You are on page 1of 1

Abstract

This paper aims to analyze the decentralized system government in Indonesia. This paper uses analysis of costs and benefits (cost-benefit analysis) of the policy autonomy regions in Indonesia. Analysis of benefits and social costs of the system decentralization is expected to show the effectiveness of system changes centralized to decentralized. The benefits of decentralization will show the advantages of this system, while the costs of the system decentralization will show the weakness of this system. From the results discussion, it can be concluded that the system of regional autonomy in Indonesia triggered by political and economic dynamics that occur. System central government's centralized control of resources causes nature of the central government that local governments is difficult to build economies in the region. In addition to political autonomy affected areas by the economic failures of government in running the system centralization. Equitable development can not occur in these areas. In Indonesian society is generally considered that the system of regional autonomy brings positive impact in society in general. But many observations that reveal some system deficiencies regional autonomy. Successfully develop the region areas caused by preparedness of local governments and communities in building government independently. As for areas that fail in promoting prosperity society is more due to the ability of local government management less.

Abstrak
Penulisan paper ini bertujuan untuk menganalisa sistem desentralisasi pemerintahan di Indonesia. Paper ini menggunakan analisis biaya dan manfaat (costbenefit analysis) dari kebijakan otonomi daerah di Indonesia. Analisis manfaat dan biaya sosial dari sistem desentralisasi diharapkan dapat menunjukkan efektifitas perubahan sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Manfaat-manfaat dari desentralisasi akan menunjukan kelebihan sistem ini, sedangkan biaya-biaya dari sistem desentralisasi akan menunjukan kelemahan sistem ini. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa sistem otonomi daerah di Indonesia dilatar belakangi oleh dinamika politik dan ekonomi yang terjadi. Sistem pemerintah pusat yang tersentralisasi menyebabkan penguasaan sumber daya alam di pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah sulit untuk membangun perekonomian di daerahnya. Selain hal politik otonomi daerah dipengaruhi oleh kegagalan ekonomi pemerintahan dalam menjalankan sistem sentralisasi. Pemerataan pembangunan tidak terjadi di daerah-daerah. Pada umumnya masyarakat Indonesia menilai bahwa sistem otonomi daerah membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Akan tetapi banyak hasil pengamatan yang mengungkapkan beberapa kekurangan sistem otonomi daerah. Daerah yang berhasil memajukan daerahnya disebabkan oleh kesiapan pemerintah daerah dan masyarakatnya dalam membangun pemerintahan secara mandiri. Adapun daerah yang gagal dalam memajukan kesejahteraan masyarakatnya lebih dikarenakan kemampuan management pemerintah daerah yang kurang. Keywords: sentralisasi, desentralisasi dan kesejahteraan masyarakat