You are on page 1of 11

FISTULA

UROGENITAL

dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K)

Dept. Obstetri dan ginekologi


Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RS. Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
DIFINISI

Terdapatnya lobang antara saluran


kemih dan saluran alat genital sehingga
urin masuk dan keluar melalui saluran
genital (vagina)
ETIOLOGI

Trauma obstetric (persalinan lama,


persalinan dengan tindakan)
Trauma ginekologi (pasca operasi ginekologi
Pasca terapi radiasi
Pasca tindakan
Malignansi
Kelainan bawaan
GEJALA DAN TANDA

Terasa daerah kemaluan basah terus


Tidak ada rasa ingin berkemih dan kalau
ada jarang sekali (uretra vesikovaginal)
Kejadian sesudah nelahirkan, operasi atau
pengobatan dan lain-lain
JENIS FISTULA

uretro vaginal fistula


uretro vesikovaginal fistula
vesico vaginal fistula
vesico servikovaginal fistula
uretero vaginal fistula
DIAGNOSIS

Anamnensis
Pemeriksaan ginekologi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tes metilen blue


Sistoskopi
Tes Endokarmin/adona
I.V.P (kalau perlu)
PENANGANAN

Fistula kecil yang timbul segera pasca


persalinan atau beberapa hari pasca
operasi ginekologi, kateterisasi 2-3
minggu, antibiotika. Bila gagal terapi
dengan kateter tersebut, atau fistula
yang besar, reparasi fistula dilakukan 3
bulan kemudian, dengan dijaga
kebersihan alat genitalnya.
TINDAKAN OPERASI

Dapat dilakukan melalui vagina atau


transvesika atau kedua-duanya
sekaligus. Yang terpenting besar
fistula, letak fistula dan kemampuan
operator.
KEBERHASILAN: 90 – 95%