You are on page 1of 3

Atom Elektron-Banyak

Persoalan interaksi tiga atau lebih benda (elektron) yang oleh fisikawan disebut persoalan benda-banyak (many-body problem). Karena alasan kesulitan matematika untuk memperoleh pemecahan persoalannya, maka kita akan membahas beberapa hasil yang sangat umu bagi tingkat-tingkat energi atom elektron-banyak. Sasaran kita dalam bab ini adalah memahami beberapa sifat atom (kimia, elektrik, magnet, optik) berdasarkan tingkat-tingkat energi tersebut.

8.1 ASAS LARANGAN PAULI Aturan ini dikemukakan oleh Wolfgang Pauli pada tahun 1925, berdasarkan studinya terhadap data transisi yang ada dan yang diperkirakan hadir tetapi tidak muncul, dalam semua spektrum pancar atom. Secara sederhana, bunyi asas larangan pauli adalah : Dua elektron dalam sebuah atom tidak boleh memiliki himpunan bilangan kuantum (n, I, ml, ms) yang sama. Asas larangan Pauli merupakan aturan paling penting yang mengatur struktur atom, dan kajian terhadap sifat-sifat atom hanya akan berhasil melalui pemahaman secara menddalam terhadap asas ini. Ilustrasi asas Pauli pada kasus helium (Z = 2). Elektron pertama dalam memiliki n=1, I=0, ml =0, ms =+1/2 atau -1/2. Elektron kedua dapat memiliki n, I, ml,yang sama, tetapi tidak boleh memiliki ms yang sama, karena jika terjadi demikian, asas Pauli dilanggar. Jadi, bila elektron pertama memiliki ms =+1/2, elektron kedua harus memiliki ms = -1/2. Hal yang sama terjaadi pada atom litium (Z=3), dengan demikian elektron ketiga harus pergi ke tingkat n=2 (2s atau 2p) yang tesedia adalah tingkat 2s yakni (n, I, ml, ms )=(2, 0, 0, +1/2) atau (2, 0, 0, -1/2). Selanjutnya sama, pada tingkat berikutnya nilai ms yang berlawanan. Proses menggunakan habis semua bilangan kuantum yang mungkin bagi satu tingkat, dan kemuddian menempatkan elektron pada tingkat berikutnya inlah yang menyebabkan berbagai sifat kimia dan fisika.

8.2

KEADAAN ELEKTRON ALAM ATOM ELEKTRON BANYAK Gambar melukiskan pengaturan tingkat-tingkat energi dalam atom elektron-banyak

bila nomor atom Z bertambah. Tingkat 1s tetap sebagai tingkat energi terendah, dan 2s serta

2p tetap cukup berdekatan energinya. Energi tingkat 2s lebih rendah karena menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam jari-jari Bohr dibandingkan terhadap elektron pada tingkat 2p yang orbitnya berbentuk lingkaran. Secara rata-rata, elektron 2s merasakan gaya tarik yang lebih besardari inti atom dibandingkan yang dirasakan elektron 2p.
6p 5d 4f 6s 5p 4d 5s

ENERGI

4p 3d 4s 3p 3s 2p 2s 1s

Semua tingkat dengan niali n dan l tertentu (misalnya 2s atau 3d) dikenal sebagai subkulit. Jumlah elektron yang dapat ditempatkan pada tiap subkulit adalah 2(2l+1). Faktor (2l+1) datang dari jumlah niali mi yang berbeda untuk tiap l, karena ml dapat bernilai 0, 1, 2, 3, ..., l. Faktor ekstra 2 datang dari nilai ml yang berbeda; untuk tiap ms, kita dapat mempunyai ms = +1/2 atau -1/2. Menurut skema ini, subkulit 1s memiliki daya tampung 2(2 x 0 +1)=2 elektron; 3d sebanyak 2(2 x 2 +1)= 10 elektron. (daya tampung ini tidak bergantung pada n; sebarang subkulit d memiliki daya tampun 10 elektron). Tabel diatas memperlihatkan pengurutan semua subkulit ini. Sebagaimana telah kita lihat pada kasus atom higrogen, orbit dengan suat nilai n tertentu semuanya terletak pada jarak yang rata-rata hampir sam ke inti atom. (elektron pada orbit tembus, selain menghabiskan sebagian besar waktunya berada lebih dekat ke inti atom dibandingkan terhadap orbit tak tembus, juga menghabiskan waktunya untuk berada lebih jauh dari inti atom; oleh karena itu, secara keseluruhan jarak rata-rata inti atom dari orbit tembus dan tak tembus hampir sama). Himpunan orbit dengan suatu niali n tertentu, dengan jarak rata-rata yang hampir sama ke inti atom ini, dikenal sebagai kulit atom. Tiap kulit atom ini diberi nama dengan huruf besar. Huruf K bagi kulit n=1, L bagi kulit n=2, M bagi kulit n=3, dan seterusnya.

8.3

DAFTAR BERKALA Gambar menunjukan daftar berkala, yaitu suatu barisan terurut unsur-unsur kimia,

yang didaftarkan menurut urutan bertambahnya nomor atom Z dan disusun sedemikian rupa sehingga kolom-kolom vertikal yang disebut kielompok, berisi unsur-unsur yang memiliki sifat kimia dan fisika yang sama. Dalam usaha memahami keteraturan subkulit dan daftar berkala, perlu diikuti kedua aturan pengisian subkulit elektron berikut: 1. Daya tampung tiap subkulit adalah 2(2l +1). 2. Elektron cenderung menempati keadaan energi terendah yang tersedia. Untuk menunjukan konfigurasi elektron dari maasimg-masing unsur digunakan suatu notasi. Dalam notasi ini, dituliskan identitas subkulit dan jumlah elektron didalamya. Identitas subkulit ditunjukkan dengan notasi yang telah kita gunakan, sedangkan jumlah elektron dalam subkulit ditunjukan dengan suatu tingkatan. a. Hidrogen memiliki konfigurasi 1s1, karena hanya ada satu elektron pada subkulit 1s. b. Helium memiliki konfigurasi 1s2Helium selain memiliki suatu subkulit teerisi penuh (1s), juga memiliki suatu kulit utama tertutup (kulit K); karena itu ia merupakan unsur yang sangat stabil dan lembam. c. Meningkat ke Litium (Z=3), pengisian dimulai pada subkulit (Z=4, 1s22s2) subkulit 2s penuh. d. Boron harus memulai dari 2p (Z= 5, 1s22s22p1), subkulit 2p memiliki daya tampung enam elektron. e. Neon masih memulai dari subkulit 2p (Z= 10, 1s22s22p6) baik subkulit 2p maupun kulit L(n=2) keduanya terisi penuh.