You are on page 1of 3

A.

Persepsi klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan


Instrumen B adalah untuk menilai persepsi klien terhadap pelayanan asuhan
keperawatan. Pengambilan data menggunakan kuesioner kepuasan milik Universitas
Jenderal A. Yani yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi RSUD Wonosari. Data
dibagikan kepada pasien yang dirawat minimal 3 hari dengan besar sampel 8 pasien.
Berdasarkan kuesioner “Persepsi pasien terhadap mutu asuhan keperawatan” yang
diberikan kepada 8 sampel pasien, diperoleh data sebagai berikut :

Persepsi Klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan


Tabel 3.40
Persepsi Klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan
Di Ruang Dahlia I
Tanggal 22 Mei 2018
(n = 8)

No Kriteria Ya Tidak Ya (%) Tidak (%)


1 Apakah perawat selalu memperkenalkan diri? 6 2 75% 25%
Apakah perawat melarang pengunjung 7 1 87.5% 12.5%
2
merokok di ruangan?
Apakah perawat selalu menanyakan 8 0 100% 0%
3
bagaimana nafsu makan pasien?
Apakah perawat pernah menanyakan adanya 8 0 100% 0%
4
makanan pantangan dalam keluarga?
Apakah perawat memperhatikan jumlah diet 5 3 62.5% 37.5%
5
yang dimakan oleh pasien?
Bila pasien tidak mampu makan sendiri, 1 7 12.5% 87.5%
6
apakah perawat membantu menyuapi?
Pada saat pasien dipasang infus, apakah 7 1 87.5% 12.5%
7 perawat selalu memeriksa cairan/tetesannya
dan area sekitar pemasangan infus?
Bila pasien mengalami kesulitan buang air 8 0 100% 0%
besar, apakah perawat menganjurkan makan
8
buah, sayur, minum yang cukup dan banyak
bergerak?
Pada saat perawat membantu pasien 5 3 62,5% 37,5%
BAB/BAK, apakah perawat memasang
9
sampiran/selimut, menutup pintu/jendela,
mempersilakan pengunjung keluar ruangan?
Apakah ruangan tidur pasien selalu dijaga 8 0 100% 0%
10
kebersihannya?
Apakah lantai kamar mandi/WC selalu: 5 3 62,5% 37,5%
11 bersih, tidak licin, tidak berbau, cukup
terang?
Selama pasien belum mampu mandi, apakah 0 8 0% 100%
12
dimandikan oleh perawat?
Apakah pasien dibantu oleh perawat, bila 1 7 12,5% 87,5%
tidak mampu: menggosok gigi,
13
membersihkan mulut atau mengganti pakaian
atau menyisir rambut
Apakah alat-alat tenun seperti seprei, 8 0 100% 0%
14
selimut,dll diganti setiap kotor?
Apakah perawat pernah memberikan 6 2 75% 25%
penjelasan akibat dari: kurang bergerak,
15
berbaring terlalu lama?
Pada saat pasien masuk ruangan, apakah 5 3 62,5% 37,5%
perawat memberikan penjelasan tentang
16 fasilitas yang tersedia dan cara
penggunaannya, peraturan/tata tertib yang
berlaku di RS?
Selama pasien dalam perawatan, apakah 8 0 100% 0%
17 perawat memanggil nama pasien dengan
benar?
Selama pasien dalam perawatan, apakah 8 0 100% 0%
18 perawat mengawasi keadaan pasien secara
teratur pada pagi, sore maupun malam hari?
Selama pasien dalam perawatan, apakah 6 2 75% 25%
19 perawat segera memberi bantuan bila
diperlukan?
20 Apakah perawat bersikap sopan dan ramah? 8 0 100% 0%
Apakah pasien/keluarga mengetahui perawat 8 0 100% 0%
21 yang bertanggungjawab setiap kali
pergantian dinas?
Apakah perawat selalu memberikan 7 1 87,5% 12,5%
22 penjelasan sebelum melakukan tindakan
perawatan/pengobatan?
Apakah perawat selalu bersedia 8 0 100% 0%
23 mendengarkan dan memperhatikan setiap
keluhan pasien?
Dalam hal memberikan obat, apakah perawat 4 4 50% 50%
24
membantu menyiapkan/meminumkan obat?
Selama pasien dirawat, apakah diberikan 8 0 100% 0%
penjelasan tentang perawatan/pengobatan/
25
pemeriksaan lanjutan setelah pasien
diperbolehkan pulang?
Total / Presentase 153 49 76,5% 23,5%

Analisa Data:
Berdasarkan table diatas 3.32, menurut Arikunto (2010) dapat dinilai dengan kriteria
baik (76-100%), kriteria cukup (56-75%), kriteria kurang (40-55%) dan tidak baik (< 35%).
Diketahui persepsi pasien terhadap pelayanan asuhan keperawatan berada pada kategori
Cukup Jika dilihat dari 25 item pertanyan dalam kuisioner, rata-rata pasien mepersepsikan
perawat di ruang Anggrek I tidak melakukan:
1. 87,5% atau 7 dari 8 responden mempresepsikan bahwa sebagian besar perawat tidak
membantu pasien yang tidak mampu makan sendiri, hasil wawancara keluarga pasien
menunjukan bahwa “perawat hanya memotivasi keluarga untuk memberi asupan makan”.
2. 100 % atau 8 dari 8 responden mempersepsikan bahwa sebagian besar perawat tidak
memperhatikan pasien yang belum mampu mandi dengan memandikan pasien. Hasil
wawancara keluarga pasien mengatakan “bahwa perawat hanya memotofasi keluarga untuk
memandikan, dengan menseka”.
3. 87,5 % atau 7 dari 8 responden mempersepsikan bahwa sebagian besar perawat tidak
membantu pasien, bila pasien tidak mampu: menggosok gigi, membersihkan mulut atau
mengganti pakaian atau menyisir rambut. Hasil observasi pasien, bahwa keluarga cenderung
memilih tidak melakukan kebersihan gigi karena merasa kesusahan dan tidak bisa
melakukan, untuk mengganti pakaian dan menyisir rambut keluarga masih bisa
melakukan mandiri..