaringan otot yang dilakukan dengan kedua tangan
berganan secara cepat. Untuk memperoleh hentakan tangan yang
ringan, klien dak merasa sakit, tetapi merangsang sesuai dengan
tujuannya, diperlukan fleksibilitas pergelangan tangan. Tapotement
dak boleh dilakukan di area yang bertulang menonjol ataupun pada
otot yang tegang serta area yang terasa sakit atau nyeri. Tapotement
bermanfaat untuk memperkuat kontraksi otot saat dismulasi. Pijat ini
juga berguna untuk mengurangi deposit lemak dan bagian otot yang
lembek.

Selain teknik, gerakan dan irama juga sangat mempengaruhi hasil refleksi.

1. Gerak (movement)
Perpindahan gerakan dari satu teknik pijat ke gerakan berikutnya harus
dilakukan secara berkesinambungan sehingga klien merasa nyaman.
2. Irama (rythme)
Irama adalah interval dari gerakan ke gerakan secara teratur, stabil, serta
tidak terlalu cepat ataupun lambat.

2.3 Jenis Jenis Bioenergi

Berdasarkan kajian teori komplementer yang dipaparkan maka metode yang


dianggap tepat untuk melancarkan energy tubuh manusia sehingga segala
hambatan digaris kekuatan energy tubuh manusia akan dibahas dua hal yaitu
Bioenergi acupresur dan Bioenergi Sport Massage.

1. Bioenergi Acupresur

16
Acupressure adalah Tehnik pengobatan dengan pemijatan dan penekanan
secara perlahan (Ringan pada anak) pada titik garis energy yang mengalami
gangguan. dengan jari tangan, telapak tangan, atau dengan alat-alat lain yang
ujungnya tumpul. Fungsi akupresur adalah membuat tubuh terasa lebih segar dan
dapat membantu mengatasi kondisi kesehatan tertentu. Akupresur bekerja dengan
membebaskan sumbatan energi dalam tubuh. Ketika salah satu meridian
terhambat, maka akan terjadi ketidak seimbangan tubuh yang dapat menyebabkan
penyakit. Proses akupresur yang menekan pada titik meridian tubuh dipercaya
dapat mengatasi penyumbatan tersebut dan mengembalikan keseimbangan tubuh.
Selain itu, akupresur dipercaya dapat merangsang keluarnya hormon endorfin
yang merupakan pereda nyeri alami, meningkatkan sirkulasi dalam tubuh, dan
meredakan ketegangan pada otot.

Agar acupresur tepat mengenai titik garis energy maka cara menekannya
menggunakan bioenergi. Konsep dasar bioenergi adalah napas perut dimana
kekuatan mengeluarkan pernapasan melalui telapak tangan yang dipercaya
memiliki banyak syaraf sehingga telapak tangan menjadi peka,

Aplikasi Bionenergi acupresur dengan langkah dan strategi sebagai berikut:

1. Langkah –langkah Bioenergi acupresur


2. Siapkan peralatan yang diperlukan untuk Akupresur dan body back seperti :
minyak penghangat,handuk kecil, steak, cream, desinfectan dan bak sebagai
tempatnya.
3. Pasien dipersilahkan duduk atau berbarung lalu Lakukan pengkajian praktis
dan tepat sasaran selalu disertai pemeriksaan tekanan darah dan simpulkan
diagnose keperawatannya.
4. Lakukan implementasi terapi mulai dari telapak kaki diawali dengan
desinfektan, lalu goyangkan atau putar, pukul, terus ambil steak lakukan
penekanan daerah telapak kaki mulai dari jari terus telapak lanjut tungkai,
kemudian usap kea rah jantung , terus jari tangan , telapak tangan, terus
menjalar ke pergelangan tangan, diakhiri pengusapan, terus tubuh di balik
lalu lakukan penekanan tiap tekanan 3 detik mulai dari paha, panggul,

17
pinggul punggung dan lanjut dengan Bodyback tiap tenanan 3 detik di tiga
garis garis tengah ,kiri dan kanan serta di akhiri dengan stracing selama 1
menit , terus pasien balik dilakukan fibrasi punggung 1 menit, terus stracing
daerah leher sampai di bawah otak lakukan 5 kali
5. Pada saat melakukan penekanan / saat akupresur / Refleksi dilakukan
hendaknya menekan dengan mengunakan bioenergi tiap tekana 3 detik,
supaya sebagai terapis memiliki daya tekan yang mampu mengalirkan energi .
6. Biarkan pasien istirahat selama 10 menit kemudian bangunkan secara
perlahan dan terakhir berikan minum pembangkit energi ( missal bioteh).
Cara mengalirkan Bioenergi :
1. Diawali dengan menggosokkan kedua tangan terus tempelkan pada dahi,
buka generator kepala pasien terus membayangkan pancaran medan energi
dari kepala keseluruh tubuh pasien.
2. Alirkan median energi pasien secara memanjang dari kepala kekaki caranya
yaitu alirkan bioenergi dengan mengulangi gosok tangan tempelkan pada dahi
turun kebawah dan bayangkan energy mengalir keseluruh tubuh.
3. Lakukan dengan cara kedua terus bayangkan energy mengalir istrirahat 3
menit lalu pasien dibangunkan.
2. Bioenergi Sport massage
Sport massage adalah pengobatan pijat yang memperlakukan pada aspek fisik,
fisiologis dan psikologis untuk atlet. Hal ini dapat digunakan sebelum atau
sesudah kegiatan olah raga. Jika digunakan sebelum kegiatan olahraga akan
sangat membantu dalam pemanjangan dan melonggarkan jaringan lunak. Pijat
mengacu pada manipulasi sistematis jaringan lunak tubuh untuk tujuan
terapeutik dan melancarkan peredaran darah. Olah raga pijat adalah ilmu dan seni
menerapkan pijat dan teknik yang berkaitan dengan menjaga kesehatan atlet dan
untuk meningkatkan kinerja atletik. (Patricia J. Benjamin, PhD Scott P. Lamp,
LMT, 2005, ).Di kutip dari buku Anders Jelve´us dan Kristjan Oddsson. dalam
bukunya mengatakan seorang physi- pengadilan cian ke Kaisar Romawi Markus
Aurelius, menulis bahwa tujuan dari pijat adalah untuk melunakkan tubuh
sebelum latihan (Calvert 2002). Dikatakan bahwa Galenus merekomendasikan
bahwa semua latihan harus didahului dengan pijat dengan minyak(Calvert

18
2002). Pijat juga digunakan untuk gladiator (petarung pada zaman romawikuno)
untuk latihan dan perkelahian, untuk meringankan rasa sakit dan berfungsi
sebagai revitalisasi sebuah modalitas (Calvert 2002). Di India, di mana gulat
selalu menjadi populer olahraga, pijat telah digunakan sebagai modalitas
penyembuhan untuk pegulat sejak zaman kuno. Ketika orang biasa yang
membutuhkan perawatan pijat mereka sering disebut spesialis dalam terapi
sentuhan; ituterapis pijat berlatih sering pegulat (Calvert 2002).
Penulis mendapat kesimpulan dari bebrapa para ahli dan juga penulis bahwa
sport massage sangat berguna bagi atlit, hal ini dapat digunakan sebelum atau
sesudah kegiatan olahraga. Jika digunakan sebelum kegiatan olahraga akan sangat
membantu dalam pemanjangan dan melonggarkan jaringan lunak. Ketika
digunakan setelah acara olahraga kegunaannya adalah penyembuhan dan
peremajaan untuk kebugaran pikiran dan tubuh. itu digunakan pra atau pasca
olahraga guna meningkatkan sirkulasi darah, itu membentang otot dan sendi,
memberikan elastisitas jaringan yang lebih baik dan flushes tubuh asam laktat.
dan juga berguna untuk mengurangi rasa sakit bagi para atlit bela diri tidak hanya
itu sport massage tidak hanya untuk atlit ada juga di gunakan sebagai terapi dan
juga kesehatan dan kecantikan sebagai kebugaran bagi masyaakat biasa.
Adapun teknik teknik yang dapat dilakukan yaitu :
1. Teknis Sport Massage
Teknis Sport Massage dapat dilakukan dalam dua posisi. Pertama tubuh atlit
dalam posisi telungkup dan yang kedua posisi atlit telentang. Di bawah ini
penjelasan bagaimana teknik melakukan sport massage pada atlit.
2. Effleugare (Menggosok)
Maksud : Memberikan rangsang kepada
persyarafan dan jaringan dibawah kulit.

Tujuan :

Membantu kinerja pembuluh darah balik


(vena).

Memanaskan badan.

19
Teknik : Effleurage pada umumnya selalu
dilaksanakan menyusur mengikuti
perpanjangan otot dan menuju kearah jantung.
Hal ini mempunyai pengertian bahwa
pembuluh-pembuluh darah yang ada di tepi
(dikulit), adalah pembuluh-pembuluh darah
balik (vena) yang berisi darah mengalir
kembali menuju jantung. Pelaksanaannya
dapat dikerjakan dengan mempergunakan jari-
jari, ibu jari, satu menuju jantung.
Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan
mempergunakan jari-jari, ibu jari, satu tangan,
kedua tangan bergantian atau bersama-sama
sesuai dengan daerah yang dipijatnya, lebar
atau sempit.

3. Petrisage (Memijat-Mijat)

20
Maksud : Menghancurkan sisa
pembakaran dan melemaskan kekakuan di
dalam jaringan.

Tujuan: Untuk memudahkan


pengangkutan.

Teknik: Pelaksanaan petrisage untuk


tempat-tempat yang lebar dapat dikerjakan
dengan kedua tangan bersama-sama atau
kedua tangan bergantian secara berurutan.
Untuk daerah yang sempit cukup
dikerjakan dengan ujung-ujung jari.
Sedang arahnya naik turun bebas.

4. Shaking (Menggoncang-Goncangkan)

21
Maksud : Menempatkan bangunan-
bangunan dibawah kulit (otot, pembuluh
darah, persyarafan) pada tempatnya
masing-masing.

Tujuan : Untuk memudahkan pengaliran


atau pertukaran zat dalam bangunan-
bangunan tersebut, pada tempatnya
masing-masing.

Teknik : Pada umumnya shaking dapat


dikerjakan dengan satu tangan, tetapi dapat
pula dikerjakan dengan dua tangan
bersama-sama. Khususnya tempat yang
lebar-lebar, misalnya didaerah perut atau di
paha bagian atas. Arah naik turun bebas,
yang penting diharapkan sejumlah otot
yang ada disitu harus tergoncangkan
semuanya. Dengan shaking diharapkan
dapat membantu mengendorkan
ketegangan-ketegangan.

5. Tapotement (Memukul-Mukul)

Maksud : Mempunyai tonus otot syaraf


vegetatior (tak sadar) pada jaringan
perifeer (tepi).

Tujuan : Mempertinggi tonus otot dan


mempergiat peredaran darah pada kulit.

Teknik : Pada umumnya tapotement

22
dikerjakan dengan kedua tangan
bergantian. Sikap tangan dapat berupa
setengah mengepal, jari-jari terbuka atau
rapat, dapat pula dengan punggung jari-
jari, aau dengan mencekungkan tapak
tangan jari-jari rapat. Bisanya tapotament
diberikan didaerah pinggang, punggung
dan pantat, tetapi boleh juga diberikan
ditempat lain apabila diperlukan. Arahnya
naik turun bebas.

Maksud : Penghancurkan bekuan-bekuan


dan pengerasan-pengerasan didalam
jaringan ikat dan otot.

Tujuan : Penormalkan sirkulasi (peredaran)


darah dan pertukaran zat.

Teknik : Friction dapat dikerjakan dengan


ujung-ujung jari, ibu jari, atau pangkal
tapak tangan, disesuaikan dengan keadaan.
Caranya dengan menekankan ujung-ujung
jari tersebut dan putar-putarkan berurutan
sambil jalan atau ditempat. Biasanya
digunakan untuk menghancurkan
kekakuan-kekakuan otot, ujung-ujung otot
dan pada persendian. Arahnya naik turun
bebar.

23
6. Friction (Menggerus)
Maksud : fenghancurkan bekuan-bekuan dan
pengerasan-pengerasan didalam jaringan
ikat dan otot.
Tujuan : fenormalkan sirkulasi (peredaran)
darah dan pertukaran zat.
Teknik : friction dapat dikerjakan dengan
ujung-ujung jari, ibu jari, atau pangkal tapak
tangan, disesuaikan dengan keadaan.
Caranya dengan menekankan ujung-ujung
jari tersebut dan putar-putarkan berurutan
sambil jalan atau ditempat. Biasanya
digunakan untuk menghancurkan kekakuan-
kekakuan otot, ujung-ujung otot dan pada
persendian. Arahnya naik turun bebar.

7. Stroking ( Mengurut )

24
Maksud :

Mempengaruhi syaraf vegetatief pada jaringan-


jaringan di bawah kulit. Mencari atau
mengetahui kelainan-kelainan jaringan.

Tujuan : Melemaskan jaringan sehingga


sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi baik.

Teknik : Dengan ujung dan dua jari, tiga jari


empat ujung jari yang dirapatkan, kemudian
dengan tekanna, gerakan jari-jari tersebut
menyusur antar otot (inter mosculair) antar tiga
(inter costae) dan lain-lain. Dengan gerakan ini
akan dapat menemukan kelainan-kelainan yang
berupa pengerasan-pengerasan, ketegangan-
ketegangan, atau benjolan-benjolan pada otot
tersebut. Dengan menemukan kelainan tersebut
akan mempermudah untuk mengobatinya.
Gerakan stroking dapat dilakukan dari bagian
ujung kearah pangkal, atau dapat pula dari
bagian samping menuju ke arah tengah di daerah
punggung

BAB III

PENUTUP

25
3.1 Kesimpulan
Bioenergi adalah segala kekuatan atau energy yang mengalir didalam
system tubuh manusia yang tidak terlihat tetapi dirasakan oleh manusia
itu. Didalam tubuh manusia ada aliran listrik yang disebut
elektromagnetik. Jadi elektromagnetik sendiri adalah gelombang yang
memancar tanpa media rambat yang membawa muatan energi listrik
dan magnet (elektromagnetik). Oleh karena tidak memerlukan media
perambatan, gelombang elektromagnetik sering pula disebut sebagai
radiasi eletromagnetik. Jenis Jenis Bioenergi ada Bioenergi Acupresur
dan Bioenergi Sport massage

3.2 Saran
Bagi mahasiswa perawat diharapkan mampu melakukan dan melatih
jenis-jenis bioenergy agar dapat dipergunakan dalam bidang pendidikan
keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA

26
Carter, Mildred dan Tammy Weber. 2003.
Integrated Sports Massage Therapy, 2011, hal 2 / 3.

Understanding Sports Massage Second Edition 2005, hal 2

Hand Reflexology. Karisma. Lia Amalia. Bahan Ajar: FK 2102

Anatomi Fisiologi Manusia, Sism Kendali Sism Saraf. Bandung: SF ITB.


Llewellyn-Jones, Derek dan Dian Parames Bahar. 1971.

Every woman, Seap Wanita. Taplinger Publishing Company. Rayner, Claire dan
Tey Yulian. 1990. Bertanyalah Dokter Anda menjawab. Jakarta: PT Gaya Favorit.
Sistem saraf perifer, elearning.gunadarma.ac.id Anatomi saraf, staff.ui.ac.id Dr.
Miah Azrin, Sp.KO. Makalah “Sistem Pencernaan”

27