You are on page 1of 4

c c

   

  
Pada awal ke-19 dan awal abad 20-an, para sosilog mendefinisikan patologi social sebagai semua
tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas local, pola kesederhanaan,
moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan, dan hokum
formal. Secara etimologis, kata j  berasal dari kata ? yang berarti
disease/penderitaan/penyakit dan yang berarti berbicara tentang/ilmu. Jadi, patologi adalah
ilmu yang membicarakan tentang penyakit atau ilmu tentang penyakit. Madsud dari pengertian
diatas bahwa patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang asal usul dan sifat-sifatnya
penyakit. Konsep ini bermula dari pengertian penyakit di bidang ilmu kedokteran dan biologi yang
kemudian diberlakukan pula untuk masyarakat karena menurut penulis google bahwa masyarakat
itu tidak ada bedanya dengan organisme atau biologi sehingga dalam masyarakatpun dikenal
dengan konsep penyakit. Sedangkan kata ˜˜ adalah tempat atau wadah pergaulan hidup antar
manusia yang perwujudannya berupa kelompok manusia atau organisasi yakni individu atau
manusia yang berinteraksi / berhubungan secara timbal balik bukan manusia atau manusia dalam
arti fisik. Tetapi, dalam arti yang lebih luas yaitu =
 atau masyarakat. Maka pengertian dari
patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap ³sakit´ disebabkan oleh
faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan
dengan hakekat adanya mnusia dalam hidup masyarakat. Sementara itu menurut teri anomi
bahwa patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur
dari suatu keseluruhan, sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok, atau yang sangat
merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota anggotanya, akibatnya pengikatan
social patah sama sekali.

c
   
Secara etimologis, kata j  berasal dari kata ?  yang berarti
disease/penderitaan/penyakit dan yang berarti berbicara tentang/ilmu. Jadi, patologi adalah
ilmu yang membicarakan tentang penyakit atau ilmu tentang penyakit. Sedangkan
kata ˜˜  adalah tempat atau wadah pergaulan hidup antar manusia yang perwujudannya
berupa kelompok manusia atau organisasi yakni individu atau manusia yang berinteraksi /
berhubungan secara timbal balik bukan manusia atau manusia dalam arti fisik. Maka pengertian
dari patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap ³sakit´ disebabkan oleh
faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan
dengan hakekat adanya manusia dalam hidup masyarakat.
Adapun Istilah / konsep lain untuk patologi social adalah, Masalah social, disorganisasi sosial /
social disorganization / disintegrasi social, sosial maladjustment, Sociopathic, Abnormal, Sociatri.
Disintegrasi/ perpecahan, dapat terjadi jika masyarakat yang merupakan suatu organisasi yang
terdiri dari unsur-unsur yang merupakan satu kesatuan. Apabila salah satu unsur dari masyarakat
tersebut tidak berfungsi dengan baik maka keseimbangan pada sistem akan goyah secara
keseluruhan. Maka akan muncul yang namanya disorganisasi sosial yang lama kelamaan akan
menjadi disintegrasi sosial. Gejala-gejala disintegrasi sosial yaitu terjadinya silang pendapat
diantara warga masyarakat, nilai sosial mulai dilecehkan, norma tidak dipatuhi lagi oleh warga
masyarakat, sanksi sebagai alat pengendali sosial tidsk berfungsi, sering terjadi konflik nilai dan
norma yang lama dengan yang baru, semakin merosotnya wibawa para pemimpin, interaksi
sosialyang terjadi lebih bersifat asosiatif, sering terjadi kerusuhan sosial, kejahatan (anomie
sosial).
Masalah sosial yang terjadi dimasyarakat adalah masalah kriminalitas, yang disebabkan oleh
desakan ekonomi dan menyempitya lapangan pekerjaan yang terbatas, serta jumlah tenaga kerja
yang semakin hari semakin banyak membuat kriminalitas merajalela dimana-mana, seperti
perampokan, pencurian. Sebab-sebab timbulnya kriminalitas adalah pertentangan dan
persaingan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, kepadatan dan komposisi penduduk,
perbedaan distribusi kekayaan, perbedaan kekayaan dan pendapatan, mentalitas yang labil.
Akibat-akibat kriminalitas adalah merugikan pihak lain, baik materiil maupun non materiil,
merugikan masyarakat secara keseluruhan seperti penipuan, pemalsuan. Merugikan negara
misalnya korupsi dan kolusi, mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.
Selain itu banyak terdapat kesenjangan sosial- ekonomi, kenakalan remaja yang merupakan suatu
perilaku yang menyimpang/melanggar norma yang dilakukan oleh anak-anak remaja, seperti
perusakan fasilitas umum, corat-coret, narkoba, seks bebas, membolos sekolah, berbuat cabul,
melihat gambar dan film porno, mengebut di jalan raya dan melampaui batas, minuman-minuman
keras, memakai obat-obatan terlaranga. Sebab-sebab timbulnya kenakalan remaja adalah
motivasi intrinsic yang meliputi faktor intelegensia, usia, jenis kelamin dan kedudukan anak dalam
keluarga. Motivasi ekstrinsik meliputi faktor rumah tangga, pendidikan dan sekolah, pargaaulan
anak, media massa.
Tingkah laku sosiopatik jika diselidiki melalui pendekatan (approach), sebagai berikut:
R   =  
Pendekatan biologis tentang tingkahlaku sosiopatik dalam biologi biasanya terfokuspada bagian
genetik.
1. Patologi itu menurun melalui gen / plasma pembawa sifat di dalam keturunan, kombinasi dari gen-
gen atau tidak adanya gen-gen tersebut
2. Ada pewaris umum melalui keturenan yang menunjukkan tendesi untuk berkembang kearah
pathologis (tipe kecenderungan yang luaar biasa abnormal)
3. Melaui pewarisan dalam bentuk konstitusi yang lemah, yang akan berkembang kearah tingkahlaku
sosiopatik.
Bentuk tingkahlaku yang menyimpang secara sosial yang disebabkan oleh ketiga hal tersebut
diatas dan ditolak oleh umum seperti: homoseksualitas, alkoholistik, gangguan mental, dll.

  =? = 
? =  
a) Pendekatan Psikologis
Menerangkan tingkahlaku sosiopatik berdasarkan teori intelegensi, sehingga individu melanggar
norma-norma sosial yang ada antara lain karena faktor-faktor: intelegensi, sifat-sifat kepribadian,
proses berfikir, motivasi, sifat hidup yang keliru, internalisasi yang salah.
b) Pendekatan Psychiatris
Berdasarkan teori konflik emosional dan kecenderungan psikopatologi yang adadi balik
tingkahlaku menyimpang
c) Approach Sosiologis
Penyebab tingkahlaku sosiopatik adalah murni sosiologis yaitu tingkahlaku yang berbeda dan
menyimpang dari kebiasaan suatu norma umum yang pada suatu tempat dan waktu tertentu
sangat ditentang atau menimbulkan akibat reaksi sosial ³tidak setuju´. Reaksi dari masyarakat
antara lain berupa, hukuman, segregrasi (pengucilan / pengasingan), pengucilan, Contoh: mafia
(komunitas mafia dengan perilaku pengedar narkoba)

Adapun perkembangan patologi sosial ada melalui tiga fase,


1. Dase masalah sosial (social problem)
Pada fase ini menjadi penyelidikan patisos action masalah-masalah sosial seperti pengangguran,
pelacuran, kejahatan, masalah penduduk, dst
1. Dase disorganisasi sosial
Pada fase ini menjadi objek penyelidikan peksos adalah disorganisasi sosial, fase ini merupakan
koreksi dan perkembangan dan fase masalah sosial
1. Dase sistematik
Dase ini merupakan perkembangan dari dua fase sebelumnya. Pada fase ini patsos berkembang
menjadi ilmu pengetahuan yang memiliki sistem yang bulat.
c c
           

            
Mabuk-mabukan sering banyak kita jumpai di lingkungan tempat tinggal kita. Banyak remaja
maupun orang tua menganggap mabuk-mabukan itu mampu menghilangkan stress dan
mengurangi masalah yang telah di hadapi,pendapat seperti itu sangatlah tidak benar,karena
mabuk-mabukan sangat berbahaya bagi kesehatan baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani.
Bahkan dapat menimbulkan kematian. Selain itu juga sering kita jumpai pencurian, banyak alasan
orang tersebut melakukan pencurian diantaranya masalah ekonomi,karena factor ekonomi yang
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari yang makin kompleks. kenakalan remaja yang
merupakan suatu perilaku yang menyimpang/melanggar norma yang dilakukan oleh anak-anak
remaja, seperti perusakan fasilitas umum,corat-coret, narkoba, seks bebas, membolos sekolah,
berbuat cabul, melihat gambar dan film porno, mengebut di jalan raya dan melampaui batas,
minuman-minuman keras, memakai obat-obatan terlarang.
. Sebab-sebab timbulnya kenakalan remaja adalah motivasi intrinsic yang meliputi faktor
intelegensia, usia, jenis kelamin dan kedudukan anak dalam keluarga. Motivasi ekstrinsik meliputi
faktor rumah tangga, pendidikan dan sekolah, pargaaulan anak, media massa.
Selain itu banyak kita jumpai kasus pemerkosaan,seperti pemerkosaan bapak kepada anak,dan
pemerkosaan yang dilakukan oleh orang tak berperikemanusiaan. Sebab-sebab orang melakukan
pemerkosaan adalah pemenuhan kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi, seorang gadis yang
memakai pakaian yang minimalis. Perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah
berumah tangga juga banyak kita jumpai. Seorang istri yang seharusnya bias menjaga harga
diri,tetapi malah berselingkuh dengan pria lain yang dianggap lebih baik. Begitu pula dengan
seorang suami yang seharusnya sangat bertanggung jawab dengan keluarga malah tergoda
dengan wanita lain dan tega mencampakan keluarganya untuk memilih wanita selingkuhanyaitu.
Perkelahian antar remaja banyak juga kita jumpai. Banyak juga alasan para remaja
berkelahi,diantaranya adalah selisih pendapat,merebutkan gebetan,persaiangan yang tidak sehat.
Emosi remaja yang tidak labil membuat remaja tidak bias mengendalikan emosi dan tidak bias
mengendalikan diri.
c
             
Masyarakat banyak melakukan penanganan atas masalah-masalah tersebut,diantaranya adalah
dengan menegakkan peraturan di daerah mertoyudan agar tidak terjadi banyakpelanggaran sosial
lagi. Bagi orang-orang yang mabuk-mabukan di berikan panduan khusus agar mengerti akan
bahaya meminum,minuman tersebut. Untuk orang yang melakukan pemerkosaan akan dilaporkan
kepada pihak yang berwajib agar di selesaikan dengan jalur hukum.
Untuk pelanggaran kenakalan remaja,apabila dilakukan di area sekolah akan mendapatkan
hukuman dari pihak sekolah,apabila di luar area sekolah,maka orang yang melakukan pelanggaran
tersebut bias di nasehati,atau dikenakan denda. Untuk permasalahan seperti perselingkuhan,akan
dilakukan perdamaian dengan menghadirkan orang yang bersangkutan,dengan di damping
Untuk kasus pencurian,masyarakat tidak main hakim sendiri tetapi membawa orang tersebut ke
kantor polisi untuk di tindak lanjuti dan di beri hukuman menurut undang-undang yang berlaku.

c c
  
Patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap ³sakit´ disebabkan oleh
faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan
dengan hakekat adanya manusia dalam hidup masyarakat. Adapun Istilah / konsep lain untuk
patologi social adalah, Masalah social, disorganisasi sosial / social disorganization / disintegrasi
social, sosial maladjustment, Sociopathic, Abnormal, Sociatri.
Disintegrasi/ perpecahan, dapat terjadi jika masyarakat yang merupakan suatu organisasi yang
terdiri dari unsur-unsur yang merupakan satu kesatuan. Apabila salah satu unsur dari masyarakat
tersebut tidak berfungsi dengan baik maka keseimbangan pada sistem akan goyah secara
keseluruhan
Masalah sosial yang terjadi dimasyarakat adalah masalah kriminalitas, yang disebabkan oleh
desakan ekonomi dan menyempitya lapangan pekerjaan yang terbatas, serta jumlah tenaga kerja
yang semakin hari semakin banyak membuat kriminalitas merajalela dimana-mana, seperti
perampokan, pencurian
kenakalan remaja yang merupakan suatu perilaku yang menyimpang/melanggar norma yang
dilakukan oleh anak-anak remaja, seperti perusakan fasilitas umum, corat-coret, narkoba, seks
bebas, membolos sekolah, berbuat cabul, melihat gambar dan film porno, mengebut di jalan raya
dan melampaui batas, minuman-minuman keras, memakai obat-obatan terlaranga.
Masyarakat banyak melakukan penanganan atas masalah-masalah tersebut,diantaranya adalah
dengan menegakkan peraturan di daerah mertoyudan agar tidak terjadi banyak pelanggaran sosial
lagi.

c c
 
Sebaiknya kita sebagai masyarakat,tidak melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat, dan
sebaiknya kita mampu mengendalikan diri,agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik.
Mampu mencegah maslah-masalah yang akan timbul di masyarakat dan mampu menanggulangi
apabila terjadi masalah-masalah sosial di masyarakat.