You are on page 1of 18

I. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dalam industri, mesin dan alat merupakan komponen teknologi yang tidak dapat dilepaskan dalam suatu penanganan dan pengolahan bahan. Semakin meningkatnya persaingan inovasi dan pemasaran produk, serta dalam rangka memperoleh keuntungan yang optimal, diperlukan adanya manajemen yang efektif dan efisien. Tenaga dan sumberdaya manusia yang terbatas akhirnya banyak digantikan dengan tenaga alat dan mesin. Pada pengolahan produk-produk di dalam industri baik industri dalam skala besar maupun industri skala kecil diperlukan suatu mesin pembangkit tenaga untuk proses dan pelaksanaan industri. Selain itu, diperlukan juga mesin-mesin yang dapat menunjang proses pelaksanaan produk tersebut. Salah satu pembangkit tenaga yang paling banyak digunakan untuk industri skala besar yakni mesin boiler. Mesin boiler banyak dipakai untuk industri besar karena menghasilkan tenaga yang besar dibanding dengan pembangkit listrik. Dilihat dari aspek ekonomis lebih murah dibanding yang lain karena bahan bakar dapat disesuaikan dengan bahan bakar yang tersedia. Boiler terbagi menjadi dua macam yaitu boiler pipa api dan pipa air. Pemakaiannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Boiler pipa api menggunakan bahan bakar solar sedangkan pipa air dan pipa api (campuran) menggunakan bahan bakar kayu. Pemilihan serta penempatan alat pada industri perlu memperhatikan banyak hal, baik dari segi fungsi maupun kapasitas pada suatu proses. Mesin yang paling canggih pun dapat menurunkan produksi apabila tidak digunakan pada rangkaian atau kapasitas yang tepat. Berbagai bentuk boiler telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk boiler sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang boiler yang mempengaruhi lingkungan dan produk steam seperti apa yang akan dihasilkan. Perkembangan ini membuat dampak positif dalam hal efektivitas dan efisien dalam penggunaan boiler di dalam pengaplikasian dan penggunaanya serta ramah lingkungan. Semua mesin-mesin pembangkit tenaga tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengenalan terhadap

mesin pembangkit tenaga tersebut agar dapat memilih alat yang tepat untuk digunakan di dalam industri sehingga penggunaannya akan efektif dan efisien. B. Tujuan Mahasiswa dapat mengenal komponen-komponen serta menjelaskan prinsip kerja dari motor listrik. Serta bertujuan mengenalkan fungsi, prinsip kerja, cara kerja serta bagian-bagian dari boiler.

II. PEMBAHASAN
A. Motor Listrik

Motor listrik adalah sebuah perangkat elektromagnetis yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kutubkutub magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub yang tidak senama akan tarik-menarik. Dengan demikian akan diperoleh suatu gerakan jika sebuah magnet ditempatkan pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap. Gerakan inilah yang memicu timbulnya energy mekanik. Energi mekanik tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan sebagainya. Motor listrik juga digunakan pada peralatan rumah tangga seperti mixer, penyedot debu, bor listrik, dan kipas angin. Motor listrik disebut juga kuda kerja industri sebab motor-motor tersebut menggunakan energi sekitar 70% dari beban listrik industri secara keseluruhan (BEE, 2005). Berdasar pada listrik yang dialirkan ke dalamnya, motor dapat digolongkan lagi menjadi dua golongan, yaitu motor DC dan motor AC. Motor AC digolongkan lagi menjadi motor konduksi dan motor induksi, sedangkan motor induksi terdiri dari motor induksi satu phasa dan motor induksi tiga phasa. (Suteja,1989) a.Motor Listrik Satu Fasa Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator, beroperasi dengan pasokan daya satu fase, memiliki sebuah rotor kandang tupai, dan memerlukan sebuah alat untuk menghidupkan motornya. Sejauh ini motor ini merupakan jenis motor yang paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti fan angin, mesin cuci dan pengering pakaian, dan untuk penggunaan hingga 3 sampai 4 hp. Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana pada motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang menghasilkan medan putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi yang menghasilkan putaran. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2), lihat gambar 3.

Gambar 3. Belitan motor 1 fasa

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding impedansi belitan utama. Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet tegak lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utama Iutama. yang bernilai positip. Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar 45 dengan arah berlawanan jarum jam. Kejadian ini berlangsung terus sampai satu siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan magnet yang berputar pada belitan statornya. b. Motor listrik Tiga Fasa Motor listrik tiga fasa yang seimbang menghasilkan medan magnet yang berputar. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri menggunakan jenis ini, sebagai contoh: pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan listrik, dan grinder. Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp (Anonim, 2005). Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Kinerja motor juga dipengaruhi oleh kualitas daya yang masuk. Ketidakseimbangan tegangan dapat merugikan kinerja motor dan dapat terjadi apabila tegangan tiga fasa dari motor tiga fasa tidak sama. Hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan pasokan tegangan untuk setiap fasa pada tiga fasa. Dapat juga diakibatkan dari penggunaan kabel dengan ukuran yang berbeda pada sistim distribusinya. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kesetimbangan tegangan: beban fasa tunggal pada setiap satu fasa, ukuran kabel yang berbeda, atau kegagalan pada sirkuit. Ketidakseimbangan sistim dapat menurunkan efisiensi motor (Parekh, 2003). c. Prinsip Kerja Motor Listrik

Secara umum prinsip kerja motor listrik yaitu, arus listrik dalam medan magnet memberikan gaya. Ketika kawat yang membawa arus dibengkokkan seperti sebuah loop, kedua sisi loop pada sudut kanan medan magnet akan menerima gaya pada arah yang berlawanan. Pasangan gaya akan menghasilkan tenaga putar untuk memutar kumparan. Beberapa loop pada dinamo akan memberikan tenaga putar yang lebih seragam dan medan magnet yang dihasilkan oleh susunan elektromagnetik berupa kumparan medan (BEE, 2005). Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW). B. Dinamo Dinamo adalah mesin listrik atau pembangkit tenaga listrik. Alat untuk mengubah energi kinetik menjadi tenaga listrik. Jika dinamo menghasilkan arus bolak balik maka sering disebut alternator. Pembangkitan tenaga listrik terjadi karena adanya gerakan relatif antara suatu bagian mesin yang berbentuk silinder, terdiri dari lapisan lapisan besi (core) dan memuat kawat tembaga konduktor dalam jumlah dan susunan tertentu. Bagian ini disebut armatur. Bagian lainnya adalah kutub magnet, dikatakan medan (field). Armatur berputar diantara kutub magnet yang ditempatkan sedemikian rupa dan dengan bentuk tertentu, Bagian mesin yang bergerak lazim disebut rotor sedangkan yang diam dikatakan stator (Suteja,1989). Garis-garis gaya magnet yang keluar dari permukaan kutub magnet melintas lewat celah udara antara kutub dengan armatur dipotong oleh konduktor. Gerakan armatur berputar pada porosnya, disebabkan oleh tenaga mekanik yang bersumber dari sumber tenaga mekanik yang berasal dari turbin, motor bakar atau sumber tenaga mekanik lainnya.
Gambar 4. Dinamo

Secara singkat dapat dikatakan bahwa, terjadinya pembangkitan tenaga dalam generator adalah karena ada garis gaya magnet dan ada konduktor yang bergerak memo tong garis gaya magnet. Jadi dengan adanya gerakan relatif yang menyebabkan garis gaya magnet dipotong oleh konduktor, pada konduktor terjadi pembangkitan tegangan. Dalam dinamo, kumparan berada dalam ruangan bermedan magnet homogen. Jika kumparan berputar, maka fluks magnet yang menembus kumparan itu selalu berubah-ubah setiap waktu. Menurut Faraday hal ini mengakibatkan timbulnya arus listrik yang disebut arus imbas (arus induksi) berupa arus bolak-balik (AC). Jika dilihat dengan osiloskop, grafik arus listrik ini berupa sinusoida. Dinamo yang menghasilkan arus listrik searah (DC) mempunyai prinsip sama, hanya pada dinamo ini menggunakan cincin belah atau komutator sebagai penyearah. Dengan demikian, pada saat kumparan berputar, selalu menghasilkan arus imbas yang arahnya selalu tetap setiap selang putaran 180 (p) sedangkan grafik arus listrik terhadap waktu berupa parabola yang selalu positif. Dinamo di dalam kendaraan memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah untuk menyalakan mesin kendaraan. Untuk kendaraan roda dua, dinamo berguna untuk menyalakan perangkat elektrik seperti head lamp, rear lamp, sign lamp, dan sebagainya. Untuk roda empat sendiri, dinamo berguna untuk menyalakan mesin kendaraan. Tetapi fungsi utama dinamo adalah untuk men-charge kembali accu pada kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun empat. Tanpa adanya dinamo dalam kendaraan, hampir dapat dipastikan mesin kendaraa itu tidak mau dinyalakan, kecuali motor yang memiliki teknologi engkol. C. Cam Starter Untuk diperlukan menggerakan saklar yang motor berguna listrik untuk

mengontrol arus listrik yang masuk. Saklar dapat menyambung atau memutus aliran listrik. Secara sederhana saklar terdiri atas dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian. Saklar dapat berposisi dalam keadaan sambung (on)
Gambar 5. Cam Starter

atau putus (off). Saklar dikatakan membuka jika arus mengalir ketika kontak-kontak saklar saling bersentuhan, namun bila kontak tidak saling bersentuahan arus listrik tidak dapat mengalir ke dalam rangkaian dengan demikian saklar menutup. Terdapat berbagai macam saklar, diantaranya saklar tunggal, saklar seri, saklar tukar, dan saklar kutub ganda (dwi kutub). Namun ada juga yang menyebutkan bahwa saklar terdiri dari saklar putar, saklar balik, saklar tekan dan saklar tarik. Salah satu jenis saklar yang digunakan untuk operasi motor listrik adalah cam starter. Cam Starter berfungsi sebagai pengendali arus listrik pada industri, selain itu juga berfungsi sebagai pemutar arah arus listrik yang masuk pada motor listrik sehingga arah putaran rotor dapat berubah. Prinsip kerja cam starter yaitu memanfaatkan medan magnet untuk mengubah arus listrik, sehingga cocok digunakan untuk peralatan kerja motor bolak-balik. Mekanisme kerja cam starter diawali pada arus listrik yang masuk. Arus ini lalu dihubungkan oleh saklar untuk diteruskan ke motor listrik. Pengaturan arah dikendalikan oleh tuas pengontrol yang menyalurkan arus listrik melewati jembatan.

D. Boiler

Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik (Parekh, 2003). Komponen pada Boiler Komponen-komponen boiler yang mendukung teciptanya steam yaitu: Furnace Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian dari furnace siantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and discharge door . Steam Drum

Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam). Superheater Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri. Air Heater Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku pembakaran. Economizer Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru. Safety valve Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam. Blowdown valve Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di dalam pipa steam. Burner Merupakan peralatan pembakar yang bahan bakarnya terbagi menjadi bagianbagian kecil sehingga memudahkan proses pembakaran dengan udara. Bahan bakar HSD (High Speed Diesel) dipergunakan untuk pembakaran awal. Sedangkan bahan bakar utamanya adalah residu. Penyalaan burner tergantung pada beban dari unit. Burner Management Sytem (BMS) adalah penyaluran konfigurasi penyalaan burner pada saat start up atau shut down dan load change. Jumlah burner yang menyala atau mati tergantung pada beban generator yang sebanding dengan kapasitas bahan bakar untuk memproduksi uap pada boiler. Konfigurasinya diatur supaya pemanasan dalam ruang bakar merata dan

efisien. Penyalaan boiler yang tidak seimbang dengan beban generator dapat mengakibatkan tidak stabilnya tekanan dan temperatur uap. Cara dan Prinsip Kerja Boiler Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery boiler . Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem (Suteja, 1989). Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari lua r ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi

boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.

Klasifikasi Boiler berdasarkan Tipe Pipa Secara umum boiler dikenal dengan dua tipe, yaitu: Fire tube boiler, dan

Water tube boiler. Perbedaan atara keduanya yaitu bahan yang terkandung dalam pipa tersebut. Pada Fire Tube Boiler, api berada dalam pipa dan sekeliling luar pipa dipenuhi oleh air. Sedangkan Water Tube Boiler air terdapat dalam pipa dan sekeliling luar pipa dipenuhi oleh api. Namun dikenal juga dengan boiler dengan gabungan dari keduanya (Febrianti, 2008). Fire Tube Boiler Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi sebagai paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

Gambar 1. Fire Tube Boiler

Water Tube Boiler Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk ke dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket. Karakteristik water tube boilers sebagai berikut: Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air. Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Gambar 2. Diagram Sederhana Water Tube Boiler Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler terhadap yang meninggalkan boiler dalam bentuk yang berbeda. Kehilangan energi dapat dibagi kedalam kehilangan yang tidak atau dapat dihindarkan. Tujuan dari Produksi Bersih dan/atau pengkajian energi harus mengurangi kehilangan yang dapat dihindari, dengan meningkatkan efisiensi energi. Kehilangan berikut dapat dihindari atau dikurangi:

Kehilangan gas cerobong: - Udara berlebih (diturunkan hingga ke nilai minimum yang tergantung dari teknologi burner, operasi (kontrol), dan pemeliharaan). Suhu gas cerobong (diturunkan dengan mengoptimalkan perawatan (pembersihan), beban; burner yang lebih baik dan teknologi boiler). Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam cerobong dan abu (mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan; teknologi burner yang lebih baik). Kehilangan dari blowdown (pengolahan air umpan segar, daur ulang kondensat) Kehilangan kondensat (manfaatkan sebanyak mungkin kondensat) Kehilangan konveksi dan radiasi (dikurangi dengan isolasi boiler yang lebih baik) Efisiensi termis boiler didefinisikan sebagai persen energi (panas) masuk yang digunakan secara efektif pada steam yang dihasilkan. Terdapat dua metode pengkajian efisiensi boiler: Metode Langsung: energi yang didapat dari fluida kerja (air dan steam) dibandingkan dengan energi yang terkandung dalam bahan bakar boiler. Metode Tidak Langsung: efisiensi merupakan perbedaan antara kehilangan dan energy yang masuk. Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang benar untuk mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler merupakan bagian dari sistim boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari sistim didepannya. Kinerja boiler, efisiensi, dan umur layanan merupakan hasil langsung dari pemilihan dan pengendalian air umpan yang digunakan dalam boiler. Jika air umpan masuk ke boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan komponen air memiliki sifat yang berbeda. Hampir semua komponen dalam air umpan dalam keadaan terlarut. Walau demik ian, dibawah kondisi panas dan tekanan hampir seluruh komponen terlarut keluar dari larutan sebagai padatan partikuat, kadangkadang dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang lain sebagai bentuk amorph. Jika kelarutan komponen spesifik dalam air terlewati, maka akan terjadi pembentukan kerak dan endapan. Air boiler harus cukup bebas dari pembentukan endapan padat supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan efisien dan harus tidak korosif terhadap logam boiler.

Endapan dalam boiler dapat diakibatkan dari kesadahan air umpan dan hasil korosi dari sistim kondensat dan air umpan. Kesadahan air umpan dapat terjadi karena kurangnya sistim pelunakan. Endapan dan korosi menyebabkan kehilangan efisiensi yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pipa boiler dan ketidakmampuan memproduksi steam. Endapan bertindak sebagai isolator dan memperlambat perpindahan panas. Sejumlah besar endapan diseluruh boiler dapat mengurangi perpindahan panas yang secara signifikan dapat menurunkan efisiensi boiler. Berbagai jenis endapan akan mempengaruhi efisiensi boiler secara berbeda-beda, sehingga sangat penting untuk menganalisis karakteristik endapan. Efek pengisolasian terhadap endapan menyebabkan naiknya suhu logam boiler dan mungkin dapat menyebabkan kegagalan pipa karena pemanasan berlebih. Bahan kimia yang paling penting dalam air yang mempengaruhi pembentukan endapan dalam boiler adalah garam kalsium dan magnesium yang dikenal dengan garam sadah. Kalsium dan magnesium bikarbonat larut dalam air membentuk larutan basa/alkali dan garam-garam tersebut dikenal dengan kesadahan alkali. Garam-garam tersebut terurai dengan pemanasan, melepaskan karbon dioksida dan membentuk lumpur lunak, yang kemudian mengendap. Hal ini disebut dengan kesadahan sementara kesadahan yang dapat dibuang dengan pendidihan. Kalsium dan magnesium sulfat, klorida,nitrat dan lain-lain, jika dilarutkan dalam air secara kimiawi akan menjadi netral dan dikenal dengan kesadahan nonalkali. Bahan tersebut disebut bahan kimia sadah permanen dan membentuk kerak yang keras pada permukaan boiler yang sulit dihilangkan. Bahan kimia sadah nonalkali terlepas dari larutannya karena penurunan daya larut dengan meningkatnya suhu, dengan pemekatan karena penguapan yang berlangsung dalam boiler, atau dengan perubahan bahan kimia menjadi senyawa yang kurang larut. Tipe Boiler Fire Tube Keuntungan Kerugian Proses pemasangan Tekanan operasi steam mudah dan cepat, Tidak terbatas untuk tekanan rendah membutuhkan setting 18 bar. khusus. Investasi awal boiler iniKapasitas steam relatif kecil

(13.5 murah.

TPH)

jika

diabndingkan dengan water tube. Tempat pembakarannya sulit

Bentuknya lebih compactdijangkau untuk dibersihkan, dan portable. diperbaiki, dan diperiksa kondisinya. Nilai effisiensinya rendah, Tidak membutuhkan area karena banyak energi kalor yang besar untuk 1 HP yang terbuang langsung boiler. menuju stack. Kapasitas steam besarProses konstruksi lebih sampai 450 TPH. detail. Tekanan operasi mencapaiInvestasi awal relatif lebih Water Tube 100 bar. mahal. Penanganan air yang masuk

Nilai effisiensinya relatifke dalam boiler perlu dijaga, lebih tinggi dari fire tubekarena lebih sensitif untuk boiler. sistem ini, perlu komponen pendukung untuk hal ini. Tungku mudah dijangkauKarena mampu menghasilkan untuk pemeriksaan, pembersihan, melakukankapasitas dan tekanan steam yang lebih besar, maka dankonstruksinya dibutuhkan

perbaikan. area yang luas. Tabel 1.1. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.

Penerapan Boiler pada Industri Boiler banyak digunakan pada industri menengah hingga industri besar. Lahan

yang luas, serta penanganan limbah dan sumber energi dalam jumlah besar menyebabkan modal yang perlu disiapkan tidak sedikit sehingga umumnya industri kecil tidak menggunakan alat ini. Boiler banyak digunakan pada industri pengolahan

kelapa sawit, karet, gula, pakan ternak, hingga industri manufaktur dalam perakitan alat-alat elektronik maupun transportasi. Boiler juga digunakan sebagai pembangkit tenaga pada sebagian pusat perbelanjaan atau gedung-gedung pertemuan.

III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Praktikan diperkenalkan bagaimana menggunakan saklar (camp starter), dan menghubungkannya dengan motor listrik dan baterai listrik. Dengan mengetahui hal tersebut kita bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari dan industri. Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Dinamo adalah mesin listrik atau pembangkit tenaga listrik. Cam starter berfungsi sebagai pengendali arus listrik pada industri, selain itu juga berfungsi sebagai pemutar arah arus listrik yang masuk pada motor listrik. Dinamo adalah mesin listrik atau pembangkit tenaga listrik. Alat untuk mengubah energi kinetik menjadi tenaga listrik. Penempatan sebuah mesin di dalam sutu rangkaian mesin unit produksi harus benar-benar sesuai dengan mesin lainnya baik fungsi maupun kapasitasnya, karena bila tidak mesin tersebut akan menjadi penghambat dan dapat menurunkan efisiensi unit mesin tersebut. Jadi setiap mesin yang akan ditempatkan dan akan dijadikan bagian dari satu rangkaian. Pada praktikum kali ini, praktikan juga diperkenalkan pada suatu alat yang bernama Boiler. Pengenalan ini mencakup bagian-bagian komponen penyusun boiler beserta fungsinya, prinsip kerja dan pengenalan tentang macam-macam mesin boiler misalnya boiler pipa api dan mesin boiler campuran (pipa dan api). Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Prinsip kerja dari mesin boiler adalah mengubah energi yang berasal dari bahan bakar baik berupa minyak, kayu, dan lain-lain menjadi energi panas uap yang dapat digunakan untuk proses yang memerlukan energi uap. Berdasarkan tipe pipa, mesin boiler terbagi menjadi dua, yaitu boiler pipa air dan boiler pipa api. Yang dimaksud dengan boiler pipa air adalah air berada dalam pipa dan diluar pipa dikelilingi oleh api. Sebaliknya, pada boiler pipa api, api berada dalam pipa dan disekeliling luar pipa diisi oleh air. Pada boiler pipa api, menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. Sedangkan pada boiler pipa air, kapasitas dan tekanan steam yang dihasilkan tinggi. Boiler menghasilkan uap dan uap yang dihasilkan ini dapat digunakan untuk membangkitkan listrik, menggerakkan turbin dan sebagainya. Berdasarkan hasil

pengamatan di lapangan praktikan sudah bisa merancang sebuah boiler dan mampu mempresentasikannya artinya praktikan sudah paham dan mengetahui prinsip kerja dari mesin boiler yang sangat berguna untuk pengaplikasiannya dalam industri.

B. Saran Pada saat praktikum, praktikkan kurang begitu jelas menangkap penjelasan mengenai motor listrik maupun boiler, hal ini dikarenakan tempat yang kurang nyaman.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2006. Peralatan Energi Panas: Boiler & Pemanas Fluida Termis. UNEP.

Bureau of Energy Efficiency (BEE), Ministry of Power, India. Components of an ElectricMotor.2005. Febrianti, Aris. 2008. Klasifikasi Mesin Boiler. Jakarta: Arcan. Parekh, R. Microchip Technology Inc. AC Induction Motors Fundamentals, AN887. 2003. Suteja, Wiraatmaja.1989. Peralatan Industri. Bogor: FATETA IPB.