You are on page 1of 6

KROMATOGRAFI KERTAS y y y y Prinsip : partisi multiplikatif suatu senyawa antara 2 cairan yang saling tidak bercampur.

Partisi senyawa terjadi antara : kompleks selulosa-air dan fase mobil yang melewatinya. Fase diam : air dan pelarut mengandung air yang terikat pada selulosa kertas. Fase gerak : pelarut organik yang dijenuhkan dengan air atau campuran pelarut.

Kertas kromatografi : y y Terdiri dari selulosa murni dengan serabut panjang. Dalam keadaan menggelembung bersamasama dengan air atau pelarut mengandung air merupakan fase stasioner. Sifat selulosa ditentukan oleh : - Kemurnian - Kehomogenan - Kemampuan menyerap - Mekanik ketangguhan Kapasitas dan lamanya kromatografi tergantung dari ketebalan dan kemampuan menyerap atau kemampuan menggelembung kertas. Biasanya lebar kertas bergantung dari bejana pengembangan dan dari berapa noda senyawa yanmg akan ditotolkan. Antara kecepatan migrasi dan ketajaman pemisahan terdapat hubungan : kertas yang melewatkan dengan cepat umumnya memisahkan lebih baik.

Penotolan y y y y Senyawa yang akan ditotolkan dilarutkan dalam pelarut yang sesuai dan ditotolkan dengan pipet ukur berskala atau pipet kapiler sebagai bentuk titik atau garis. Konsentrasi larutan senyawa yang akan ditotolkan 1-5 % Volume penotolan 1-10 l. Ketajaman pemisahan tergantung dari noda awal : - Makin kecil noda maka makin besar ketajaman pemisahan - Makin mudah menguap pelarut yang digunakan untuk penotolan maka makin kecil dameter noda

Pengembangan y Kromatografi menaik : lembar kromatografi digantung ke dalam tanan yang berisi fase mobil atau lembar kertas dibentuk silinder dengan bantuan penjepit dan dipasang pada tanan yang sudah disediakan. Kromatografi menurun : lembar kertas digantung dengan ujung atas ke dalam palung yang berisi fase mobil Kromatografi horizontal = kromatografi melingkar : bejana pengembangan berupa cawan petri yang sama besar dengan tepi ditelungkupkan satu sama lain. Pelarut pengembang dialirkan

y y

dibawah dengan bantuan kapiler kertas atau sumbu kapas pada titik pusat kromatogram atau dari atas dengan melubangi dan diteteskan dengan bantuan pipet tetes yang sesuai. Kromatografi 2 dimensi : dilakukan jika pada pengembangan pertama tidak tercapai [emisahan yang memuaskan. Cara : setelah dikeringkan kertas dikembangkan sekali lagi dengan arah 90% dari arah pertama.

Bejana pemisahan y Merupakan bejana kering yang tertutup rapat. Sebelum memulai proses pengembangan dijenuhkan dulu

Pemilihan pelarut pengembang y Jika senyawa bermigrasi dalam daerah tepi muka (batas pelarut digunakan) maka pelarut pengembang adalah polar. Jika senyawa tinggal dekat titik awal, maka polaritas pelarut pengembang adalah rendah

Deteksi y Senyawa berwarna : secara visual dengan penampak noda

Identifikasi y y Kualitatif : pengukuran dan perhitungan harga Rf dibandingkan dengan senyawa pembanding yang diketahui. Kuantitatif :

Kegunaan y y y Pemisahan golongan senyawa sangat hidrofil Contoh : alcohol bervalensi banyak, gula, asam alfa fenol dan asam karboksilat, zat anorganik (kation) Dibandingkan dengan KLT, kromatografi kertas lebih lama

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS y Keuntungan : - Murah - Waktu singkat (15-60 menit) - Memerlukan jumlah cuplikan sedikit ( - Hasil palsu yang disebabkan komponen sekunder tidak mungkin terjadi - Perlatan dan pengerjaan sederhana - Dapat untuk memisahkan zat-zat yang bersifat asam/basa kuat yang tidak dapat dipisahkan dengan kromatografi kertas

Masing-masing zat Rfnya berbeda

KLT : metode pemisahan fisikokimia y y y y y Lapisan yang memisahkan terdiri atas bahan berbutir (fasa diam) ditempatkan pada penyangga berupa pelat gelas, logam atau lapisan yang cocok. Campuran yang akan dipisahkan berupa larutan, ditotolkan berupa bercak atau Setelah pelat ditarh dalam bejana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok (fase gerak) pemisahan yterjadi secara perambatan kapiler (pengembangan Senyawa yang tidak berwarna harus ditampakkan (dideteksi) Fase diam (lapisan penyerap) : - Panjang lapisan : 200 mm - Lebar : 200/100 mm - Tebal : 0,1-0,3 mm, biasanya 0,2 mm - Penyerap yang umum : silica gel, aluminium hidroksida, kiesel gur, selulosa dan turunanya, poliamida dll - Silikagel : paling banyak digunakan - Silikagel umumnya mengandung zat tambahan kalsium seulfat untuk memperbesar daya lekatnya. - Silikagel digunakan sebagai adsorben universal untuk kromatografi senyawa netral, asam, basa - Sebelum pengembangan : pelat diaktivasi dengan pengeringan selama 1 jam pada 100105oC Fase gerak (pelarut pengembang) : - Fase gerak : medium angkut terdiri atas satu atau beberapa pelarut - Fase gerak bergerak dalam fase diam karena adanya gaya kapiler.

Bejana pemisah y y Bejana harus dapat menampung pelat dan harus tertutup rapat. Bejana kromatografi dilapisi kertas saring dan sejumlah fase mobil dituangkan untuk penjenuhan kertas.

Awal dan jumlah cuplikan y y y y y Bercak atau pita ditotolkan 15 mm ditepi bawah Jarak antar bercak : 10 mm Diameter bercak : 3-5 mm Volume cuplikan : 1-10l larutan cuplikan 0,1-1 % Titik awal harus tetap berada disebelah atas permukaan fase mobil

Pengembangan

y y y y

Pengembangan : proses pemisahan campuran cuplikan akibat pelarut pengembang merambat naik dalam lapisan. Jarak pengembangan normal (jarak antara garis awal dan garis depan) adalah 100mm Pengembangan sederhana : perambatan satu kali sepanjang 10 cm ke atas Pengembangan ganda : dua kali perambatan 10 cm keatas berturut-turut pada pengembangan dua kali. Lapisan KLT harus dalam keadaan kering diantara dua pengembangan. Tujuan : memperbaiki efek pemisahan Pengembangan landaian : dua pengembangan dengan daya elusi yang berlainan digunakan untuk pengembangan dengan jarak berbeda

Deteksi y y y Dengan lampu UV (254 nm atau 365 nm) Pereaksi kimia dengan atau tanpa pemanasan Deteksi biologi

Identifikasi y Lapisan adsorben yang mengandung zat dikerok dengan spatula dan diekstraksi dengan pelarut yang sesuai kemudian dianalisis dengan metode lain seperti spektrofotometri dll

KRISTALISASI y y y Adalah proses pembentukkan bahan padat dari pengendapan larutan Merupakan teknik pemisahan kimia atau pemurnian antara bahan padat-cair. Dasar kristalisasi adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut Kristalisasi aada 2 cara : 1. Kristalisasi penguapan : dilakukan dengan cara menguapkan pelarut dalam larutan tersebut, dengan cara memanaskan sampai semua pelarut menguap dan diperoleh bahan yang terlarut 2. Kristalisasi pendinginan : dilakukan dengan cara larutan pekat didinginkan sehingga zat terlarut mengkristal. Hal ini terjadi karena larutan berkurang ketika suhu diturunkan

Pemilihan pelarut y y y y Substan sedikit larut dalam pelarut dalam keadaan dingin Senyawa pengotor larut baik dalam pelarut dalam keadaan dingin Pemilihan pelarut ditentukan oleh kelarutan senyawa yang akan dikristalisasi Pelarut merupakan pelarut murni atau yang telah dimurnikan

Penggunaa pelarut campur y Substan dilarutkan dengan sejumlah kecil pelarut yang melarutkan dengan baik. Dengan pemanasan tambahkan pelarut yang kelarutan substan kecil sampai tepat timbul endapan.

Segera didinginkan. Untuk memperbanyak endapan didinginkan dalam lemari es. Untuk memancing Kristal dapat dimasukkan Kristal zat yang telah dimurnikan Proses kristalisasi y y Dimulai dengan menambahkan senyawa yang akan dimurnikan dengan pelarut panas sampai kelarutan senyawa tersebut berada pada level super jenuh Pada keadaan super jenuh ini, bila larutan tersebut didinginkan , maka molekul-molekul senyawa tersebut akan saling menempel, tumbuh menjadi Kristal-kristal yang akan mengendap didasar wadah. Sementara kotoran-kotoran yang terlarut tidak ikut mengendap.

Rekristalisasi y Adalah pemurnian suatu zat padat dari campuran/pengotornya dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang cocok.

Prinsip kristalisasi y y Adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampur atau pengotornya Larutan yang terjadi dipisahkan satu sama lain kemudian larutan zat yang diinginan dikristalkan dengan cara menjenuhkan

Memilih pelarut campur untuk rekristalisasi y y y y y y Dipilih pelarut yang hanya dapat melarutkan zat yang akan dimurnikan dalam keadaan panas, zat pencampurnya tidak larut dalam pelarut tersebut. Dipilih pelarut yang titik didihnya rendah untuk dapat mempermudah proses pengeringan Kristal yang berbentuk Titik didih pelarut hendaknya lebih rendah dari titik leleh zat padat yang dilarutkan supaya zat yang akan dilarutkan tidak terurai Pelarut tidak bereaksi dengan zat yang akan dilarutkan Kelarutan padatan organic cukup tinggi ke dalam pelarut pada titik didih pelarut. Sebaliknya kelarutan relative sangat sedikit pada temperature rendah (0-25oC) Murah dan tidak berbahaya

Pengeringan rekristalisasi y y y y Melarutkan padatan ke dalam pelarut yang mendidih Jika perlu ditambahkan karbon aktif untuk menyerap pengotor Menyaring larutan dalam keadaan panas Mendinginkan larutan panas untuk membentuk Kristal

y y

Memisahkan Kristal dari pelarut dengan penyaringan dan mencuci Kristal dengan pelarut baru untuk penyempurnaan pemisahan pengotor Mengeringkan dengan evaporasi

SEPARASI y y Adalah suatu proses pemisahan atau pemurnian suatu senyawa. Tujuan separasi : memisahkan atau menghilangkan senyawa yang tidak dikehendaki semaksimal mungkin tanpa berpengaruh pada senyawa berkhasiat yang dikehendaki.

Dasar pemisahan y y y y y y Titik didih Ukuran partikel Kelarutan Pengendapan Difusi Adsorbs

Jenis-jenis separasi y y y y y y Ekstraksi : digunakan bila senyawa organic dilarutkan atau didispersikan dalam pelarut Filtrasi atau penyaringan : untuk memisahkan zat padat dari cairan menggunakan alat berpori (penyaring) dasar pemisahannya adalah perbedaan ukuran partikel Dekantasi : pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung Sentrifugasi : pemisahan dengan menggunakan gaya putaran atau gaya sentrifugasi Destilasi : dasar pemisahannya adalah titik didih yang berbeda Kristalisasi : merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar pemisahannya adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku rekristalisasi (pengkristalan kembali) Sublimasi : merupakan proses pemurnian suatu zat dengan jalan memanaskan campuran sehingga dihasilkan sublimat. Evaporasi : merupakan proses penguapan dari liquid (cairan) dengan penambahan pemanas. Kromatografi : komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan diantara dua fase yaitu fase stasioner dan fase mobil. Berdasarkan terikatnya suatu komponen pada fasa diam dan perbedaan kelarutannya dalam fasa gerak komponen-komponen suatu campuran dapat dipisahkan.

y y y