You are on page 1of 6

LAPORAN KEGIATAN

Laporan F. 1 UPAYA PROMOSI KESEHATAN


MASYARAKAT

Penyuluhan Pengenalan Asma

Diajukan dalam rangka praktek klinis dokter internsip sekaligus sebagai bagian dari

persyaratan menyelesaikan program internsip dokter Indonesia

Di UPTD Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri

Disusun oleh :

dr. Arvin Wiranata Lianto

Program Internsip Dokter Indonesia

Kota Kediri

2019
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kegiatan : Penyuluhan pengenalan Asma


Pelaksana Kegiatan : dr. Arvin Wiranata Lianto
Jenis Kegiatan : Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat
Kode Kegiatan : F.1

Mengetahui,
Pendamping Dokter Internship Pelaksana Kegiatan

dr. Gretta Hapsari Amalya dr. Arvin Wiranata Lianto


NIP.19800409 200902 2 00
1. Kode Kegiatan: F.1 Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat

2. a. Jenis Kegiatan

Penyuluhan Pengenalan Asma

b. Materi Kegiatan
Angka kejadian penyakit alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan dengan
perubahan pola hidup masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zat yang
ada di dalam makanan. Salah satu penyakit alergi yang banyak terjadi di masyarakat
adalah penyakit asma. Asma adalah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa
disembuhkan secara total. Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam
waktu dekat akan terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Apalagi bila karena
pekerjaan dan lingkungannya serta faktor ekonomi, penderita harus selalu berhadapan
dengan faktor alergen yang menjadi penyebab serangan. Biaya pengobatan
simptomatik pada waktu serangan mungkin bisa diatasi oleh penderita atau
keluarganya, tetapi pengobatan profilaksis yang memerlukan waktu lebih lama, sering
menjadi problem tersendiri.

Dalam tiga puluh tahun terakhir terjadi peningkatan prevalensi (kekerapan


penyakit) asma terutama di negara-negara maju. Kenaikan prevalensi asma di Asia
seperti Singapura, Taiwan, Jepang, atau Korea Selatan juga mencolok. Kasus asma
meningkat insidennya secara dramatis selama lebih dari lima belas tahun, baik di negara
berkembang maupun di negara maju. Beban global untuk penyakit ini semakin
meningkat. Dampak buruk asma meliputi penurunan kualitas hidup, produktivitas yang
menurun, ketidakhadiran di sekolah, peningkatan biaya kesehatan, risiko perawatan di
rumah sakit dan bahkan kematian. Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan
dan kematian di Indonesia, hal ini tergambar dari data studi survei kesehatan rumah
tangga (SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia. Survey Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT) tahun 1986 menunjukkan asma menduduki urutan ke-5 dari 10 penyebab
kesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan emfisema. Pada
SKRT 1992, asma, bronkitis kronik dan emfisema sebagai penyebab kematian ke- 4 di
Indonesia atau sebesar 5,6 %. Tahun 1995, prevalensi asma di seluruh Indonesia sebesar
13/1000, dibandingkan bronkitis kronik 11/1000 dan obstruksi paru 2/1000.
3. Tujuan
Agar Masyarakat dapat mengetahui apa itu asma, deteksi asma dan penanganan awal
untuk asma, serta cara mencegah kekambuhan pada penderita asma.

4. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi


Kegiatan pengenalan mengenai asma yang digunakan konselor adalah dengan metode
penyuluha disertai sesi tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan pada masyarakat mengenai apa itu asma, deteksi dini, penanganan awal serta
cara mencegah kekambuhan pada penderita asma.

5. Pelaksanaan Kegiatan
Telah dilakukan penyuluhan mengenai pengenalan asma di Puskesmas Pesantren I pada
tanggal 8 Januari 2019. Dalam pertemuan ini, peserta diberikan penjelasan apa itu asma,
deteksi dini, penanganan awal serta cara mencegah kekambuhan pada penderita asma.
Kegiatan ini dimulai pukul 8.30 pagi, diikuti oleh 30 orang penduduk Kecamatan
Pesantren. Para pasien nampak antusias yang ditunjukkan dengan keaktifan saat diskusi.

6. Monitoring danEvaluasi
Selama kegiatan terjadi interaksi yang menarik antara tenaga kesehatan dengan peserta
penyuluhan dan hal tersebut menunjukan antusias masyarakat terhadap topik diskusi.
Kendala yang dihadapi konselor selama proses penyuluhan berlangsung adalah waktu yang
terbatas karena proses edukasi dilakukan pagi hari sebelum pelayanan kesehatan.
Sebaiknya perlu dicari lagi waktu yang lebih senggang agar tujuan konseling dapat tercapai
dengan optimal.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan tanpa hambatan. Para peserta juga
memberikan respon dengan baik, ditandai dengan adanya beberapa pertanyaan seputar
materi yang disampaikan.

7. Kesimpulan
Pengetahuan masyarakat mengenai Asma memang masih belum baik, dan
diharpakan dengan adanya penyuluhan mengenai pengenalan asma maka masyarakat dapat
mengetahui lebih jelas tentang apa itu asma, gejala asma serta penganangan awal dan cara
mencegah kekambuhan.
LAPORAN KEGIATAN

Nama Peserta : dr. Arvin Wiranata Lianto Tanda tangan :

Nama Pendamping : dr. Gretta Hapsari Amalya Tanda tangan :

Nama Wahana : Puskesmas Pesantren 1

Tema Kegiatan : Penyuluhan Pengenalan Asma

Tujuan Kegiatan

Agar Masyarakat dapat mengetahui apa itu asma,


deteksi asma dan penanganan awal untuk asma, serta
cara mencegah kekambuhan pada penderita asma

Hari / Tanggal : Selasa, 8 Januari 2019

Waktu : 08.30 – selesai

Tempat : R. Tunggu Pasien Puskesmas Pesantren !

Jumlah Peserta : 30 orang


Komentar Atau Umpan Balik Dari Pendamping

1. Catatan Pendamping

2. Evaluasi Kinerja Peserta

Dokter Internsip Dokter Pendamping

(dr.Arvin Wiranata Lianto) (dr. Gretta Hapsari Amalya)