You are on page 1of 2

NPM / KELOMPOK : 0806331683/ 12 (DUA BELAS)

LABORATORIUM METALURGI PROSES


DEPARTEMEN METALURGI DAN TANGGAL DIKUMPULKAN : 13 APRIL 2011
MATERIAL FAKULTAS TEKNIK LAPORAN AWAL PRAKTIKUM PASIR CETAK TANGGAL DITERIMA : 13 APRIL 2011
UNIVERSITAS INDONESIA KETERANGAN

A. Tujuan percobaan Sifat Fisik Cetakan Pasir - Pasir yang paling banyak digunakan tambahan ini harus diperhatikan secara cermat agar
Setelah melakukan praktikum pengolahan pasir cetak ini, Sifat fisik cetakan sangat mempengaruhi kualitas produk cor karena jumlahnya banyak dan harganya fungsinya efektif. Yang termasuk bahan tambahan adalah
mahasiswa diharapkan dapat mengetahui sifat-sifat pasir cetak yang akan dihasilkan. Cetakan pasir yang akan dibuat diharapkan murah sebagai berikut:
dan hubungan antara sifat-sifat pasir cetak dengan proses memiliki sifat-sifat sebagai berikut. - Tetapi, pada logam cair yang memiliki  Bahan pereduksi: ditambahkan untuk memperbaiki
penuangan yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Kuat = mampu menahan tekanan dan berat logam cair yang titik lebur tinggi dapat terjadi sintering permukaan benda cor. Contohnya adalah debu batu bara,
1. Distribusi besar butir pasir akan dituang ke cetakan dan tidak mudah ambruk bila  Pasir Zirkon ( ZrO2 . SiO2 ) ter, dan minyak bakar. Debu batu bara akan mengisi
2. Kadar air atau kadar aditif dalam pasir cetak dipindahkan. - Ada yang berwarna dan tidak berwarna rongga-rongga cetakan sehingga permeabilitasnya turun.
3. Hubungan antara permeabilitas, kekuatan geser, dan kekuatan 2. Permeabilitas baik = cetakan harus mudah melewatkan gas - Biasanya berwarna merah kekuningan Debu batu bara mencegah pembentukan silikat atau
tekan terhadap kadar air dan bahan aditif dalam pasir cetak dari dalam cetakan maupun gas yang terlarut dalam logam atau coklat oksida besi sebagai akibat reaksi logam cari dengan
4. Mampu bentuk (flowability) pasir cetak cair, sehingga cacat-cacat tuangan akibat gas dapat dikurangi - Sumbernya adalah Zirkonium murni pasir.
5. Perbedaan karakteristik antara pasir basah (green sand), pasir atau dihindari. - Memiliki kekuatan tinggi pada  Bahan berserat: mengurangi kekasaran pada benda cor
kering (dry sand), dan pasir kering tanpa pemanasan (holding 3. Flowability baik = pasir mampu mengisi ruangan-ruangan dan temperatur tinggi dan meningkatkan collapsibility cetakan. Contohnya
sand) cetakan dengan baik. - Tahan terhadap korosi kimia adalah serbuk gergaji, tanah yang mudah terbakar (peat),
4. Mempunyai distribusi pasir yang cocok = berhubungan  Pasir Olivine ( 2MgO2 . SiO2 ) jerami, dan asbes.
B. Dasar teori dengan ukuran dan distribusi butir dalam membentuk cetakan - Pemuain panas sangat kecil  Bahan pelapis: melapisi permukaan rongga cetakan
Keunggulan dan Keterbatasan Pasir Cetak yang bertujuan untuk mendapatkan permeabilitas yang  Pasir Chromite (Fe2O4 . Cr2O4) untuk memperhalus permukaan benda cor dan
Fungsi cetakan pada proses pengecoran logam adalah diinginkan dan sifat permukaan yang baik (akurasi dimensi - Memiliki ekspansi termal rendah mengurangi cacat yang bisa terbentuk di permukaan
memberikan bentuk, dimensi, dan sifat permukaan pada benda tinggi dan permukaannya halus). - Konduktivitas termal tinggi benda cor. Contohnya adalah pasir silika, alumina, dan
cor. Saat ini, pasir cetak masih banyak dipakai pada industri- 5. Sifat adesif baik = sifat pasir untuk melekat pada cetakan, - Memiliki refraktori yang bagus kombinasi bahan-bahan ini dicampur dengan grafit.
industri pengecoran. Hal ini disebabkan karena pasir cetak agar cetakan tidak mudah ambruk atau terlepas dari dinding
memiliki beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut: cup dan drag sebelum proses penuangan. Bentuk dan Distribusi Pasir Bahan tambahan lain seperti cereal atau tepung jagung
1. Mudah didapat dan murah (keunggulan faktor ekonomis) 6. Sifat kohesif baik = diharapkan kekuatan mekanis pasir cetak Bentuk butir pasir akan mempengaruhi flowability, (digunakan untuk meningkatkan fluidity dan collapsibility pasir
2. Dapat digunakan kembali semakin baik. Kekuatan mekanis yang berhubungan dengan permeabilitas, dan sifat mekanis pasir dan cetakannya. cetak) juga umum digunakan bersamaan dengan serbuk arang
3. Mempunyai kekuatan yang cukup tinggi sifat ini antara lain sebagai berikut: Berdasarkan bentuknya, pasir digolongkan menjadi 4, yaitu: (coal) untuk meningkatkan kehalusan permukaan pasir cetak.
4. Dapat digunakan untuk membuat benda-benda besar (di atas  Kekuatan basah, karena adanya kandungan air
50 kg) dan bentuk yang rumit  Kekuatan kering, kekuatan tanpa kandungan air Gambar di bawah menunjukkan pengaruh kadar bentonit
5. Memiliki sifat refraktori dan ketahanan kimia yang baik  Kekuatan panas, kekuatan menahan ekspansi panas dan air terhadap sifat-sifat cetakan pasir.
logam cair
Namun, pasir cetak juga memiliki keterbatasan, antara lain
sebagai berikut:
 Kekuatan kimia, tidak mudah bereaksi dengan logam
cair Irregular
1. Bisa terjadi porositas yang tinggi pada produk Round Sub angular Angular
2. Permukaan produk kurang bagus  Kekuatan terhadap temperatur tinggi
3. Toleransi dimensi rendah 7. Sifat collapsibility baik = merupakan sifat mampu ambruk
4. Laju produksi rendah atau dapat dihancurkan dari cetakan (terutama untuk pasir 1. Butir pasir bulat (round)  Memiliki perbandingan luas
inti), diperlukan agar pasir mudah direklamasi dan dapat permukaan dan volume yang kecil sehingga hanya
Interface antara cairan logam dengan cetakan logam (metal digunakan kembali. membutuhkan sedikit pengikat untuk memperoleh sifat
mold) dan cetakan pasir (sand mold) dapat dilihat pada gambar 8. Koefisien muai rendah = agar tidak terjadi pemuaian yang mekanis yang baik.
berikut ini. berlebih ketika penuangan logam cair. 2. Butir pasir sebagian bersudut (sub angular)  Memiliki
permeabilitas lebih rendah dari pada bentuk bulat, tetapi
Jenis Pasir Cetak memiliki kekuatan yang lebih tinggi. Berdasarkan gambar di atas, hal yang patut diperhatikan
Pasir yang dapat digunakan untuk cetakan dapat dibedakan 3. Butir pasir bersudut (angular)  Luas permukaan lebih mengenai komposisi bentonit dan air yang digunakan adalah
menjadi berbagai kelompok. Berdasarkan jenisnya, dapat besar sehingga memerlukan lebih banyak pengikat. Bentuk sebagai berikut.
dikelompokkan sebagai berikut: ini lebih mudah pecah karena panas maupun gaya mekanis  Dengan kadar air tetap  Kenaikan kadar bentonit akan
1. Pasir Alam, pasir yang berada di alam contoh : pasir 4. Butir pasir kristal atau tidak beraturan (irregular)  Mudah menyebabkan:
gunung, pasir sungai, pasir pantai pecah.  permeabilitas turun
2. Pasir sintetis atau buatan contoh : pasir silika dengan  kekuatan tekan kering dan kekuatan tekan basah naik
kandungan SiO2 95 %  Dengan kadar bentonit tetap  Kenaikan kadar air akan
kglass ~ 1 W/mK ksteel ~ 50 W/mK 3. Pasir jenis lainnya contoh : pasir zirkon, pasir olivine, Bahan Cetakan Pasir menyebabkan:
αglass ~ 1 µm/moC αsteel ~ 10 µm/moC pasir chromite Untuk membuat cetakan pasir, diperlukan bahan-bahan  kekuatan basah dan permeabilitas meningkat hingga
Selain itu pasir cetak juga dapat dikelompokkan berdasarkan sebagai berikut: pasir sebagai bahan utama, pengikat, air, dan mencapai nilai maksimum, kemudian turun kembali.
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa cetakan pasir kualitas jenis pasir, antara lain: bahan tambahan.  kekuatan tekan kering akan naik.
juga memiliki keuntungan dalam kontrol laju pendinginan bila  Pasir berkualitas rendah, banyak mengandung impurities. 1. Pasir  merupakan bahan baku utama (jenis-jenis pasir
dibandingkan dengan cetakan logam konvensional. Laju Biasanya adalah pasir alam. sudah dijelaskan sebelumnya).
pendinginan pada cetakan logam cenderung lebih cepat dan dapat  Pasir berkualitas tinggi, sedikit mengandung impurities. 2. Pengikat (binder)  yang biasa digunakan adalah bentonit.
menimbulkan beberapa kerugian pada produk hasil Pasir jenis ini banyak digunakan pada proses pengecoran Plastisitas bentonit akan meningkat bila terkena air sehingga
pengecorannya. sebagai cetakan, antara lain: mampu mengikat butir-butir pasir.
 Pasir Silika ( SiO2 ) 3. Air  diperlukan untuk mengaktifkan fungsi bentonit dalam
- Merupakan pasir sintetis dengan kadar SiO2 mengikat butir-butir pasir.
95 % 4. Bahan tambahan  merupakan zat yang ditambahkan
untuk memperbaiki sifat-sifat cetakan. Pemilihan bahan
NPM / KELOMPOK : 0806331683/ 12 (DUA BELAS)
LABORATORIUM METALURGI PROSES
DEPARTEMEN METALURGI DAN TANGGAL DIKUMPULKAN : 13 APRIL 2011
MATERIAL FAKULTAS TEKNIK LAPORAN AWAL PRAKTIKUM PASIR CETAK TANGGAL DITERIMA : 13 APRIL 2011
UNIVERSITAS INDONESIA KETERANGAN :
C. Alat dan Bahan 2. Pengujian Kadar Air 4. Pengujian Permeabilitas 5. Pengujian Kekuatan Tekan
i. Alat
1. Timbangan Persiapan silinder Hitung komposisi
Kalibrasi Pasir Bahan aditif Buat sampel basah, kering, dan
2. Rammer dan rammer pasir dan additive
timbangan holding sand masing-masing 3 buah
3. Mesin guncang
4. Permeability meter
5. Infra red dryer Campurkan pasir & Kelompokkan sampel sesuai jenis
Mengaduk pasir dan additive
6. Oven Menimbang wadah bahan aditif
7. Universal sand strength ( elektrik ) Masukkan sampel dry ke oven,
8. Universal sand strength ( manual ) Timbang adonan pisahkan sampel holding
9. Mesh dengan berbagai ukuran 154 gr @ sampel (2
10. Cetakan silinder dan cetakan kupu – kupu Menambahkan air
sesuai komposisi sampel)
11. Flowability testing fixture Siapkan sampel basah pada holder
universal strength machine, pastikan
ii. Bahan indikator ada di angka 0
1. Pasir silika Mengaduk rata Kering (oven basah
2. Air 200 0C, 30
Menimbang 30 gr Gunakan koran sebagai alas mesin
3. Bentonit min)
pasir cetak
4. Gula tetes
5. Serbuk arang Nyalakan mesin, pengujian berjalan
otomatis
Masukkan sampel ke
D. Flow Chart Diagram Masukkan adonan ke
infra red dryer Catat nilai yang ditunjuk indikator
1. Pengujian Distribusi Pasir silinder
Selesai
Mulai Tambah air
Lakukan juga utk sampel kering &
Menimbang pasir Ramming holding lalu bandingkan hasilnya
cetak setelah proses Menghitung kadar
Kalibrasi timbangan air

Hitung tinggi sampel 6. Pengujian Kekuatan Geser


Siapkan pasir baru
setelah ramming (standar
50 mm) Buat sampel basah, kering, dan
Saring pasir 3. Pengujian Flowability Nyalakan mesin
holding sand masing-masing 3 buah

Persiapan silinder Hitung komposisi Sampel pada permeability Saat sampel mulai retak, tekan
Timbang tiap mesh dan catat Kelompokkan sampel sesuai jenis
dan rammer pasir dan additif meter tombol merah untuk mematikan
mesin
Susun mesh pada pengguncang
Masukkan sampel dry ke oven,
Campurkan pasir & Tarik tabung air sebanyak pisahkan sampel holding
additive 200 m3 Catat nilai yang ditunjuk indikator
Masukkan pasir pada mesh paling
atas, lalu tutup Siapkan sampel basah pada holder Lakukan juga utk sampel kering
Timbang adonan Mulai pengukutan & hitung universal strength machine, & holding lalu bandingkan
154 gr @ sampel waktu pastikan indikator ada di angka 0
Putar tombol ke arah 1, uji selama hasilnya
(3 sampel)
15 menit Masukkan adonan ke
silinder Bandingkan hasil kekuatan geser
Tutup lubang udara setelah
Gunakan koran sebagai alas mesin dengan kekuatan tekan
Timbang dan catat lagi berat mesh nilai 2000
Ramming

Hitung selisih berat & GFN Catat waktu, skala tekanan


& nilai permeabilitas E. Literatur
Hitung tinggi sampel 1. Bambang, Suharno. 2011. Diktat Kuliah Pengecoran
Bersihkan mesh dengan setelah ramming + Logam 2010. Departemen Metalurgi dan Mateeial FTUI:
kompresor 0.3 mm
Depok.
Hitung nilai permeabilitas 2. Laboratorium Metalurgi Proses Departemen Metatlurgi
Letakkan alat pada tempat semula dan Material FTUI. 2011. Modul Praktikum Pasir Cetak.
Bandingkan dengan Laboratorium Metalurgi Proses Departemen Metalurgi dan
Selesai
grafik Tambah air Material FTUI: Depok.
Selesai
Bandingkan nilai 3. Dhaneswara, Donanta. 1998. Diktat Teknik Pengecoran
percobaan & perhitungan Logam. Departemen Metalurgi dan Mateeial FTUI:
Depok.
4. Surdia, Tata; Kenji Chijiwa. 2006. Teknik Pengecoran
Logam. PT Pradnya Paramitha : Jakarta.